Found Love In Kyoto

Found Love In Kyoto
#Series 3


"Tadaima....” itu suara Livia dan Naoki


Olivia segera melompat dari atas sofa dan menghambur kedalam pelukan tantenya


“tanteee... aku merindukanmu” kata Olivia dengan nada manjanya.


“Olivia, aku merindukanmu juga, kau semakin cantik” puji Livia pada Olivia. “bagaimana di London? apa Derren memperlakukanmu dengan baik?” tanya Livia


“tentu saja tante dia sepupuku yang terbaik, setiap hari ia memasak untukku” kata Olivia sarkastik sambil melirik Derren berdiri di ambang pintu menyandarkan bahu lebarnya pada tiang pintu.


“oh ya ?? tidak di sangka kalian bisa berdamai” kata Naoki sambil sertai senyum jahil pada Derren, ia menghampiri Olivia yang berada dalam pelukan istrinya dan membelai rambut Olivia.


Derren mengangkat kedua bahunya bersamaan dengan santai di sertai senyum yang nyaris tak terlihat.


“apa Joe sudah pulang?” tanya Livia entah pada siapa


“Joe oniisan sedang ada pertemuan club basketnya, Kenzo sedang bermain game di kamarnya, mommy bisakah kau sita alat game bodoh itu?” kata Keiko yang sedang duduk di sofa dan memindah mindah chanel televisi.


“salahkan daddymu dan joe yang membuat game bodoh itu” jawab Livia


“biarkan saja Kenzo bermain game, kelak dia yang akan membuat game untuk putra Keiko” jawab Naoki santai


“daddy anak anakku akan menjadi seniman yang mendunia, bukan menjadi pemain game” kata Keiko tegas


Naoki tersenyum mendengar jawaban Keiko


“Ya tuhan, dulu ketika kalian kecil mommy ingin kalian segera dewasa, namun sekarang mommy berharap kalian tidak menjadi dewasa dan akan selalu berkumpul di rumah ini” keluh Livia sambil meletakkna tas mahalnya dari brand kenamaan dunia di atas meja dan tas itu adalah edisi terbatas.


“ccckkkkkk, kalau begitu kau punya anak bayi lagi saja mommy” kali ini Derren membuka suaranya


“apa katamu Derren? Mommy sudah tua, kau yang seharusnya memiliki pacar dan menyiapkan menantu untuk mommy kelak”


“kau mengaku tua sekarang?” ejek Derren


“Tentu saja mommy merasa tua, bagaimana tidak lima tahun kedepan mungkin kalian sudah memiliki pasangan hidup masing masing" kata Livia sambil menaiki anak tangga di ruangan besar itu, "tapi setidaknya teman teman Joe masih mengira aku kakaknya” lanjut Livia dengan bangga


Naoki terkekeh karena kata kata Livia, ia mengambil tas yang tergeletak diatas meja kemudian melangkah menaiki anak tangga membuntuti istrinya.


Malamnya adalah acara makan malam seluruh keluarga, hanya Danu dan Gendis yang tidak bisa datang ke Tokyo, dan Livia sengaja menyewa seluruh restauran itu untuk keluarga besarnya.


Moment seperti ini biasa di gunakkan untuk ajang saling bertemu seluruh keluarga, Yukari, Sakura, Andrew, Tommy, semua bersama pasangan masing masing. Bahkan Hana selalu ada di antara keluarga besar mereka, bagi keluarga besar Livia dan naoki hana tidak pernah di anggap sebagai orang lain.


Waktu bergulir begitu cepat, tidak terasa tahun demi tahun mereka lewati dan kini putra putri mereka telah menginjak masa remaja.


Jonathan seperti biasa ia lebih tertarik bergaul dengan Olivia, mereka mengobrol dengan santai dan akrab, meskipun diruangan itu ada Tiffany yang merupakan temannmasa kecil dan bahkan teman satu kelas di sekolahnya, mereka tak pernah saling berbicara lagi semenjak duduk di bangku sekolah menengah atas, mereka saling menjauhi satu sama lain tanpa alasan.


“Joe apa rencanamu setelah lulus sma?” tanya Olivia


“aku akan kuliah di london, seperti daddy Naoki, aku ingin masuk fakultas ilmu teknologi”


“kau sangat mengidolakan daddymu?”


“dia pria terhebat, pria paling sabar menghadapi mommyku, kau tau sendiri bukan mommyku itu sangat berisik?” jawab Jonathan sedikit terkekeh.


“mereka pasangan yang paling romantis di muka bumi ini” Olivia sangat antusias mengatakan hal itu


“oh iya bagaimana hubunganmu dengan Derren apa kau tidak kesulitan tinggal bersamanya? Kau bisa berdamai dengannya?” tanya Jonathan penasaran


“astaga Joe, kau tau kakakmu itu pria yang paling menyebalkan, ia jago acting, playing victim, dingin, kasar, dan tidak tau malu” Olivia mengucapkan semua kalimatnya tanpa hambatan, ia tidak tau kalau Derren berdiri tepat di belakangnya menatap dengan tatapan dingin kearahnya.


Jonathan ia menggaruk pelipisnya yang tidak gatal, ia tak mampu menyetop bibir Olivia yang terus berkata buruk tentang kakaknya.


“benarkah?” suara dingin itu sukses membuat Olivia terperanjat dan ketakutan,


Olivia membelalakkan matanya pada Jonathan dengan kesal


seolah berkata 'kau tidak memberitahuku!!!!'


Jonathan hanya mengangkat kedua bahunya bersamaan.


Ketimbang menjelaskan Olivia memilih kabur kemudian duduk di sebelah tantenya Livia yang sedang mengobrol dengan yukari, yang juga tantenya.


“Olivia bagaimana kuliahmu?” tanya Yukari saat keponakannya duduk di samping Livia


“semua berjalan lancar tante” jawab Olivia


Mereka melanjutkan mengobrol ala ibu ibu sementara Olivia memandang Derren dari kejauhan.


Sepupunya itu memang tampan tapi sifatnya yang sungguh menjengkelkan benar benar melunturkan kadar ketampanannya di mata Olivia.


Olivia berniat akan membalas semua perbuatan Derren padanya, tunggu saja saatnya Olivia akan menyusun semua pembalasannya dengan baik.


Setelah acara makan malam perjamuan natal telah usai mereka semua kembali ke kediaman masing masing, Olivia dan Keiko tidak segera tidur kedua gadis itu mengobrol sambil memakai masker berbentuk kertas di atas tempat tidur, sedangkan Konathan dan Kenzo memainkan game mereka di dalam kamar Keiko, Keiko telah berulang kali mengusir mereka berdua namun keduanya tidak bergeming.


Tiba tiba Livia muncul di ambang pintu


“Joe mommy ingin berbicara denganmu datanglah ke ruang kerja daddymu”


“hai hai mommy cantik” Jonathan bangkit dan mengikuti langkah kaki ibunya yang mrmang masih terlihat cantik meskipun usianya tak muda lagi.


Sesampainya di ruang kerja orang tuanya, ia melihat derren bersama naoki ayahnya sedang bermain catur.


“skakmate” kata Naoki penuh kemenangan “kau banyak melamun dan tidak konsentrasi hari ini” kata Naoki pada Derren


“aku masih jetlag dan kau mengajakku bermain catur, kau sungguh licik” bela Derren untuk dirinya sendiri


“tidak ada alasan, konsentrasimu payah” kata Naoki tidak mau kalah


“Joe duduklah, kami ingin berbicara” Livia mendudukkan pantatnya di samping Naoki


Jonathan juga mendudukkan pantatnya di samping kakaknya


“derren mommy mohon, berhentilah menunjukkan sikap bencimu pada Andrew bagaimanapun juga ia orang tuamu” kata livia langsung, ia dan Naoki telah lama melihat gelagat aneh dan kecanggungan sikap kedua putra mereka pada Andrew.


Apalagi sepanjang acara makan malam tadi Derren sama sekali tidak mendekati Andrew, Nameera, maupun Zakia, ia tampak menghindari Andrew dengan terus menempel di sisi Kenzo, Jonathan juga tampak hanya menyapa mereka.


“aku tidak ada urusan dengan penghianat itu” jawab Derren berat


Livia terkejut dengan jawaban yang ia dengar, begitu pula Naoki, namun ia tetap tenang


"Derren jaga bicaramu, tidak ada yang berkhianat" bela Livia


"kau membelanya meskipun ia menyakitimu?" tanya Derren


“itu sudah masa lalu, kalian tidak boleh terjebak dengan masa lalu, mommy telah lama melupakannya” kata Livia dengan nada tenang


“aku hanya menebak, jadi benar ia menghianati mommy saat mommy hamil Joe?” tanya Derren langsung


“Derren, Joe, itu masa lalu. kalian tidak boleh membenci Andrew, membenci seseorang tidak akan menghasilkan apapun” itu kata kata Naoki yang Livia tirukan


“mommy...” Derren hendak memotong kata kata Livia ibunya


“Derren, asal kau tau andrew itu mengidap penyakit jantung bawaan sejak lahir, dan yang mendonorkan jantung untuknya adalah kakaknya Zakia”


“menurutku itu bukan alasan” sela Derren lagi


“oh hubby, lihat kenapa Derren keras kepala sekali” keluh Livia pada Naoki suaminya


“Derren, di dunia ini ada hal hal yang tidak bisa kita paksakan, sekeras apapun kita berupaya tetaplah Tuhan yang menentukan, jodoh mommymu adalah aku, masalah ayah kandung dan mommy kalian itu sudah jadi masa lalu, kita semua telah melupakan.” kata Naoki mencoba menengahi


“aku berharap ayah kandungku adalah kau” kata Derren dingin.


“kandung atau bukan kalian tetap putraku sama seperti Kenzo dan Keiko” jawab naoki penuh kesabaran “aku mencintai kalian semua”


Derren dan Jonathan serentak menepuk jidat mereka, memang seperti itulah ibunya.


“tentu kau bintang kehidupanku, dewi keberuntunganku aku sangat mencintaimu” Naoki memandang istrinya penuh cinta lalu mengecup kening Livia di depan kedua putranya.


“daddy kau selalu luluh di rayu wanita penggila belanja itu” keluh Jonathan


“kau tidak sopan Joe...” kata Livia, anak anaknya memanggilnya wanita penggila belanja karena Livia sangat gemar berbelanja dan menghamburkan uang.


Jonathan terkekeh


“baiklah, Derren, Joe masalah ketidak sukaan kalian pada Andrew dan Zakia itu masalah perasaan, kami tidak bisa memaksa tapi kami mohon paling tidak jangan kalian tunjukkan di depan mereka, terutama kau Derren” kata Naoki lagi


“bisakah kalian?” pinta Naoki


“baiklah akan ku coba” jawab Derren tanpa minat


“Joe....?”


“daddy, aku tidak pernah menunjukkan” sanggah Jonathan, itu memang faktanya, berwajah manis dan bermulut manis adalah keahlian Jonathan didepan siapapun.


“baiklah, ingat kata kata daddy dan mommy” kata Livia


“aku lebih suka kata kata daddy” jawab Jonathan


“Joe kau tidak boleh meminjam mobil mommy”


“baiklah aku suka kata kata kalian berdua” bagi Jonathan memakai mobil mewah adalah menambah nilai plus untuk mendapatkan kekaguman para gadis.


Mereka berempat kemudian melanjutkan berbincang sambil tertawa dengan bahagia dan hangat. Livia dan jonathan saling lempar candaan candaan kecil sambil melangkah keluar sementara Derren dan Naoki melanjutkan permainan catur mereka. Derren mencontoh sifat naoki yang selalu tenang, sedangkan Jonathan lebih mencontoh kegeniusan Naoki dalam bekerja.


Paginya Olivia terbangun dan teringat tugas yang di berikan derren, jadi ia berniat ingin menanyakan pada Derren kapan mereka akan kembali ke London.


Setelah mereka selesai sarapan Olivia memasuki kamar Derren yang dipenuhi dengan rak buku, kamar yang sangat membosankan!!! membosankan seperti penghuninya, berhati dingin sedingin tubuh hewan amphibi (kaya tau aja)


“Derren, kapan kita akan kembali ke London?”


“kenapa?” Derren yang sedang membaca buku balik bertanya tanpa menoleh


“aku harus mengerjakan tugasku”


“kau bisa mengerjakan di sini lagi pula tugas itu hanya perlu di kirim melalui email pada dosen”


“tidak bisa aku tidak membawa bukunya”


“meskipun kau membawa bukunya aku yakin kau tidak mengerti kau melamun sepanjang mata kuliah” jawab derren


“jadi kau memperhatikanku?”


“aku memperhatikan semua yang berada di ruangan itu bukan hanya kau” masih tidak menoleh


“kurasa aku akan kembali ke London lebih dulu” kata Olivia sambil berbalik hendak meninggalkan Derren


“aku memiliki salinan materinya, jika kau mau aku bisa meminjamimu”


“kau akan meminta imbalan bukan?” Olivia berbalik menghadap Derren


“tentu, tidak ada yang gratis di muka bumi ini Olivia” kata Derren sambil memutar kursinya menghadap Olivia


“kau.....!” Olivia membelalakkan matanya galak pada Derren


Derren tersenyum penuh kelicikan


“aku lebih baik kembali ke London dari pada di peralat olehmu” Olivia mulai emosi dan berkacak pinggang


“terserah kau saja, tapi aku yakin kau tidak bisa mengerjakan tugas itu tanpa bimbinganku”


“aku bisa mengerjakannya...!”


“aku tidak percaya” kata Derren dengan nada sinis


“aku akan bertanya pada teman teman di kelasku”


“jangan membantahku Olivia, kerjakan disini” kata Derren dengan nada tidak senang “aku akan membantumu dan aku tidak akan meminta imbalan” lanjutnya


“baiklah... aku akan mengerjakan di sini, ku pegang kata katamu kau tidak meminta imbalan” Olivia menjentikkan jarinya di depan wajah derren penuh semangat


Derren mengambil sebuah buku, flashdisk, dan mengulurkan pada Olivia “baca pahami dan resume ini, masukkan ke sini aku akan memeriksanya nanti”


Olivia segera menyambar kedua benda itu dan meninggalkan Derren, ia mulai membaca buku di kamar Keiko.


Sudah tiga hari Olivia berkutat dengan buku dan macbook nya, akhirnya Olivia menyelesaikan sebelum malam tahun baru.


“aku telah mengerjakannya” kata Olivia sambil meletakkan buku dan flashdisk di atas meja Derren “tolong kau periksa Derren sepupuku yang baik”


Derren hanya diam sambil meraih kedua benda diatas mejanya dan memasukkan ke dalam laci


seperti membuang benda yang tidak dibutuhkan.


“otsukaresama Olivia-chan” kata Derren dengan wajah bahagia


*terima kasih kerja samanya


“whatever you say” jawab Olivia malas sambil berlalu dari kamar Derren, ia tidak mengerti bahasa jepang sedikitpun.


Karena tidak ada yang di kerjakan Keiko mengajak Olivia untuk bermain alat music, kedua gadis itu memasuki sebuah ruangan dimana piano, biola, gitar dan cello milik Keiko berada.


Olivia mulai memainkan piano sedangkan Keiko ia mulai menggesek biolanya, mereka saling menyeimbangkan nada.



Olivia juga bisa bermain piano, namun itu hanya keisengan, bukan hobi maupun bakat, ia hanya bisa sedikit membaca nada, ia biasa memainkan piano di Yogyakarta jika ia sedang memiliki waktu luang.


Jonathan yang kebetulan melewati ruangan itu mendengarkan dan membuka pintu dengan hati hati, kemudian saat melihat Olivia sedang bermain piano dan adiknya Keiko mengiringi dengan biolanya ia segera masuk dan merekam aktifitas kedua gadis itu.


Olivia menghentikan permainan pianonya dan mengajak Jonathan menyanyikan beberapa lagu


Mereka juga menyanyikan lagu berjudul Perfect versi Beyonce feat Ed sheeran.


Keiko mengiringi dengan pianonya.


Jonathan masih merekam aksi mereka bertiga dengan ponsel pintarnya dan berniat akan mengunggah ke media sosialnya.


”suara Olivia oneesan sangat indah, kenapa kau tidak menekuni bidang tarik suara?” tanya Keiko


“hahaha, Kei aku tidak percaya diri di atas panggung” kata Olivia sambil tertawa ringan “aku hanya ingin menjadi dokter spesialis anak, Keiko apa kau yakin ingin menjadi musisi?”


“aku belum tau, tapi untuk saat ini aku sangat mencintai musik” jawab Keiko simple


“dan aku adalah fans pertama Kei-chan setiap ia bermain music” kata Jonathan sambil mengacak acak rambut adiknya


“Joe oniisan... aku sangat menyayangimu” kata Keiko penuh semangat, ia memeluk pinggang kakaknya Jonathan, pria paling dekat dengannya setelah Naoki ayahnya.


“kalau begitu aku fans nomer dua Keiko” kata Olivia tidak kalah bersemangat.



Author tuh bingung mau kasih foto siapa buat versi tuanya Naoki ama Livia 😅


pas buka ig kok ada Arata-kun foto rambut belah tengah look so oldies 😄😄😄 ya udah lah author capture aja 😂😂