Cinta Suamiku Untuk Wanita Lain

Cinta Suamiku Untuk Wanita Lain
Pandu vs Sandi


"Tapi Risma yakin, Mas Abas akan bertemu dengan wanita yang jauh lebih baik dari Risma, yah. Insyaallah!" sahut Risma tenang dan mengulas senyum tipis di bibirnya yang indah.


"Aamiin, kita doakan yang terbaik untuknya, karena Abas orang baik!" sahut Bu Fatma bijak dan mengusap punggung anak perempuannya lembut dengan tatapan penuh arti, membuat Risma selalu nyaman berada di dekat sang ibu yang selalu memahami isi hatinya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Pandu berniat ingin menemui Sandi seusai dinas, hanya ingin sekedar bertemu dan ngobrol sebagai keluarga, untuk menghargai Sandi karena dirinya sedang ada di Surabaya, akan terlihat tidak etis jika tidak menemui sedangkan berada dalam satu kota.


"Hallo Asalamualaikum." Sapa Pandu setelah panggilan telepon nya terangkat oleh Sandi.


"Waalaikumsallm, apa kabar?


Kok tumben nih, ada apa?" sahut Sandi terkekeh, mencoba mengakrabkan diri dan bersikap ramah dengan suami Risma.


"Alhamdulillah baik!


Sekarang aku ada di Surabaya, bisa nanti kita ketemu?


Ya ngobrol atau sekedar ngopi!" sahut Pandu tenang dan bersikap biasa saja.


"Bisa, jam berapa?" balas Sandi dengan tersenyum dan hatinya sedikit tak nyaman.


"Sore setelah jam kerja gimana?


Kita bisa ketemu di cafe atau dimana, kamu yang lebih tau tempat di Surabaya." sahut Pandu santai dan tidak sedikitpun terlintas untuk kembali dengan Clara.


"Gimana kalau di kantorku saja, kita bisa ngopi dan ngobrol dengan santai."


"Baiklah, kirim saja alamat kantornya kamu, Sand!


Nanti sepulang kerja, aku akan mampir kesana!"


"Siap komandan!


Aku akan sharelok tempatnya." sahut Sandi singkat dan langsung di iyakan oleh Pandu, panggilan pun di akhiri, dan Pandu kembali melanjutkan pekerjaannya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Pukul empat sore, Pandu dan Sandi bertemu.


Ngobrol di ruangan Sandi ditemani kopi dan beraneka macam makanan yang sudah di pesan Sandi lewat aplikasi.


Mereka hanya bicara seputar laki laki dan pekerjaan, tidak ingin bahas soal Clara. Karena hanya akan mencipta jarak dan rasa tidak nyaman.


Sama sama sudah dewasa dan belajar memahami, membuat Sandi maupun Pandu menjauhkan diri dari obrolan tentang Clara.


"Berapa lama tugas di Surabaya?" Sandi menatap Pandu akrab dan mencoba menghilangkan pikirannya tentang masa lalu istrinya bersama laki laki yang kini ada dihadapannya.


"Dua Minggu. Risma menolak ikut, karena berat ninggalin anak anak. Sebenarnya khawatir dengan kesehatannya, tapi dirumah ada ibu dan ayah yang menemani Risma dan anak anak, jadi merasa tenang karena mereka akan aman dan nyaman dengan kedatangan ibu sama ayah." Sahut Pandu sambil menyeruput kopi dalam cangkirnya.


"Iya, dari dulu Risma sangat dekat dengan ibu, juga jadi anak kesayangan ayahnya. Makanya jangan pernah menyakiti dia, kalau tidak mau buat mereka murka dan membuat hidupmu susah!" sahut Sandi terkekeh dan Pandu ikut tersenyum menanggapi celotehan sepupu istrinya itu.


"Aku masih merasa sangat bersalah dan menyesal saat melihat Risma, kesalahan itu terus menghantui, sampai sampai aku takut kehilangan mereka, istri dan anak anakku." sahut Pandu menatap kosong dengan mata yang berkaca kaca. Setiap teringat Risma menangis dan sikap diamnya, membuat Pandu selalu merasa ketakutan kehilangan anak dan istrinya.


Melihat ekspresi Pandu yang berubah sendu, Sandi paham, jika cinta di hati Pandu begitu besar untuk Risma dan anak anaknya.


"Aku beberapa hari lalu ketemu dengan Erna.


Apa dia masih membuat ulah?" Sandi mengalihkan pembicaraan.


"Gak ada kabarnya, semoga dia menyadari kalau sikapnya keliru." sahut Pandu santai dan menatap Sandi yang menggeleng dengan senyuman kecut.


"Ternyata Clara dan Erna adalah sahabat, aku melihatnya ada dirumahku.


Dan aku minta Clara untuk menjaga jarak dengannya, karena Erna sangat berambisi dan ingin masuk dalam rumah tangga kalian. Entahlah aku tidak menyukai sikap perempuan itu.


Semoga dia sadar dengan kesalahannya, setelah ini." Sandi menghirup nafasnya dalam dan kembali menatap lekat pada Pandu yang hanya terlihat tersenyum mendengar ucapannya. Terlihat Pandu segan menanggapi obrolan yang berkaitan dengan Clara, Pandu begitu menjaga dan menghargai perasaan Sandi.


Mereka hanya saling diam dan memilih menikmati hidangan yang ada di meja, dan sesekali melihat ke arah ponsel masing masing. Suana berubah canggung, dan Pandu pada akhirnya memilih untuk pamitan karena hari sudah mulai menjelang magrib.


"Aku balik ke hotel dulu ya, sudah mau magrib. Jadwal telpon anak anak habis sholat." Pandu berusaha tetap bersikap biasa saja dan beramah tamah dengan Sandi yang kembali mencair dengan tawanya.


"Aku jadi kangen dengan mereka, anak anak yang pintar dan lucu. Semoga kelak anakku juga bisa sepintar mereka." balas Sandi dengan terkekeh dan menjabat tangan Pandu, lalu mengantarkan Pandu hingga di depan pintu.


"Thanks sudah mampir, hati hati!" Sandi menepuk pundak Pandu pelan dan menatap kepergian laki laki yang masih terlihat gagah di usianya yang hampir kepala empat.


"Kamu laki laki beruntung, Pandu!


Banyak perempuan cantik yang menginginkan dirimu, namun aku salut saat kamu tetap memilih bertahan dan memperbaiki hubungan kamu dengan Risma. Kamu sudah mengambil keputusan yang sangat tepat." lirih Sandi dengan tatapan nanar ke arah Pandu yang terus melangkah meninggalkan Sandi yang masih bergelut dengan perasaan yang tak menentu.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


New karya Hawa


#Negeri dongeng Alisia


#Kasih sayang yang salah


#Cinta berbalut Nafsu


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


Happy ending ❤️