
Xiao shi melangkahkan kakinya menuju pria yang sangat mirip dengan kaisar nya.
" Yang mulia"
Orang yang dipanggil pun menoleh, zhao sangat terkejut dia melihat Xiao Shi disini.
" Permaisuri, kau disini juga?"
" Seperti yang kau lihat"
" Apa kau tau dimana kita?" Tanya Zhao menatap sekelilingnya yang menurutnya sangat tidak asing.
Xiao shi belum sempat menjawab karena suara seseorang menghentikan nya.
" Apa kau benar-benar mencintai ku?" Tanya seorang gadis yang Xiao Shi ketahui namanya adalah Hua'er.
Zhao yang melihat itu juga enggan bertanya pada Permaisuri nya, dia hanya diam dan ikut memantau.
" Kau masih meragukan ku?" tanya pria bernama zhu xian yin. Dia menatap gadisnya dengan tatapan yang sangat lembut.
Gadis itu tidak menjawab apapun, dia hanya menundukan kepalanya memasang raut wajah sedih. Zhu xian yin menangkup wajah gadisnya dan menatapnya lekat.
" Apa aku meragukanmu? Katakan saja Yi Hua"
' oh jadi nama lengkapnya adalah yi hua' batin xiao shi.
" Kau tahu kan ayahku adalah....."
" Iya, aku tahu. Ayo, aku ingin segera menemui ayahmu" zhu xian yin segera bangkit dan menggandeng tangan yi hua. Senyumnya terbit saat pria pujaan hatinya tetap akan menemui sang ayah, yi hua pun memasangkan sebuah gelang pada tangan zhu xian yin. Lalu mereka berdua memejamkan matanya, dan dalam sekejap tempat nya sudah berubah.
Tempat ini sangat gelap, dan hawanya sedikit panas, bahkan banyak api di sekeliling dinding. Setiap dinding seperti arang yang siap membara. Bahkan yang menjaga ini juga terlihat sangat menyeramkan.
" Sepertinya orang-orang ini tidak bisa melihat kita" ujar zhao.
" Benar, dan harus kau tau kedua orang yang kita lihat sejak tadi adalah kita sendiri, yang mulia" xiao shi mulai menyadari bahwa wanita didepannya ini adalah dirinya yang sering fu tong katakan dengan istilah, kehidupan sebelumnya. Walaupun pada awalnya ia mengelak, tapi satu hal yang membuat ia yakin adalah gadis itu memakaikan gelang yang juga ia miliki dari wang. Ayah dan ibunya berkata bahwa sejak kecil dirinya tidak ingin melepaskan gelang itu. Jika apa yang dilihatnya bukanlah dirinya, bagaimana dia memiliki gelang yang juga xiao shi miliki?
" Kau gila?"
" Perhatikan saja, yang mulia. Nanti kau akan mengerti sendiri" jengah xiao shi.
Zhu xian yin dan yi hu terus berjalan memasuki ruangan demi ruangan didalam sana, setiap yang berjaga menundukan kepalanya dan memberi penghormatan pada mereka. Lalu berhentilah mereka didepan sebuah ruangan yang terlihat lebih megah dari ruangan disekitarnya.
" Masuklah putri, raja sudah menunggu kalian" ucap seorang penjaga.
Yi hua dan zhu xian yin memasuki ruangan itu dengan tangan yang saling bergandengan. Didalam sana sudah ada dua orang pria yang duduk dengan gagahnya. Pakaian mereka sangat mewah, jangan lupakan juga jubah indah nan megah yang mereka pakai.
" Kalian datang juga"
Yi hua meremas tangan zu xian yin erat, dia sangat gugup kali ini.
Kedua pria itu bangun dan menghampiri mereka berdua, lalu merentangkan tangan sambil tersenyum.
" Kemarilah, putriku"
Yi hua yang mendapat sambutan dari ayahnya tentu saja langsung menerjang tubuh ayahnya dan memeluknya dengan erat. Mereka berpelukan dengan sangat erat melepaskan kerinduan mereka selama ini.
" Aku merindukan ayah"
" Ayah juga merindukanmu, nak" ucapnya sambil mengusap kepala yi hua.
" Kau tidak merindukan kakakmu?" ucap pria disamping ayahnya.
Yi hua melepaskan pelukan dengan sang ayah dan menerjang kakaknya " Tentu saja aku merindukanmu"
" K-kau mencekikku"
" Opss, maaf"
Ketiga orang itu sepertinya lupa dengan kehadiran zu xian yin. Merasa diacuhkan akhirnya zhu xian yin sedikit berdehem untuk menarik perhatian.
" Apa ini pria itu?" tanya sang ayah. Yi hua mengangguk.
" Kau kenal aku anak muda?" tanyanya lagi.
" Tentu saja, tuan. Anda adalah penguasa neraka, raja iblis Yi" jawah zhu xian yin lantang. Dia tidak boleh terlihat gugup, pikirnya.
" Tentu saja, kau adalah kakak yi hua, orang kepercayaan raja yi, panglima wu"
Xiao shi menutup mulutnya ketika dia baru sadar bahwa tempat ini adalah neraka. Keluarganya dikehidupan sebelumnya adalah penguasa neraka? Daebaakkkkk.
Mereka berempat sudah duduk dikursi yang memang telah disediakan untuk pertemuan ini.
" Kau tau kan putriku seperti apa? Kau yakin memilih putriku dibanding dewi-dewi yang lainnya?" tanya raja Yi.
" Aku yakin, tuan."
" Kau seorang pangeran langit, apa kata para dewa nanti jika kau memiliki hubungan dengan seorang gadis yang berjiwa setengah iblis?" kali ini giliran kakaknya yang bertanya.
" Aku tidak terlalu memikirkan itu panglima, para dewa dan dewi bisa mengatakan apapun. Itu tidak akan merubah keputusanku"
" Baiklah anak muda, selama ini kami memang sudah melihat kalian bersama. Jika kau bertanya apakah aku menyetujui kalian? Tentu saja aku setuju. Hanya saja aku merasa tidak percaya jika seorang pangeran langit jatuh cinta pada putri ku ini" raja yi takut bahwa putrinya akan mengalami hal-hal yang sangat berat diatas sana.
" Apa yang dikatakan ayah benar. Walaupun ibuku adalah seorang dewi, dan yi hua memiliki jiwa setengah dewi juga, tapi tidak sedikit orang yang menentangnya dan membencinya. Kami hanya takut kehidupan nya setelah ini bertambah berat diatas sana..." jelasnya.
" Ayah... kakak..." mata yi hua sudah berkaca-kaca.
" Aku mengerti kekhawatiran kalian, tapi apapun yang terjadi nanti, aku akan membelanya, berada disampingnya, dan melindunginya bahkan dengan nyawaku sendiri" ucap zhu xian yin tulus, dia bahkan menggenggam tangan yi hua sekarang.
Yi hua sudah tidak bisa menahan perasaan nya sekarang, air matanya mulai membasahi pipi. Dia tidak menyangka bahwa dia akan mendengar hal seperti ini dalam hidupnya.
" Baiklah, jika memang seperti ini. Aku memberikan seluruh restuku untuk hubungan kalian berdua"
Yi huan dan zhu xian yin senang bukan kepalang, mereka bahkan langsung berpelukan dan mendapat pelototan dari sang kakak.
" Setidaknya jaga sopan santun kalian pada orang tua" cibir sang kakak.
Yi huan dan zhu xian yin hanya tersenyum hingga menampakan giginya seperti tak bersalah, sedangkan sang ayah hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua putra nya.
...π§ ...
Kebahagiaan mereka disana ternyata hanya untuk mereka saja. Sedangkan xiao shi dan zhao sedang merasakan sesak nafas sekarang, mereka merasa seperti kehabisan oksigen padahal sebelumnya baik-baik saja. Tak ingin sesuatu terjadi lebih buruk, zhao lekas menggenggam tangan xiao shi dan mereka tidak sadarkan diri bersamaan.
" Hei,, kapan kalian akan kembali?" suara itu sangatmenggema ditelinganya.
" Ibu..." gumam zhao.
" Hei, kalian sudah bangun?" tanya ibu suri.
Xiao shi dan zhao sudah kembali ketempat mereka sebelumnya, istana ibu suri. Segera setelah mereka sadar ibu suri memberikan mereka air agar kesadaran keduanya cepat kembali.
" Apa yang terjadi? Apa yang kalian temukan?" tanya ibu suri penasaran.
Seolah tersadar akan sesuatu, xiao shi dan zhao langsung menatap dan saling menunjuk satu sama lain.
" Dia seorang pangeran"
" Dia anak iblis"
Ucap keduanya bersamaan.
" pangeran? Iblis? Apa maksudnya?" beo ibu suri.
" Hei!!! Aku bukan anak iblis, aku juga setengah dewi!!" protes xiao shi.
" Aku juga bukan pangeran biasa. Aku pangeran langit!"
Semakin tidak mengerti dengan keadaan didepannya, ibu suri menepuk jidatnya sendiri. " Ya dewa, ternyata ada baiknya juga kau membuat mereka tidak sadarkan diri seperti tadi"
|
|
|
|
|
bersambung.....