Found Love In Kyoto

Found Love In Kyoto
42


Setelah kedua putranya tidur livia merebahkan tubuhnya di ranjangnya, kemudian ia teringat bahwa ia pernah ingin mengajak tiara dan leony untuk berkunjung ke tokyo, setelah sangat sibuk dengan dunia yang jungkir balik livia berfikir mungkin Ia harus refresing sekedar berkumpul dengan teman temannya beberapa hari untuk melepas penat.


Livia kemudian menghubungi mereka berdua dan menawarkan untuk membelikan tiket, tentu saja kedua temannya sangat senang dan akan mengunjunginya


Setelah itu livia menghubungi hana dan yukari, membuat sebuah grup obrolan dan mereka membicarakan rencana perjalanan selama di tokyo.


Seminggu kemudian tiara dan leony datang, mereka berlima berjalan jalan mengelilingi tokyo dengan bahagia, livia sendiri yang bertindak menjadi sopir untuk teman temannya, sungguh menyenangkan batin livia seperti kembali ke masa muda.


“rasanya aku kaya kembali jadi livia 6 tahun yang lalu, pas baru kenal kalian dan kerja di jakarta” kata livia dengan nada riang


“iya, dulu kita siang jadi pegawai bank kalo malam kelayapan di club” sahut tiara


“aku gak ya, aku spesialis week end aja kelayapannya” sanggah livia


“aku juga gak ya” kata hana “itu sih leony yang benar benar tangguh” lanjutnya


“iya ni anak beneran gila dulu” kata tiara


“sekarang faktor uuuuuu, begadang dikit aja kepala gue udah kliyengan, paginya roboh gak bisa bangun sialan banget” kekeh leony


Mereka tertawa dan berceloteh ria, hanya yukari yang kadang ikut tertawa meskipun kadang tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan.


Setelah puas 3 hari mengelilingi tokyo dan mencoba berbagai makanan besoknya mereka berniat pergi ke kyoto...


“gak lengkap kalau ke jepang gak jalan jalan di kyoto dan osaka” itu kata livia


entah kenapa kyoto adalah kota yang sangat mengesanksn baginya.


Karena tak terbiasa terpisah dari anaknya Livia membawa Derren dan jonathan putranya besarta bunda yunita dan pengasuhnya.


Hana juga membawa serta putrinya yang baru berumur 3 bulan beserta pengasuhnya, jadilah jumlah mereka banyak dan mereka benar benar mirip serombongan tour.


“aku rasanya kaya lagi bawa rombongan tour aku deh” kekeh hana


Sesampainya di kyoto mereka menempati apartemen yang dulu livia tempati bersama andrew, jumlah kamarnta ada 5 cukup untuk menampung mereka, terakhir livia menempati apartemen itu adalah musim gugur 2 tahun lalu, livia tersenyum kecut, banyak kenangan indah di setiap sudut apartemen itu.


Musim gugur tahun ini ia datang ke kyoto bersama teman temannya, seperti mimpi, kota yang ia kunjungi berulang ulang kali, namun dengan cerita cintanya yang berbeda beda....


Livia benar benar berharap, jika ia bertemu cinta kembali suatu saat di kyoto itu akan menjadi yang terakhir. Sangat indah sepertinya jika ia bisa menua bersama cinta yang mungkin ia temukan di kyoto.


Seperti biasa di kyoto mereka mengenakan kimono agar lebih menyatu dengan suasana kyoto untuk berjalan jalan dan berfoto, mencicipi makanan, dan pergi ke tempat tempat bersejarah.


“tiara, leony kalian pasti pengen balik ke sini, kalian pasti bakal ketagihan, iya gak han?” kata livia begitu ceria.


“iyaaa... lihat aja nanti pasti cutinya bakal di kumpulin buat ke jepang” jawab hana tak kalah semangatnya


Setelah puas berjalan jalan berfoto dan menikmati makanan dengan seluruh pasukan dan hari terakhir di memanfaatkan untuk berbelanja, bunda yunita tidak ingin ikut berbelanja jadi beliau yunita di apartemen bersama jonathan. Sedangkan livia dan derren terpisah dengan teman temannya karena derren mengatakan ingin makan sesuatu dan menunjuk sebuah toko roti dan permen yang cukup terkenal di kyoto.


Ketika sedang memilih permen dengan berbagai bentuk lucu dan unik livia tanpa sengaja menubruk seseorang


“*sumimasen” taka livia menundukkan setengah badannya seperti layaknya orang jepang meminta maaf


*maaf


“daijobu” kata pria itu


*jangan khawatir / tidak masalah


Ketika livia mengangkat wajahnya ia terkejut namun sedikit senang sungguh rencana tuhan apa lagi ini???


Naoki ada di depan matanya, namun ia berdiri bersama seorang gadis jepang siapa lagi kalau bukan sigadis lengket yang selalu menempel pada naoki, huuuffftt...


“naoki? *Hisashasiburi, ogenkidesuka?” tanya livia langsung


*lama tidak berjumpa, apa kabar?


“livia...?” naoki juga tampak sangat terkejut mendapati wanita cantik di depannya yang kini tampak matang dan lebih dewasa terlebih lagi ia berbicara dengannya menggunakan bahasa jepang dengan baik.


“livia, apa dia putramu?” tanya naoki sambil melipat kakinya untuk berbicara pada derren


“iya betul, darren ini uncle naoki say hi to uncle”


“hello my name is derren” kata derren sambil mengulurkan tangan mungilnya pada naoki”


“nice name, im uncle naoki” jawab naoki senang dan menerima uluran tangan putra livia


“apa kalian membeli permen di sini?” tanya naoki pada derren


Derren mengangguk dan menunjukkan keranjang belanjanya.


Derren tidak henti hentinya memandangi naoki dengan tatapan mata mengisyaratkan sesuatu.


“naoki apa ia istrimu?” naoki hanya tersenyum dan gadis di samping naoki juga tersenyum


“hallo saya livia teman naoki” kata livia memperkenalkan diri dengan canggung


“ureida mio” kata gadis itu singkat


“apa kalian juga membeli permen untuk putra kalian?” tanya livia lagi


“apa kau sudah selesai memilih livia?” tanya naoki tanpa menjawab pertanyaan livia


“ya... kurasa cukup” kata livia agak canggung


“bayarlah” kata naoki mengulurkan sebuah kartu bank pada livia “pin nya kau pasti tau, belum berubah” lanjutnya


Livia ragu ragu menerimanya namun naoki memaksanya meletakkan kedalam telapak tangan livia ‘pinnya masih tanggal lahirku?’ batin livia sedikit senang.


“aku menunggu di luar bersama derren di sini terlalu ramai” kata naoki sambil menggandeng derren keluar toko


Ketika livia membayar, benar saja pinnya masih tanggal lahirnya, ia segera menuju keluar dan melihat naoki bersama derren tampak sedang berbicara dengan sangat akrab, mereka tertawa bersama seolah telah saling mengenal begitu lama.


“naoki dimana istrimu?” tanya livia sambil mengembalikan kartu bank naoki “terima kasih” lanjutnya


“mmmmmm” naoki tidak menjawab pertanyaan livia “dimana andrew?” tanya naoki sambil menarik kursi di sampingnya mempersilahkan livia duduk


Livia duduk di kursi yang di sediakan naoki kemudian menghela nafas “kami bercerai mungkin 8 bulan yang lalu” jawab livia sambil tersenyum pahit


“ooo.... maaf”


“tidak masalah naoki, semua yang datang bisa saja pergi kapan saja” kata livia kemudian ia mengatakan keretakannya rumah tangganya di karenakan tidak ada kecocokan di antara livia dan andrew, naoki mendengarkan dengan sangat baik dan tenang.


Setelah menceritakan sedikit kehidupannya livia bangkit dan berniat hendak mencari hana dan teman temannya namun baru beberapa langkah hana dan teman temannya datang, tentu hana sangat takut saat melihat siapa yang bersama livia saat itu.


“naoki?” pekik hana dan yukari bersamaan, hana ingin kabur saat itu juga, sedang yukari justru tertawa mengejek hana.


“hana, apa kau melihat hantu disiang hari?” tanya naoki terkekeh


“apa kau punya salah padaku?” goda naoki


“*gomenasai naoki” hana sedikit terkekeh “tapi pilihan saat itu tetap ada di tangan livia” lanjut hana membela dirinya.


*maaf dalam bahasa gaul sedangkan sumimasen untuk bahasa resmi


“tidak masalah aku akan memaafkanmu, asalkan kau bersedia menjadi weding consultanku dalam waktu dekat”


“kau akan menikah?” tanya hana terkejut


“yaaaa, apa nomer ponselmu masih yang dulu?” tanya naoki


“iya aku tidak mengubahnya”


“baiklah, untuk menebus dosamu aku akan menghubungimu nanti” kata naoki santai.


Sesampainya di apartemen, livia mulai menceritakan kepada tiara dan leony siapa naoki karena mereka berdua terus mendesak ingin tau, penasaran sampai hampir mati dan terus terusan mengejar dirinya dangan cara apapun hingga bersedia menceritakan siapa naoki.


Kemudian livia menjadi bahan obyek untuk di hujani pertanyaan pertanyaan konyol dan ejekan ejekan. Sedangkan hana ia tampak sibuk dengan ponselnya, ia terus saja mengetik pesan sambil tersenyum senyum sendiri.


“cie yang ketemu mantan....” ledek leony dan tiara


“naoki mau nikah stop deh ngelantur” kata livia


“gak apa apa kan janur kuning belum melengkung masih banyak kesempatan livia” kata tiara


“ini jepang tiara gak ada janur melengkung ya” livia meralat kata kata tiara dengan geli


“aaahhh pokoknya intinya belum jadi suami orang” tiara tidak mau kalah


“cakep yah, lo balikan aja livia” kata tiara “pokoknya mister samurai jangan sampai lepas”


“kaya artis drama jepang mackenyu arata wajahnya, duuuh cakepnya” kata leony


“iya mackenyu yang main drama cihaya furu”


“peach girl juga”


“aku suka pas dia main di we did it”


“sebel deh pas di drama kiss that kills cakep bangeeeetttttt”


"di film over drive dia jutek banget tapi bikin ngiler"


“take a chance juga bagus” leoni dan tiara sibuk berdebat


“masih lebih tampan kento yamazaki” kata yukari


“kento yamazaki juga lucu, dia imut banget, gigi gingsulnya gemesin yaaa” kata leoni


“aaah masih cakep song wei long ama yin li” sanggah hana mulai ikut berdebat


“ya iya lah kan lo emang fans drama china makanya nikah juga milih sama gege” ejek tiara pada hana


Hana hanya menyeringai


“astaga kalian kenapa....?” tanya livia heran dengan wanita wanita yang sedang merebutkaan ketampanan aktor aktor muda asia.


‘Kalau di pikir pikir ia sih batin livia, naoki lebih tampan sekarang badannya juga lebih berisi, terus rahang sama lehernya kokoh berotot, kok dia jadi tambah cakep yah’ pikirannya mulai mengembara.


‘Tapi dia mau nikah’ batinnya lagi, ‘lagian mana mau dia sama emak emak anak dua batin livia lagi’


Tiba tiba livia merasa sangat kesal dan frustasi ‘lagi pula naoki beberapa kali ketemu di tokyo dia juga cuek cuek aja’


“jadi mikirin mantan ya?” tanya tiara melihat livia termenung.


“apa apaan sih tiara? gak lah” kilah livia


“iya juga gak pa apa sih, wajar aja kan 3 tahun bukan sebentar pasti banyak kenangan” kata tiara


Livia hanya tersenyum menanggapi kata kata leony


“liviia temanin aku ke *konbini bentar yuk” pinta hana tiba tiba


*minimarket


“mau beli apa sih? sama yukari aja” kata livia malas ia bersila diatas sofa sambil mengunyah cemilan


“Tidak bisa... aku sedang bermain dengan derren” tolak yukari cepat, mereka berdua sedang menggambar


“aku mau minum beer temani beli buruan livia” rengek hana


“astaga ini ibu ibu ngapain coba minum beer masih jam segini, hana apa kamu udah gila?” keluh livia namun ia tetap turun juga dari sofa dan berjalan mengikuti hana


Sesampainya di minimarket tidak ada yang di beli hana, ia hanya berputar putar beberapa kali hingga livia kesal dan mulai menggerutu, hana bahkan memasuki beberapa mini market tanpa membeli apapun.


“astaga hana kamu mau beli apa sih? cepetan, keburu malam loh”


“livia kayanya gak ada deh barang yang ku cari di sini kita pindah tempat yuk” hana menyeret livia keluar dan membawanya berjalan cukup jauh, livia kembali menggerutu


“hana, aku gak bawa hape dan tas yah, jangan jauh jauh, aku capek pokoknya pulang naik taxi”


“iyaaaaaaa” jawab hana singkat


Mereka berdua sampai di depan sebuah hotel


“ngapain kesini? Di sekitar sini gak ada minimarket ini hotel hana” kata livia ia tentu sangat hapal di luar kepala seluruh daerah di kyoto


Hana tak perduli dan menyeret livia masuk meminta livia untuk menunggu hana mendatangi resepsionis kemudian kembali pada livia dan membawanya ke dalam sebuah kamar.


“temani aku bertemu seseorang, kamu tunggu bentar di sini, aku keluar 5 menit aku ambil sesuatu dulu di luar pokoknya kamu tunggu di sini jangan kemana mana” kata hana buru buru


‘ckkkk apa hana mau selingkuh? Baru juga nikah 1,5 tahun’ batin livia


Livia duduk di sofa dan mengamati ruangan dengan seksama, pandangannya terhenti pada pintu yang mengarah ke balkon karena pintu itu terbuka, dengan penuh perasaan takut dan hati hati livia mendekati pintu itu bermaksud untuk menutupnya baru saja ia mengulurkan tangan untuk menutup pintu seorang pria berdiri tepat di depannya


“penculiiiikkkkkkk” Livia berteriak sekeras mungkin sambil mememjamkan matanya karena takut


WARNING !!!! JAUHKAN LAYAR DARI WAJAH ANDA SISTERRRR!!! JAUHKAN..... KARENA SI TAMPAN ADA DI BAWAH !!!!


👇👇👇👇👇👇