
"Ris! kamu mau langsung pulang?" tiba tiba dokter Abas menghentikan langkah Risma.
Risma menoleh, menatap dokter tampan yang tengah berdiri tak jauh darinya dengan senyuman yang begitu mempesona.
"Iya, Dok! ada apa?" balas Risma dengan senyuman dan sikap ramahnya.
"Aku ingin bicara sebentar saja sama kamu, bisa?" sahut dokter Abas dengan wajah yang dibuat memelas dan Risma dibuat tertawa oleh tingkah jahil sahabat kecilnya itu.
"Gak bisa! Risma akan pergi denganku. Kami akan menghadiri acara di kantorku." tiba tiba suara bariton Pandu mengagetkan Risma dan Abas yang langsung mengalihkan pandangannya ke arah pemilik suara yang terlihat dingin dan penuh cemburu di wajahnya.
"Mas!" Risma menautkan alisnya menatap Pandu yang wajahnya sudah terlihat memerah.
"Ya! Perasaanku tidak enak sejak tadi, aku memutuskan untuk menjemput kamu di sini. Ternyata benar, istriku masih saja di goda oleh laki laki yang tak tau malu itu." sahut Pandu dingin dengan tatapan amarah ditujukan pada dokter Abas yang terlihat santai dengan senyumannya.
"Mas! ini gak seperti yang kamu pikirkan." balas Risma merasa gak enak dengan dokter Abas yang memang tidak pernah melakukan sesuatu yang berlebihan seperti yang dituduhkan Pandu.
"Kita pulang! Kamu sudah selesaikan?" sahut Pandu dingin dengan tak beralih dari pandangannya pada dokter Abas yang tetap bersikap santai bahkan terlihat menggelengkan kepalanya.
"Iya,Mas!" sahut Risma tersenyum geli dengan cemburunya Pandu yang berlebihan.
Risma menatap dokter Abas dan akan berniat berpamitan, namun dengan cepat, Pandu meraih tangannya, menggenggamnya erat dan membawa pergi istrinya dari hadapan laki laki yang begitu dia benci.
"Mas! Gak enak ih dilihat orang, lagian Mas Abas itu sahabatan sama aku dari kecil, kita sudah seperti keluarga, aku menganggapnya kakak, masak pergi begitu saja." protes Risma yang merasa gak enak dengan dokter yang masih terlihat menatap kepergiannya dengan tatapan nanar.
"Aku gak suka, kamu lama lama dengannya. Aku cemburu, pahami itu!" Balas Pandu dingin dengan masih terus berjalan menggenggam tangan sang istri meninggalkan halaman rumah sakit menuju parkiran.
Pandu membukakan pintu mobil untuk istrinya, setelah memastikan Risma duduk dengan nyaman, pandu menutup pintunya dan kembali berjalan memutar dan memasuki pintu sebelahnya, duduk dengan wajah datarnya di belakang kemudi. Membuat Risma menggeleng lemah dengan sikap Pandu yang selalu cemburu berlebihan jika berkaitan dengan dokter Abas.
"Aku gak suka kamu dekat dekat dengan dokter itu! Dia itu sudah terang terangan mengatakan perasaannya sama kamu. Mulai besok setiap kamu melakukan kontrol di rumah sakit, aku yang akan mengantar kamu. Jangan pernah lagi meminta pergi sendirian, ini wajib kamu taati, paham?" Pandu m harap lekat wajah sang istri dengan penuh kecemburuan dimatanya.
Risma justru tertawa ringan melihat ekspresi suaminya yang terlihat menggemaskan di matanya.
"Hey, aku serius! aku gak suka istriku ditatap laki laki lain dengan penuh damba, seperti dokter ganjen itu yang selalu menatapmu penuh cinta di matanya." sungut Pandu kesal karena Risma justru tertawa saat hatinya sedang di Landa cemburu.
"Makasih, Mas!
Terimakasih sudah mencintaiku, aku hargai perasaan cemburu kamu ini. Tapi tolong, jangan berlebihan, aku tidak semudah itu memberikan hati pada laki laki lain. Suamiku saja sudah memiliki segalanya. Tampan, seksi dan kaya. Iya kan? Lalu apa lagi yang di cari dari laki laki lain, karena suamiku sudah memiliki paket lengkap yang sempurna dan semoga hati kamu benar benar tertutup untuk wanita selain aku!" balas Risma tegas dengan tatapan dalam di tujukan pada suaminya yang juga tengah menatapnya.
"Percayalah, sejak aku menyadari perasaanku, aku sangat takut kehilanganmu dan anak anak. Sejak saat itu, aku menutup hatiku untuk orang lain, cukup kamu! Kamu dan anak anak adalah duniaku saat ini dan sampai nanti. Bahkan aku ingin Galang secepatnya punya adik. Pasti menyenangkan, karena rumah akan tambah ramai, saat aku pulang kerja, kalian yang jadi obat rasa lelah. Terimakasih, Ma! terimakasih sudah memberikan kesempatan untukku. Dan aku tidak akan menyia nyiakan kesempatan yang kamu berikan. Kita akan punya Dede lagi kan, mau?" Balas Pandu panjang lebar dan mengedip ngedipkan matanya pada istrinya yang terlihat mencebik manja.
"Kamu gak mau punya anak lagi?" sambung Pandu yang terlihat serius.
"Aku masih takut, Mas! Takut justru nanti kehamilanku menyebabkan janin yang aku kandung bermasalah, karena sakit aku ini." Sahut Risma yang mendadak cemas dan Pandu tersenyum dengan langsung menggenggam tangan istrinya.
"Kita periksa dulu ke dokter. Kita konsultasi terlebih dulu, nanti pas jadwal periksa kamu selanjutnya. Kalau aman, kita akan proses buat adiknya Galang. Tapi kalau itu berbahaya buat kesehatan kamu, cukup Cinta dan Galang. Semoga, kesehatan kamu semakin membaik, sehat sehat sayang, karena aku masih ingin kita bersama sama sampai nanti usia senja, melihat anak anak tumbuh dewasa dan menikah." balas Pandu lembut dengan tatapan cinta dimatanya yang begitu besar.
"Iya, Mas!
Maafkan aku yang belum jadi istri sempurna untuk kamu!" balas Risma dengan wajah sendu, merasa bersalah karena belum bisa memenuhi keinginan sang suami untuk memiliki momongan lagi.
"Kamu sudah sempurna, sangat sempurna malahan. Sampai sampai aku sangat takut kehilanganmu. Urusan anak, itu adalah mutlak takdirNYA. Sudah jangan merasa bersalah seperti itu.
Kamu mau kemana, kita jalan jalan ke mall?" sahut Pandu mengalihkan pembicaraan, agar sang istri tidak terus merasa bersalah.
"Tapi anak anak dirumah, kasihan mereka kalau kita cuma jalan jalan berdua saja. Lagian tadi, katanya mau menghadiri acara di kantor kamu, Mas? kok jadi ajak jalan jalan?" balas Risma menautkan kedua alisnya menatap penuh selidik pada Pandu yang justru terlihat tersenyum.
"Untuk mematahkan keinginan dokter ganjen itu, agar tidak coba coba mendekati istriku.
Sudah gak usah di bahas.
Kita akan jalan jalan berdua, aku ingin seperti orang pacaran tapi pacaran halal.
Anak anak ada mbak Romlah, sudah gak papa, aman!
Besok hari Minggu kita ajak mereka jalan jalan ganti. Untuk hari ini, kita akan menghabiskan waktu berdua. Kamu boleh minta apa saja yang kamu mau." balas Pandu semangat dan membuat Risma merasa sangat di cintai dengan sikap Pandu yang sudah sangat berubah.
"Iya, aku gak akan protes. Belanja saja keperluan kamu dan apapun yang kamu mau, bebas!" balas Pandu mengedipkan matanya dan menjalankan mobilnya meninggalkan parkiran rumah sakit dengan senyuman dibibirnya. Tampan.
"Terimakasih, Mas!
Terimakasih untuk perubahan kamu ini. Aku tau saat ini kamu begitu menyayangi ku dan anak anak, kamu selalu berusaha menyenangkan kami dengan cintamu. Semoga tidak ada Clara yang lain dalam rumah tangga kita." batin Risma berharap dengan senyuman tipis yang terukir di bibirnya yang indah.
"Hmmm, kenapa senyum senyum lihat aku? Jatuh cinta sama suami kamu yang tampan ini kan?
Iya, iya! Aku memang tampan, jangan dilihatin terus, di cium juga boleh!" Pandu menyadari tengah diperhatikan sang istri yang terus tersenyum ke arahnya.
"Apaan sih, Mas! lebay!" balas Risma yang langsung mengalihkan pandangannya ke arah jendela dan menahan senyum karena malu.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Setiap rumah tangga punya ujian nya sendiri. Dan setiap kita punya keputusan masing masing. Memilih bertahan, mempertahankan atau justru melepaskan? ketika ombak masalah itu menerjang.
Keheningan menyimak fakta
Kebeningan membaca kasat mata
Kelembutan menembus batas rasa
Setiap peristiwa menoreh hikmah
jika hening raga menguatkan kesabaran
Jika bening pikir menajamkan ketaatan
Jika lembut hati meningkatkan kepasrahan
Setiap ujian dan cobaan bertemu tawakal
Meditasi dalam keheningan
Belajar melatih spiritualitas diri
Menalar peristiwa dengan kebeningan
Ikhtiar menghidupkan al hilm dan al 'anah
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)
#Coretan pena Hawa (ongoing)
#Pembalasan Istri Yang Terhina (ongoing)
#Sekar Arumi (ongoing)
#Wanita kedua (Tamat)
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️
Happy ending ❤️🔥