Permaisuri Kaisar

Permaisuri Kaisar
Episode 93


Hari ini adalah jadwal pertemuan Zhao dengan para menteri. Seperti biasa para menteri akan selalu memberikan protes nya terhadap sesuatu yang spele dan mereka selalu kompak. Sulit bagi Zhao untuk menolaknya. Bagaimanapun, dia tidak memiliki alasan untuk menolaknya saat ini.


" Yang mulia, anda harus mempertimbangkan nya lagi. Bagaimana bisa kita bersekutu dengan sebuah kerajaan kecil" ucap salah seorang menteri.


" Jangan lupa, menteri. Kita juga berawal dari kerajaan kecil, jangan meremehkan mereka karna ukuran dan kekuatannya. Semua bisa berubah begitu saja " balas Zhao. Semua menteri langsung terdiam begitu saja.


" Ada yang ingin aku katakan pada kalian semua" lanjutnya.


Zhao langsung menatao menteri Yun, dan yang ditatap seolah mengerti dengan kode yang diberikan pun hanya diam dan mengangguk.


" Ada apa Yang Mulia?"


" Melihat banyak sekali hal yang dilakukan oleh Permaisuri untuk kekaisaran, tidakkah kalian setuju bahwa Permaisuri sudah banyak membantu dalam bidang politik?"


Suasana langsung riuh, para menteri dan yang lainnya langsung saling berbisik satu sama lain. " Itu benar yang Mulia. Permaisuri sangat membantu kekaisaran"


Zhao tersenyum, " maka dari itu, aku akan membuat keputusan agar Permaisuri bisa selalu mengikuti pertemuan yang terjadi di kekaisaran. Dan dia akan duduk disampingku sebagai pemutus keputusan kedepannya"


Suasana semakin riuh. Semua orang mengatakan ketidak setujuan nya. " Yang Mulia! Bagaimana bisa seorang wanita jadi penentu keputusan. Anda adalah yang tertinggi, ini tidak bisa diterima. Mohon pertimbangkan kembali keputusan anda!" Ucap salah seorang menteri memprovokasi.


" Yang Mulia, Permaisuri mungkin membantu kita tapi bukan berarti dia akan mengerti seluruh politik kerajaan. wanita tidak pernah di didik untuk itu" seru menteri lainnya.


" Yang Mulia, Permaisuri tidak memiliki tingkatan sihir apapun, bukankah sebagai seorang pemimpin ini adalah satu satu ketentuan nya? mohon untuk dipertimbangkan kembali Yang Mulia"


" Yang Mulia, Permaisuri bukanlah orang yang tepat untuk memasuki dunia politik. ranahnya hanya berada diantara politik di istana dalam, bukan untuk politik kerajaan. Mohon pertimbangkan kembali keputusan anda"


" YANG MULIA MOHON PERTIMBANGKAN KEMBALI KEPUTUSAN ANDA!" Ucap para menteri serentak.


" Jika Permaisuri ternyata sangat mampu dan mumpuni untuk bergabung dalam politik kerajaan, bagaimana? apa kalian akan tetap menolak?" tanya Zhao.


" Yang Mulia, tempat Permaisuri bukanlah disini. Jika Permaisuri disini, siapa yang akan mengurus istana dalam"


" aku sudah mengatakan ini dengan Permaisuri menteri, dia siap untuk mengurus keduanya. lalu apa lagi sekarang?" tantang zhao.


" Yang Mulia! ini bukanlah sebuah lelucon. bagaimana bisa kami dipimpin oleh seorang wanita?"


" Memang kenapa jika wanita yang memimpin?"


" Yang Mulia!"


" Yang Mulia, hamba setuju dengan itu" suara ini sangat menarik perhatian. Semua menteri langsung menengok kearahnya.


" Kenapa kau setuju Tuan Hao?" Tanya Zhao.


" Yang Mulia, walaupun Permaisuri seorang perempuan hamba sudah merasakan sendiri keadilan dan kebijaksanaan nya. Selama ini hamba selalu meminta saran nya atas apa yang terjadi di pengadilan, dan bukankah semua orang memuji hamba karna itu? Tapi pada kenyataannya yang mulia, semua keputusan yang hamba berikan berdasarkan hasil musyawarah hamba dengan Permaisuri"


" Maka dari itu bukankah jelas? Ini keputusanku dan tidak bisa diganggu gugat" ucap Zhao.


" Yang Mulia tapiβ€”"


" Hamba juga setuju, Yang Mulia" Mentri Yun memotong ucapan menteri sebelumnya yang hendak memprotes. Tapi justru keputusan menteri Yun semakin membuat mereka terkejut.


Para menteri berada dibawah kungkungan Mentri Yun, jika Mentri yun sendiri setuju bukankah seharusnya mereka juga setuju?


" Menteri Yun, kau menyetujui nya?"


" Ya, Yang Mulia. Seperti yang dikatakan kepala pengadilan, Hao. Permaisuri sangatlah bijaksana dan itu akan semakin menguntungkan bagi kerajaan jika Permaisuri diikut sertakan dalam setiap pertemuan" jelasnya dan Zhao menganggukkan kepalanya.


" Jadi, ada sanggahan lagi?" Semua menteri terdiam. Ini membuat Zhao senang, rencananya memggunakan menteri Yun ternyata benar-benar berhasil.


" Sepertinya semua setuju. Baiklah, aku tidak ingin mendengar protes apapun lagi nantinya"


" Baik, Yang Mulia" ucap mereka semua serempak.


" Pertemuan kita sudahi sampai disini, Permaisuri akan resmi mengikuti pertemuan di pertemuan selanjutnya"


Lalu semua orang membubarkan diri setelah Zhao pergi meninggalkan ruangan pertemuan.


Semua menteri yang berpengaruh dan bersekutu dengan Yun langsung menghampirinya dan menanyakan keputusannya.


" Bagaimana bisa kau menyetujuinya menteri?"


" Ku pikir kau benar benar menjadi boneka kaisar sekarang"


" Tentu saja tidak, tenang saja. Aku sudah membuat rencananya, kali ini pasti akan berhasil. "


...🧊 🧊 🧊...


Disisi lain, para selir juga sudah mendengar keputusan ini. Mereka langsung berkumpul dan bergosip tentang hal ini.


" Apa kau sudah mendengarnya?"


" Iya. Bagaimana bisa yang mulia memutuskan hal seperti itu"


" Dia terlihat seperti wanita bodoh. Tidak mungkin dia mengerti mengenai politik"


" Kau benar, bukankah dia juga seperti orang bodoh"


" aku setuju, terlebih dia juga tidak memiliki sihir apapun bukan?"


Dan masih banyak lagi yang digosipkan oleh para selir. Lalu untyk selir agung sekarang? Dimana dia?


Ketika mendengar kabar ini dia langsung menghampiri kediaman Permaisuri dan membicarakan ini dengan nya.


" Yang Mulia, anda harus berhati-hati. Aku takut ini adalah cara untuk menjebak anda" ucap selir agung.


" Jadi maksudmu, kaisar sengaja melakukannya?"


" Tidak Yang Mulia, bukan kaisar. Maksud ku persetujuan para menteri. Aku takut ada sesuatu di balik persetujuan mereka"


" Kau berkaca dari pengalaman mu bukan?"


" Benar, permaisuri. Dulu beberapa orang mendukungku, tapi ternyata mereka hanya menjadikanku kambing hitam untuk rencana mereka"


" Aku tau. Aku akan berhati-hati. Terimakasih atas perhatian mu"


Mereka berdua mengobrol bersama setelah membahas itu, lalu selir agung memilih untuk pergi meninggalkan kediaman permaisuri.


Yuan dan yang lainnya memilih untuk masuk dan menanyakan rasa penasaran nya. " Apakah dia menyembunyikan hal buruk?" Tanya Yanran.


" Tidak" jawab Xiao Shi.


" Lalu, apa niatnya? Sepertinya dia menyembunyikan sesuatu " Feng Yue menebak-nebak.


" Dari yang ku kenal, selir Yi bukan orang yang seperti itu " timpal Fu tong.


"Selir agung, Fu, selir agung" koreksi yanra.


" Ah iya selir agung yi"


" Tapi, apa yang dikatakan Feng Yue memang benar" ucap Xiao Shi.


" Dia melakukan ini agar bisa menukar nya dengan satu permintaan suatu saat nanti " lanjutnya.


"Permaisuri.... apa maksudnya " Fu tong sedikit tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Xiao Shi.


" Aku yakin kau tau apa yang kumaksud" Xiao Shi tersenyum penuh arti menatap Fu Tong. Sedangkan semua orang merasa kebingungan, mereka melihat Xiao shi dan Fu tong bergantian.


Sebenarnya rahasia apa yang mereka simpan?


|


|


|


|


|


bersambung.....