Cinta Suamiku Untuk Wanita Lain

Cinta Suamiku Untuk Wanita Lain
POV Clara


Rasanya aku senang sekali saat Mas Pandu memberi kabar akan pulang hari ini. Pagiku begitu cerah dan semangat. Keinginan untuk memasak makanan kesukaannya sudah kebayang dari semalam. Dari selepas subuh aku sudah berkutat di dapur, demi untuk menyiapkan apa yang menjadi kesukaan suamiku.


Tak butuh waktu lama, semua hidangan sudah tersaji di meja makan minimalis yang cantik. "Pasti suamiku senang." gumam ku dalam hati sambil membayangkan wajah suami tampanku.


Ya, mas Pandu adalah sosok sempurna di mataku bahkan mungkin di mata banyak wanita. Dia memiliki tubuh tegap dan kulit putih bersih, wajah tampan dan karirnya juga sudah mapan.


Siapa yang tidak jatuh hati dan ingin menjadi pendamping pria sesempurna dia. Apalagi, kami saling menyimpan perasaan dari bertahun tahun lalu.


Saat mas Pandu, mengutarakan perasaannya, aku tak ingin berpikir lagi untuk kedua kali, dengan mantap dan yakin akupun juga mengutarakan isi hatiku malam itu, sungguh indah. Apalagi mas Pandu bilang, kalau pernikahan nya tidaklah bahagia. Dia menikahi perempuan yang tidak dia cintai karena dari perjodohan orang tua.


Aku pun bahagia, karena mas Pandu memperlakukan aku ratunya. Bertemu, mengungkapkan rasa, dilamar dan menikah. Meskipun hanya pernikahan secara siri. Tapi aku percaya, Mas Pandu akan bersikap adil padaku, apalagi dia lebih mencintaiku dari pada pada istrinya.


Setelah selesai memasak dan beberes, aku memutuskan untuk mandi agar terlihat bersih dan wangi saat menyambut kepulangan suami tersayang. Memakai pakaian terbaik dan sekaligus berpenampilan menggoda di hadapannya nanti adalah caraku untuk menyenangkan suamiku, agar tak lagi melirik perempuan lain. Karena matanya sudah aku manjakan dengan keindahan yang ada pada diriku.


Dan benar saja, tak berselang lama, Mas pandu datang, dan lebih memilih menghabiskan waktu di kamar dari pada mengisi perut yang keroncongan. Aku akui, Mas Pandu adalah laki laki yang benar saat diranjang. Dia tak kenal lelah, bahkan kadang kami bisa melakukannya hingga sepuluh kali. Puas, tentu saja, karena selain dimanja dengan cintanya, uangnya, aku juga dimanja dengan tubuhnya yang luar biasa, tak bisa diungkapkan dengan kata apapun.


Hingga akhirnya ada seseorang yang datang saat kami baru saja selesai melakukan permainan yang entah untuk berapa kali. Dengan malas akupun membuka pintu dan astaga, tenyata ada istri mas Pandu dan kakak laki laki mas Pandu yang datang. Wajah mereka dingin dan terlihat tak suka kala menatapku, apa lagi Risma , terlihat sangat angkuh dan sombong. Mentang mentang keluarga mas Pandu mendukung dirinya lantaran dia dinikahi secara agama dan negara. Bahkan gelar ibu Persit dua yang sandang. Menyebalkan dan tak tau malu, harusnya sadar, kalau dia tidak pernah dicintai oleh mas Pandu dan lebih baik undur diri saja, dari pada sakit hati melihat suaminya yang lebih mencintaiku yang jadi cinta pertamanya.


Entah apa yang membuat mas Pandu tidak cinta pada perempuan di depanku ini, padahal dia memiliki tubuh yang seksi dan berisi, kulit putih dan wajah cantik. Tapi Mas Pandu justru lebih menyimpan harinya untuk mempertahankan cintanya padaku. Uugh benar benar indah.


Aku dan Risma sempat adu mulut, dan kakaknya mas Pandu juga marah marah dengan Mas Pandu, bahkan memintanya untuk mengikutinya pulang kerumah orang tuanya. Dan suamiku itu menurut saja karena tidak berani melawan kakaknya dan menyakiti hati mamanya.


Apalagi Risma juga mengancam akan melaporkan hubunganku dengan Mas Pandu ke kantor dengan konsekuensi Mas Pandu akan dipecat secara tidak hormat dan tentu itu akan merusak nama baik dan menjatuhkan harga dirinya. Tentu saja suamiku tidak mau itu sampai terjadi.


Dan keadaan itu dimanfaatkan oleh istri Pandu untuk memeras semua harta mas Pandu.


Aku melepas kepergian suamiku kerumah orang tuanya dengan alasan akan menyelesaikan urusannya dengan kelurganya. Dan aku hanya berharap Mas Pandu akan memutuskan keputusan yang adil untuk kami para istrinya. Tapi sepertinya Mas Pandu akan lebih memilih mengiyakan kemauan istri pertamanya itu, untuk mengalihkan seluruh aset demi menyelamatkan harga diri dan karirnya, juga demi ibunya.


Rasanya sakit sekali membayangkan, tapi aku bisa apa?


Aku menunggu hingga pagi, siang sampai sore, tapi mas Pandu tak kunjung kembali. Padahal dia berjanji akan kembali lagi menemui ku. Bahkan Mas Pandu juga sudah berjanji kalau akan membelikan aku perhiasan baru setelah menerima uang hasil panen sawahnya. Tapi tak kunjung datang, kasih kabar pun tidak dia lakukan. Cemas dan kesal itu sudah pasti, mau menyusul tapi membayangkan raut tidak suka keluarganya padaku dan Risma yang sombong itu, aku jadi malas dan memutuskan untuk tetap menunggu dirumah saja.


Hatiku sakit bahkan sangat hancur saat melihat postingan story' watshap nya Mas Pandu. Meskipun aku tau, kalau yang memposting itu pasti istri pertamanya dan sengaja untuk memanasi ku. Iya dia berhasil membuatku benar benar panas sampai kepala rasanya mau pecah karena sesak memikirkan kebahagiaan keluarga kecil suamiku yang sedang jalan jalan begitu cerianya.


Jujur aku tidak terima dan sakit hati banget, bahkan telpon dan pesanku tidak satupun yang mas Pandu balas. Rasanya ingin sekali aku melabrak mereka dan menunjukkan pada semua orang kalau aku juga berhak bahagia, aku juga istri dari Pandu Aditama yang dinikahi karena cinta bukan karena terpaksa sebab perjodohan.


Awas saja kamu, Mas. Aku tidak akan memaafkan kamu, kamu sudah bersikap tak adil antara aku dan istri kamu itu. Aku juga ingin kamu perlakukan seperti ratu, bukan hanya Risma saja yang kamu perlakukan begitu.


Bahkan terlihat dalam postingan terakhirnya, Mas Pandu tengah membawa begitu banyak barang belanjaan mereka dengan begitu gagahnya, sungguh itu pemandangan yang sangat menyakitkan untukku. Ini benar benar tidak adil.


Aku akan menunggu suamiku menghubungi aku dan meminta maaf padaku, lalu aku juga ingin diperlakukan sama seperti istri pertama nya. Belanja sepuasnya dan di ratu kan oleh suami, aku akan menunggu itu, Mas.


Sudah hampir jam sembilan malam, belum juga ada tanda tanda Mas Pandu menghubungi ku, apa mereka juga sedang menghabiskan waktu berdua di kamar, setelah asik berbelanja dan senang senang kini mereka merajut kasih begitu panasnya tanpa mengingat aku disini sedang meratapi sikap tak adil kamu, Mas. Jahat kamu Mas, aku benci kamu!


Aku akan meminta kamu memilih diantara aku atau istri pertama kamu itu, karena aku gak sanggup jika terus menahan gejolak iri dan cemburu terus terusan seperti ini. Aku gak sanggup, aku tidak punya kekuatan sebesar itu.


Pilih aku atau dia, Pandu Aditama?