Suami Satu Malam

Suami Satu Malam
Professional


Suami Satu Malam 115


Oleh Sept


Rate 18 +


Richard harus menelan ludah ketika melihat penampilan Jeandana yang aduhai. Seperti artis Hollywood yang sedang berjalan di karpet merah. Jean sangat memukau, dan pasti semua mata pria tertuju pada wanita tersebut. Makin umur, Jean makin mempesona.


[Jangan gila, Rich]


Tidak sengaja mata Richard malah mengarah pada belahan yang sangat rendah itu. Ingin rasanya Richard melepaskan jas yang ia kenakan, lalu ia pasangkan pada tubuh Jean yang terekspose tersebut.


Tapi, dengan cepat semua itu telah dilakukan oleh Jemmy. Orang kepercayaan Pak Perwira. Jemmy langsung memasangkan sebuah mantel dari bulu beruang madu pada pundak Jeandana. Dia melakukan apa yang menurutnya baik untuk putri Pak Perwira tersebut.


"Terima kasih," ucap Jean lirih sambil membetulkan mantel bulu-bulu yang kini menutupi tubuhnya.


Mereka bertiga pun masuk ke dalam sebuah casinoo yang paling besar di Asian tersebut. Dengan elegant Jean masuk melewati para penjaga. Sedangkan Richard dan Jemmy berjalan di belakangnya. Seolah keduanya adalah pengawal Jean.


"Kena kau!" gumam Jean saat melihat target.


Jean kemudian mengaktifkan benda kecil yang terpasang di belakang telinga. Tertutup rambut hingga orang-orang tidak menyadarinya.


"Pergi ke arah jam sembilan, kita bertemu di sebelah pilar dekat mesin roulette casinoo. Pria yang bersama gadis rambut pirang sepinggang."


"Jean ...!" panggil Richard yang sepertinya ragu dengan misi mereka. Saat ini mereka melihat target, tapi sama sekali kehilangan jejak Rayyan. Richard jadi curiga.


"Lakukan, Rich. Waktu kita tidak banyak!" desak Jean sambil melangkah maju duluan.


Richard pun menatap mata dalam-dalam. Kemudian mengepalkan tangan, sepertinya ia harus membatu Jean saat ini. Meskipun felling Richard mengatakan ini tidak bagus.


Ternyata, apa yang Richard khawatirkan benar-benar terjadi. Ia berhenti melangkah saat melihat Jean sudah beraksi. Ia mengamati dari jauh, dan melihat dua orang di lantai atas sedang mengarahkan senjataa ke arah keduanya. Ya, larass panjang itu mengarah tepat ke arah Jeandana.


"Siapa kau?" tanya target yang hampir Jean tangkap.


Sementara itu, di telinga Jean terdengar suara dari Richard dan Jemmy secara bergantian.


[Tetap tenang, ada dua senjata yang mengarah ke tempatmu. Diam, dan lakukan plan B]


Richard mulai gelisah, hampir saja ia menarik senjataa yang sejak tadi ia sembunyikan di balik tubuhnya. Namun, sepertinya ia terlalu memandang remeh Jeandana.


Dilihatnya Jean mulai tebar pesona. Dengan santai Jean duduk di pangkuan target mereka, sembari menurunkan mantelnya sedikit.


Jelas saja si target klepek-klepek, jakun pria itu naik turun seperti Richard tadi pas pertama kali melihat Jean yang super aduhai menggoda Iman dan Amin.


Pria itu kemudian memberikan kode pada anak buahnya. Seketika semua senjataa serta orang-orang itu lenyap. Menghilang tanpa jejak. Richard yang memperhatikan dari jauh sampai mengejar mereka namun tidak ada jejak yang tersisa. Semua membaur, melepaskan jaket sehingga menyamarkan jejak.


Tidak jauh dari sana, Rayyan yang memakai baju petugas casino sedang berbicara serius pada Kris.


"Kau yakin dia ada di sini?" tanya Rayyan sambil pura-pura merapikan dadu.


"Menurut informasi terakhir, harusnya dia di sini, Tuan."


"Jangan sampai salah informasi, sudah jauh-jauh ke sini aku tidak ingin pulang dengan tangan kosong."


Mendengar ucapan Rayyan, Kris pun memindai ruangan. Dilihatnya banyak kepala dari beragam negara. Tiba-tiba mata Kris menatap pemandangan yang meresahkan.


[Astaga! Apa ini? Apa dia hanya orang yang mirip?]


Kris mengusap matanya. Takut ia salah lihat. Dilihatnya sosok perempuan mirip Jean sedang duduk mengelayut manja di atas pangkuan orang yang mereka cari.


Kris menggeleng keras.


[Aku pasti salah lihat!]


"Kris! Kau lihat apa?" Rayyan penasaran, kenapa wajah sekretarisnya itu jadi pucat.


Kris bingung, pria itu gelisah. Ia berharap salah lihat.


Rayyan yang penasaran, ia pun mengikuti ke mana arah Kris menatap. Seketika, Rayyan melepas dasi kupu-kupu yang semula ia kenakan.


"Brengsekkk!!!" maki Rayyan.


"Berani kau menyentuh istriku!" tambah Rayyan.


"Jangan bergerak, Tuan. Nyonya Jean dalam bahaya. Lihat pada arah jam sebelas. Pria bertopi dan jas hitam.


Mata Rayyan langsung melotot. Sebuah senjataa mengarah kepada istri kesayangannya.


"Lepaskan!"


"Tuan! Tenanglah!"


"Lepaskan, brengsekkk!" Emosi Rayyan tersulut. Bagaimana bisa ia melihat istrinya yang sedang hamil itu dalam bahaya.


Dan ketika dia melihat lagi ke arah Jean, Rayyan makin panik. Jean sudah tidak ada. Pria itu menghempaskan tangannya. Berlari mencari Jean yang tiba-tiba hilang.


Sementara itu, Jean sedang berjalan bersama si target. Sejak tadi tangannya mengelayut manja pada lengan pria tersebut. Ia menggunakan cara cantik untuk menjebak pria yang ternyata punya banyak penjaga tersebut.


Akan tetap Jean sama sekali tidak kenal rasa takut. Ia begitu tenang mengikuti ke mana sang pria membawanya. Hingga mereka berakhir di depan sebuah kamar.


Sebuah ruang untuk member VIP, Jean pun ikut masuk ketika pria itu menariknya dengan paksa.


"Siapa kau?"


Setttt


Pria itu menarik lengan Jean, kemudian mendorong tubuh Jean ke atas ranjang.


Bukkk


[Aduh! Maafin Mami sayang]


Meski kesal, Jean berusaha untuk tersenyum.


"Aku? .... Kau tidak lihat aku siapa?" Jean kemudian melepaskan mantel bulu-bulu yang ia kenakan.


Membuat tubuhnya yang super seksiee jadi tambah seksiee karena gaun merah cabai tersebut.


"Siapa yang mengirim mu?" Pria itu sempat tergoda, tapi kemudian mendekat dan mencengkram rahang Jeandana.


Jean tersenyum tipis, kemudian meletakkan telapak tangannya di atas daddaa bidang kotak-kotak yang cukup gagah tersebut. Jean mulai memainkan jari-jarinya agar pria itu hilang konsentari dan terlena.


Dan apa Jean berhasil? Jelas!


Jean sudah dilatih secara professional oleh suhu terong kukus selam ini. Yang pasti wanita itu sudah mahir dalam dunia perterongan. Skill Jean dalam bidang servis tidak bisa disepelekan.


Lihat! Pria itu sampai harus menelan air liurnya. Dan Jean sudah bersiap, ketika pria itu sudah mulai naik di atas tubuhnya, tangan Jean mengambil sesuatu.


"Kau berani sekali ... aku yakin kau bukan wanita biasa!" pria itu semakin dekat. Sudah siap menciium bibir Jeandana.


Settttt


Bukkkk


Jean berhasil menusukkan sebuah suntikan tepat di balik leher pria tersebut. Membuat pria itu hampir jatuh di atas tubuh Jeandana. Untung sebelum benar-benar menindihh tubuhnya, Jean mendorongnya dengan kuat. Bertepatan dengan itu, pintu didobrak dari luar.


BRUAKKK


Sepasang mata menyalak marah.


Bersambung ....


Siapa? Richard ... Rayyan ... Jemmy ... anak buah si target?



Jean kamu mengali kuburanmu sendiri. Author gak ikut-ikutan. Hehehe ...


Gemes banget mau TAMAT. Tidak sabar menulis kisah anak Jean, Rayyan, Radika, Elvira ....


Semoga bisa menghibur dunia perebahan dan perhaluan semuanya... terima kasih mak-mak di manapun... Terlopeeee lope. Hehehe ...