
Setelah Jungkir balik dunia Livia, ia telah mendapatkan hidup yang nyaris sempurna bersama Naoki, ke empat anak anak mereka tumbuh berkembang menjadi anak anak yang cerdas dan sukses, baru satu bukan yang laku mereka berdua menghadiri acara wisuda Kenzo yang mendapatkan gelar sarjana di usia 20 tahun di Hardard Universty, Cambridge, MA, USA. lalu 1 bulan kemudian Keiko mendadak mengatakan akan menikah namun tak berjalan seperti semestinya, tidak ada kehidupan yang sempurna, begitu juga kebahagiaan, tidak ada yang sempurna didunia ini
Karena istrinya tampak sedikit sestres Naoki mengajak Livia pergi ke Kyoto, menyusuri jalanan di Kyoto yang menjadi tempat favorit istrinya, bahkan pergi menyusuri kota itu dengan turun naik kereta dan bus.
Malam hari Livia baru saja keluar dari Family mart untuk membeli beberapa cemilan, tak sengaja ia menabrak tubuh seorang pria.
“Sumimase” kata Livia sopan, di jepang budaya meminta maaf adalah budaya yang sangat di junjung tinggi.
“Tidak masalah Livia”
Saat mendongakkan wajahnya Livia terkejut karena pria yang berada di depannya adalah Andrew.
“Andrew?” guman Livia
“kau di sini Livia?”
Livia hanya tersenyum, sambil berusaha menjaga jarak untuk berlalu pergi.
“Livia” Andrew menangkap pergelangan tangan Livia.
Tanpa berkata apa pun Livia dengan halus mencoba melepaskan pergelangan tangannya.
“Livia, aku masih mencintaimu”
“Aku mencintai suamiku, Yamada Naoki, hanya dia yang kucintai” Jawab Livia dengan nada yang terdengar sangat manis
“Aku hanya ingin menyampaikan isi hatiku”
“Tidak masalah, tapi kita telah menua, tidak pantas kau mengucapkan hal hal seperti itu” kata Livia
“Maafkan aku untuk semua kesalahanku di masa lalu” kata Andrew lirih
“Bagiku semua sudah tidak ada lagi Andrew, kita masing masing memiliki hidup dan keluarga yang seharusnya kita jaga dan kita cintai, selamat tinggal” kata Livia sambil berlalu pergi.
Tepat di depan zebra cross Naoki menunggu Livia, ia tersenyum menggoda pada Livia.
“Jadi kau sangat mencintaiku?” tanya Naoki dengan mimik wajah berseri seri
“Sangat, Apa kau tidak merasakan cintaku?” tanya Livia sambil mengulurkan kantong belanjanya, Naoki meraih benda itu, kemudian sebelah tangannya meraih telapak tangan istrinya. Mereka berdua menyeberangi Zebra Cross bersama, tanpa berkata apa pun.
Dari kejauhan, Andrew hanya mampu tersenyum pahit.
Livia masuk ke dalam Family mart bersama Naoki, namun karena ada panggilan telfon Naoki menjauh keluar dari Famiily mart, ketika Livia keluar dari family mart ia menunduk melihat ke arah layar ponsel bermalsud menekan nomer ponsel suaminya dan panggilan terhubung saat ia berbincang dengan Andrew, tentu saja Naoki mendengar semua percakapan Livia dan Andrew.
Sesampainya di Tempat tinggal mereka Livia duduk di sofa dengan malas, Naoki mendekati istrinya. Livia memindah posisi duduknya dan meletakkan kepalanya di bahu suaminya.
“Apa yang kau pikirkan?” tanya Naoki
“Keiko” jawab Livia singkat
“Putri kita baik baik saja, itu yang terbaik untuknya”
“Hubby kenapa kau sangat yakin?”
“Philip pria yang baik, tapi yang terbaik bagi Philip adalah melepaskan Keiko” kata Naoki
Livia menjauhkan kepalanya dari pundak Naoki, ia memandang wajah tampan suaminya sambil mengerutkan keningnya, apa yang di katakan Naoki bertentangan dengan pikirannya.
Namun sejauh ini yang Livia tahu Naoki tidak mungkin salah menilai orang, instingnya tajam dan akurat, apalagi Naoki beberapa kali berbicara secara pribadi dengan Philip.
“Aku khawatir dengan masa depan Keiko” guman Livia
“Putri kita akkan baik baik saja, percayalah padanya, ia bisa menjaga dirinya”
“Jangan menyesalinya, jika kau tidak pergi ke club malam itu, aku tidak bertemu denganmu”
“Hubby kau yang terbaik”
“Kau juga yang terbaik, kau memberiku 4 orang anak yang sangat manis, kau juga mendidik mereka dengan sangat baik” Naoki meraih telapak tangan Livia menciumi dengan penuh kasih sayang “Rasanya aku semakin mencintaimu Livia”
Livia tersipu, wajahnya merona. Getaran didadanya meledak ledak seakan akan jantungnya hendak melompat, 24 tahun berumah tangga bersama Naoki tidak menyurutkan api asmara yang terus berkobar di dalam benaknya.
“Hubby aku juga semakin mencintaimu”
Naoki memagut bibir bawah Livia, tentu saja dengan senang hati Livia membalas perlakuan suaminya ia melumat bibir suaminya. Ketika ciuman itu semakin dalam suara interkom di apartemen mereka berbunyi.
Dengan berat hati naoki melepaskan ciumannya, Naoki menjawab panggilan itu dan bergegas keluar.
10 menit kemudian pria tampan itu kembali dengan kotak berwarna merah hati di tangannya.
“Hubby apa itu?”
“Keiko mengatakan aku tidak romantis” kata Naoki sambil mengulurkan kotak itu pada Livia “bukalah”
Livia dengan hati hati membuka tutup kotak, dan ternyata isinya adalah bunga bunga kecil yang berwarna warni.
Livia terkekeh mengingat selama mereka bersama, Naoki belum pernah memberinya bunga.
“Aku tidak pernah memberimu bunga”
“Tapi taman peony di samping rumah kita setiap hari berbunga” protes Livia sambil mengamati bunga bunga segar di dalam kotak
“Kali ini aku harus mendengarkan putri kita”
“Tapi mengapa bunga Prime rose? Bukan mawar?”
“Apa kau tahu apa arti bunga primerose?”
“Kau jatuh cinta padaku?”
“Itu sudah jelas sejak awal aku melihatmu” jawab Naoki
Livia tersipu
“Lalu apa arti bunga Primerose?” desak Livia
“Aku tak bisa hidup tanpamu” jawab Naoki dengan tatapan penuh cinta pada Livia.
BERSAMBUNG.
SAMPAI JUMPA DI NEXT SEASON SQUEL DARI NOVEL INI.
UNTUK SEKARANG AUTHOR KONSEN DULU SAMA KEIKO DAN 3 NOVEL YANG MENGGANTUNG, PRILLY DALAM MASA REVISI.
TERIMA KASIH AUTHOR UCAPKAN BUAT PEMBACA SETIA FOUND LOVE IN KYOTO YANG MENERIMA APA ADANYA TULISAN AUTHOR YANG BANYAK BANGET TYPO, TANDA BACA GAK JELAS DAN KAPITAL YANG ACAK ACAKAN, NEXT DI NOVEL YANG BARU AUTHOR AKAN PELAN PELAN PERBAIKI SEMUANYA MESKIPUN JAUH DARI SEMPURNA.
SEKALI LAGI TERIMA KASIH DAN SAMPAI JUMPA.
FYI : MARRIED WITH PILOT UDAH RILIS SILAHKAN DI CEK 🤗🤗