Found Love In Kyoto

Found Love In Kyoto
50


Kehamilan ketiganya ini berbeda, tidak seperti kehamilan pertama dan kedua livia masih bisa beraktifitas namun kehamilannya kali ini benar benar melelahkan, livia tak bisa mencium aroma makanan yang menyengat, ia akan merasa mual dan pusing. Ia hanya bisa makan salad dan buah buahan, roti gandum dan makanan lain yang tak mengandung aroma menyengat. kini Livia bahkan hanya bisa membayangkan bakso, rendang, soto, tempe orek, mie instant dan makanan indonesia lain karena hanya mencium aromanya saja perutnya langsung terkuras habis.


Naoki dengan sabar merawatnya, bahkan ia tak pernah menyentuh livia dan mematuhi nasihat dokter. Ia rela berpuasa selama trisemester utama... meskipun livia merengek dan menggoda meminta naoki untuk menyentuhnya, ia benar benar pria yang taat.


Livia ingat kehamilan kehamilan derren yang tak di harapkan, lalu kehamilan jonathan yang tidak di rencanakan dan penuh dengan penghianatan andrew.


Sekarang ia sedang mengandung calon bayi naoki, entah kenapa hatinya sangat bahagia dengan kehamilannya sekarang, meskipun melelahkan namun luvia menikmatinya. Bukan berarti kehamilan derren dan jonathan tidak membuat ia bahagia, namun kali ini benar benar kebahagiaannya berbeda apalagi naoki memanjakan dirinya dengan cara yang berlebihan.


Sudah beberapa bulan mereka akhirnya pindah menempati rumah baru yang naoki beli, naoki bahkan membuatkan sebuah taman di halaman belakang yang pagarnya terbuat dari kaca, itu adalah taman bunga peony, tidak perlu menunggu musim bunga bunga dengan berbagai warna itu akan terus bermekaran, suaminya bahkan menyewa seorang ahli tanaman yang datang setiap hari untuk mengurus bunga bunga itu.


Memiliki taman bunga peony adalah impian livia, dulu andrew menjanjikannya membuatkan taman bunga peony namun faktanya adalah naoki yang tak pernah mengumbar janji manisnya justru membuat impian livia menjadi nyata.


malam itu setelah makan malam keluarga kecil livia berkumpul di kamar utama.


“sayang kau ingin anak pria atau wanita?” tanya livia saat naoki membelai perutnya yang kian membuncit


“apapun yang di berikan tuhan, aku menerimanya dengan senang hati” kata naoki lembut sambil mengecup perut livia


“derren, joe kemari sayang” panggil naoki pada kedua putranya.


Kedua anak kecil itu mendekat ke ranjang dan naik ke atas ranjang, naoki membantu jonathan untuk naik karena kakinya masih terlalu pendek


“derren joe kau ingin adik perempuan atau laki laki?” tanya naoki


“aku tidak mau adik wanita” kata derren sambil mengelus perut livia


“kenapa?” tanya naoki


“wanita terlalu cengeng seperti temanku di sekolahan bernama kaoru-chan ia menangis hanya karena ku tarik rambutnya sedikit” kata derren tanpa sedikitpun rasa bersalah


Naoki dan livia saling beradu pandang mereka hampir saja tertawa bersama, namun mereka menahannya.


“derren kasihan sekali kaoru-chan, apa kau telah meminta maaf padanya?” tanya livia


“tentu saja aku meminta maaf dan kami telah berteman kembali”


“anak baik” kata livia dan naoki


“nah joe, kau ingin adik perempuan atau pria?” tanya naoki pada jonathan yang meringkuk dalam pangkuannya


“aku ingin wanita” katanya dengan bahasanya sendiri


“kenapa?” tanya naoki


“kawaii” kata jonathan


“kau juga kawaii” kata naoki gemas sambil menciumi pipi bulat jonathan yang tak pernah ia anggap sebagia orang lain.


Naoki benar benar menganggap mereka berdua adalah putranya.


Beberapa bulan kemudian livia akan melahirkan, ia telah berada di ruangan bersalin di dampingi naoki yang terus menggenggan erat tangannya, livia sangat merasa santai entah karena telah mengalami melahirkan dua kali sebelumnya atau karena pria yang di sampingnya adalah naoki,


Naoki sangat tenang, mengecup tangan dan mmebelai rambut livia menenangkannya, menyeka peluhnya, bahkan tidak ada kegugupannya sedikitpun terlihat, tidak seperti andrew yang malah membuat livia jadi panik karena andrew yang lebih gugup dari pada livia, ia terus saja memarahi dokter dan perawat yang berada di ruang bersalin.


“katakkan sayang di mana yang sakit?” Tanya naoki lembut


livia hanya menggeleng pelan


“jangan ditahan, mungkin aku bisa meringankan di mana yang sakit”


Livia meraba perut bagian bawahnyanya


Naoki meraba perut livia mengusap usap pelan, “sayang anakku yang baik, jangan membuat mommymu kesakitan” kata naoki pelan seolah berbicara dengan bayi di dalam perut livia terus mengusap usap dan menciumi Perut istrinya


“hubby cium aku” pinta livia dengan manjanya


“mommynya mau juga?” tanya naoki menggoda dan mulai menciumi bibir istrinya dengan lembut hingga livia melupakan sakitnya.


“apakah lebih baik?”


Livia mengangguk,


“setelah ini tidak perlu hamil lagi, sudah cukup 3 anak kita”


“apa kau tidak ingin membuat lagi?” tanya livia menggoda


“aku akan membuatnya saja tapi tidak akan membiarkanmu hamil, melahirkan sepertinya sangat sakit, aku tidak tega melihatmu” kata naoki mengecupi punggung tangan livia kembali


“tapi aku ingin beberapa lagi”


“baiklah kita pikirkan nanti” jawab naoki sambil kembali menenangkan Livia yang kesakitan karena kontraksi


2 jam kemudian putri cantik mereka lahir, rambutnya sangat hitam bibirnya seperti naoki, hidung dan matanya seperti livia


“lihat kita membaginya dengan sangat adil” kata naoki saat livia sedang memeluk putrinya setelah memberikan asi pertamanya.


“kerja sama yang baik bukan?” kata livia penuh kebahagiaan hingga air matanya terdorong keluar, air mata kali ini adalah air mata kebahagiaan


“suamiku terima kasih, kau memberikanku hidup yang sangat sempurna” kata livia tulus


“aku yang berterima kasih padamu, sekarang keluarga kita semakin lengkap” kata naoki menciumi pipi istrinya sambil membenarkan rambut livia yang sedikit berantakan, memakaikannya bandana agar rambutnya tidak terjatuh ke wajahnya. Membenarkan posisi bayi kecil mereka di gendongan livia.


“aku akan mengambil gambarmu dan mengirimkan ke seluruh keluarga” kata naoki senang, ia mengambil foto livia yang mendekap bayi mungil itu. Kemudian mengirimkan pada bunda yunita, mommy sofia, dan danu.


Dan segera ponsel naoki tidak berhenti berdering sofia dan yunita bergantian memarahinya karena mengirimkan kabar setelah livia melahirkan. Kedua wanita itu bahkan langsung membeli tiket untuk datang menemui cucu mereka yang cantik dan yudha menawarkan bantuannya untuk menemani bunda yunita selama di jepang.


Sudah 3 hari livia dan naoki kembali dari rumah sakit namun sakura yang awalnya begitu antusias dengaan kelahiran keponakannya justru hanya datang satu kali ketika di rumah sakit, ia belum menunjukkan wajahnya semmenjak livia kembali ke rumah, padahal sakura yang selama ini belanja perlengkapan bayi lebih antusias dari pada livia seolah ia yang akan melahirkan.


“sayang dimana yudha apa kau melihatnya?” tanya naoki


“ada di kamar derren mereka sedang bermain” jawab livia sambil melakukan pumping asi, ya naoki tidak mengizinkan livia menyusui secara langsung, alasannya ia akan kerepotan ketika nanti harus kembali bekerja. Cckkkkk dasar pria pria serakah yang tidak mau berbagi bahkan dengan anak nya sendiri


“sakura kabur dari rumah orang tuakku, dia menginginkan perjodohannya di batalkan” kata naoki memberi tahu keadaan di rumahnya dengan sedikit terkekeh


“bukankah sakura menerimanya? Seingatku ia mengatakan akan pasrah” kata livia


“ya kurasa, namun tidak setelah bertemu yudha”


“hubby jadi kau juga menaruh curiga pada mereka?” tanya livia


“tapi setahuku yudha dan yukari...”


“ya aku tau, aku bahkan melihat yudha dan yukari beberapa kali di sebuah restoran, ia ada beberapa kali datang ke tokyo diam diam untuk bertemu yukari” kata naoki tenang.


Livia sangat terkejut, ia bahkan tidak tau saudara kembarnya bisa seromantis itu? Mengapa kakak dan sahabatnya enggan berbagi kisah indah mereka?


Naoki kemudian mendatangi Yudha yang berada di kamar derren, dan dengan hati hati naoki bertanya


“yudha, apa kau tau di mana sakura?”


Yudha yang sedang memainkan game anak anak bersama derren berhenti sejenak dan menghela nafas “aku belum bertemu dengannya selama aku di sini, dan dia tak menjawab panggilanku” keluh yudha


“ia kabur dari rumah” naoki memberi tahu yudha


Barsamaan dengan itu livia mendatangi mereka di kamar.


“sayang” kata livia, “sakura barusan menelfonku”


“apa katanya?”


“dia di hotel tak jauh dari sini, semua kartu banknya di blokir oleh msma dan ia sekarang tidak bisa membayar makanan yang ia pesan” kata livia


“benar benar gadis bodoh” umpat naoki


“sudahlah, biar yudha yang menjemput” kata livia mengerlingkan sebelah matanya pada naoki


“mas yudha jemput sana sakura, lokasinya livi. bayarin tagihannya semua, chek outkan dari hotel terus bawa sakura kesini” kata livia santai sambil menyerakan kunci mobil.


“cariin alamatnya pake map, ingat perhatiin rambu rambu lalu lintasnya, jangan kaya di indonesia” lanjutan wejangan livia


“bawel” kata yudha menyambar kunci mobil yang di tangan livia


“seharusnya mereka menyelesaikan masalah mereka” kata livia pada naoki yang telah menggantikan posisi yudha bermain game bersama derren.


Ketika sakura tiba di rumah mereka, mommy sofia, bunda yunita dan livia sedang mengobrol santai di ruang keluarga, naoki berdiri sambil menggendong putri mungil mereka yang mereka beri nama Yamada keiko.


Bunda yunita sudah memperingatkan naoki untuk tidak telalu sering menggendong bayinya namun naoki keras kepala tak menghiraukan kata kata siapapun ia sangat gemas pada putrinya ingin menggendongnya sepsnjang waktu, ia bahkan belum pergi bekerja semenjak livia melahirkan.


“selamat datang sakura” kata livia.


“tadaima” kata sakura ia menunduk lesu


“sakura apa kau ingin mandi?” tanya livia


Sakura hanya mengangguk


“pergilah mandi, aku akan menghangatkan susu untukmu” kata livia “oh iya sakura kau bisa tidur di kamarku malam ini, aku belum pernah tidur denganmu selama kita telah menjadi saudara” lanjutnya


“oneesan benarkah?” sakura sangat antusias


Livia mengangguk


“hanya malam ini, besok tidak lagi. Kamar tamu masih kosong” kata naoki cepat


“oniisan menyebalkan” jawab sakura sambil menyambar kopernya.


“lalu aku tidur dimana malam ini?” tanya naoki sebal pada livia


“sayang, kau bisa tidur bersama derren atau jonanathan” kata livia santai


Naoki melirik istrinya dengan kesal, bunda yunita dan mommy sofia hanya tersenyum melihat rumah tangga putri mereka begitu harmonis, mereka bahkan belum pernah melihat pasangan itu bertengkar.


“mas yudha gimana?” tanya livia


“gak gimana gimana” jawab yudha santai meletakkan bokongnya di sofa “umurnya masih 23 tahun, wajar dia masih labil”


“yudha, jangan kasih harapan anak orang” kata bunda yunita


“ia mas yudha, gimana sih? Terus sama yukari kapan melamarnya?” keluh livia kesal


“dia kabur emang karena gak mau di jodohkan bukan karna aku, aku dah jelaskan kita saudara gak bisa begitu” kata yudha serius


Livia menunjuk pada naoki dengan dagunya “mas yudha lihat tuh kakaknya, adiknya mencontoh kakaknya sekarang”


“why me?” tanya naoki seolah mengerti istrinya sedang membicarakan dirinya.


“kau memberikan contoh pada sakura” kata livia


“orang tuaku saja yang tidak modern” jawab naoki santai sambil menciumi pipi putrinya


“yudha sepertinya kamu harus cepat cepat melamar yukari, umur kalian sudah cukup” kata mommy sofia memberi saran


“ya betul, mumpung kita masih disini, lebih cepat lebih baik” kata bunda yunita.


Yudha yang merasa terpojok oleh 3 wanita menggaruk lehernya yang tidak gatal.


“Sakura chan, apa rencanamu sekarang?” tanya livia ketika mereka telah merebahkan diri di atas ranjang


“entahlah, oneesan aku tidak ingin menikah dengan pria pilihan orang tuaku”


“apa karena yudha?” tanya livia langsung


“awalnya iya, tapi yudha oniisan telah menjelaskan hubungannya dengan yukari-san dan aku telah mengerti sekarang” kata sakura dengan tenang


“dan kau telah bisa menerimanya?”


Sakura mengangguk “kata naoki oniisan ada hal hal yang tak bisa kita paksakan di dunia ini” katanya


“kakakmu adalah pria terbaik di dunia ini yang pernah aku temui” livia tersenyum sangat bahagia mengingat naoki suaminya “tidurlah” lanjut livia


“oneesan bolehkah aku bekerja di perusahaanmu?” tanya sakura


“besok kita bicarakan bersama kakakmu, sekarang sudah malam, lebih baik kita istirahat, oyasumi sakura” kata livia


“oyasumi oneesan” jawab sakura


Mentang mentang udah mau tamat pada gak kasih jempol 😭😭😭 mmmmmmmm tolong ya plish jempolnya man teman 😚😚😚