
"Semua akan berjalan baik baik saja Clara, percayalah. Mulai malam ini, kita akan tidur sekamar. Minta Bi Marni untuk memindahkan barang barang ku ke kamar atas lagi." sahut Sandi dengan ekspresi yang tak bisa di tebak.
Clara menatap tak percaya ke arah Sandi, hatinya kembali merasakan getar bahagia.
"Apa kamu yakin, Mas?" sahut Clara dengan binar bahagia.
"Iya, kita akan mencoba hidup normal selayaknya Pasangan suami istri.
Habis ini aku akan langsung pergi ke kantor ya, mungkin aku pulang agak telat." Sandi menjawab dengan wajah datarnya, namun Clara berusaha menepis prasangka buruk di hatinya.
"Iya, Mas!
Em, nanti ada temanku yang mau mampir ke rumah, apa boleh?" Clara meminta ijin lebih dulu pada Sandi, karena merasa tidak berhak memasukkan tamu tanpa ijin Sandi sebagai pemilik rumah.
"Siapa?
Laki laki atau perempuan?" sahut Sandi datar dengan menatap lekat pada Clara yang terlihat gugup.
"Teman sekolah dulu, perempuan.
Dia sedang ada pekerjaan di Surabaya, kita lama gak pernah ketemu, jadi berniat untuk ketemuan.
Tapi kalau mas Sandi keberatan, aku minta ijin untuk bertemu di luar saja. Di cafe atau mall terdekat!" balas Clara yang merasa tidak enak dengan pandangan Sandi yang terkesan dingin.
"Gak masalah, ketemuan saja dirumah. Jamu dia dengan baik!
kamu berhak melakukan apa saja dirumah ini, Clara!
Yasudah! Aku berangkat ke kantor dulu.
Asalamualaikum!" sahut Sandi masih dengan sikap tenangnya yang tanpa ekspresi, kaku bahkan terkesan dingin.
Sandi berlalu begitu saja, dan mengambil tas juga kunci mobilnya, sedangkan Clara hanya terpaku menatap nanar kepergian suaminya yang tak berniat untuk sekedar mengulurkan tangannya untuk dicium layaknya pasangan yang lain.
"Mas!" Clara memberanikan diri mengejar Sandi sebelum memasuki mobilnya, Clara berjalan mendekat ke arah Sandi yang sudah memegang pintu mobilnya.
Dengan lembut Clara mengambil tangan Sandi, diciumnya takzim.
"Hati hati, Mas!" Clara tersenyum dengan begitu lembutnya, membuat Sandi terpaku sampai tak tau harus bagaimana merespon sikap Clara yang tiba tiba membuatnya kehilangan kata kata.
"Selamat bekerja, aku dan Dania akan menantimu pulang. Jangan telat makan ya!" sambung Clara kembali dengan senyuman manisnya.
"Iya, terimakasih! aku akan secepatnya pulang, doakan semuanya lancar. Asalamualaikum!" balas Sandi dengan gugup dan terlihat salah tingkah dengan sikap Clara yang berubah lebih berani, karena biasanya Clara memilih tetap diam tanpa banyak bicara dengan apapun yang Sandi lakukan.
Clara tersenyum menatap kepergian suaminya, saat mobil yang dikendarai Sandi berlahan menghilang dari pandangan matanya. Air mata yang sedari tadi di tahan mati matian jatuh berlahan membasahi pipinya seiring rasa sesak yang kian terasa perih di ulu hatinya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Sedangkan di lain tempat, Pandu sedang cuti dari padatnya aktivitas. Pandu menikmati waktu liburnya dengan menghabiskan waktu bersama anak dan istrinya dengan melakukan banyak hal.
Pandu memutuskan untuk membawa anak serta istrinya pulang ke rumah orangtuanya di Kediri.
Melepas rindu pada keluarganya dan menengok usahanya yang ada di Kediri.
"Sudah siap ma?" tanya Pandu saat Risma mulai membawa barang bawaan nya keluar dan ditaruh ke bagasi mobil.
"Sudah, Pa! Ini oleh oleh buat mama dan tolong bajunya anak anak papa bawa kesini!" sahut Risma santai dengan perutnya yang mulai membuncit. Tampak cantik dan seksi di mata Pandu Aditama.
"Siap ibu ratu!" sahut Pandu sambil menjawil pipi istrinya pelan, membuat Risma tersipu dengan ulah suaminya yang sudah mulai iseng setiap terlibat obrolan.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Dalam perjalanan, celoteh Cinta dan Galang membuat suasana rame dan ceria.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
"Asalamualaikum, nenek!" teriak Cinta dan Galang yang langsung berlari setelah turun dari mobil, membuat Pandu ataupun Risma menggeleng dengan tingkah dua bocah pintar itu. Mungkin sudah begitu kangen dengan neneknya, yang jarang sekali bertemu.
"Waalaikumsallm, cucu cucu nenek, anak anak pintar dan hebat, datang berkunjung nih! Apa kabar kesayangannya nenek?" sambut mamanya Pandu bahagia dikunjungi anak, cucu dan menantunya.
"Alhamdulillah, kami baik nek, tambah besar dan juga pintar." Sahut Cinta ceria dan meraih tangan neneknya dicium dengan takzim yang di ikuti oleh Galang dengan tingkah polosnya.
"Sehat ma?" Risma mencium takzim tangan ibu mertuanya dan memeluknya sayang penuh rindu. Pun dengan Pandu yang juga memeluk erat mamanya penuh kasih sayang.
"Ayo masuk kedalam, kangen kangennya dilanjut di dalam saja!
Kenapa gak kasih kabar ke mama dulu, kalau mau kesini. Mama kan bisa masakin makanan kesukaan kalian."
"Itu yang membuat kita gak mau kasih tau ke mama, kalau mau kesini. Mama pasti sibuk siapin ini itu, kami gak mau mama itu capek.
Risma sudah bawakan oleh oleh sangat banyak buat mama." Sahut Pandu lembut sambil mengusap bahu sang mama, merangkulnya manja. Pandu sangat menyayangi mamanya dan begitu patuh dengan apapun yang di ucapkan mamanya, membuat Risma kagum dengan sisi Pandu yang begitu penyayang terhadap wanita yang memang harusnya dimuliakan.
"Risma sehat, nak?
Sudah berapa bulan kandungannya, sehat sehat ya sayang." Bu Sonia menggenggam jemari menantunya penuh dengan kasih sayang. Merasa bahagia, anak lelakinya memiliki istri yang begitu santun dan lembut dan juga memiliki hati yang baik dan pemikiran yang luas. Pandu berada di sisi yang tepat dalam menuju arah yang lebih baik.
Bu Sonia selalu menatap bangga pada menantunya itu.
Bahagia itu letaknya ada di dalam hati dan gak perlu dicari.
Selama bisa ridha dengan segala ketetapan Alloh, maka disanalah akan mendapatkan kebahagiaan.
Dan itulah makna sedalam dalamnya tentang keikhlasan.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)
#Coretan pena Hawa (ongoing)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)
#Sekar Arumi (ongoing)
#Wanita kedua (Tamat)
New karya Hawa
#Negeri dongeng Alisia
#Kasih sayang yang salah
#Cinta berbalut Nafsu
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️
Happy ending ❤️