Permaisuri Kaisar

Permaisuri Kaisar
Episode 95


Xiao Shi dan yang lainnya sudah sampai di dalam kamar Xiao Shi. Begitu Xiao Shi duduk, seorang pelayan berseru dari luar.


" Yang Mulia, tabib long ada disini"


" Biarkan dia masuk"


Long langsung memasuki ruangan dan menghadap Xiao Shi. " Ada apa yang mulia?"


Xiao Shi enggan untuk menjawab, dia lebih memilih terus menatap Fu Tong yang bersimpuh di lantai. Long mengikuti arah pandang Xiao Shi dan segera mendekati Fu tong.


" Apa yang terjadi pada Fu Tong?" Panik Long. Dia langsung memaksa Fu Tong agar badan nya tegap, dan langsung menotok beberapa bagian di tubuhnya.


" Yang Mulia, ini..." Ucapnya ketika menyadari sesuatu yang janggal dari Fu Tong berasal dari racun yang ia kenali.


" Dia mencoba menghianatiku" jawab Xiao Shi datar.


Long langsung menarik tangan nya dari tubuh Fu Tong. Bisa gawat juga hidupnya jika ia malah membantu penghianat.


" Lanjutkan saja pengobatannya" ucap Xiao Shi.


Tabib long mengangguk, dia kembali menotok beberapa bagian lagi di tubuh Fu Tong. Dan akhirnya semuanya telah kembali normal.


" Aliran sihir nya terhambat, jika saja aku tidak langsung mengembalikan nya maka kau tidak akan lagi bisa menggunakan sihirnya " jelas Long.


" Karna itu aku langsung memanggilmu tadi" ucap Xiao Shi sambil mendelik ke arah Long.


" Terimakasih Yang Mulia" Fu Tong kembali bersujud dan sepertinya tidak berniat untuk berdiri ataupun bangun, dia terus bersujud tanpa mengatakan satu patah kata pun.


" Pasti ada sesuatu bukan Permaisuri? Tidak biasanya kau membantu kembali seorang penghianat" tanya Long. Tapi pertanyaan Long ini mampu membuat hati Fu Tong semakin hancur. Penghianat. Ya, dirinya sudah di cap penghianat sekarang.


' Fu Tong berkhianat?' ucap seseorang. Sejak kedatangan Xiao Shi dan rombongannya, Zhao sudah berada disana dan menyaksikan semuanya.


Xiao Shi menghela nafasnya. " Fu Tong, bangunlah"


" Tidak Yang Mulia. Hamba bersalah, sudah seharusnya hamba tiada karna menghianati Yang Mulia"


" Jika kau tidak bangun. Aku akan memenggal kepalamu sekarang juga"


Tapi Fu Tong tidak bangun juga. Long akhirnya membantu Fu Tong berdiri dan memaksanya untuk tetap berdiri tegak. " Berdirilah, jangan menyia-nyiakan kesempatan" bisiknya.


Xiao Shi membuka cadarnya dan memberikannya kepada Yuan untuk disimpan. " Kau tidak sepenuhnya bersalah, Fu Tong. Niatmu adalah untuk memperingatinya agar tidak berani bermacam-macam denganku. Tapi disana kau terpancing oleh kekeras kepalaannya hingga kau hendak memberitahukan rencananya padanya. Memberi tahu rencanaku tanpa aku perintahkan termasuk penghianatan, tanda itu akan langsung mendeteksinya dan menyakitimu."


" Yang Mulia, maafkan hamba"


" Tidak apa-apa. Kau berhutang nyawa padanya jadi kau pasti melakukan itu. Tapi mulai sekarang kau tidak memiliki hutang apapun padanya, jadi jangan pernah melakukan apapun diluar perintahku "


" Baik, Yang Mulia. Terimakasih atas kesempatan yang telah anda berikan " Fu Tong hendak bersujud lagi tapi ucapan Xiao Shi menghentikannya.


" Jika kau bersujud lagi, aku benar benar akan memenggal kepalamu"


Seketika tubuhnya langsung tegap. Dan semua orang menertawakan nya, termasuk Yanran.


" Aku senang kau sudah bisa tertawa lagi, yanran "


" Yang Mulia " ucap Yanran tersipu.


" Fu Tong, apa kau benar-benar mencintai Yanran?" Tanya Xiao shi.


Fu Tong dan Yanran tersentak. Pembahasan apa ini? Kenapa sangat kacau sekali.


" Saya mencintainya, Yang Mulia " jawaban Fu Tong membuat semua orang menahan senyum. Termasuk Yanran, wajahnya sudah sangat merah sekali.


" Baiklah. Aku minta jaga Yanran dengan baik, dan ku rasa kau harus memakluminya jika dia sedikit sulit mengungkapkan perasaannya. Dia tidak mungkin tidak mencintaimu jika dia menangis seperti tadi" sindir Xiao Shi. Wajah yanran sekarang semakin merah, bahkan sudah sampai ke telinganya.


Tiba-tiba sebuah cahaya dari portal muncul, dan Feng Yue keluar dari sana. " Ada apa ini? Kenapa wajah si bodoh ini jadi semerah tomat?"


PLEEETAAAKKK!


Yuan menggetok kepalanya. " Kau, suasananya sedang serius. Jangan merusak suasana"


" Dasar penyihir cerewet" dumel Feng Yue.


Semua orang terkekeh melihat kelakukan keduanya. Mereka memang selalu bertengkar dimanapun mereka berada, dan hal itu sudah sangat biasa. " Oh dewa kenapa kau mengirimkanku para pelayan dengan gengsi yang sangat tinggi" adu Xiao Shi sambil melihat langit-langit kamarnya.


" Diamlah. Feng Yue, kau sudah mengantarkannya?"


" Sudah, Yang Mulia."


" Baguslah. Jadi, Fu Tong apa kau mengerti semua yang kukatakan tadi?"


" Tentu yang Mulia. Terimakasih atas kepercayaan anda, dan ..... restunya" ucap Fu Tong sedikit ragu dan malu-malu di akhir.


Xiao Shi menganggukkan kepalanya. Setelahnya dia melihat ke sekeliling kamarnya dan tersenyum.


" Yang Mulia, ada apa?" Tanya Yuan.


" Sepertinya kita kedatangan tamu"


" Tamu?" Beo semua orang serempak.


" Yang Mulia, apa kau akan terus bersembunyi disana?" Seru Xiao Shi. Semua orang kebingungan dan melihat sekeliling.


Tiba-tiba saja Zhao muncul di pinggir meja rias Xiao Shi. " Kau mengetahuinya?"


Semua orang berbalik dan menatap asal suara. " Yang Mulia!" Hormat mereka serempak.


Zhao akhirnya berjalan dan memilih duduk di samping Xiao Shi. Tak lama kemudian dia melirik ke arah Fu Tong. " Bukankah perintah terakhirku padamu untuk—"


" Yang Mulia, jangan dibahas lagi. Aku yakin kau tau dan mendengar semuanya, jadi jangan dibahas lagi. Dia orangku sekarang, kau tidak berhak mengatakan atau memberi perintah apapun padanya"


" Tapi, dalam perjanjian nya hanya pelayan yang kau bawa dari wang"


" Tapi dalam surat keputusan mu tertulis pelayan dan pengawal pribadiku"


Zhao diam tak berkutik. Itu memang benar, kenapa dia harus mencantumkan kata kata itu dulu? Ashh sial.


" Jadi yang mulia, ada apa anda datang kemari dan bersembunyi seperti tadi?"


" Ekhem, begini. Aku menerima laporan dari orangku—"


" Zi Hu?" Potong Xiao Shi.


" Kau sudah tau?" Tanya Zhao heran. Xiao Shi hanya mengangguk.


" Iya Zi Hu, jadi begini. Dia mengatakan bahwa dia melihat siluman yang sering berkeliaran di kediamanmu"


" Siluman?"


Tiba-tiba asap berwarna biru muncul. Asap itu menandakan kemunculan Zi Hu. " Salam Nyonya, saya adalah hewan kontrak tuan"


" Permaisuri, ini Zi Hu"


" Baiklah Zi hu, siluman apa yang kau lihat?"


" Nyonya, siluman itu sering menjelma menjadi seorang manusia. Tapi saya tidak mengerti kenapa pelayan anda tidak pernah ada tang menyadari itu, padahal bau siluman nya sangat menyengat" jelasnya.


" Zi Hu, seperti apa ciri-ciri nya?" Tanya Feng Yue.


" Dia memiliki rambut merah terang, terkadang ada tanda didahinya dan terkadang tidak. Tapi dari baunya, sepertinya itu siluman kelinci" jelas Zi Hu sambil mengingat-ingat ciri ciri yang ia lihat saat itu.


Semua orang tertawa mendengar penjelasannya. Termasuk Xiao Shi. Long bahkan sampai tertawa terbahak-bahak tanpa mempedulikan bahwa kaisar ada disana.


Tiba-tiba muncul seseorang dengan ciri-ciri yang sama. " Kau menyebutku siluman? Bahkan siluman kelinci?!"


|


|


|


|


|


bersambung.....