
Suami Satu Malam Bagian 35
Oleh Sept
Rate 18 +
Pagi itu bagai neraka, Rayyan sangat murka. Dengan kasar ia memaki Eriska.
"Wanita sialann!! Apa yang kau lakukan semalam?" sentaknya pada Eriska yang baru bangun tidur.
"Apa maksudmu? Apa yang kamu bicarakan, Ray?" Wajah Eriska masih kusut karena bangun tidur. Ia juga terkejut, mendapat serangan pertanyaan ketika baru membukanya mata.
Badanku saja masih terasa nyeri semua. Ini gara-gara ulah Gio semalam. Sangat-sangat melelahkan, tapi tanpa ia sadar, ia juga menikmatinya.
Bukkkkk
Rayyan melempar ponselnya tepat ke tubuh Eriska.
"Kamu ini kenapa?" tanya Eriska dengan marah-marah. Ia heran, mengapa Rayyan sangat terlihat marah dan kasar sekali padanya.
"Perempuan brengsekkk! Berani kau tidur dengan pria lain?"
Matanya melotot, ia sangat marah pada istrinya itu. Sedangkan Eriska, matanya tidak bisa menutup. Mulutnya ternganga, campur takut.
[Bagaimana ini? Gio sialann! Mengapa ia bertindak sejauh ini?]
"Kau tidak pinya mulut? Apa kau sudah bisuuu?" sentak Rayyan.
"Tunggu! Aku bisa jelaskan semuanya!"
"Tutup mulutmu! Dan jangan pernah muncul dalam hidupku lagi!"
Rayyan langsung meraih jaket, tanpa membawa kopernya. Pria itu langsung meninggalkan kamar hotel. Kamar pengantin yang kini bagai tempat paling menjijikan, sebab di sana ada Eriska.
"Ray!!! Tunggu!"
Masih dengan baju piyama, Eriska mengejar-ngejar Rayyan sampai depan lift. Keduanya bahkan menjadi pusat perhatian orang-orang yang kebetulan lewat.
"Jangan pergi! Dengarkan aku dulu!" Eriska meraih tangan suaminya. Namun, pria itu dengan kasar menepis tangan Eriska.
"Jangan pernah menyentuhku!" Rayyan melotot tajam.
"Ray!!! Please jangan begini! Kamu tega sama anak Kita?" Eriska memelas.
"Kamu pikir aku pria bodohhh? Kau tidur dengan banyak pria! Itu mungkin bukan anakku!"
Settt
Pintu lift terbuka, tanpa peduli pada Eriska, Rayyan langsung masuk. Begitu pula dengan wanita itu, ia mengikuti Rayyan sampai dalam lift.
"Ray! Ini anak kamu, Ray!"
"Keluar!" sentak Rayyan sambil menatap pintu lift.
Eriska menggeleng pelan, kemudian mendekat. Ia memeluk tubuh Rayyan dengan erat.
"Plissss! Kamu gak boleh sedingin ini pada kami. Dia anak kamu, dan kita sudah menikah. Jangan salah paham, aku cuma cinta sama kamu."
"No!!! Nggak bisa! Kamu nggak bisa giniin aku!" Eriska frustasi.
"Menyingkir dariku!"
"Ray! Kamu nggak boleh tinggalin aku!"
"Silahkan tidur dengan pria manapun! Aku bebaskan kau Eriska Kazoe! Kita cerai!"
Jleb
"Nggak! Nggak bisa!" Eriska menarik-narik tangan suaminya. Ia tidak mau jadi janda terlalu cepat. Ini sangat Keterlaluan!
KLEK
Pintu lift sudah terbuka lagi, Rayyan langsung menepis lengan Eriska. Ia berjalan meninggalkan wanita itu dengan gusar.
"Rayyy!!!! Kamu nggak bisa ningalin akuu! Rayyy!"
Wanita itu terus saja mengejar Rayyan, hingga semua mata melihatnya. Namun, Rayyan nampak tidak peduli. Ia menyegat taksi dan langsung masuk. Tidak peduli pada Eriska yang terus mengejar.
Tok tok tok
Eriska mengetuk kaca mobil taksi yang dinaiki oleh Rayyan. Ia panik saat pria itu sama sekali tidak peduli padanya.
"Sayang! Buka pintunya!"
"Jalan, Pak!" titah Rayyan pada sopir taksi.
"Ray!! Rayy!!! Rayaaaaannn!" teriak Eriska dengan frustasi saat melihat mobil suaminya pergi jauh dan hilang di sudut jalan.
Sangat terpukul, Eriska terduduk di trotoar depan hotel. Ia mengusap pipi, menangisi nasibnya. Mengapa harus diceraikan padahal baru kemarin mereka menikah. Tidak terima, ia berusaha berdiri. Namun, tiba-tiba matanya malah berkunang-kunang. Sesaat kemudian, ia malah jatuh pingsan.
Sementara itu, di dalam taksi, Rayyan terlihat masih sangat marah. Pria itu kemudian menghubungi seseorang.
"Lacak siapa yang mengirimi video ini!" ucapnya di telpon.
"Baik, Tuan!"
Kris bergidik ngeri saat mendapat perintah tidak biasa dari bosnya. Ia ingin memeriksa lebih lanjut guna mencari informasi. Eh malah harus melihat adegan yang membuatnya gerah!
Maksud hati tidak mau melihat, tapi ia butuh untuk memastikan wajah siapa yang ada di dalam video tersebut. Sekali lihat, Krisna langsung hafal. Ia yakin sepasang lakon yang sedang tanding itu adalah Gio dan Eriska. Sekretaris Rayyan tersebut sampai membungkam mulutnya sendiri ketika menyaksikan pertandingan live tersebut.
Mimpi apa semalam, perjaka itu harus melihat video milik istri atasannya itu. Sembari mendesis kesal, Kris langsung melipat ponselnya.
Pria itu kemudian menuju ke sebuah tempat, di mana ia harus menyerahkan video itu pada pakar IT untuk melihat siapa pengungah pertama.
***
Di apartments, Rayyan berdiri di balkon sambil ditemani kepulan asap dari benda pipih yang ia apit. Matanya menyalang marah. Kemudian menendang pot yang ada di sebelahnya.
"Sialannnn!" makinya saat baru saja mendapat kabar dari Kris, tentang siapa yang mengirimi video pada dirinya.
Bersambung.
Siapa?