
Suami Satu Malam 47
Oleh Sept
Rate 18 +
Terdengar suara dua orang yang sedang berbicara di dalam kamar yang sangat luas, di sebuah Mansion mewah. Siapa pemiliknya? Yang pasti milik Radika Dirgantara. Pria kaya raya yang memiliki banyak aset tersembunyi di berbagai belahan dunia.
Padahal, semalam seperti terjadi sebuah perang di antara mereka, perang fisik dan perang batin. Tapi, pagi ini ketika menjelang siang, saat matahari mulai naik secara perlahan di atas sana. Wajah Radika sudah terlihat berseri-seri. Tidak seperti semalam, wajah penuh amarah, dan suram kini sudah berganti. Seperti mentari pagi ini. Sumringah, seperti ABG yang baru jatuh cinta.
***
"Pelan-pelan, Mas! Panas!" keluh Elvira. Ia mendesis karena merasakan sensasi panas pada salah satu bagian tubuhnya.
"Iya, ini juga sudah pelan-pelan!" bisik Radika, membuat Elvira mengerakkan kepala sedikit karena rasa geli.
"Naik turunnya jangan cepet-cepet!" pinta Elvira. Ia meminta suaminya untuk melakukan itu dengan pelan-pelan.
[Astaga, sejak hamil mengapa jadi cerewet sekali!]
[Padahal sudah pelan-pelan! Bawaan bayi paling, ya? Jadi lebih manja]
[It's okay, sih. I like it]
"Aduh ... panas, Mas!" pekik Elvira.
"Astaga! masa sih? Mana? Nggak kok?"
Radika menyibak telinga Elvira, memang sih, agak kemerah-merahan karena ia terlalu dekat memegang hair dryer. Benda itu terlalu dekat dengan kulit Elvira. Ini karena matanya fokus pada kaca besar di depannya. Ia terlalu asik mengangumi ukiran Tuhan yang paling indah di depannya, hingga kurang hati-hati.
"Vira sendiri saja! Mana!" seru Vira meminta alat pengering rambut dari tangan suaminya.
Radika tersenyum tipis, kemudian meletakkan hair dryer di atas meja rias. Bukannya malah memberikan pada istrinya tersebut. Pria itu lantas sedikit membungkukan badan, hingga ia condong ke depan. Di letakkannya kepala pada pundak Elvira. Sampai Elvira bisa merasakan hembusan napas pria itu dengan jelas.
"Love you!" ucap Radika lirih. Masih di posisi yang sama, seperti memeluk dari belakang.
Jelas Elvira tertegun, Radika memang jarang mengatakan kata I LOVE YOU, jadi ia canggung juga ketika suaminya itu bicara kata cinta dalam bahasa inggris tersebut.
"Emm ... iya."
Bibir Radika langsung bimoli (Bibir monyong lima senti). Apa-apaan ini Elvira, dikasih kata I LOVE YOU cuma amm emm balasannya. Pria itu langsung merubah wajah tampannya jadi masam.
"Hanya itu?" tanya Radika, ia meminta response lebih. Tidak hanya sekedar hamm hemm...
Elvira pun menoleh, "Lalu?" katanya penuh tanya sambil memasang wajah polos.
Cup
Sarapan pertama mereka, dimulai dari kecupann pipi. Membuat pipi Elvira langsung merona meski belum memakai blush on.
"Jawab!" titah Radika dengan wajah penuh harap.
Elvira memutar bola matanya, seperti nampak memikirkan sesuatu.
"Love you too!" ucap Elvira kemudian sambil menundukkan wajah. Malu, sudah bukan ABG lagi, masa lope lopean. Malu sama umur.
Melihat istrinya malu-malu kucing, Radika perlahan menyentuh dagu lancip istrinya itu. Kemudian mengangkat wajah tersebut pelan-pelan, hingga kedua mata mereka bertemu. Cukup lama mereka hanya saling bertukar tatapan. Hingga akhirnya Radika menghela napas dalam-dalam.
"Ayo keluar! Kamu pasti capek. Kalau lama-lama di kamar seperti ini, aku yakin ... rambutmu akan basah dan basah lagi," ucap Radika penuh arti.
Elvira langsung menelan ludah dengan kasar, suaminya itu memang tidak ada puasnya. Padahal lagi hamil juga, untung yang lemes dan ngidam bukan dirinya, melainkan sang suami. Jadi Elvira tidak masalah jika diajak tanding di ring tinju. Berapa ronde, ia oke. Karena merasa sangat fit dan tidak masalah dengan tubuhnya. Benar-benar kehamilan yang sangat menyenangkan, tanpa keluhan apapun.
***
Beberapa saat kemudian
Radika yang semula duduk santai dengan Elvira di sofa sambil nonton film dan makan pop corn, tiba-tiba pria itu berdiri. Ia bergegas ingin pergi setelah mendapat sebuah telpon.
"Mas!" panggil Elvira.
"Jean! Jangan pernah tinggalkan Elvira!" seru Radika.
Pria itu kemudian masuk ke dalam kamar, membuka kotak kecil di bawah ranjang. Sebuah kotak dengan kunci ganda. Setelah mengambil sesuatu, ia langsung menutup kotak itu lagi. Meletakkan benda itu pada tempatnya semula.
"Mas mau ke mana?" Elvira menyusul dan menghampiri suaminya itu. Ia menarik pakaian Radika yang tidak mau menjawab. Elvira merasa Radika menyimpan rahasia darinya.
"Jawab! Mas mau ke mana!"
Wanita itu mengoyang tubuh Radika, hingga sesuatu jatuh dari pakain pria berbadan tegap dan atletis itu.
GEDEBUK ...
Buru-buru Radika menunggut benda yang jatuh tersebut sebelum Elvira melihatnya. Namun, mata Elvira terlanjur melihat. Ia terhenyak, sangat kaget saat mengetahui apa yang suaminya bawa. Sebuah benda yang bisa membunuhh orang dengan satu kali bidikan tersebut.
"Tetap di sini!"
Elvira menggeleng.
"Ada urusan mendesak, kamu jangan ke mana-mana. Tetap di sini bersama Jean!" tukas Radika. Sepertinya ada kondisi genting yang belum bisa ia jelaskan pada istrinya itu.
"Tapi ...!"
"Turuti apa kata Mas!" Radika mencengkram kedua pundak Elvira.
Elvira langsung diam. Sementara itu, Radika lantas kembali bicara dengan Jendana, bodyguard baru sang istri.
"Jangan lupa tetap waspada, dan cepat keluarkan beauceron, bullmastiff, doberman dan rottweiller bila ada sesuatu yang terjadi," titah Radika.
"Baik, Tuan." Wajah Jean juga sama seriusnya.
Tap tap tap
Semua berjalan ke luar, mengantar Radika yang mau pergi dengan buru-buru tersebut. Saat Radika membuka pintu mobil, tiba-tiba Elvira nyelonong ikut masuk.
"Katakan dulu, Mas mau ke mana? Katakan! Kalau tidak ... aku akan ikut!" ancam Elvira. Tiba-tiba wanita itu masuk tanpa ijin dari Radika langsung saja duduk di samping suaminya.
"Nanti, nanti ... aku ceritakan. Masuklah! Jean! Antar Elvira masuk!" titah Radika pada Jendana.
"Jean! Berani menyentuhku! Kamu kupecat!" seru Elvira tidak main-main.
Radika lantas mengusap wajahnya dengan kasar.
"Astaga ... Masuklah! Ini sangat berbahaya. Jean, bawa Elvira masuk!"
Jean pun mendekat, tapi saat ia mau memegang lengan Elvira, ia malah ditepis dengan kuat.
"Aku bilang jangan sentuh aku, Jean!" teriak Elvira.
"Richard! Bawa dia masuk!" Radika mengerahkan penjaga yang lain untuk membawa Elvira masuk ke dalam mansion.
Bersambung
Kenapa sih pakai tembakkkk segala!!!!
Lapo to kok gowo bedhilll barang ...
Paling ponakane mapiaaaa Rusia. Hehheh
Sudah TAMAT, sangat recommend!!
Ada bawang, merica, cabai, dan jahe .... heheh
Kisah pria-pria menyimpang yang kembali tertarik pada wanita. Cekidot .. dijamin bisa ketawa dan bisa emosi bersamaan hehehe.
Judul "Suamiku Pria Tulen"