
" Kau menyebutku siluman? Bahkan siluman kelinci?!"
" KAUUU!" Zi Hu langsung menunjuk Teng She.
" Tuan! Dialah siluman itu!"
Tawa semua orang semakin kencang dibuatnya. Zhao yang tadinya hendak menindak siluman itu dikala muncul sekarang justru ia sendiri merasa kebingungan. Kenapa orang-orang disekitarnya malah tertawa.
" Jika ini siluman yang kau maksud, kau tidak perlu khawatir Zi Hu" jelas Xiao Shi.
" Kenapa?" Tanya Zhao.
" Dia hewan kontrak ku Yang Mulia, Teng She"
Zhao dan Zi hu langsung tertohok. Permaisuri memiliki hewan kontrak seekor kelinci?
" Maafkan aku nyonya, tapi apakah tidak ada hewan kontrak lain selain kelinci bau ini? Sihir anda sangat hebat bagaimana bisa anda memiliki hewan kontrak yang jelek seperti ini " cibir Zi Hu sambil melirik ke arah Teng She.
" KAU!! PHOENIX SIALAN! KAU—"
Xiao Shi merapatkan bibir teng she dengan sihirnya. " Berhenti mengejeknya Zi Hu, jangan membuatnya marah atau dia akan menyemburmu dengan apinya yang sangat lucu"
Semua orang kembali tertawa mendengar ejekan Xiao Shi pada Teng She. Bagaimana tidak? Walaupun sebagai naga legendaris Teng She belum bisa menyemburkan api dengan jumlah besar dan banyak. Dia hanya akan menyemburkan api yang kecil dan terlihat sangat lucu bagi Xiao Shi.
Tubuh saja besar, tapi apimu seperti api anak naga. Ejekan Xiao Shi yang sering diberikan pada Teng She. Hal itu selalu berhasil membuat Teng She menyemburkan api sedikit lebih besar karna marah bercampur dengan malu.
Disaat semua ora tertawa, Zhao hanya bisa mengernyitkan dahinya. " Permaisuri, ada yang kau sembunyikan? Kenapa seekor kelinci akan menyemburkan api"
" Hahahaha tidak Yang Mulia. Teng she bukanlah kelinci. Dia naga legendaris"
" APAAA?!" lengkingan Zi Hu membuat semua orang menutup telinganya.
" Maaf" cicitnya.
" Tapi, bukankah mereka sudah punah? Bagaimana bisa?" Tanya zhao.
Akhirnya Xiao Shi menceritakan semuanya pada Zhao. Bagaimana mereka bertemu dan kenapa. Tapi Xiao Shi tidak menceritakan mengenai pedang moksha.
Sekarang Teng She berdiri dengan melipat kedua tangannya di dada. Menyombongkan pada Zi Hu bahwa dia jauh lebih hebat dari sekedar burung Phoenix dengan api biru itu.
" Aku harap Yang Mulia bisa menyimpan rahasia ini" pinta Xiao Shi memohon.
" Kenapa? Bukankah seharusnya kau bangga?"
" Mengingat bagaimana keluarga teng she yang lainnya diburu dan dibunuh, aku merasa belum tepat untuk menunjukan pada dunia mengenainya."
" Jadi, karna itu dia menyamarkan diri dengan energi dari siluman kelinci?"
" Benar"
" Baiklah, aku akan menjaga rahasia ini juga. Zi Hu, meminta maaflah pada Teng She "
" Tidak akan!" Lalu Zi Hu menghilang begitu saja.
"Sepertinya akan ada kisah baru disini" Long menyikut lengan Teng She, menggodanya.
" Siapa? Aku? Jangan asal bicara" lalu Teng She juga menghilang begitu saja.
Semua orang tertawa ketika kedua siluman itu sama sama menghilang dengan emosi. Tiba-tiba Xiao Shi memegang kepalanya.
" Permaisuri, ada apa?" Tanya Zhao khawatir.
" Apakah itu terasa lagi Yang Mulia?" Tanya Yuan. Dan Xiao Shi mengangguk.
" Apa maksudmu lagi?" Zhao menatap Yuan dengan sangat serius. Jika Yuan berkata 'lagi' itu artinya sebelumnya Xiao Shi pernah merasakan ini, dan dia tidak tahu?
" Yang Mulia, sejak hari penyatuan itu Permaisuri sering merasakan pusing. Kita tidak mengerti kenapa tapi energi anda dan energi Permaisuri masih belum sepenuhnya bersatu dan sering bertabrakan. Itu sering membuat Permaisuri pusing akhir-akhir ini " penjelasan Yuan ini menimbulkan keheranan pada Zhao dan Long.
" Tapi Yuan, bukankah seharusnya sudah bersatu?"
" Kau benar Long, mendengar cerita mu dan arahan dari tetua seharusnya sudah. Tapi sepertinya ada yang belum tuntas"
Tiba-tiba teng she muncul lagi diantara mereka semua. " Benda pusaka "
" Masing-masing kalian memiliki benda berkekuatan besar dalam diri kalian, dan kalian tidak menyatukan itu. Jadi tentu saja energi kalian akan bertabrakan " jelas Fu Tong sambil menggigiti kuku kuku nya dengan gigi.
Zhao mengangguk. Dia merentangkan sebelah tangan nya dan memejamkan mata. Tiba-tiba sebuah pedang besar dan sangat indah muncul ditangannya.
" Pedang Amuur" semua orang terkejut ketika pedang itu keluar, bahkan Xiao Shi. Bagaimana bisa Zhao memilikinya? Kebetulan apa lagi ini?
Sesuatu dalam diri Xiao Shi bergejolak, dia tau apa alasannya, tapi Xiao Shi akan menahannya sebentar lagi.
" Ya, ini pedang Amuur."
" Yang Mulia, darimana anda mendapatkan itu?" Tanya Feng Yue.
" Aku sudah lama mendapatkan nya ketika masih berlatih dengan guruku dulu"
" Tapi, kudengar pedang itu sulit dikendalikan "
" Ya, itu benar. Pedang ini hanya bisa dikendalikan jika sudah bersatu dengan pasangannya."
" Pedang moksha " beo Yuan.
" Benar, pedang moksha. Aku sudah lama mencarinya namun tidak kunjung bertemu. Karna itu aku jarang menggunakan Amuur, menurut guruku pedang moksha dijaga dan disembunyikan oleh seseorang yang sangat kuat. Juga, aku tidak bisa mengambil pedang moksha begitu saja jika menemukan nya. hanya sang pemilik yang bisa mengambilnya, sama hal nya dengan pedang Amuur ini"
" Ku dengar, pernah ada pedang yang menikah " ucap Yanran.
" itu benar, tapi itu hanya istilah. kedua pedang itu berpasangan, saat pedang itu menyatu kita menyebutnya dengan sebuah pernikahan pedang" jelas Zhao.
" Tapi anda sudah menikahi pedang itu sendiri, Yang Mulia" ucap Feng Yue.
Zhao hanya mengernyit tidak mengerti. " apa maksudmu?"
Xiao Shi sudah tidak bisa menahan gejolaknya lagi, dia merentangkan sebelah tangannya dan melakukan hal seperti Zhao tadi. Lalu muncul sebuah pedang.
" Apa ini yang kau maksud, Yang Mulia?" Tanya Xiao Shi sambil memperlihatkan pedangnya pada Zhao.
" Permaisuri, kau.....bagaimana bisa?"
Lalu tiba-tiba terjadi getaran hebat pada kedua pedang itu, Zhao dan Xiao Shi sama sama menahan pedangnya, bahkan yuan, yanran, Fu Tong, Feng Yue dan juga long saling membantu menahan pedangnya agar tidak lepas kendali. Tapi semua usaha mereka gagal.
Kedua pedang itu berhasil terlepas dari pemilik nya. Lalu keduanya saling berhadapan dan saling menghunus satu sama lain tanpa bisa dihentikan.
" TIDAAAAAAAAKKKKKK!"
DUAARRRRRRR!
Sebuah cahaya putih menyilaukan meledak diantara mereka semua ketika kedua pedang itu saling menghunus tadi.
Semua orang didalam kamar Xiao Shi menghilang begitu saja. Tak ada jejak yang tersisa, mereka semua menghilang.
Bahkan Teng She sekalipun ikut menghilang.
"Tu— kemana semua orang?" Gumam Zi Hu ketika dia memasuki kamar Xiao Shi. Tadinya dia berniat akan meminta maaf pada tuan dan Nyonya nya, tapi begitu sampai disini semua orang menghilang.
Zi Hu mencoba melacak energi tuan nya, tapi aneh, dia tidak menemukan apapun. Tidak ada keberadaan tuan nya dimanapun, bagaimana bisaa?
" Sepertinya mereka dalam bahaya!"
Zi Hu hendak pergi dan memberi tahu Kasim Han juga Huang Li tapi belum sempat dia pergi seseorang sudah memukul kepala belakang nya dan membuatnya pingsan.
|
|
|
|
|
bersambung.....