Suami Satu Malam

Suami Satu Malam
Jaga Jarak


Suami Satu Malam 92


Oleh Sept


Rate 18 +


Sentuhan cahaya mentari yang hangat, masuk lewat jendela kamar yang sudah terbuka, membuat kelopak mata Jeandana bergerak-gerak. Ya, Jean masih tidur saat matahari sudah mulai meninggi di atas sana. Perlahan tangannya meraba sisi di sebelahnya, kosong.


"Ray ....!" panggilnya pelan.


Jean kemudian menoleh, melihat sekeliling. Hanya ada dirinya dalam kamar.


"Jam berapa ini?" gumam Jean.


"Jam tujuh?" Dahi Jean langsung mengkerut. Jean bukan tipe orang yang selalu bangun kesiangan. Buru-buru kakinya mencari alas kaki karena terasa dingin.


Tiba-tiba, ada sosok yang datang dan langsung membungkuk. Pria itu meletakan sendal lucu, terdapat hiasan manis dengan bulu-bulu serta seperti telinga kucing pada kedua sudutnya. Seperti sendalnya Zia dan Zio saja.


"Terima kasih," ucap Jean pada sosok tersebut.


Rayyan kembali berdiri dengan tegap, sudah mandi. Terlihat dari tampilannya yang rapi meski santai. Dan pastinya sangat wangi, aroma parfumnya yang khas dan lembut, sudah terciium sejak tadi oleh Jeandana. Wangi yang memabukkan.


Aneh, biasanya ia suka sekali aroma Rayyan selama ini tanpa ia sadari. Tapi, sekarang ... melihat Rayyan pagi ini, tiba-tiba perutnya mulas. Cepat-cepat Jean langsung bergegas ke kamar mandi.


"Jean!" panggil Rayyan sambil menyusul ke kamar mandi dan berakhir di depan pintu karena istrinya menutup pintunya dari dalam.


"Buka Jean!"


Tok Tok Tok


Huuekkk ....


Huek ...


"Jean! Kamu gak apa-apa, kan?"


"Jean! Jangan buat aku panik. Buka pintunya ...!"


Huuekkk ....


Huuekkk ....


[Ada apa dengannya? Kemarin di rumah sakit tidak begini!]


"Jean!"


Karena Jean tidak kunjung membuka pintu, Rayyan berbalik bergegas mengambil kunci cadangan dalam laci kamar.


Saat ia kembali, eh Jean sudah muncul.


"Kamu kenapa, Jean? Astaga ... kenapa pucat begini? Apa karena semalam?" Rayyan panik dan khawatir. Jangan-jangan Jean seperti ini karena aksinya semalam.


"Kita ke rumah sakit, udah ... gak usah mandi. Pakai jaket yang, ya!" tambah Rayyan yang terlihat gelisah melihat wajah Jean mulai pucat.


Huuekkk ...


"Jeannnn!'


***


Satu jam kemudian


Jean tidak mau dibawa ke rumah sakit, alhasil Rayyan yang mendatangkan dokter kandungan terbaik ke rumah. Mana mau Jean harus rebahan 24 jam non stop. Itu sangat membosankan.


Dan setelah dokter memeriksa, Jean baik-baik saja. Itu hanya gejala kehamilan. Hanya ngidam, kebetulan efeknya begitu. Sepertinya calon baby tidak mau menciumm aroma sang papi.


Karena Jean hanya mual saat melihat dan Rayyan mendekati dirinya.


"Yang benar saja, Dok! Masa saya harus jaga jarak sama istri saya sendiri!" protes Rayyan ketika dokter hanya memberikan saran tanpa obat yang mujarab.


"Hanya awal kehamilan biasanya, Pak Ray. Nanti setelah beberapa minggu atau bulan pertama ... biasanya gejala mualnya akan hilang dengan sendirinya. Saya resepkan pereda mualnya, agar tidak parah. Sedangkan untuk benar-benar membuat effect mual hilang, itu sedikit susah."


[Sepertinya aku harus minta Kris panggil dokter dari Singapore sekarang!]


Dalam hati, Rayyan tidak puas. Ia rasa dokter di depannya tidak professional.


"Baik, Dok. Terima kasih!" buru-buru Rayyan berterima kasih. Seolah ingin cepat mengusir dokter yang kata Rayyan kurang kompeten tersebut.


KLEK


Rayyan menutup pintu kamar, kemudian mengantar dokter keluar.


Sesaat kemudian, Rayyan kembali masuk. Tapi, baru juga selangkah ingin menghampiri Jean ... eh wanita itu langsung memegangi perutnya. Dan Rayyan langsung berbalik.


"Oke ... oke ... aku keluar, Jean!"


Rayyan meninggalkan kamar dengan kesal.


"Semalam saja tidak apa-apa! Astagaaaaaa ... Kita muncak sama-sama, kan?" Rayyan terus saja mengerutu sambil berjalan. Ia juga mengacak rambutnya karena frustrasi. Padahal, Jean lagi terlihat sedang seksiii seksinyaaaa masa ia harus menjaga jarak pada istrinya itu?


"Ish ... siallll!"


Rambutnya yang klimis, langsung berantakan. Sayang sekali, padahal sudah tertata rapi setelah memakai Gatsbaaayyy. Puasa dua malam saja Rayyan sudah gelisah, apalagi berminggu-minggu ... Bisa jadi ia akan uring-uringan sepanjang hari.


[Jean ... kamu tidak sengaja, kan?]


Bersambung



Instagrammm : Sept_September2020


Ada ya model ngidam kek gitu? Lihat orang langsung mual? Sadisss amat. Heheheh