
Sama halnya seperti Fu Tong, Feng Yue juga kini berdiri di hadapan cermin yang menampilkan kehidupan masa lalunya.
Dari awal dirinya sudah sadar bahwa itu adalah tampilan masa lalunya, dia pernah mendengar kisah mengenai cermin didepannya. Yang mana dari ciri-ciri yang pernah didengarnya itu sama persis dengan yang ada didepannya.
" Feng Yue, terimakasih telah membantu ku menjaga adikku"
" Itu sudah tugasku panglima"
" Jujur saja, aku khawatir bagaimana masa depan adikku nanti. Siapa pria yang menginginkan gadis nakal seperti itu" panglima wu menunjuk ke arah adik kecil nya yang berlari karna dikejar oleh para iblis kecil karna telah menjahili mereka. Feng Yue menahan tawanya karna tidak ingin bertindak tidak sopan pada adik junjungannya itu.
Sejak Yi Hua lahir, Feng Yue yang sudah lama menjadi tangan kanan panglima Wu selalu ditugaskan untuk menjaga adik kecilnya saat panglima Wu memiliki tugas dari sang Raja.
Sebetulnya raja sendiri sudah mengingatkan dan meyakinkan putra sulungnya bahwa adiknya akan baik-baik saja. Tapi panglima Wu merasa tidak tenang jika Yi Hua tidak ada dalam jangkauannya. Adik kecilnya itu terlalu liar dan nakal.
" Kakaaaaaakkkkkkkkkk!" Yi Hua kecil menghampiri dan meloncat langsung ketubuh panglima Wu.
" Hei, pelan pelan" panglima Wu terhuyung ke belakang karna Yi Hua yang meloncat secara tiba-tiba.
" Usir para iblis kecil itu, mereka terus mengikuti ku. " Keluhnya.
" Bukankah kau yang mengganggunya? Kau seharusnya bisa bertanggung jawab "
" Kakak! Kau bukannya membela ku!" Yi Hua merajuk. Dia menyilangkan tangan nya didada dan memalingkan wajahnya dari panglima Wu.
Feng Yue menggelengkan kepalanya. Adik dan kaka sama saja pikirnya. Feng Yue berlutut mencoba mensejajarkan tubuhnya dengan para iblis kecil yang mulai mendekat.
" Hei, pergilah. Putri sudah lelah bermain, kslian bisa bermain lagi dengan nya nanti" ucap Feng Yue sambil mengelus salah satu kepala dari iblis kecil didepannya.
Mereka semua saling melihat satu sama lain lalu mengangguk dan berlari pergi. Yi Hua yang melihat itu sangat senang dan langsung saja mengecup pipi Feng Yue saat dia sudah kembali berdiri.
CUP!
Feng Yue terkejut, dan wajahnya bahkan langsung memerah. Sedangkan panglima Wu melotot tidak percaya.
" Terimakasih kakak Feng, kau terbaik" Yi Hua mengacungkan kedua jempolnya pada Feng Yue.
Panglima Wu langsung menyentil jidat Yi Hua yang masih berada dalam gendongannya. " Kau sangat nakal"
" Awww. Kakak!"
" Jadi kau sekarang beralih mencium Kaka Feng mu dibandingkan kakamu sendiri?"
" Untuk apa mencium kakakku sendiri yang tidak ingin membantu adiknya"
Keduanya terus saja beradu argument, seperti tidak ada habis-habisnya pembahasan antara mereka. Mereka bahkan mengungkit masalah masalah sebelumnya. dan Feng Yue hanya diam menjadi saksi antara perdebatan itu.
Waktu berjalan cukup lama, walaupun Yi Hua memiliki Fu Tong tapi Feng Yue tetap ditugaskan untuk menjaganya. Bagaimanapun panglima wu takut Fu Tong memiliki niat ataupun rencana jahat lainnya.
Tak terasa hingga akhirnya Yi Hua kecil kini sudah besar. Dia sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, bahkan para iblis pun banyak yang menginginkan nya. Tak sedikit dari mereka yang mencari muka melalui panglima Wu maupun Raja Yi. Tapi keduanya tak ada yang menggubris pria-pria itu sama sekali. Mereka tidak ingin memaksakan pilihan Yi Hua.
Yi Hua sedang berjalan-jalan bersama Fu Tong dan Feng Yue saat ini. Mereka memang sering melakukannya saat sore.
Yi Hua melempar makanan ikan kedalam kolam sepanjang ia berjalan melewatinya.
" Sepertinya ikan ini lebih menarik minatmu daripada para pria itu" goda Feng Yue.
" Kau benar, kak"
" Kenapa seperti itu, putri?" Tanya Fu Tong.
" Entahlah. Aku merasa aku tidak bisa merasakan apapun terhadap semua pria. Ayah dan kaka bilang jika aku menyukai dan jatuh cinta pada seorang pria hati dan tubuhku akan merasakan nya. Tapi dengan pria itu, hanya satu yang aku rasakan"
" Apa?" Tanya Fu Tong dan Feng Yue kompak.
" Muak"
"Pfffttttttttttt"
Fu Tong dan Feng Yue tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan itu. Ini hal aneh yang mereka ketahui. Walaupun iblis, tapi tampang mereka tampan dan tidak jelek sama sekali. Tapi kenapa sang putri malah muak.
" Lalu, bagaimana menurut ratu?" Tanya Feng Yue
" Ibu mengatakan hal yang sama. Saat ibu bertemu ayah dia juga merasakan sesuatu yang berbeda seperti saat bertemu pria lainnya. Hahhhhh entahlah aku tidak mengerti"
" Kau akan menemukannya nanti"
" Lalu, bagaimana denganmu kak? Kenapa kau belum menikah? Apakah selama ratusan tahun kau hidup kau tidak menemukan satupun wanita yang cocok untukmu?"
Feng Yue menggaruk kepalanya yang tak gatal. Ini adalah hal yang tidak bisa ia katakan, ia bahkan tidak pernah mengatakannya pada panglima Wu sekalipun.
Yi Hua mengernyit, " kenapa?"
" Mari buat perjanjian "
" Apa itu?"
" Saat kau mendapatkan pria yang membuat mu jatuh cinta dan bersama dengannya, maka aku juga akan mengatakannya nanti"
" Hmmmm menarik. Kalau begitu kita ajak Fu Tong juga"
" Apa? Kenapa aku putri?" Herannya.
" Tidak boleh ada rahasia diantara kita jadi kau juga harus melakukannya " paksa Yi Hua.
" Baiklah, putri"
Lalu mereka melanjutkan perjalanan mereka berkeliling ditaman sambil bercengkrama. Sampai mereka berhenti karna sesuatu terjadi pada Yi Hua.
" Ada apa? Kenapa kau berhenti?"
Yi Hua memilih untuk bersimpuh ditanah daripada menjawab pertanyaan dari Feng Yue. Dadanya saat ini terasa sangat sakit. Sesuatu seperti menusuk nya dari depan secara paksa.
Yi Hua meremas dadanya dengan kuat, dia bahkan sampai meneteskan air mata. Rasa sakit nya terasa sangat hebat. Bahkan seluruh tubuhnya bergetar menahan kesakitan nya.
" Apa yang terjadi? Adik Yi?!" Feng Yue tentu saja panik melihat gadis didepannya yang tiba-tiba terjatuh. Sebelumnya tidak terjadi apa apa dan nampak baik-baik saja.
" Hal ini sudah terjadi beberapa hari belakangan, tapi ku rasa kali ini berbeda. Tubuhnya tidak pernah bergetar seperti ini" jelas Fu Tong.
" Apa? Lalu kenapa kau tidak melaporkannya?"
" Aku sudah, aku melaporkan nya pada Raja dan dia memerintahkan ku untuk terus memantau putri"
" Maksudku kenapa tidak melaporkannya pada panglima?"
" Karna raja melarangnya Feng Yue!"
Mereka terus berdebat sampai sampai hampir melupakan Yi Hua.
" Putri!!" Teriak seseorang dari kejauhan.
Seseorang yang berteriak tadi langsung menghampiri ketiga orang yang berkumpul disana. Fu Tong dan Feng Yue baru menyadari bahwa mereka terlalu fokus berdebat sampai lupa pada Yi Hua.
Kini, Yi Hua sudah tak sadarkan diri. Dia tergeletak begitu saja ditanah.
" Apa yang kalian berdua lakukan? Apa kalian akan terus berdebat dan mengabaikan tuan putri? Bodoh! Jika saja raja dan panglima tau kalian pasti habis olehnya" ucap orang itu sambil mencoba memeriksa keadaan Yi Hua.
" Yuan, jangan laporkan ini pada Raja ataupun panglima. Ya? Aku memang lalai tapi—"
" Jika kalian tidak ingin dilaporkan maka ayo angkat tuan putri dan bawa ke kamarnya! Kita harus segera memeriksanya. Aku tidak bisa merasakan apapun pada tubuhnya"
Akhirnya Feng Yue menggendong Yi Hua dan membawanya ke kamar. Yuan juga segera memanggil tabib, sedangkan Fu Tong langsung menginformasikan keadaan Yi Hua pada raja dan panglima wu.
Sesaat kemudian semua orang sudah berada dikamar Yi Hua, dan tabib juga langsung memeriksakan keadaan nya.
" Bagaimana keadaan putriku?" Tanya Raja Yi.
Tabib langsung menghampiri raja dan membungkukan badannya. " Maafkan hamba rajaku, tapi hamba tidak bisa merasakan apapun pada tuan putri"
" Apa maksudmu?!!" Panik panglima Wu.
" Seperti ini panglima, tidak ada sesuatu yang salah pada tuan putri, semua organ dan anggota tubuhnya normal. Akan tetapi hamba tidak tau apa yang menyebabkan tuan putri pingsan.bahkan tanda tanda kelelahan pun tidak ada"
" Tidak mungkin" semua orang yakin pasti ada sesuatu yang menyebabkan Yi Hua tiba-tiba seperti ini. Dia bukan lah orang lemah yang gampang tumbang ataupun sakit. Dia sangat kuat sejak bayi, tapi kenapa semua nya tiba-tiba seperti ini.
Apa jangan-jangan.......?
|
|
|
|
|
bersambung.....