
Zhao sedang diruang bacanya saat ini, membaca laporan yang diberikan Kasim Han kepadanya. Terlihat sangat serius tapi ya, itu bukanlah apa yang sebenarnya terjadi. Satu lembar laporan tak henti-hentinya ia baca daritadi. Bukan karna permasalahan dikertas itu sangat rumit. Tapi karna dia tidak benar-benar membacanya. Pikiran nya melayang ke saat-saat dimana dirinya berbicara dengan Xiao Shi saat itu.
'menikahimu adalah keputusan terbaik yang ku ambil selama ini. Membuatmu menjadi Permaisuri yang akan selalu mendampingiku'
Lagi dan lagi perkataan itu terngiang ditelinganya. Kenapa? Kenapa dia bisa mengatakan itu. Mulut sialan. Akan ditaruh dimana wajahnya sekarang? Gelar kaisar tak tersentuh seakan langsung sirna jika berhadapan dengan Xiao Shi. Apa kata orang nanti? Dirinya terlihat sangat gatal jika dengan Xiao Shi.
Oh dewa! Apa yang terjadi pada dirinya? Mengapa jika menghadapi gadis itu tubuhnya selalu kehilangan kendali. Tersenyum. Berbicara hal bodoh. Bahkan jika berpapasan dengan gadis itu hatinya selalu ingin berbicara dan menyapanya. Mengapa? Dia tidak pernah merasakan hal ini jika dengan gadis lain. Termasuk dengan Yun Mao.
" Ashhhhhhhh!!!" Zhao menyandarkan tubuhnya pada kursi, pasrah dengan hal bodoh yang terjadi padanya. Tiba-tiba dia teringat sesuatu.
" Kasim Han! Panggilkan Fu Tong kemari!" titahnya.
Tak lama setelah itu, seseorang memasuki ruangan nya.
" Salam Yang Mulia, ada apa anda memanggil hamba" ucap Fu Tong.
" Apa ada sesuatu yang terjadi pada Permaisuri?" jujur saja dirinya penasaran dengan reaksi wanita itu, apakah sama seperti dirinya yang tidak karuan atau biasa saja.
" Pe, per, pepepe" ucap Fu Tong terbata-bata. Dia tidak tahu harus melaporkan apa, masalahnya adalah dia tertidur tadi, bagaimana dia melaporkan ini pada Kaisar.
" Bicara yang benar, sejak kapan kau gagap"
" Ampun Yang Mulia, tapi Permaisuri hanya diam dikamar nya dan jarang sekali untuk keluar"
'ku harap Yang Mulia tidak mencurigainya' batin Fu Tong.
" Dikamarnya seharian?"
" Benar Yang Mulia"
" Apakah menurutmu dia tidak bahagia? Apakah menurutmu dia sengaja mengurung dirinya? Apakah bersama denganku adalah kutukan untuknya?" cecarnya.
Fu Tong yang mendengar itu langsung bersimpuh, " Tidak Yang Mulia, tentu saja tidak, bersama dengan anda adalah sebuah anugrah dari langit, tidak mungkin Permaisuri berpikir bahwa itu adalah kutukan"
" Lalu apa yang membuatnya mengurung diri seharian disana?"
" Hal itu mungkin karna Permaisuri memang orang yang tertutup, atau bisa saja dia hanya sedang berusaha untuk mengamati sekitarnya terlebih dahulu sebelum bergaul. Maafkan hamba Yang Mulia, tapi jika dilihat-lihat sepertinya Permaisuri adalah orang yang sangat berhati-hati ketika berada dilingkungan baru, walaupun kemampuan nya tidak besar, tapi sikap hati-hati sangat diperlukan"
Zhao mengangguk-nganggukan kepalanya mendengar penjelasan anak buahnya itu, dia benar, apa yang dikatakan Fu Tong benar, dirinya berpikir terlalu jauh.
" Baiklah, kau boleh pergi. Lanjutkan tugasmu"
" Terimakasih Yang Mulia" Fu Tong pun memberi hormat dan mengundurkan dirinya.
Setelah kepergian Fu Tong, Zhao hanya diam saja, terpaku pada sebuah lukisan yang berada di mejanya. Itu adalah lukisan Xiao Shi.
" Kenapa kau sangat misterius Permaisuri" gumamnya.
~^~
Di sisi lain, Xiao Shi sedang mengadakan pertemuan dengan tuan Hao. Dia memberitahu apa yang direncanakan oleh keluarga Yun.
" Lalu, apa yang akan anda lakukan Yang Mulia?"
" Aku berniat untuk memberikan dekrit itu pada mereka"
" Apaaa??!! Jika anda memberikan nya, mereka bisa saja menjebak anda Yang Mulia. Jangan gegabah"
" Aku mengerti hal itu, tentu saja aku tidak akan memberikan nya dengan mudah. Aku akan membuatnya tidak bergerak terlebih dahulu"
" Maafkan aku Yang Mulia, tapi kurasa itu mustahil, membuat Mentri Yun diam adalah hal yang mustahil. Bahkan Kaisar pun memerlukan beberapa percobaan untuk membuatnya benar-benar diam"
" Kau meremehkanku tuan"
" Hamba tidak berani Yang Mulia"
" Jika kau lupa, ku rasa dicambuknya Mentri Yun dengan 100 cambukan adalah hal yang pertama kali dalam sejarah hidupnya bukan? Dan seharusnya kau tau, siapa alasan yang membuatnya dicambuk? "
Tuan Hao terlihat berpikir, lalu terkejut seolah dia teringat sesuatu.
" Maafkan hamba Yang Mulia, hamba terlalu meremehkan anda."
" Tidak apa-apa, dia sering dianggap tidak terkalahkan, tentu saja wajar jika kau beranggapan seperti itu"
Tuan Hao mengangguk-anggukan kepalanya. " Kapan rencanamu akan dimulai Yang Mulia? Dan apa yang bisa hamba bantu?"
" Untuk rencanaku itu biar aku yang mengaturnya, kau hanya cukup mengikuti permainan nya saja."
" Baik Yang Mulia"
" Mungkin sekarang kau bisa membantuku dalam satu hal"
" Berhenti memanggil dirimu hamba, kau bisa mengucapkan hal lain nya, asalkan jangan itu. Kau bukan budak, dan aku tidak suka itu"
" t-tapi Yang Mulia, tidak mungkin ----"
" Lakukan Tuan Hao, ini adalah perintah dariku. Apa kau berusaha untuk tidak mematuhi perintahku?"
" Tidak berani Yang Mulia. Maafkan hamb—maafkan saya "
" Bagus, kau bisa kembali. Dan jangan sampai orang lain curiga"
Tuan Hao keluar dari ruangan Xiao Shi dengan perasaan bingung, hari ini dia tidak melihat putrinya berada dengan dayang-dayang lain nya. Menurut informasi yang dia ketahui, putrinya sedang diliburkan oleh Permaisuri. Entah apa maksudnya, apakah putrinya dipecat atau bahkan diberhentikan dari tugasnya? Dia harus menanyakan nya pada putrinya, mungkin dia ada dirumah.
Tuan Hao pun bergegas kerumah nya untuk melihat apakah putrinya ada disana atau tidak.
" Ayah"
" Yanran, disini kau rupanya"
Ayah dan anak itu saling berpelukan untuk melepas rindu.
" Ayah, kau tau aku—"
" Kenapa kau pulang? Apakah Yang Mulia memberhentikanmu? Apakah kau membuat kesalahan?"
" Tidak ayah, kenapa kau bertanya seperti itu?"
" Tidak apa-apa. Hanya saja aku merasa ada yang aneh."
" Aku juga merasa seperti itu ayah, tapi Yang Mulia mengatakan bahwa dia hanya ingin memberikan aku istirahat atas kerja kerasku"
" Tidak putriku, aku yakin ada hal lain. Yang mulia memiliki rencana, dia ingin aku mengikuti rencananya, tapi dia memulangkanmu kerumah."
Kini, Yanran juga ikut berpikir, apa yang dikatakan ayahnya memang benar, ini aneh.
" apakah ayah berpikir bahwa Yang Mulia memiliki rencana jahat?"
" Tidak. Aku yakin tidak seperti itu."
" lalu apa?"
" kau adalah dayang pribadi Yang Mulia, sama hal nya dengan Yuan bukan?"
" benar ayah"
" aku mengerti sekarang"
" ada apa ayah?"
" Yang Mulia belum terlalu mempercayaimu putriku, hari ini dia memanggilku untuk memberitahu bahwa dia memiliki sebuah rencana, tapi dia tidak memberitahuku akan seperti apa rencananya. Lalu dia juga menyurhmu pulang, itu artinya mereka sudah mulai menjalankan rencananya tanpa ada yang mengetahuinya, bahkan aku dan kau sekalipun."
" Jadi ayah, kepulanganku bukan hadiah dari permaisuri?"
" Sepertinya memang bukan, tapi kau tidak perlu bersedih putriku, masih banyak waktu yang bisa kau lakukan untuk mendapatkan kepercayaan nya. Buktikan dengan baik dan jangan menyerah"
" hmm, baiklah ayah, aku tidak akan menyerah, akan ku buktikan bahwa aku juga pantas menerima kepercayaan permaisuri" ucap Yanran dengan penuh semangat.
Hal ini juga tidak luput dari pantauan seseorang, tentu saja orang-orang yg ditugaskan oleh Xiao Shi. dia langsung melaporkan kejadian ini pada junjungan nya.
" Benar dugaanku, Tuan Hao adalah orang yang cermat dan cerdik. Ku rasa aku tidak salah memilih mereka"
" Kau benar Permaisuri"
" kembalilah, dan tetap laporkan padaku apa yang terjadi pada mereka. Juga utamakan keselamatan mereka"
" Baik"
Ku rasa, permainan yang kubuat ini tidak akan terlalu berat. Tapi aku yakin ini adalah pemicu untuk hal-hal yang terjadi kedepan nya. –Xiao Shi
|
|
|
|
bersambung....