
Xiao shi hendak menghampiri ayah dan ibunya diujung sana, namun langkahnya terhenti karna ada beberaja raja muda menghampirinya, melihat itu sang ayah mengangguk membiarkan putrinya mengobrol terlebih dahulu dengan para raja itu.
" Selamat malam permaisuri"
" Malam, bagaimana, apakah kalian menikmati pestanya?"
Mereka mengobrol dan membicarakan banyak sekali hal, terutama dalam bidang perpolitikan kerajaan. Para raja muda itu menyombongkan bahwa mereka adalah raja muda yang cerdas dan sangat pandai dalam mengatur kerajaan, namun sayang menyombongkan diri di depan xiao shi adalah kesalahan yang besar. Begitu mereka berpendapat dan menyombongkan diri terkait strategi politik mereka, xiao shi langsung memberitahu mereka kekurangan yang akan berakibat fatal dari srategi nya, seketika mereka kalah telak. Berniat mencari perhatian sang permaisuri namun nyatanya mereka malah menjatuhkan harga diri mereka sendiri.
Xiao shi juga memberi beberapa saran untuk kerajaan mereka, yang tentu saja disetujui oleh mereka. Semakin mereka mengobrol semakin banyak raja yang ikut bergabung dan mendengarkan percakapan, dan tentu saja xiao shi semakin banyak dikelilingi oleh pria.
Zhao yang sedari tadi menahan dirinya dan hanya menatap xiao shi dari kejauhan kini mulai terlihat geram. Dia meneguk botol anggurnya dalam satu tegukan. Raja dan ratu wang yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya.
" Sepertinya kaisar sedang cemburu" bisik ratu wang pada suaminya.
" Tentu saja, putri kita sangat menarik perhatian semua orang. Walaupun banyak rumor mengenai wajahnya namun tetap saja sepertinya rumor itu bukanlah apa-apa"
Zhao mencoba menenangkan dirinya, menarik nafas berkali-kali lalu membuangnya perlahan. Huang li dan kasim han yang berada disampingnya hanya saling bertukar pandang satu sama lain, mereka enggan berkata apapun, takut menyinggung kaisarnya.
Zhao memutuskan untuk mengahmapiri mereka. Kesabaran nya sudah tidak bisa ia tahan saat ada raja muda yang mengatakan hal gila pada permaisurinya.
" Menurut yang saya dengar, ternyata umur kita sama yang mulia permaisuri, sedangkan umur anda dan kaisar terpaut cukup jauh. Maaf jika saya lancang, tapi bukankah kita lebih cocok jika dilihat dari segi umur? Jika saja saat itu—"
Raja itu tidak melanjutkan ucapan nya begitu melihat zhao mendekat, dia langsung membungkuk hormat bersama raja-raja yang lainnya.
" Sepertinya disini seru sekali, apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya zhao sambil melingkarkan tangan nya pada pinggangg xiao shi, menunjukan bahwa gadis ini adalah miliknya.
Xiao shi yang mendapat perlakuan seperti itu tentu saja hanya diam tak berkutik, jantungnya berdebar sangat kencang, jika tidak memakai cadar sudah dapat dipastikan pipi dan wajahnya berwarna merah sekarang.
" Tidak kami sangka ternyata permaisuri hebat dan cerdas dalam ilmu politik, sekarang kami mengerti kenapa anda memilih nya dibandingkan wanita-wanita yang lainnya" ucap salah seorang raja.
" Tentu saja, aku tahu pilihanku tidak akan merugikan pihak manapun" ucap zhao bangga sambil melihat ke arah xiao shi.
" Apakah percakapan kalian sudah selesai? Ada yang ingin aku bicarakan dengan permaisuri, ku harap kalian tidak keberatan" lanjutnya.
" Tentu saja tidak, yang mulia. Permaisuri adalah milik anda"
" Terimakasih" zhao langsung menarik xiao shi keluar dari kerumunan para raja itu, dia membawanya keluar. Saat feng yue, kasim han, dan huang li hendak mengikutinya zao menghentikannya.
" Aku ada urusan dengan permaisuri, tidak memakan waktu lama, kalian tidak perlu mengikutiku" titahnya. Feng yue pun menatap xiao shi seolah bertanya apa yang harus dia lakukan, dan xiao shi hanya menganggukan kepalanya memberi tanda bahwa dia juga harus mengikuti perintah kaisar.
Zhao melanjutkan langkahnya sambil tetap menarik xiao shi dalam genggaman nya, dia menariknya kearah lorong dan meminta para penjaga disana untuk pergi meninggalkan mereka.
Kini hanya tinggal xiao shi dan zhao, juga cahaya rembulan. Zhao berdiri memunggungi xiao shi dan tidak mengatakan satu katapun, begitu juga xiao shi yang dilanda kebingungan, kenapa kaisar membawanya kemari?
" Apa kau senang?" tanya zhao, nada bicara yang sangat dingin, sinis, dan tidak seperti biasanya.
" Maaf, yang mulia. Tapi hamba tidak mengerti maksud anda"
" Apa kau senang dikelilingi para raja muda seperti tadi? Berkumpul dan bercengkrama dengan mereka"
" Kami hanya mengobrolkan mengenai kendala yang terjadi pada kerajaan, yang mulia"
" Kendala?" zhao berbalik dan menatap xiao shi tajam.
" Kendala katamu? Kau bahkan sempat tertawa bersama mereka, apa kau tidak malu? Kau seorang permaisuri, ranah mu seharusnya bersama dengan para ratu-ratu lainnya, wanita dengan wanita. Dan kau malah melakukan sesuatu seperti tidak memiliki moral"
DUAARRRR!!!
Hatinya sakit, zhao mengatai dirinya tidak bermoral hanya karna berbicara dengan para raja? Itupun untuk membantu kondisi kerajaan nya?
" Anda sepertinya mabuk, yang mulia. Hamba akan memanggilkan kasim han dan huang li" ujar xiao shi dengan ekspresi yang tak kalah dingin nya dengan zhao. Hatinya sakit, dia tak menyangka zhao akan mengatakan hal itu hanya karna hal spele yang jelas-jelas diketahuinya.
Xiao shi meminta dayang yang lewat untuk segera memanggilkan kasim han dan huang li kemari untuk membantu kaisar. Begitu dayang itu pergi, xiao shi juga hendak pergi, namun zhao mencekal tangan nya dan menariknya.
" Aku belum selesai bicara, permaisuri. Apa ini sikapmu ketika suamimu sedang berbicara?" mereka saling bertatapan satu sama lain, tapi ini bukan tatapan cinta, tatapan ini seperti musuh yang sedang berhadapan.
" Anda mabuk yang mulia"
" Kenapa? Kau lebih menyukai para raja itu daripada mengobrol denganku? Hahahaha,,, ya,ya umurnya sama denganmu, sedangkan kita? Kita terpaut umur yang cukup jauh sehingga aku tidak menarik dimatamu. Bukan begitu?"
" Hentikan ini yang mulia. Apa yang terjadi padamu? Kau mengatakan aku tidak bermoral, sekarang ucapanmu mengatakan seolah-olah aku sedang berselingkuh. Apa aku serendah itu dimatamu yang mulia? Apa kau berpikir aku tidak memiliki harga diri? Apa ini pikiranmu yang sebenarnya terhadapku? Aku tidak percaya ini yang mulia. Anda sungguh menyakiti hati saya" xiao shi menghempas tangan nya dari cekalan zhao dan pergi.
Namun gagal lagi. Zhao tidak membiarkan nya pergi, dia malah menariknya dan menyudutkan xiao shi kearah tembok.
" Yang mulia apa yang kau—mmpphhh" bibirnya bungkam seketika saat zhao menempelkan bibirnya.
Tidak, zhao tidak menciumnya. Aksinya terhalang oleh cadar yang dikenakan oleh xiao shi, namun kini bibirnya mulai terasa menempel karna cadarnya sudah basah oleh bibir keduanya.
Xiao shi hendak memberontak namun zhao langsung menghimpitnya lagi dan menahan kedua tangan xiao shi oleh satu tangan, zhao juga mengunci pergerakan xiao shi.
Zhao menarik bibirnya untuk menghirup nafas sedikit, kening mereka menyatu, zhao menatap mata xiao shi dalam, sedangkan xiao shi mentapnya dengan sangat tajam.
" Lepaskan aku, Yang Mulia"
Bukannya melepaskan, zhao justru memasukan lengannya kebalik cadar xiao shi dan meraba bibirnya dengan sangat sensual. Jantung keduanya berpacu sangat cepat, terutama xiao shi, dia merasa seperti mengenali sentuhan tangan itu.
Dalam sekejap zhao menyingkap sedikit cadar xiao shi agar bisa menempelkan bibirnya tanpa terhalang apapun. Lembut, dan kenyal. Itu adalah sensasi pertama yang dirasakan oleh zhao.
Berbeda dengan zhao, xiao shi justru melotot karna terkejut tiba-tiba benda asing menempel pada bibirnya. Zhao mengecup bibirnya berkali kali, menghisap bibir atas dan bawahnya bergantian, namun xiao shi tidak membalas apapun.
'ini.....'
'ini terasa seperti mimpi tadi pagi, bibir ini, cara yang sama juga dilakukan oleh pria dalam mimpi tadi pagi' batin xiao shi.
Dan lagi anehnya, semakin zhao memainkan lidah nya semakin xiao shi juga terlena didalamnya. Dia merasa seperti dia menantikan zhao selama ini, hatinya terasa seperti merindukan zhao, persetan dengan harga dirinya dan perkataan bahwa dia tidak menyukai zhao, tapi hatinya saat ini tidak bisa dibohongi, dia benar-benar seperti merindukan zhao. Terbuai oleh permainan zhao, xiao shi kini justru menutup matanya dan ikut bermain mengiringi zhao.
Tangan yang tadi ditahan dan dicekal oleh zhao kini sudah terlepas dan melingkar bebas pada leher zhao.
Zhao yang menyadari bahwa permaisurinya mulai terbuai kini tersenyum, dan semakin memperdalam ciuman mereka.
Disisi lain, huang li, kasim han, dan feng yue sudah menerima kabar dari dayang yang diutus oleh xiao shi. mereka langsung menuju tempat yang diberitahukan, takut-takut terjadi sesuatu pada tuannya.
Namun begitu mendekati lorong, ketiganya berhenti sejenak.
" tunggu. sepertinya ada yang aneh" huang li mengintrupsi.
" ada apa?" tanya feng yue dan kasim han.
" dayang itu mengatakan bahwa kaisar dan permaisuri sedang mengobrol, tapi kenapa tidak terdengar suara apapun" jawabnya.
" Apa kita salah tempat?" tanya feng yue.
" Tidak mungkin, ini tempat yang diarahkan dayang tadi" kasim han mencoba meyakinkan.
" Apa mungkin...."
Feng yue dan huang li mengeluarkan pedang mereka dari sarung secara perlahan agar tidak menimbulkan suara, mereka mulai melangkah perlahan-lahan dan siap untuk menyerang. Namun saat mereka hendak memasuki lorong mereka dikejutkan dengan pemandangan yang membuat mereka menjatuhkan rahangnya.
Didepan sana, kaisar dan permaisuri sedang berciuman. Mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang menyalurkan cintanya. Tangan zhao yang berada pada pinggang dan tengkuk xiao shi, begitu juga tangan xiao shi yang melingkar erat pada leher zhao membuat posisi keduannay terlihat sangat intim.
Tersadar denga apa yang dilihatnya, mereka bertiga langsung membalikkan badan nya dan memundurkan langkah agar tidak terlihat oleh sepasang kekasih itu.
" Apa itu tadi benar-benar yang mulia?" beo huang li.
Mereka saling menatap satu sama lain, seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Apakah benar itu kaisarnya? Dia mencium seorang wanita?
Kasim han yang tersadar lebih dulu langsung teringat sesuatu dan menjentikkan jarinya tepat didepan wajah huang li dan feng yue.
" daripada kalian melamun, lebih baik jaga sekitar dan jangan sampai ada yang melihat kaisar dan permaisuri. Jika dilihat oleh umum, itu adalah perbuatan yang tidak baik"
Apa yang dikatakan kasim han benar, lalu mereka bertiga berpencar untuk menjaga dan menghalangi jalan yang akan melewati lorong dimana kaisar dan permaisurinya berada.
Sedangkan, zhao dan xiao shi masih tetap dalam kegiatan nya. mereka semakin terbuai satu sama lain, mereka saling menyesap, *******, dan memainkan lidahnya denga lihai. Zhao semakin menekan tengkuk xiao shi dan memperdalam ciuman mereka.
Beberapa saat berlalu, zhao melepskan tautan bibir keduanya karna pasokan oksigen yang sama-sama mulai menipis.
Xiao shi menghirup udara denga sangat rakus, berbekal ilmu drakor yang sering dia lihat didunia sebelumnya juga mempinya semalam, membuatnya tidak terlalu bodoh dalam berciuman. Namun tetap saja, dia susah untuk mengimbangi kelihaian zhao.
Zhao masih tetap memegang tengkuk dan pinggang xiao shi, dia juga masih menyatukan keningnya.
" Maafkan aku, aku tidak suka melihatmu dekat dengan pria lain, hatiku rasanya panas dan sakit. Apalagi setelah mendengar ucapan raja muda itu" ucap zhao dengan nafas yang berat.
Setelah dirasa cukup dalam menghirup oksigen, xiao shi mulai memberanikan diri membuka matanya dan menatap mata zhao.
" Kau bisa mengatakannya langsung, yang mulia. Aku milikmu, kau tidak perlu sungkan mengatakan apapun. Tapi, perkataanmu yang tadi menyakiti hati dan perasaanku, aku kecewa" ucapnya lembut.
" hmmm, aku mengerti. Maafkan aku"
Xiao shi hanya membalasnya dengan anggukan.
" Bolehkah aku mengatakan sesuatu?" tanya zhao.
Lagi kagi xiao shi hanya menganggukan kepalanya.
Zhao menarik nafasnya dalam-dalam. Mencoba mengumpulkan keberanian untuk mengatakan sesuatu yang ada dalam pikirannya saat ini.
" Aku mencintaimu, permaisuri" ucapnya zhao tulus, namun pasrah. Dia tidak berharap xiao shi akan membalasnya sekarang, dia hanya ingin mengatakan apa yang belakangan ini menghantui pikirannya.
Mendengar pernyataan cinta zhao membuat hati xiao shi menghangat. Dia tersenyum dibalik cadarnya. " Aku juga mencintaimu, yang mulia"
Zhao terkejut, namun juga senang. Senyumnya merekah sekarang, dia tersenyum sangat lebar.
" Terimakasih, terimaksih permaisuri"
Dan dalam hitungan detik zhao sudah menyambar bibir lembut xiao shi yang sepertinya akan membuatnya candu beberapa hari kedepan.
|
|
|
|
|
bersambung.....