Permaisuri Kaisar

Permaisuri Kaisar
Episode 37 - Menyerah?


Deg! Deg! Deg! Deg!


Jantung Xiao Shi tak henti-hentinya berdetak dengan cepat, tidak, tidak, tidak. Ini tidak boleh terjadi, dia tidak boleh seperti ini. Dia tidak menyukai kaisar itu, tapi kenapa kata-katanya tadi mampu membuat jantungnya berpacu seperti ini?


'Menikahimu adalah keputusan terbaik yang ku ambil selama ini'


Kata-kata itu terus saja terdengar di sekitar telinganya, berputar dalam otak nya, tidak, tidak. Ayolah Xiao Shi itu hanya kata-kata, kau tak bisa luluh hanya dengan kata-kata dari seorang pria yang memiliki banyak wanita. Mungkin ini adalah taktik nya untuk membuatmu tunduk, kau tidak bisa mengalah padanya hanya karna hal spele seperti ini.


Xiao Shi duduk didepan meja rias nya, menatap pantulan dirinya dalam cermin. Selain kata-kata itu, tatapan kaisar tadi juga terasa tidak asing, dia merasa pernah ditatap seperti itu sebelumnya. Xiao Shi mencoba mengingat tatapan milik siapa itu, kenapa dirinya merasa sangat familiar? Semakin Xiao Shi mengingatnya, kepalanya serasa semakin berat, dia merasa sangat pusing, matanya kunang-kunang, dia tidak bisa melihat semuanya dengan jelas. Xiao Shi mencoba bangkit namun tidak bisa, tubuhnya lemas, dan semuanya kini gelap.


Xiao Shi mencoba menggerak-gerakan tangan nya, mencari celah agar bisa menemukan atau menggapai sesuatu tapi semuanya kosong, dia tidak bisa menggapai apapun. Tak jauh dari tempatnya Xiao Shi melihat dua orang yang sedang tertawa, mereka sepertinya sepasang kekasih. Sang wanita duduk pada sebuah ayunan, dan pria nya mendorong ayunan itu. Mereka terlihat sangat bahagia.


" hahahahahah" si wanita tertawa begitu riang, tawa itu seolah menyiratkan bahwa mereka sangat bahagia.


" Apa kau menyukainya?" tanya pria itu.


" Tentu saja" jawab si wanita sambil menganggukan kepalanya.


" Aku juga"


" Apa? Kau menyukai mendorong ku seperti ini?"


Pria itu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, " Aku menyukaimu"


Lalu tiba-tiba sepasang kekasih itu mulai menghilang dan menyatu dengan kegelapan, Xiao Shi yang terkejut segera bangkit dan berlari ke arah mereka, namun belum sempat ia menggapainya, kegelapan sudah kembali menyerangnya. Kali ini tidak hanya gelap, tapi dia juga merasa sangat sesak, udara disini seperti berkurang, ruangan seperti menyempit, untuk kali ini dia merasa sangat tidak berdaya. Xiao Shi mencoba menghirup udara yang tersisa sebanyak-banyaknya, tapi sepertinya percuma, dia merasa semakin sesak dan semakin menyakitkan. Xiao Shi mencoba menarik nafas sebisa mungkin dan....


" HAAAAAA!!" dia terbangun dan kini dia berada dikamarnya seperti semula, berada didepan meja riasnya.


Yuan yang entah sejak kapan sudah berada di sisi Xiao Shi terkejut, kenapa junjungan nya terbangun seperti itu, apakah dia bermimpi buruk?


" Yang Mulia, ada apa? Apa anda baik-baik saja?" pertanyaan Yuan mampu membuat Xiao Shi tersadar dan menoleh. Ini sudah bukan tempat tadi, ini adalah kamarnya, dan Yuan ada didepan nya, dia sudah kembali.


" Apa yang terjadi Yuan?"


" Anda tertidur di meja rias Yang Mulia, apakah anda bermimpi buruk? Ingin kubuatkan teh?"


Xiao Shi menganggukan kepalanya, kondisinya terlihat sangat kacau, nafas yang memburu, mata dengan tatapan kosong dan juga keringat disekitar wajahnya. Sepertinya junjungan nya itu benar-benar mengalami mimpi buruk


Disisi lain, kabar mengenai kaisar dan permaisuri yang menghabiskan waktu bersama di taman didengar oleh Selir Yun dan ayahnya. Bagaimana bisa kaisar melakukan itu dengan seorang wanita yang baru saja ditemuinya beberapa minggu yang lalu, ini sungguh membuat darah mereka mendidih.


" Ayah, kita harus benar-benar membuat rencana yang bagus untuk menyingkirkan wanita busuk itu" ucap Selir Yun.


" Kau benar putriku, tapi aku harus menyelesaikan terlebih dahulu masalah mengenai dekrit itu. Sial! Bagaimana bisa bocah tengik itu mengetahui hal ini" ucap sang mentri kesal. Sejauh ini segala rencananya tidak pernah diketahui oleh siapapun, tapi kali ini? Dia tidak pernah menyangka akan kalah dari seorang wanita yang tidak mengetahui apapun soal politik.


" Ayah, apakau kau tidak pernah terpikir jika si busuk itu memilikinya?"


" Itu tidak mungkin Mao'er. Jika dia memang memilikinya kenapa dia belum menyerahkan nya pada Yang Mulia? Sepertinya dia hanya mengetahui informasi ini secara tidak sengaja"


" Lalu apa yang harus kita lakukan ayah? Aku sudah sangat ingin menyingkirkan nya. Jika kita menunggu terlalu lama aku takut kaisar akan semakin dekat dengan nya" keluh Selir Yun.


" Ashhh!! Kau ini, urus saja dirimu, percantik dirimu dan godalah kaisar semakin gencar. Jika ayah tidak menemukan jalan keluar masalah dekrit ini maka jangakan mengusir bocah tengik itu, justru kitalah yang akan diusir!!"


Selir Yun membuang nafasnya kasar, kenapa semenjak kedatangan wanita itu hidupnya jadi ditimpa banyak sekali masalah. Kaisar langsung menunjuknya menjadi permaisuri, dia dipermalukan olehnya, dan ayahnya juga dihukum karna wanita itu. Sungguh wanita yang beruntung, tapi lihat saja, keberuntungna itu tidak akan bertahan lama, dia akan merebut kembali semua yang seharusnya menjadi miliknya, termasuk kaisar dan tahta permaisuri.


" Ada apa?" tanya Xiao Shi ketika seseorang berdiri didepan nya secara tiba-tiba. Dia sedang berada di halaman belakangnya saat ini, menenangkan diri. Tapi sepertinya niatnya gagal karna seseorang mengganggunya.


" Maafkan saya Yang Mulia tapi ada hal yang harus saya bicarakan" Xiao Shi mengerti, dia adalah orang suruhan nya yang ditugaskan di kediaman selir yun. Setelah dirasa keadaan aman, Yuan dan Feng Yue mendekat kearah Xiao Shi.


" Katakan, kabar apa yang kau bawa?"


Orang suruhan nya itu menceritakan semua yang terjadi, dan mereka mendengarnya dengan seksama. Tidak disangka, otak Selir Yun ternyata encer juga, dia bahkan memliki dugaan jika dekrit itu ada padanya, sungguh otak ulat itu tidak bisa diremehkan.


" Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang Xiao Shi?" tanya Yuan.


" Mari kita berikan mereka sebuah sambutan, mereka berencana untuk mengusikku bukan? Mari tunjukan bahwa sebenarnya mereka tak akan bisa melakukan apapun" jawab Xiao Shi.


" Apa maksudmu? Kau akan memberikan dekrit itu pada mereka?" Feng Yue tidak mengerti bagaimana bisa Xiao Shi memiliki pemikiran seperti itu.


Xiao Shi mengangguk, memang benar, dia tidak akan menahan dekrit itu terlalu lama disisinya. Dia akan memberikan nya pada ayah dan anak itu, mari kita lihat apa yang akan terjadi selanjutnya.


" Apa sebenarnya rencanamu Shi'er?"


" Kalian akan mengetahuinya nanti, sekarang siapkan dan bawa dekrit itu, aku akan memberikan nya dalam waktu dekat"


Yuan dan Feng Yue hanya bisa menghela nafas pasrah, walaupun mereka tidak mengerti apa rencananya tapi mereka yakin bahwa Xiao Shi tidak akan melakukan sesuatu denga gegabah. Gadis itu terlalu memiliki banyak rencana yang bahkan tidak pernah terpikirkan oleh siapapun.


" Baiklah, aku akan membawanya" ucap Feng Yue lalu pergi.


" Kau yakin ini tidak beresiko Shi'er?" Yuan hanya tidak ingin Xiao Shi terluka, walaupun dia mengerti Xiao Shi adalah orang yang cerdik tapi tetap saja dia merasa khawatir.


" Ini memang akan sedikit beresiko, tapi tidak apa-apa, semuanya masih sangat aman dan mudah terkendali nantinya." Jawab Xiao Shi menenangkan Yuan.


" Baiklah, aku percaya"


" Hmmm,,, ayo kembali, efek tidur yang kalian berikan pada Fu Tong akan segera berakhir, jangan sampai membuatnya curiga"


Xiao Shi meminta Yuan menebarkan sihir tidur disekitar Fu Tong saat dia ingin ke halaman tadi, niatnya memang untuk menenangkan diri, karna itu dia tidak ingin energi Fu Tong menganggu ketenangannya. Tapi ya, siapa sangka bahwa saat itu akan ada prajurit nya yang melapor. Diluar dugaan tapi semuanya seperti sangat terencana, takdir memang terlalu baik padanya dikehidupan ini.


Xiao Shi sudah kembali kedalam kamarnya, Yuan dan Feng Yue juga sudah kembali berjaga didepan kediaman Sang Permaisuri. Tepat saat itu, Fu Tong terbangun dari tidur nyenyaknya.


" Hoammmmm" Fu Tong mengucek-ngucek matanya dan terbangun dengan keadaan terkejut. Dia tertidur lagi? Sial! Dia langsung bangun dan melihat sekitar, masih seperti tadi, tidak ada yang berubah. Permaisuri itu sepertinya sangat suka mengurung diri dikamar nya, apakah dia tidak bosan?lihatlah dirinya, dia bahkan sangat sering tertidur saat menjaganya.


Fu Tong kembali duduk dan menyandarkan tubuhnya pada sebuah pohon, hidupnya terasa membosankan saat kaisar memintanya untuk mengawasi permaisuri. Dia merasa seperti gelandangan yang tidak memiliki pekerjaan. Menyebalkan.


|


|


|


|


bersambung....