Permaisuri Kaisar

Permaisuri Kaisar
Episode 113


Teng She yang mencoba menerjang Menteri Yun dan selir Mao terhenti begitu saja, karna Zi Hu berdiri sambil merentangkan tangannya didepan kedua manusia itu.


" Zi Hu, kau membelanya?" tanya Teng She.


" Tidak" jawabnya.


" Lalu kenapa kau berdiri disana?"


" Walaupun bagian luar tubuhmu sudah pulih, tapi bagian dalamnya masih terluka, jangan menghabiskan tenagamu seperti ini " ucapnya.


" Hanya menyingkirkan kedua manusia tengik ini, aku tidak memerlukan tenaga sebanyak itu!"


" Hentikan Teng She " kali ini Xiao Shi yang berbicara.


" Kau! Apa kau juga membela mereka?"


" Tidak, apa yang dikatakan Zi Hu mengenai kondisimu sangat benar, kembalilah dan berisitirahat"


" Aku tidak peduli dengan sisa tenagaku, aku hanya ingin membunuh mereka!!!" ucap Teng She penuh emosi.


" Lalu, setelah membunuh mereka, kau juga akan mati. Kalau begitu maka usaha ku untukmu tadi sangat sia-sia "


Teng She akhirnya sedikit tersadar, sisa darah yg mulai mengering di sekitar mulut Xiao Shi.Telapak Tangan nya yang berdarah karna mengelupas, wajah pucat nya adalah usaha untuk membantunya tadi.


Sial, dia benar-benar harus mengikuti ucapan Xiao Shi sekarang.


" Baiklah, aku melepaskan mereka kali ini. Tapi tidak dengan nanti" dalam sekejap wujud naga itu langsung hilang dan sebuah cahaya memasuki tubuh Xiao Shi.


Zhao kembali mendekat ke arah Xiao Shi, " Teng She sudah kembali ke ruang dimensi. Kau juga harus kembali dan beristirahat "


" Yang mulia, menteri Yun mengatakan bahwa dia meminta bawahannya untuk menangkap Teng She bukan? bisakah kau membawa nya kesini?"


Zhao mengangguk dan meninta bantuan Kasim Han untuk memanggilkan orang yang di maksud. Walaupun Zhao tidak tau kenapa Xiao meminta hal ini, tapi dia harus menurutinya.


Seorang pria paruh baya berdiri tepat dihadapan Xiao Shi, Kasim Han membuatnya berlutut atas perintah kaisar. Wajah Xiao Shi benar-benar tak menunjukan ekspresi apapun.


" Feng Yue, kemari" ucapnya.


" Ada apa Yang Mulia?"


" Lihatlah dia bertemu dengan siapa, dan apa niatnya saat dia mendapatkan sabuk iblis itu"


Mengerti dengan perintah yang diberikan, Feng Yue langsung memegang puncak kepala pria itu dan membuka matanya ke atas agar semua orang dapat melihat kejadiannya juga.


Disana terlihat pria itu bertemu dengan seseorang yang memakai jubah hitam, wajahnya pun bahkan tidak terlihat, hanya bagian bibir yang terlihat.


Pria itu memberikan sebuah sabuk dan mengatakan bahwa sabuk itu sesuai permintaan nya.


" Kau yakin pria itu adalah siluman?" tanya pria paruh baya pada si jubah


pria berjubah itu hanya menganggukan kepalanya. Setelahnya pria berjubah itu pergi, dan tinggal si pria paruh baya. Disinilah ia mulai mengatakan niatnya pada sendiri, merasa disana tidak ada siapapun maka dengan leluasa dia mengatakannya.


" Jika seperti ini, maka aku yakin kaisar bodoh itu akan melepaskan si permaisuri buruk rupa. Pada akhirnya Tuan Yun akan menyarankan Selir Mao untuk mengisi kekosongan kursi permaisuri. Dan, FOYLAAA akhirnya kisah bahagia datang dan Tuan Yun pasti akan semakin mempercayaiku"


Feng Yue melepas tangannya dari kepala Pria itu, dengan gelagapan pria itu mencoba menjelaskan bahwa itu tidak seperti yang dilihat dan mengatakan Feng Yue memanipulasinya.


" KURANG AJAR, TIDAK TAHU DIRI! Kau bahkan mengatakan aku bodoh dan tidak sopan kepada istriku, sekarang kau malah tidak mengakuinya" Kesal Zhao.


" Jadi, kau ingin mengakuinya atau harus aku yang bertindak ?" kali ini Xiao Shi yang bertanya.


" Kalian! Kalian hanyalah pasangan yang bodoh, seorang wanita yang berkorban demi siluman, dan pria bodoh yang tidak menyentuh wanita manapun. Bagaimana bisa kau merasakan kenikmatan dunia saat kau sudah dikelilingi para wanita cantik tapi kau malah menolaknya. Haha, bodoh "


" LANCANG!!!!" Kasim Han membentaknya, dia ingin melanjutkan kata kata selanjutnya tapi Xiao Shi mengehentikan nya.


Zhao hendak bertindak, namun Xiao Shi menahannya. " Kau benar, memang lebih baik mati"


"XIAO SHI!!"


Bruukkkk!


Semua orang memang terkejut dengan apa yang dikatakan oleh nya, tapi mereka lebih terkejut lagi saat melihat kepala pria tadi sudah tidak berada di tempat yang seharusnya.


Para Selir, Ratu, dan dayang wanita yang ada berteriak histeris. Bagaimana tidak, kepala pria tadi tiba-tiba saja menggelinding dan tubuhnya yang tadi sedang berlutut kini sudah telentang dilantai.


Sedangkan para Raja, pangeran, dan juga para prajurit yang hadir melihatnya dengan tatapan tidak menyangka. prosesnya secepat itu, mereka bahkan tidak melihat saat Xiao mengambil pedang Feng Yue dan menebas kepala pria paruh baya itu. Tiba-tiba saja sebuah kepala menggelinding, bagaimana bisa secepat itu?


Xiao Shi masih memegang pedangnya dengan darah yang mengucur akibat dia memenggal pria itu, dan juga darah yang mengucur karna telapak tangan nya yg melepuh itu justru memegang pedang sehingga lukanya tertekan.


" Menyakiti, menyinggung, dan mengusik orang-orang ku. Maka hanya kematian yang akan didapat nya" ucap Xiao Shi, suaranya sangat dingin dan menusuk.


Xiao Shi memberi penghormatan dengan pedang yang masih berada ditangannya. " Maaf atas semua yang terjadi disini, perjamuan yang seharusnya indah kini menjadi menyeramkan. Aku berharap kita bisa mengadakan perjamuan nya lagi di lain hari. Semoga perjalanan pulang kalian baik-baik saja, dan tidak ada kendala"


Xiao Shi lalu memberikan pedangnya kembali pada Feng Yue, " Pedangmu kurang tajam" ucapnya sambil berjalan pergi meninggalkan perjamuan.


Feng Yue dan Zhao hanya melongo melihatnya. Zhao tidak percaya dengan yang terjadi barusan, bagaimana pergerakannya tidak terdeteksi dan tiba-tiba dia sudah memenggal seseorang. Sedangkan Feng Yue melongo hanya karna pedangnya dibilang kurang tajam yang jelas jelas pedang ini digunakan oleh Xiao Shi untuk memenggal seseorang tadi, bukankah jika tidak tajam maka kepala pria tadi tidak akan menggelinding?


Karena keadaan sudah seperti ini akhirnya perjamuan diselesaikan begitu saja, Zhao meminta maaf atas kejadian yang terjadi. Lalu Zhao mengantarkan para raja dan selir nya untuk kepulangan mereka.


Terjadi suasana yang canggung saat mereka semua berpamitan. Zhao yang merasa tidak enak karna perjamuannya menjadi sangat kacau, sedangkan para Raja yang menjadi salah tingkah dan takut untuk berkata atau melakukan sesuatu karena perkataan Xiao Shi tadi.


Akhirnya, kekaisaran terasa sangat sepi setelah semuanya pergi meninggalkan istana.


" Bukankah kalian cocok" ucap ibu suri secara tiba-tiba.


Zhao menoleh, " Maksud ibu?"


" Kau dan permaisuri, kalian sama-sama kuat. Ini membuat semua orang akan berpikir sebelum melakukan kesalahan"


" Ibu, tidak marah?"


" Marah? Karna apa?"


" Xiao Shi memengg—"


" Tidak, justru aku bangga. Jika bisa, dulu ibu juga ingin melakukan hal itu. hahaha. "


" haha" Zao ikut tersenyum kikuk.


" Istrimu melakukan hal yang tepat, pria itu sudah keterlaluan. Hah, sudahlah. saatnya istirahat, kau pergilah temui istrimu, bukankah dia terluka parah tadi? sampaikan ciumanku padanya dan katakan bahwa aku bangga memiliki menantu sepertinya "


" Baik, ibu"


|


|


|


|


|


bersambung.....