
Fu Tong tiba-tiba berada dalam sebuah ruangan, namun anehnya jika disebut ruangan itu bukan ruangan. Disekelilingnya dipenuhi oleh awan, bahkan dia sendiri berdiri tepat diatas awan tersebut.
" Dimana aku?" Ucap Fu Tong sambil menepuk-nepuk bajunya.
Tiba-tiba sebuah cermin seukuran dirinya muncul begitu saja, bahkan cermin itu tak menyentuh awan awan seperti dirinya, cermin itu mengambang.
Fu Tong mengerutkan keningnya ketika ia melihat bahwa cermin itu mulai menampakkan sesuatu.
Seorang anak kecil dengan gaun merah mudanya berlari kesana dan kesini sambil memegang sebuah tangkai dari bunga yang dipetiknya.
" Ayah, ibu, lihat aku dapat apa" anak kecil itu menyodorkan bunga indah ditangan nya pada kedua orangtuanya.
" Yi Hua, apa yang kau lakukan?" Sang ibu mengelus lembut surai gadis kecilnya.
Yi Hua kecil mengernyit, dia bahkan memiringkan kepalanya dengan tatapan yang tidak mengerti.
Ayahnya mencoba mensejajarkan tubuhnya dengan putrinya, dan memegang kedua bahu putrinya. " Bukankah ayah sudah bilang, kau harus lebih berhati-hati ketika bertemu sesuatu. Semua yang ada didunia ini adalah makhluk hidup"
" Ya, ayah. Aku tahu, lalu dimana salahku?"
" Sayang...." Kini sang ibu juga ikut mensejajarkan diri nya dengan si kecil.
" Yang kau petik adalah iblis bunga" lanjutnya.
Yi Hua kecil melihat bunganya dengan teliti, keningnya bahkan sampai berkerut. " Ayah, ibu, aku selalu bertanya sebelum memetik apapun. Tapi bunga ini tidak merespon, jadi ku pikir dia bunga biasa"
" Sini, biar ayah lihat"
Yi Hua memberikan bunganya pada ayah nya. Dan ayahnya membaca beberapa mantra sambil menggerakkan tangannya di atas bunga itu.
" Dia sedang bermeditasi saat kau bertanya, jadi dia tidak menjawab" jelas ayahnya.
" Benarkah? Oh dewa malangnya ia. Maafkan aku bunga. Apakah dia masih bisa diselamatkan seperti sebelumnya ayah?"
" Tidak putriku, jika seorang iblis atau siluman sedang bermeditasi lalu penyamarannya diusik maka dia akan mati"
Mata Yi hua kecil langsung berkaca-kaca. Begitu juga mata Fu Tong yang sedari tadi mwnyaksikan kejadian yang ada dalam cermin itu.
Kenapa hatiku sangat sakit melihat adegan ini, pikir Fu Tong.
Yi Hua kecil kembali ke kamarnya, sambil membawa bunga di telapak tangannya. Ayah dan ibu nya sudah memberitahu nya agar bunga itu segera ia kuburkan, tapi yi hua lebih memilih membawa bunga itu ke kamarnya.
" Bunga, maafkan aku" Yi Hua kecil mendekap bunga itu sambil menangis.
Dia menaruh bunga itu diatas meja, dirinya merasa sangat bersalah. Dia tidak tahu kalau itu siluman bunga, pantas saja bunganya sangat indah.
Yi Hua tiba-tiba teringat sesuatu. Dia pernah membaca bahwa siluman yang menjelma seperti ini bisa dihidupkan dengan sebuah tetesan darah.
Dia segera mencari buku yang pernah dibacanya dulu. Lalu membuka halaman per halaman untuk menemukan bagian yang ia baca.
Disana tertulis bahwa siluman dan iblis hanya bisa di hidupkan kembali dengan tetesan darah. Namun tidak semua tetesan darah dapat melakukan hal ini. Hanya orang-orang terpilih yang bisa melakukannya. Dalam buku nuga tertulis bahwa bahkan raja iblis sekalipun tidak bisa menghidupkan nya kembali jika dia bukan orang pilihan.
" Ah karna itu ayah menyuruhku untuk mengubur nya. Karna dia tidak bisa menghidupkan nya kembali. Tapi jika ayah saja tidak bisa, bagaimana mungkin aku bisa?" Yi Hua menghela nafas pasrah dan menyimpan kembali bukunya.
Saat dia melihat ke arah meja, dia sangat panik karna bunga itu perlahan lahan berubah menjadi hitam.
Tidak, tidak, tidak. Dia tidak bisa menerima ini, apakah seperti ini rasanya membunuh orang yang tidak bersalah? Dia benar-benar merasa tidak nyaman.
Tanpa pikir panjang Yi Hua kecil langsung mengiris jari telunjuknya dan membiarkan darahnya mengalir pada bunga, yi hua kecil itu bahkan mengabaikan rasa sakit dan perih dari telunjuknya. Entah ini berhasil atau tidak tapi setidaknya dia sudah melakukan sesuatu. Karna pada dasarnya kamu iblis dan siluman memang membutuhkan darah.
Begitu darahnya menetes pada bunga, pembusukan bunga itu memang sempat terhenti. Yi hua bahkan sangat senang karnanya. Tapi itu hanya bertahan beberapa saat, setelahnya pembusukan itu kembali menjalar. Dan kini, bunga indah itu sudah berubah menjadi bunga hitam yang kering dan sangat layu.
Yi Hua kecil menangis sejadi-jadinya ketika tahu bahwa bunga itu tidak terselamatkan. Dia merasa sangat bersalah sekali.
Saat Yi Hua sedang menangis, bunga yang telah menghitam itu terlihat semakin rapuh. Bahkan saat terkena angin bunga itu bertebaran kemana-mana seperti abu yang terbawa angin.
Abu itu terbang sangat tinggi dan berputar-putar di langit kamar nya. Membentuk lingkaran lalu membentuk siluet seperti tubuh manusia. Tangisan Yi Hua berhenti, tergantikan oleh rasa bingungnya.
Semakin lama abu itu tidak lagi membentuk siluet, tapi benar benar berubah menjadi tubuh manusia.
Tiba-tiba saja seorang manusia dewas berdiri dan memberi hormat pada Yi Hua kecil. " Putri, terimakasih telah memberi hamba kesempatan"
" K-kau, siapa?"
Pria itu berdiri tegak dan menatap gadis kecil di depannya. " Aku adalah iblis bunga yang kau petik, putri. Mulai saat ini hingga seterusnya hamba akan mengabdikan diri hamba pada anda karna kesempatan hidup ini"
Fu Tong melihat dengan teliti pria yang ada didalam cermin itu. Kenapa pria itu benar-benar mirip seperti dirinya.
" Siapa namamu?" Tanya Yi Hua kecil.
" Fu Tong, putri"
DEG!
Fu Tong yang berada diluar cermin itu benar-benar tersentak. Apakah ini adalah kehidupan lalunya? Apakah benar ini dirinya? Tapi jika bukan tidak mungkin wajah mereka benar-benar mirip, bahkan nama mereka juga sama.
Ayah Yi Hua ( Raja Yi) tiba-tiba masuk kedalam kamar dan melihat keberadaan Fu Tong. " Kau— bagaimana bisa?"
" Raja" hormat nya.
" Putri Hua menghidupkan hamba kembali. Karna itu hamba ingin meminta izinmu raja, untuk mengabdikan seluruh hidup hamba pada putri anda sebagai balasan atas nyawa yang telah diberikannya pada hamba"
Raja Yi sempat mematuhi kebingungan, bagaimana bisa putri kecilnya menghidupkan iblis yang sudah mati dalam meditasi nya?
" Baiklah. Ini perintahku sebagai rajamu, saat kau menjaganya maka jagalah ia sepenuhnya. Jika kau mengingkarinya maka kau sendiri akan tau akibatnya"
" Tentu saja Raja, terimakasih"
Raja Yi langsung keluar dari kamar dan bergegas menuju ruangannya. Awalnya dia ingin menghibur putrinya karna putrinya itu terlihat sangat bersalah, tapi hal mengejutkan terjadi didalam.
Ada hal aneh dalam diri putrinya. Yang dia sendiri tidak tau apa itu.
Setelahnya, hari-hari berikutnya putri Yi Hua selalu pergi kemana-mana bersama Fu Tong. Dia menjaganya seperti menjaga anaknya sendiri. Hingga tak terasa waktu demi waktu Yi Hua kecil sekarang sudah dewasa. Tumbuh jadi gadis yang sangat cantik, tapi juga anggun.
Jika dulu mereka terlihat seperti ayah dan anak. Sekarang justru mereka terlihat seperti sepasang kekasih. Fu Tong tidak pernah menua, tentu saja dia abadi dalam wujud dan umur di puncak kedewasaannya. Begitu juga Yi Hua, dia tidak akan bertumbuh maupun bertambah tua lagi sampai kapanpun karna dia sudah mencapai umur kedewasaannya.
Adegan dalam cermin hilang begitu saja. Fu Tong yakin ini adalah masa lalunya, buktinya saat Yi Hua sudah dewasa, dia benar-benar mirip dengan Permaisuri. Tanda bunga dikening, tanda sayap ditangan. Semua itu benar-benar mirip dengan Putri dari Wang, Xiao Shi. Yang sekarang telah menjadi permaisuri kekaisaran Yunshi.
Fu Tong melihat ke sekeliling nya, tidak ada siapapun disana. Dia menebak bahwa sepertinya semua orang juga sedang melihat cermin seperti apa yang dialaminya sekarang.
Persatuan kedua pedang itu sepertinya membawa mereka kesini dan memberi tahu kebenarannya.
Saat Fu Tong sedang berpikir, dan bermonolog dengan dirinya sendiri. Tiba-tiba cermin itu kembali memperlihatkan sebuah keadaan. Tapi ada orang baru didalamnya sekarang. Siapa dia? Kenapa orang itu mengobrol akrab dengan dirinya dan Yi Hua disana?.
" Feng Yue......"
|
|
|
|
|
bersambung.....