
Olivia baru saja keluar dari ruang di mana Tiffany dan bayinya berada, ia memasuki lift lalu berjalan menuju ruang praktik miliknya.
“konichiwa” sapa seorang pria dengan suar baritone
*selamat siang, bisa juga gerarti hallo, 5api lebih ke selamat siang
“konichiwa” sapa Olivia memblas pria yang menyapanya
“jadi kau dokter disini?” tanya pria itu
Olivia menatap pria yang menyapanya dan berusaha mengenali siapa pemilik wajah di depannya, ia benar benar tidak mengingatnya.
“kau melupakanku? Kejam sekali, aku Nakajima Takumi” katanya dengan nada ringan
Olivia mengerutkan keningnya, ia sama sekali tidak ingat dengan siapa pria berambut hampir sebahu di depannya.
“maaf saya tidak ingat”
“oooo jadi kau dr. Olivia Tjiptadjaja?”
“ya saya”njawab Olivia sambil tersenyum ramah
“kita pernah berkenalan sebelumnya, aku ayah dari anak yang kau tolong di Sapporo” kata Takumi mengingatkan Olivia
“oh maaf aku tidak mengingatmu”
“tidak masalah, yang penting aku telah menemukanmu dan tau namamu”
“oh iya bagaimana kabar putra anda?” Olivia berbasa basi
“dia... di rawat di sini” kata Takumi dengan wajah tiba tiba murung
“oh, semoga putra anda segera pulih, saya harus kembali bekerja, selamat tinggal” pamit Olivia ramah
Ia buru buru meninggalkan pria itu, pria yang tatapan matanya membuat Olivia takut, namun Olivia lebih takut lagi pada suaminya yang bisa saja mengawasinya, suami posessive yang pencemburu miliknya.
Nakajima Takumi,
Dia adalah seorang gitaris sebuah band ternama di jepang, ia penulis lagu lagu cinta romantis, ia juga pendiri band tersebut, ia adalah otak di balik kesuksesan band tersebut.
Ia tidak terlalu menonjol, sebenarnya ia lebih suka berada di belakang layar, ia juga mulai menginvestasikan uang hasil penjualan albumnya.
Takumi menghisap rokoknya, sambil memetik senar gitarnya, sesekali ia menuliskan not not di atas kertas. Sudut bibirnya sedikit terangkat, akhirnya ia menemukan di mana gadis cantik yang beberapa bulan wajahnya menghiasi pikirannya.
Olivia... ternyata ia adalah seorang dokter, sungguh kebetulan. Putranya di rawat di rumah sakit itu sejak 2 hari yang lalu, ia memiliki alasan untuk bisa berjumpa dengan gadis itu.
Pagi itu Takumi sengaja menunggu Olivia di depan ruangan praktiknya, setelah menunggu beberapa menit akhirnya gadis yang di tunggu akhirnya datang, namun Takumi kecewa gadis itu datang bersama seorang pria asing dengan perawakan tegap tinggi dan tampan.
Yang lebih mengecewakan lagi tangan gadis yang di tunggunya digenggam erat oleh pria yang datang bersamanya.
Takumi duduk di bangku tempat tunggu pasien sambil menundukkan wajahnya, lalu ia memutuskan untuk pergi dari tempat itu.
Di depan kamar inap tempat putranya di rawat, Takumi menghampiri perawat yang sedang berjaga.
“selamat pagi nona” sapa Takumi ramah
Perawat yang sedang bertugas menyambutnya dengan ramah dan tampak sedikit gugup, tentu saja perawat itu gugup karena yang ia hadapi adalah bintang rock terkenal di negri sakura itu.
“selamat pagi tuan, ada yang bisa saya bantu?”
“jam berapa jadwal dokter Olivia membesuk pasiennya?” sebenarnya Takumi hamya menebak saja, ia tidak tau apakah Olivia mengangani putranya atau tidak karena ia baru saja kembali dari luar kota kemarin dan langsung datang ke rumah sakit.
“oh dokter Olivia, biasa jam besuknya di mulai jam 8” kata perawat itu
Takumi melirik jam di pergelangan tangannya, sekarang sudah jam 8.15
“terima kasih” kata Takumi pada perawat itu
Ia bergegas memasuki kamar tempat putranya di rawat
“papa, ohayou ghozimashu” seru anak 5 tahun itu
“ohayou, Kentaro, bagaimana keadaanmu?”
“papa, apa kau sibuk nari ini?”
“tidaak, papa tidak sibuk. Ada apa?”
“aku ingin papa menemaniku hari ini di sini”
“baiklah, papa akan menemanimu sepanjang hari”
“terima kasih papa” serunya
Tidak berapa lama perawat mengetuk pintu ruangan dan wajah cantik Olivia muncul bersama perawat, wajah kecilnya menyunggingkan senyum ramah.
“selamat pagi” sapa Olivia ramah.
“selamat pagi sensei” sapa Kentaro berbarengan dengan ayahnya
“ken, apa kabarmu hari ini? Apa kau sudah merasa lebih baik?” sapa Olivia
“sensei aku tidak ingin pulang aku ingin tetap disini”
“kenapa?” tanya Olivia seraya memasang stetoskop ke telinganya “ayo Ken-chan, sensei akan memeriksamu” kata Olivia lembut
Anak itu dengan patuh merebahkan tubuhnya
Olivia memeriksanya dengan teliti, senyumnya masih mengembang di bibirnya.
“Ken-chan kau membuat perkembangan yang baik dalam dua hari, mungkin besok kau boleh pulang”
“aku tidak ingin pulang”
“kenapa kau tidak ingin pulang?”
“sekarang aku tidak memiliki ibu di rumah, aku tidak ingin pulang”
Olivia mengelus kepala Kentaro penuh kasih sayang
“Ken-chan, kau tidak memiliki ibu, namun kau masih memiliki seorang ayah yang menyayangimu”
“sensesi mau kah kau menjadi ibuku?”
Olivia tersenyum manis, sedangkan Takumi ia terkejut dengan apa yang di tanyakan putranya.
“Ken, tidak sopan” kata Takumi merasa tidak nyaman
“oh tidak masalah tuan” jawab Olivia ramah
“sensei” guman Kentaro lemah
“Ken-chan sensei tidak bisa menjadi ibumu, tapi jika menjadi temanmu sensei bisa” kata Olivia dengan nada sangat lembut
“benarkah?”
“mmm benar, tapi sensei memiliki syarat untukmu”
“apa itu?”
“syaratnya kau harus patuh pada ayahmu, dan kau harus bisa menjaga dirimu sendiri”
“aku akan melakukannya, aku akan melakukannya, sensei aku berjanji” seru Kentaro sambil membuat janji dengan kelingkingnya dan Olivia menyambutnya.
“baik setelah ini kau harus meminum obat, kakak perawat akan membantumu” kata Olivia
Kentaro mengangguk
“good boy, sampai jumpa Ken”
“sampai jumpa sensei” kata Kentaro dengan riang
Olivia melangkah meninggalkan ruangan itu, Takumi segera menyusulnya
“miss Olivia” panggil Takumi “bisakah kita bicara sebentar?”
“baik tuan, saya mempunyai waktu 5 menit”
“maafkan permintaan putraku yang berlebihan”
“tidak apa apa, ada banyak anak kecil yang bertingkah seperti itu”
“ibunya telah meninggal 6 bulan yang lalu”
“saya turut prihatin”
“dan bisakah kita juga menjadi teman?” tanya Takumi
Olivia tersenyum mendengar tawaran itu
“maaf tuan, saya di sini untuk bekerja, saya rasa tidak seharusnya anda menanyakan itu” jawab Olivia dengan ramah
“aku hanya ingin menjadi temanmu saja”
“bersuami” guman Takumi, jadi benar pria dengan perawakan asing itu suaminya ini kali kedua ia mendengarnya langsung dari mulut Olivia
Takumi kembali ke kamar di mana putranya di rawat, menepati janjinya menemani putra semata wayangnya.
Besok paginya Takumi kembali sengaja menunggu Olivia, tapi dokter besuk yang datang bukan Olivia, dan putranya di perbolehkan untuk pulang, namun harus tetap memeriksakan kesehatannya sesuai dengan jadwal yang telah di tentukan.
Sementara Jonathan...
Sejak putranya lahir, setiap hari ia harus begadang untuk menjaga putranya bekerja sama dengan Tiffany.
Ia menyandarkan kepalanya di kursi kebesarannya, sambil memijit pelipisnya yang terasa berdenyut.
“jadi kau kurang tidur karena mengurus bayi?” kekeh Haru teman sekolahnya yang kebetulan datang berkunjung ke kantornya
“yaaa... ternyata tak mudah mengurus bayi, tidak semudah membutanya” kekeh Jonathan
“ada pesta reuni bulan depan, apa kau akan hadir?”
“sepertinya akan menyenangkan”
“ya... kau bisa mengumpulkan mantan mantanmu” ejek Haru
“Tiffany akan mengamuk”
“ccckkckk, kau seorang play boy tapi kau takut pada istrimu”
“ini cerita yang berbeda” kata Jonathan, ia berhenti sejenak sambil meletakkan jari jemarinya di atas keyboard laptopnya “keluarga adalah prioritas utama”
“ke mana perginya joe si playboy?” ejek Haru
“kau akan merasakan nanti mengejar gadis bahkan kau rela melempar harga dirimu” sinis Jonathan
“itu tidak akan terjadi padaku, baiklah aku harus kembali ke perusahaanku” kata Haru sambil bangkit dari duduknya “sampai jumpa mantan play boy” gurau Haru, ia adalah salah satu teman dekat Jonathan di bangku sekolah menengah atas.
Jonathan bisa bergaul dengan siapa saja, namun banyak siswa merasa tersaingi karena ketampanannya dan juga sikap genitnya membuat hanya beberapa siswa yang bersedia berteman dengannya, salah satunya Haru, ia juga termasuk pria tampan idaman di sekolah, ia juga play boy namun penggemar dirinya tidak sebanyak penggemar Jonathan.
Semenjak Olivia bertemu kembali dengan Takumi di rumah sakit, pria itu sepertinya merencanakan sesuatu, Olivia mulai merasa khawatir. Bukan tanpa sebab tapi pria itu berulang kali datang membawa putranya untuk mengecek kesehatan, padahal kesehatan putranya telah membaik. Tidak ada yang di khawatirkan lagi, kadang ia juga datang sendiri memeriksakan jesehatsnnya yang tidak ada masalah.
“Yuki, tolong jika pasien bernama Nakajima Takumi ini mendaftar berobat lagi kau tolong aturkan waktu” pinta Olivia, ia harus melakukan sesuatu atau pria itu berbuat yang membahayakan rumah tangganya dengan Derren, sudah hampir berjalan 8 bulan pria itu selalu datang dengan alasan memeriksakan keadaannya yang baik baik saja.
Itu tidak bisa di biarkan!!!
“baik sensei” kata Yuki asistennya.
Pagi pagi sekali di Pent house mewah milik keluarga kecil Derren dan Olivia
“Derren...” sapa Olivia dengan manja pagi itu, ia duduk di atas ranjang sambil memandangi wajah suaminya yang masih berusaha membuka matanya.
“selamat pagi sayang” guman Derren sambil memandangi wajah kecil Olivia.
“selamat ulang tahun suamiku” hari ini adalah 28 februari!
“oh aku bahkan lupa hari ulang tahunku”
“aku akan membuatkan kue untukmu hari ini dan kita akan makan malam bersama di rumah mommy”
“kau akan lelah memasak sebanyak itu sayang”
“disana banyak pelayan yang membantuku, tidak masalah” kata Olivia
“jadi... apa hadiahmu untukku dokter Olivia Tjiptadjaja?”
“bisakah kau menebaknya?”
“olah raga pagi?” tanya Derren penuh harap sambil menatap Olivia seolah olah ia mendadak lapar
“apa hanya itu yang kau minta?” tanya Olivia menggoda
Derren tampak berpikir sambil tetap menandangi wajah istrinya
Olivia menyeringai lebar
“lebih dari itu sayang” kata Olivia
“baik hari ini kita tidak usah bekerja, kita membuat adik untuk Crystal sepanjang hari di rumah”
Olivia terkekeh, ia memindah tangan kirinya yang sejak tadi ia letakkan di belakang punggungnya.
“kau sudah mendapatkannya” Olivia menunjukkan testpack yang bergaris 2 pada suaminya
“Olivia... kau hamil?” Derren langsung duduk
“kerja kerasmu membuahkan hasil” Olivia memeluk Derren penuh suka cita.
“kenapa kau merahasiakan? Kau curang sekali” gerutu Derren sambil menciumi rambut di kepala istrinya
Olivia menyeringai lalu menatap bibir suaminya dan melumatnya, ia sangat bahagia, ia juga baru mengetahui tadi pagi.
“Derren kau mendapatkannya, Tuhan mengabulkan doamu, doa kita” kata Olivia senang setelah ciuman mereka terlepas
“Terima kasih Tuhan, terima kasih Olivia, kau tidak perlu bekerja hari ini, oke?! kau tinggal saja di rumah mengerti?” Derren langsung berubah pada mode possesive stadium akhir
Olivia memutar bola matanya, tampak tidak senang.
“aku sudah tau, kau pasti akan berubah menjadi pria cerewet” kekeh Olivia
“Olivia aku mencintaimu”
“aku tau, aku akan ke rumah sakit kita harus memeriksakan calon anak kita”
“Olivia” geram Derren tatapan matanya tampak kesal, tentu saja kesal, Olivia tak membalas pernyataan cintanya
“aku juga mencintaimu Derren” Olivia mengecup kembali bibir tipis Derren “apa kau masih ingin olah raga pagi?”
“tidak, sampai anak kita kuat” kata Derren sambil mengelus perut rata Olivia
“ia tidak selemah itu papa” Olivia cemberut.
“mama kau jangan nakal” Derren secepat kilat melucuti pakaian istrinya dengan hati hati pagi itu melakukan olah raga pagi sebelum melakukan aktivitas mereka.
”sayang apa kau puas?” tanya Olivia saat mereka telah selesai, Derren begitu hati hati memperlakukannya seolah olah ia takut menyakiti Oliviandan calon bayinya.
“jangan khawatirkan aku, kau sendiri?”
Olivia tak mampu menjawab, wajahnya memerah.
“jangan menggodaku lagi Olivia” Derren mengeretakan giginya, hasratnya masih belum padam sepenuhnya.
Olivia menyeringai penuh kemenangan, ia tau Derren masih bersemangat namun ia menahan dirinya
”Papa kau harus belajar menahan diri sampai ia lahir” seringai Olivia menggoda Derren
-----
“Nakajima takumi...” panggil Yuki pada pasien selanjutnya
Takumi berdiri “silahkan” kata Yuki mempersilahkan Takumi untuk memasuki ruang praktik Olivia.
Namaun dalam sekejap harapannya sirna bagai istana pasir yang tersapu ombak, dokter yang praktik adalah seorang pria tampan yang duduk dengan tenang, bibirnya mengembangkan senyum tipis.
“selamat siang tuan Nakajima” sapa Derren ramah setelah Takumi duduk di bangku yang tersedia untuk pasien “ada yang bisa saya bantu?” tanya Derren
Takumi segera menyembunyikan keterkejutannya
“selamat siang sensei, saya hanya merasa kurang enak badan”
Derren mengangguk angguk sambil membaca cacatan medis milik Takumi yang di buat oleh Olivia, hampir setiap bulan pria ini mengunjungi Olivia dengan modus terselubung.
Ingin rasanya Derren menghancurkan rahang pria di depannya yang sedang mencoba ingin mencuri Olivianya.
Derren meminta pasien gadungan untuk merebahkan tubuhnya di atas ranjang pasien dan memeriksa dengan seksama menggunakan stetoskop.
“tubuh anda baik baik saja, tidak ada gangguan, hanya saja anda sepertinya terlalu banyak merokok, dan anda mungkin kurang olah raga dan sapuan vitamin, saya akan menuliskan beberapa vitamin yang baik untuk tubuh anda”
“baik terima kasih sensei” jawab Takumi datar, “apa anda dokter baru di sini?” tanyanya mencoba menyelidiki
“tidak tuan, saya telah lama bekerja di sini, anda bisa cek di wikepedia rumah sakit ini” Derren sengaja menunjukkan siapa dirinya, bahwa pria di depannya tak layak bersaing dengannya “kebetulan istri saya pagi ini baru saja di ketahui positive hamil, jadi saya ingin ia istirahat” kata Derren penuh penekanan bahwa Olivia miliknya seorang dan mereka sangat bahagia.
“selamat” kata Takumi, kata kata itu terdengar sangat berat terucap.
Setelah kepergian Takumi Derren buru buru mengecek beberapa Universitas di Tokyo yang berskala International dan berakreditasi A, Olivia tidak seharusnya berlama lama menjadi dokter umum, berbahaya, ia akan sering bertemu pria pria yang berpura pura sakit seperti ini! Derren tidak terima, satu satunya yang paling pantas untuk Olivia adalah menjadi dokter spesialis anak, ia hanya akan berhubungan dengan anak kecil dan ibu mereka.
SELAMAT PAPA DERREN, SELAMAT KAKAK ICITAL 😍😍😍
TAP JEMPOL KALIAN JANGAN BOSEN BOSEN SAMA KOMENNYA 😭😭😭
OTW 100K ❤RASANYA GAK SABAR 😅
OH IYA AUTHOR GAK NGERTI SAMA SISTEM RANK, TAPI BOLEH DONG AKU MINTA VOTE SAMA READERES SETIA AKU UNTUK VOTE NOVEL NOVEL KARYAKU 😘😘😘