
"Alloh, ujian apa lagi yang KAU hadirkan padaku?
Saat aku benar benar berbenah dan ingin menjauh dan melupakan laki laki itu, tiba tiba KAU hadirkan dia buah cinta kami di rahim ini. Kuatkan dan mampukan aku, menjalani ujianMU kali ini.
Aku akan merawat anak ini, dengan kedua tanganku, dan juga cintaku seorang diri. Biarlah dia nanti hanya akan tau, nama ayahnya saja tanpa harus bertemu dan merasakan kasih sayangnya. Cukup aku, ya aku saja yang menjadi cinta bagi anakku." Clara berucap lirih dalam hatinya, benar benar tak ingin lagi berurusan dengan Pandu dan berharap mampu merawat anaknya dengan kedua tangannya sendirian.
"Jangan banyak ngelamun, gak baik buat kehamilan kamu." tiba tiba suara Maya membuyarkan lamunan Clara.
Clara tersenyum dan kembali menata hatinya, meyakinkan dirinya sendiri kalau mampu membesarkan anaknya sendirian.
"Kita cari makan dulu ya, bubur atau apa gitu, kamu kan belum makan apa apa dari tadi malam!" sambung Maya menatap iba sahabatnya yang akhir akhir ini terlihat banyak diam.
"Kamu lapar, May?
Aku akan temani kamu makan kalau kamu lapar. Aku gak selera makan soalnya, mulut ini rasanya gak enak, cuma pingin mau makan yang seger seger saja." balas Clara tak bersemangat.
"Beli buah saja yuk, buat stok di kulkas, setidaknya buah juga bagus buat gizi ibu hamil." sahut Maya memberi solusi. Dan Clara mengikuti langkah temannya itu dengan sedikit tertatih.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Tak terasa usia kehamilan Clara sudah memasuki hampir tujuh bulan, namun perutnya tak begitu terlihat besar. Clara menjalani aktifitasnya seperti biasa, pergi ke kantor dan hanya menetap di dalam rumah. Hari harinya dia habiskan untuk menunggu kehadiran buah hatinya dengan segala pertimbangan. Rasa mual dan muntah hanya terjadi di usia muda kehamilan saja, setelah itu Clara sudah bisa beraktivitas seperti biasa tanpa terganggu oleh kehamilannya.
Bahkan Clara sudah bisa berdamai dengan hatinya sendiri, tak lagi meratapi perpisahannya dengan Pandu, tak lagi merasa sakit hati dengan cintanya yang diabaikan oleh Pandu, dan menerima takdirnya sebagai ibu tanpa hadirnya suami dengan iklas.
Bahkan Clara sudah memutuskan untuk menetap di Surabaya, rumah pemberian Pandu tak jadi di kembalikan, toh itu sudah menjadi hak nya, apa lagi ada benih Pandu di rahimnya.
Clara akan menjual rumah dari Pandu, dan berniat membeli rumah di Surabaya, membawa ibunya ikut pindah, agar saat nanti bekerja, anaknya ada yang mengawasi. Dan ibunya adalah satu satunya orang yang menjadi tempat Clara berkeluh dan bersandar dalam segala rumitnya permasalahan yang ia hadapi.
"Apa kamu sudah yakin kalau tidak akan memberi tahu tentang kehamilan kamu ini sama mantan suami kamu, Ra?" Maya sekali lagi memastikan keputusan Clara dan berusaha untuk memahami keadaan sahabatnya itu.
"Insyaallah, sangat yakin. Biarlah kami jalani kehidupan masing masing, may!
Aku yakin saat ini dia sedang bahagia dengan keluarganya, dan aku tidak ingin lagi masuk dan merusak kebahagiaan nya itu. Bukankah cinta tak selamanya bisa bersama?
Mungkin inilah caraku mencintainya, cukup melihatnya baik baik saja dan bahagia. Biarlah kenangannya aku simpan dengan kehadiran bayi dalam rahimku ini, buah cintaku dengannya." sahut Clara sendu, keputusannya sudah benar benar final, tak lagi ingin lagi berhubungan dengan seorang Pandu Aditama.
"Semoga dimudahkan ya, Ra?
Insyaallah kamu akan bertemu jodoh yang bisa menerima kamu dan anak kamu nantinya.
Keputusan kamu memang sudah benar, karena istri nya juga akan terluka jika kamu kembali memasuki kehidupan mereka yang sudah kembali baik baik saja. Percayalah segala kebaikan akan menemukan jalannya sendiri." balas Maya lembut dan menggenggam tangan Clara erat, memberi kekuatan lewat isyarat jika dia tidak akan sendiri.
Clara mengangguk dan tersenyum penuh arti, kini pikiran dan sikapnya sudah jauh lebih bijak, hingga lukanya tak lagi dia nampak kan. Mencintai laki laki yang lebih dulu milik wanita lain, itu adalah sesuatu yang amat menyakiti hati banyak orang.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
"Ma! Boleh minta tolong buatkan kopi?" teriak Pandu saat melihat istrinya sedang menyiram bunga bunga di halaman depan rumahnya, dan Pandu sedang memeriksa laporan kantor dari laptopnya.
Sengaja Pandu ingin menggoda Risma, karena biasanya dia akan kesal karena pekerjaannya diganggu dengan sengaja oleh suaminya.
Risma menoleh dan menatap dengan kening mengerut ke arah suaminya yang tengah senyum senyum jahil ke arahnya.
"Kebiasaan deh, Pa!
Sengaja kan, mau bikin kesel?" sahut Risma dengan mengerucutkan bibirnya, justru Pandu tertawa melihat istrinya merajuk.
"Mau gak?
Kalau keberatan biar aku bikin sendiri, tapi nanti kamu dosa karena sudah menolak perintah suami, eeh!" Pandu tertawa dan membekap mulutnya, karena sang istri sudah membuang selang airnya dan langsung melangkah ke dapur lewat pintu samping rumah.
"Alhamdulillah. Harusnya aku melakukan dari dulu, menyadari cinta dan kagum ku pada istriku, wanita yang sudah berjuang dengan begitu hebatnya untukku dan juga anak anakku. Aku janji, gak akan mengulangi kesalahan yang sama. Kamu dan anak anak adalah prioritas ku, hidupku, tujuanku, dan rumahku untuk pulang. Terimakasih, Ma! batin Pandu berbicara sendiri dan merasakan kebahagiaan dan rasa nyaman dengan rumah tangga yang ia jalani saat ini.
Meskipun Risma masih sering ketus dan kadang dingin, tapi sudah tidak lagi mengabaikan nya dan kembali melayani sebagai istri yang seutuhnya untuk Pandu.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)
#Coretan pena Hawa (ongoing)
#Pembalasan Istri Yang Terhina (ongoing)
#Sekar Arumi (ongoing)
#Wanita kedua (Tamat)
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️
Happy ending ❤️🔥