Cinta Suamiku Untuk Wanita Lain

Cinta Suamiku Untuk Wanita Lain
keinginan Sandi


"Kamu memang pantas untuk di kejar, Pandu!


Tampan, mapan, dan pasti luar biasa. Lihat saja, aku akan mencari cara agar bisa ke Madiun dalam hal pekerjaan, dan menemui kamu secara terhormat agar kamu tak lagi memandang remeh usahaku untuk mendapatkan kamu." Erna berbicara sendiri dengan pikiran liciknya dalam menyusun rencana untuk mendekati Pandu sesuai keinginannya. Tak perduli dan bahkan tak mau tau soal Pandu yang sudah memiliki istri dan anak.


Erna hanya ingin memuaskan dirinya sendiri untuk meraih apa yang ingin di genggamannya tanpa ada penolakan.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Tak terasa sudah satu Minggu Pandu berada di Jakarta, jauh dari anak istri karena ada urusan pekerjaan. Hari ini Pandu akan kembali pulang dan bertemu kembali dengan keluarga kecilnya.


Pandu menelpon istrinya dan menanyakan mau dibawakan oleh oleh apa, Risma pun tak ingin apa apa selain dirinya kembali dengan selamat dan sehat, juga bersih dari hati yang tergoda.


Pandu tertawa mendengar jawaban sang istri yang selalu membuatnya merasa nyaman dan bahagia.


"Baiklah, Ma. Nanti aku akan berangkat pukul dua siang ya, tunggu aku dirumah. Love you sayang!" Pandu mengakhiri obrolannya dengan hati tenang dan rindu yang sudah membuncah, senyumnya terlihat merekah setelah berbincang dengan istri.


"Aku akan tetap bertahan untuk menjaga hati juga ragaku untuk kamu dan anak anak kita, Mah!


Aku sudah sangat menyesal sudah menyakiti kamu dengan menikahi Clara dan aku tidak akan pernah akan sanggup mengulang kesalahan yang sama.


Soal Erna, sepertinya dia wanita yang nekad dan menyebalkan, aku akan mengganti nomor ponselku, karena percuma dia aku blokir, dia pasti akan terus berganti nomor, lebih baik nanti aku akan bicara dengan Risma, meminta pendapatnya, agar nanti tidak ada salah paham karena masalah ini." Pandu be gumam sendirian sambil memasukkan baju bajunya ke dalam koper.


Pandu merasa risih dengan tingkah Erna yang sangat menganggu kenyamanannya, Pandu sudah menghubungi Arip dan juga teman laki lakinya yang lain untuk tidak memberi informasi apapun soal dirinya pada Erna, dan Pandu sudah menjelaskan semua tentang apa yang terjadi antara dirinya dengan Erna. Dan mereka pun bisa mengerti dan siap membantunya. Bahkan Pandu langsung keluar dari grup watshap yang dibuat oleh Febri.


Erna bahkan tiap hari selalu menghubungi Pandu meskipun tau kalau Pandu tidak pernah mau meresponnya, bahkan Pandu sudah dua kali memblokir nomornya, namun Erna tidak menyerah, justru dia berganti dengan nomor baru. Akhirnya Pandu memilih membiarkan saja tanpa merespon sama sekali chat maupun telponnya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


"Ah, sial! sombong sekali kamu, Pandu!


Tak pernah mau merespon chat apalagi telpon ku,


Dan sekarang Arip maupun hari juga seolah seperti menghindari ku, mereka tidak pernah menjawab pertanyaan ku tentang Pandu. Padahal kalau saja aku tau tempat tinggalnya Pandu, dan jadwal dia, itu akan memudahkan ku untuk mendekatinya, tapi kenapa harus sulit begini." Erna menggeram frustasi, gak tau harus gimana lagi mencari informasi tentang Pandu, semua jalan seolah buntu, apalagi Pandu yang sama sekali tak bisa tersentuh dengan usahanya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Sedangkan dilain tempat, Clara yang tengah menemani Dania bermain, dikagetkan oleh kedatangan Sandi yang tiba tiba muncul dengan membawa bermacam mainan dan keperluan untuk Dania.


Clara terharu sampai menitikkan air mata, meskipun antara dirinya dan Sandi belum menyatu seutuhnya, bahkan Sandi masih ingin menjaga jarak dengannya, Namun Sandi begitu menyayangi Dania dengan tulus.


"Apa ini, Mas?


Kok banyak banget mainannya." Clara menatap Sandi yang begitu bersemangat membawa barang barang belanjaan untuk Dania, bermacam macam mainan, stiker dinding dengan gambar kartun, dan berbagai macam model baju juga sepatu untuk anak sambungnya.


"Aku mau menghias kamar buat Dania, kamar di atas kan masih ada yang kosong, aku akan menjadikan kamar itu milik Dania dengan dekorasi yang lucu, sesuai dengan karakter Dania yang menggemaskan." Sahut Sandi menatap Rani gemas dan menciuminya dengan penuh kasih sayang.


"Kamu yakin, Mas?" tanya Clara yang mengerutkan wajahnya menatap pada Sandi yang mengangguk tegas dengan senyuman yang manis.


Sudah sayang dan menerima Dania seperti ini. Terimakasih!" balas Clara yang sudah menampakkan mendung di wajahnya.


"Aku sayang sama Dania itu tulus, jujur aku sangat menyukai anak kecil. Dania saat ini adalah tempat ternyaman ku, biarkan aku memperlakukan dia layaknya anak kandungku." sahut Sandi menatap balik pada Clara yang sudah terisak.


"Jangan nangis gitu, dikiranya aku jahatin kamu nanti." sahut Sandi dengan gayanya yang cuek dan membuat Clara langsung menghentikan tangisnya dan membuang wajahnya ke sembarang arang karena malu.


"Besok aku akan ke Madiun, ingin bertemu Risma dan Pandu. Semoga setelah ini aku bisa kembali berdamai dengan hatiku dan keadaan." balas Sandi serius dengan menatap dalam manik mata yang terlihat terkejut.


"Mas Sandi mau apa ketemu mereka?


Apa mau bilang soal Dania?


Tolong, jangan Mas, aku mohon!" sahut Clara yang mendadak berubah jadi cemas.


"Bukan! aku kan sudah janji soal Dania, kalau tidak akan bicara apapun tentang dia pada pandu maupun Risma. Aku hanya ingin bicara dari hati ke hati soal pernikahan kita pada pandu maupun pada Risma. Doakan semoga hubungan kita semakin baik, karena segala sesuatu jika diawali dengan baik, pasti akan berjalan dengan baik, aku ingin kita membangun hubungan pernikahan ini dengan jalan yang benar dan dengan niat yang baik.


Pandu dan Risma harus tau tentang hubungan kita, biar nanti jika ada pertemuan keluarga kamu tidak harus menghindar, pun dengan Pandu atau Risma sendiri. Biarlah kita akan bersatu dalam ikatan keluarga tanpa ada bayangan masa lalu yang buruk." Sandi menjelaskan panjang lebar tentang keinginan dan harapannya. Clara pun langsung merasa tenang dan percaya penuh pada pria yang ada dihadapannya, Cinta berlahan tumbuh di hatinya karena terbiasa dan rasa nyaman yang tiap hari makin dirasakannya dari sosok Sandi yang memang memiliki sifat lembut dan bijaksana.


"Iya, Mas! Insyaallah aku paham dengan maksud kamu. Aku juga akan berusaha untuk menjadi istri yang baik untuk kamu. Untuk mas Pandu, Insyaallah aku pun sudah mengubur kenangan buruk diantara kita, yang tersisa hanyalah penyesalan dan rasa bersalahku pada Risma.


Sandi tersenyum dan menganggukkan kepalanya, mencoba percaya dan berusaha memupuk rasa yang dulu begitu membara pada wanita yang kini tengah duduk dihadapannya dengan rambut yang digerai begitu indahnya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Pembalasan Istri Yang Terhina (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


Happy ending ❤️🔥