Suami Satu Malam

Suami Satu Malam
Pengantin Baru


Suami Satu Malam 84


Oleh Sept


Rate 18 +


EL Hotel


Rayyan sudah terlihat tampan, wangi, rapi dan klimis. Begitu juga dengan Jean. Wanita itu sudah mengenakan pakaian santai. Sweeter warna salem dengan leher tinggi dan celana jeans. Jeandana terlihat jauh lebih santai dari pada sebelumnya. Bahkan wajahnya yang selalu serius dan tegang, kini sedikit berbeda. Mungkin karena habis dapat infus dari terong kukus. Auranya jadi sedikit memancar.


[Aku kira dia hanya punya setelan pakaian kerja]


Rayyan melirik lewat ekor matanya. Pasca kejadian di kamar mandi tadi, mereka berdua malah terlihat canggung. Baik Jean maupun Rayyan kini sama-sama diam. Mungkin malu, atau apalah. Yang jelas mereka berdua sama-sama nampak kaku.


Sekarang mereka mau makan siang sekaligus sarapan. Terlena dengan permainan, keduanya sampai melewatkan jam makan.


"Kita makan di bawah saja, atau di kamar?"


Jean langsung menoleh, ia rasa lebih baik di luar. Lama-lama di kamar hanya membuatnya kelelahan.


"Di luar," jawab Jean datar.


"Bisa jalannya?"


Jean langsung melotot dan Rayyan spontan tersenyum. Tidak mau mendapat bogem dari sang istri, Rayyan langsung menelan lagi tawanya. Ia tidak mau mencari gara-gara, karena ia masih mau bermain-main dengan istri barunya itu.


Kalau sampai membuat Jean kesal, bisa-bisa ia akan disuruh pindah kamar. Jangan dong, baru juga menikmati Nirvana, Rayyan masih mau lagi.


***


D'EL Restaurant


"Mau makan apa?" tanya Rayyan yang sedari tadi memperhatikan Jean yang sedang membaca menu.


Mata Jean masih sibuk memindai semua menu yang terlihat nikmat di sana. Sepertinya ia bingung mau makan apa.


Sedangkan di dekat mereka, sudah berdiri waiters yang siap menulis pesanan keduanya.


"Saya mau Louisss XIII Pizzaaaa," kata Rayyan.



Rayyan tahu, menu andalan di hotel bintang lima milik kakaknya itu. Yaitu pizza istimewa, lain dari pada Pizza pada umumnya. Adonan Pizza harus disiapkan dalam kurun waktu 3 hari, dengan bahan garam merah muda Australia serta ditambahkan dengan tiga jenis sampanyee kaviar hitam, keju organik buffalo mozarella, lobster Norwegia dalam rendaman cognac, bug Cilento, plus udang Mediterranean. Benar-benar pizza yang aneh dan unique. Mahal, tapi katanya enak. Makanya Rayyan mau mencobanya.


"Saya juga mau Densuke black watermelon!" ucap Rayyan lagi. Jean hanya menatapnya aneh. Jeandana tahu, semangka itu hanya tumbuh di Hokkaido, Jepang.



[Dasar suami aneh! Aku rasa semangka lokal juga gak kalah manisnya!]


Jean mengerutu, kemudian membolak balik buku menu.


"Saya mau Faberge chocolate pudding," ganti Jean yang bicara.



"Baik, Nona!" jawab waiter sambil menulis menu keduanya.


Sekarang Rayyan yang mengerutkan dahi, mendengar pesanan sang istri. Mengapa istrinya pesan itu? Apa habis makan mereka mau anuu lagi? Secara, dalam kandungan bahan makanan yang di pesan Jean adalah wiskiiiii, jeruk, cokelat belgia dengan bumbu peach, kaviar, dan sampanyeee kaviar.


Memang sih, pasti sangat enak karena Rayyan juga pernah memesan pudding itu. Tampilan pun tak kalah mencengangkan dengan desain telur Fabergé cantik yang dilumuri coklat pahit dan daun emas. Benar-benar sebuah puding yang glamour, cocok dimakan untuk para sultan.


"Oh iya, saya juga mau Golden opulance Sundae," tambah Rayyan.



[Sudah besar, masih suka ice cream?]


Jean kembali mengamati sosok yang duduk di depannya. Kalau dilihat-lihat tampan juga sih. Tiba-tiba ia memejamkan matanya.


[Sadar, Jean! Sadarrr!]


Jean menggeleng pelan, sepertinya ia sudah terkontaminasi oleh virus mantan duda kesepian. Pasti gara-gara terong kukus, kini Jean sering tidak fokus.


***


Sambil menunggu, mereka mulai berbicara. Rayyan yang membuka obrolan terlebih dahulu.


"Habis pulang dari sini nanti, kamu ikut tinggal denganku!"


Jean menelan ludah. Ia mengangkat wajahnya dengan enggan.


"Di rumah mama?" tebak Jean.


Rayyan menggeleng, mana mungkin ia membawa Jean tinggal bersama mamanya. Hanya menganggu moments pengantin baru mereka.


Meski menikah tidak berdasar cinta, sebagai pria, apalagi sudah merasakan enaknya memaduu kasih bersama Jean, Rayyan pikir akan mencoba serius dengan hubungan mereka. Biar saja cinta datang karena terbiasa.


"Nggaklah, nanti aku suruh Kris. Cari rumah yang mana yang kamu mau. Biar nanti dia kirim gambarnya. Kalau kamu cocok, kita langsung deal."


Jean hanya bengong. Mungkin dia lupa, mantan duda itu juga kaya raya, sama seperti Radika. Hanya saja, Radika jauh lebih kaya lagi. Karena bisnisnya ada di mana-mana.


"Emm ... baiklah."


"Satu lagi!"


Jean kembali mendongak.


"Aku mau kamu re-sign. Bener-bener tidak terikat dengan apapun."


"Hah?" Jean sedikit kaget. Ia shock karena Rayyan sudah mulai dominant.


Jean sejak dulu dunianya hanya untuk kerja dan kerja. Ini baru menikah kok Rayyan mau atur-atur seenak udellnya.


"Kenapa? Kamu kebarat?"


"Yang benar saja, Ray! Ngapain aku di rumah saja 24 jam?" protes Jeandana.


"Nanti kamu akan repot! Aku pastikan kita akan memiliki banyak anak," jawab Rayyan penuh percaya diri.


Jean wajahnya langsung merah, tanpa melihat, tangannya langsung mengambil gelas. Jean menghabiskan dengan sekali tengak.


"Jadi jangan pertanyakan masalah pengaman lagi!"


Uhuk uhuk .... Jean langsung terbatuk-batuk.


[Asemmm kamu Ray!]


Bersambung.


*NB : Sumber gambar dari Mbah Googleee ya. Heheheh ....



Jangan lupa vote, like, Komen, hihihi ...


IG : Sept_September2020