Permaisuri Kaisar

Permaisuri Kaisar
Episode 62


Dapur kediaman Xiao Shi kini sudah berada pada tangan Xiao Shi. Dengan susah payah dirinya membujuk para dayang agar membiarkannya memasak sendiri. Terpaksa Xiao Shi melakukan sedikit ancaman, yaitu jika mereka tidak membiarkan dirinya memasak maka dia akan memasukan tangannya sendiri kedalam minyak panas dan memberi tahu ibu suri dan kaisar bahwa para dayang nya yang melakukannya secara sengaja karna rasa tidak suka nya pada Permaisuri.


Mendengar itu sontak saja semuanya diam tak berkutik. Masalahnya Xiao Shi bukanlah orang yang dengan mudah bisa diremehkan, sekali dirinya mengatakan A, maka itulah yang akan terjadi.


Semuanya langsung menyingkir tanpa mengatakan apapun. Kini Xiao Shi sedang melihat-lihat bahan yang ada didapur, kira kira apa yang akan dia sajikan? Dia tidak tahu bagaimana masakan pada era ini, masakan yang dia tahu hanya masakan dikehidupan sebelumnya.


Setelah melihat beberapa bahan dan bumbu yang ada, akhirnya Xiao Shi tau dia akan memasak apa.


Xiao Shi mulai menyingkap kedua lengan bajunya sampai siku, lalu dia mengambil pisau dengan ukuran terbesar disana yang membuat para dayang histeris.


" Yang Mulia permaisuri hentikanlah, kami yang akan memasaknya"


" Yang Mulia, dirimu bisa terluka karna itu"


" Yang Mulia berhentilah kami mohon, jika kaisar mengetahui nya maka--"


DDDUUKKKK!


Pisau besar itu terlempar dan menancap di papan dekat dengan leher sang dayang. Dayang itu meneguk ludahnya susah payah, lehernya hampir saja putus.


" Bicaralah lagi, maka selanjutnya leher kalian yang akan menjadi sasaranku" ancamnya.


Feng Yue, Yuan, Yanran, Fu Tong, dan Teng She bahkan ikut meneguk ludah mereka. Tadi itu hampir saja, sedikit lagi maka sudah dapat dipastikan kepala dayang itu akan menggelinding.


Feng Yue memberikan isyarat dengan menempelkan telunjuknya pada bibir agar para dayang diam dan tidak melakukan apapun.


Kini suasana hening, hanya terdengar suara pisau yang sedang memotong. Xiao Shi begitu serius melakukan kegiatannya, dia memasak satu jenis makanan dengan jumlah yang cukup banyak.


Para dayang bahkan keheranan, kenapa Permaisuri memasak dengan jumlah banyak? Itu seperti memasak untuk sebuah festival kecil.


Xiao Shi menyiapkan, memotong, dan memberikan bumbunya. Sedangkan para dayang hanya membantu mengupas, mengocek dikuali, dan membawakan beberapa kebutuhan nya.


Ini benar-benar seperti akan mengadakan festival.


Siang sudah berganti sore, makanan pun sudah siap. Semuanya ada 5 jenis makanan saja, karna jika menambah lagi maka waktunya tidak akan cukup.


Xiao Shi puas dengan kinerja nya kali ini, dia mengusap keringat dikening dengan lengannya. Tidak buruk juga skill memasaknya walaupun sudah lama tidak digunakan.


Dia bahkan sudah melakukan plating untuk makanan yang akan disajikan. Dia membuat 3 mangkuk terpisah untuk masing-masing jenis makanan. 2 lain nya dia hias secantik mungkin, namun yang satu tidak sempat dia hias sempurna, krna bahan untuk hiasannya kurang dan mangkuk itu lebih besar ukurannya dari pada dua mangkuk lainnya.


" Baiklah, sudah selesai" ucap Xiao Shi bangga sambil berkacak pinggang.


Semua dayang sebenarnya tidak menyangka Permaisuri mereka bisa melakukan ini, memasak dan menghias makanan sendiri. Bahkan sejak tadi, aroma masakan nya menguar dalam hidung mereka, membuat mereka ingin sekali merasakan nya.


" Lihatkan? Aku tidak terluka sama sekali"


" Anda benar permaisuri, terimakasih karna sudah tidak terluka" ucap kepala dapur.


Xiao Shi menganggukan kepalanya.


" Tolong antarkan 1 mangkuk dengan hiasan sempurna untuk makan malam Ibu Suri, dan satu lagi akan aku antarkan sendiri pada kaisar nanti" ucapnya.


" Baik, permaisuri. Lalu bagaimana dengan mangkuk yang besar?" tanya Feng Yue.


" Mangkuk itu? Berikan pada tuan Hao."


Yanran yang sedang mengipasi wajahnya dengan tangan nya sontak terkejut, tuan hao? Apakah dia tidak salah dengar?


" Yang Mulia..."


" Itu benar Yanran, berikan pada ayahmu. Katakan maafku karna tidak menghiasnya dengan sempurna. Dan kau bisa memakan nya bersama ayahmu disana, aku membuat nya dengan porsi yang agak banyak agar kalian bisa memakannya bersama "


Air mata sudah memenuhi pelupuk mata Yanran, dia sungguh tidak menyangka seorang permaisuri akan melakukan hal seperti ini pada ayahnya. Permaisuri itu adalah tuan nya, bagaimana bisa dia melakukan itu pada ayah dari pelayan nya sendiri.


Tak bisa membendung air mata dan rasa harunya, Yanran langsung bersujud dan mengucapkan terimakasih.


" Terimakasih atas kemurahan anda permaisuri, semoga dewa selalu memberkahi anda. Semoga dewa selalu memberkahi anda"


" Bangunlah Yanran, tuan hao sudah ku anggap seperti ayahku sendiri. Jangan sungkan, bangunlah"


Namun Yanran enggan untuk bangun, dia bahkan tetap menangis dalam sujudnya. Dia benar-benar terharu sekarang.


" Dan makanan sisanya, sengaja aku membuat lebih agar kalian bisa memakannya juga. Makanlah secara adil dan rata, aku sudah mengukur takarannya agar cukup untuk kalian semua"


Sontak saja semuanya terkejut.


" Yang Mulia, apa maksud anda?" Tanya kepala dapur.


" Itu benar, aku membuatnya agar kalian bisa memakannya juga"


Kepala dapur itu tidak bisa berdiri secara tegak lagi. Dia terhuyung kebelakang, apakah dia tidak salah dengar ? Seorang permaisuri memasak untuk dayang rendahan seperti mereka?


Kini, semua dayang bersujud serentak.


" Seribu berkah untuk seribu pemerintahan, semoga dewa selalu memberkahi permaisuri" teriak kepala dapur yang diikuti oleh seluruh dayang istana permaisuri, termasuk Feng Yue, Yuan dan Yanran. Mereka bersujud dan berterimakasih atas kemurahan yang diberikan oleh Xiao Shi.


" Bangunlah kumohon, aku bukan dewi yang harus diperlakukan seperti ini. Bangunlah"


Tetap tidak ada yang bergerak.


" Baiklah, jika kalian tidak bangun sekarang jangan salahkan aku jika kalian tidak akan pernah bangun lagi!"


Sontak semua langsung bangun dan berdiri tegak, termasuk Yanran. Ingusnya bahkan tidak sempat dia lap.


Xiao Shi menyodorkan sapu tangan nya pada Yanran. "pakailah, wajahmu berantakan sekali"


" Terimakasih permaisuri" ucap Yanran sembari mengambil sapu tangannya.


" Aku akan membersihkan diriku sekarang, kalian bisa istirahat dan memakan makanannya"


" Mari Yang Mulia" ucap Yuan.


" Tidak, Yuan. Aku akan membersihkan badanku sendiri"


" Tapi permaisuri..—"


" Kau antarkan makanannya pada Ibu Suri, dan Feng Yue katakan pada Kasim Han untuk menyiapkan taman belakang kerajaan seperti sebelumnya, tidak perlu dekorasi apapun, siapkan sederhana saja. Dan Yanran, antarkan makanan nya pada ayahmu. Setelah itu kalian bisa istirahat dan memakan makanannya, aku akan memanggil kalian setelahnya " titah Xiao Shi lalu pergi meninggalkan dapur dan membersihkan dirinya.


Para dayang segera mengambil mangkuk mereka masing-masing dan mengantri untuk mencicipi masakan buatan Permaisuri. Sedangkan Yuan mengambil makanan dan mulai menuju ke kediaman ibu Suri. Begitu juga dengan Feng Yue dan Yanran yang langsung pergi dengan tugasnya masing-masing.


Para pelayan yang sudah mendapatkan makanan nya mulai mencicipi masakannya satu persatu.


" Ini, makanan terenak yang pernah aku makan!!" Seru salah seorang pengawal. Setelahnya dia langsung memakan makanannya dengan lahap.


" Kau benar, Permaisuri benar-benar pandai memasak" seru pengawal lainnya.


Semua itu disetujui oleh yang lainnya, makanan yang mereka makan saat ini memang sangatlah lezat. Entah anugrah apa yang di berikan oleh dewa sehingga mereka bisa menjadi pelayan permaisuri.


Dibalik kegirangan para dayang dan pengawal lainnya, kepala dapur justru sibuk menghitung jarinya sendiri.


" Empat,,lima,,, ashhh ada berapa bumbu yang dimasukan oleh permaisuri tadi? Dan berapa takaran perbandingan nya? Bagaimana bisa aku tidak memperhatikannya "


" Sudahlah, berhenti mencatat nya. Nikmati saja makanan nya, kau tidak akan pernah bisa menandingi permaisuri " seru dayang lain.


" Ashh bukan itu maksudku, ah sudahlah kalian tidak akan mengerti "


Sebenarnya dia tidak ingin menandingi permaisuri, tapi dia merasa tidak percaya diri. Permaisuri bisa memasak se lezat ini sedangkan setiap harinya dia harus memakan masakan yang jauh dari kata lezat. Sebagai kepala dapur permaisuri, bukankah seharusnya dia lebih hebat?


Ini sungguh beban yang sangat berat untuk nya.


|


|


|


|


|


bersambung.....