
Risma tersenyum di depan cermin meja riasnya, rasa perih itu ada, namun Risma tak ingin lagi membuka luka lamanya. Pandu memang bersalah dan sudah begitu melukainya dengan pernikahan nya bersama Clara, namun Pandu segera menyadari kesalahannya dan mau berbenah dari kesalahan itu.
"Kenapa perasaan ini tiba tiba tidak enak begini, ada apa ya?
Semoga ini hanya sekedar perasaan ku saja, dan kamu Mas, semoga tetap pada janjimu untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi. Karena tidak akan pernah ada kesempatan untuk kesekian kalinya lagi dariku, sekalipun demi anak anak." Risma bergumam lirih sambil menyisir rambutnya yang panjang tergerai begitu indahnya.
Hatinya terasa terusik oleh perasaan yang tiba tiba tidak enak. Berdoa dengan harapan semoga bukan pertanda buruk lagi dalam ujian rumah tangganya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Pandu pulang dengan membawa begitu banyak oleh oleh untuk anak dan istrinya. Cinta dan Galang yang sudah sangat merindukan papanya sampai berebut minta di gendong.
Risma tersenyum dan senang melihat pemandangan yang begitu dia rindukan selama ini. Kehangatan keluarga, cinta dan keperdulian seorang suami untuk istri dan anaknya. Dan kini semua itu terwujud dalam nyata dan terpampang begitu indah di depan matanya.
"Papa capek sayang, biar papa bersih bersih dulu ya, kalian boleh temani papa istirahat nanti. Sekarang biar papa bersih bersih dulu." Risma mencoba memberi pengertian pada kedua anaknya yang masih berebut minta di gendong dan itu membuat pandu kewalahan. Wajah lelahnya tetap tersenyum menyambut sikap manja anak anaknya, Pandu memang sudah berubah dan begitu menyayangi keluarga kecilnya.
"Gak papa, Ma! Biarkan saja, mereka sedang rindu sama papanya." Pandu berusaha mengerti dan membalas ucapan Risma dengan lembut, menggendong cinta di punggungnya dan Galang di gendong di depan. Padahal kedua anaknya memiliki tubuh yang lumayan besar.
Risma hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah lucu kedua anaknya, namun juga kasihan melihat Pandu yang terlihat lelah.
"Papa mandi dulu ya, nanti dilanjut mainnya. Kalian mau tunggu di kamar papa?" Pandu menurunkan kedua anaknya di atas kasur kamarnya.
Dan meraih pinggang istrinya, di dekap nya mesra dan mencium pucuk kepalanya dengan lembut.
"Ih papa genit sama mama!" teriak cinta sambil ketawa dan semakin membuat Risma salah tingkah.
"Iya, papa kangen mama, juga kangen kalian. Gak papakan papa peluk mama sebentar?
Tapi mama malu tuh!" sahut Pandu menggoda istrinya yang langsung mencubit lembut pinggangnya. "Tuh papa kena cubit sama mama!" sambung Pandu yang merengek manja dan membuat kedua anaknya tertawa.
"Kok ketawa, mama cubit papa loh!" protes Pandu dengan gayanya yang dibuat buat.
"Lebay." sahut Risma tertawa dan melepaskan pelukan suaminya, melangkah ke arah lemari dan mengambilkan baju ganti serta handuk untuk suaminya.
"Papa mandi dulu gih, habis itu kita makan bareng, tadi aku udah masak kesukaan kamu, serba lele." sambung Risma sambil menyerahkan handuk baru di tangannya pada pandu yang kembali membawanya dalam pelukan . "Makasih sayang, aku kangen banget sama kamu." Pandu mendaratkan ciumannya dan mengerling manja, untung Cinta dan Galang tidak melihat tingkahnya karena asik membuka hadiah yang di bawa Pandu untuk mereka.
Risma mendelik dengan senyum yang disembunyikan, alhasil membuat Pandu tertawa karena gemas dengan istrinya yang salah tingkah.
Pandu memutar tubuhnya dan. sejalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Sedangkan Risma memilih membuka koper Pandu, mengambil baju baju kotor suaminya dan membawanya ke belakang, di masukkan mesin cuci dan langsung menggilingnya.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
"Wah enak banget, siapa yang masak ini?
Pasti kamu ya, Ma? Makasih ya, masakan kamu memang gak ada tandingnya, selalu enak dan selalu buat aku ketagihan." Pandu memuji istrinya di depan mertua dan anaknya, Risma langsung merona dengan senyum bahagia, Bu Fatma pun ikut bahagia melihat keharmonisan rumah tangga sang anak, tak lagi khawatir dan merasakan cemas seperti dulu. Kini di matanya, Pandu adalah sosok suami yang bertanggung jawab dan mencintai istrinya. Doanya sebagai ibu selalu melangit untuk kebahagiaan dan kebaikan anak anaknya.