Permaisuri Kaisar

Permaisuri Kaisar
Episode 48 - Ketahuan


Kediaman Xiao Shi kini sepi, tidak ada para pelayan maupun pengawal yang berjaga didalam nya, mereka semua berada dibelakang kediaman dengan arahan Xiao Shi. Sedangkan dihalaman depan ada Xiao Shi, Yuan, Yanran dan Feng Yue yang sibuk kesana dan kemari.


Ya, Yanran dipanggil Xiao Shi untuk ikut dalam acara yang Xiao Shi rayakan kali ini. Dia membuat perayaan ini atas keberhasilan nya mengenai rencana mereka tentang Mentri Yun dan diangkatnya Tuan Hao sebagai Kepala Pengadilan Kekaisaran.


Xiao Shi dan Yuan berada didapur untuk menyiapkan segala makanan yang akan dihidangkan, sedangkan Yanran dan Feng Yue sibuk menata dan menyiapkan meja dan segala dekorasinya. Lalu bagaimana dengan Teng She? Dia adalah orang yang mengantar-antarkan makanan yang sudah matang ke meja.


Semua hal yang mereka kerjakan juga tidak luput dari pantauan Fu Tong.


" Siapa pria berambut merah itu?" gumam Fu Tong.


Setelah sekian lama berkutat dengan segala macam persiapan, akhirnya semuanya selesai. Makanan, piring, cangkir, minuman, bahkan arak dan semua dekorasi sudah selesai. Ini terlihat mewah, walaupun dengan nuansa alam alami. Penuh dengan dekorasi dedaunan dan bunga bunga yang indah, tentu saja Feng Yue dan Yanran yang merangkainya, sepertinya jika di masa awal Xiao Shi mereka berdua akan menjadi WO, kemampuan mereka sungguh bagus. Bahkan dekorasi pernikahan Bella Swan dan Edward Cullen pun kalah jauh.


" Baiklah, kurasa semuanya sudah siap. Ayo panggil yang lain nya" ucap Xiao Shi.


" Baik" angguk Feng Yue.


" Tunggu!!" seru Xiao Shi


" Ada apa?"


" Sebelum memanggil yang lain nya, bukankah kita perlu memanggil satu teman kita disana? Tidak adil rasanya jika dia tidak ikut disini" sindir Xiao Shi sengaja mengencangkan suaranya agar orangnya mendengar, namun orang yang disindir itu tidak peka.


" Perlukah aku memanggilnya Shi'er?" tanya Yuan.


" Siapa yang akan mereka panggil? Kenapa hari ini tiba-tiba banyak sekali orang baru" gumam Fu Tong.


" Siapa yang kau maksud Yuan?" tanya Yanran. Sedangkan Xiao Shi, Yuan, dan Feng Yue hanya saling menatap satu sama lain.


Yuan berjalan, melangkah ke arah pohon didekat mereka dan menengadah ke atas, dia mencoba menatap Fu Tong, ya, menatapnya.


" Kenapa dia menatapku? Tidak, dia tidak mungkin bisa melihatku" gumam Fu Tong.


" Tentu saja aku menatapmu bodoh! Ayo turun! Apa kau tidak pegal berada disana setiap hari? Dasar aneh." Sarkas Yuan.


Hal itu membuat tubuh Fu Tong menegang, tidak mungkin dirinya bisa terlihat.


" Kau ini kenapa masih diam disana, ayo turun!!" kesal Yuan.


Karna Fu Tong tidak bereaksi apa-apa dan Yuan yang memiliki kesabaran sangat tipis akhirnya menarik paksa Fu Tong hingga terjatuh ke tanah.


" Lama sekali" gerutunya sambil berjalan meninggalkan Fu Tong yang tersungkur ditanah.


Apa ini? Dirinya jatuh? Tidak mungkin. Bagaimana bisa? Gadis pelayan itu bahkan bisa menariknya, bagaimana mungkin? Apakah ini mimpi?


Fu Tong bangun dan terkejut saat melihat semua orang kini tengah menatapnya.


" Kami sudah mengetahuinya sejak awal kau kesini, Fu Tong" ucap Xiao Shi. ini lebih membuat dirinya terkejut. Tidak tidak, dia bahkan shock sekarang. Bagaimana mungkin?


" Bergabunglah dengan kami, nikmati perayaan nya, aku akan menjelaskan nya setelah perayaan ini" lanjutnya.


Setelah itu Feng Yue pergi menjemput para pelayan yang disimpan dibelakang, dan Yanran pergi menjemput ayahnya. Sedangkan Yuan memerintahkan dua orang dari padepokan untuk berjaga didepan dan mengatakan bahwa Permaisuri sedang tidak ingin diganggu, siapapun yang datang. Dan Teng She? Tentu saja dia membujuk dan mengakrabkan dirinya dengan Fu Tong atas perintah Xiao Shi agar Fu Tong mau bergabung bersama mereka.


Seluruh dayang dan para pengawal kediaman kini datang dan terkejut dengan apa yang ada didepan mereka. Apa ini? Apakah ini untuk mereka? Tidak mungkin.


" Selamat datang. Apakah kalian suka? Duduklah" Xiao Shi menyambutnya dengan sangat ramah. Namun tidak ada satupun dari mereka yang bergerak.


" Kenapa kalian diam saja? Ayo duduk, ini perintahku"


" Maafkan kami Yang Mulia, tapi kami rasa semua ini tidaklah benar dan pantas" ucap salah seorang dayang


" Kenapa seperti itu?"


" Karena tidaklah dibenarkan jika seorang pelayan duduk dan makan bersama dengan junjungan nya, dan juga—ahhhh" belum selesai pelayan itu mengatakan nya, pedang milik Feng Yue sudah berada dilehernya.


" Ini adalah perintah Permaisuri, dan salah satu kewajiban pelayan adalah mematuhi perintah jungjungan nya. Jika tidak mematuhi, maka kau akan kehilangan kepalamu" ucap Feng Yue sedikit geram. Bisa-bisanya dia dan Xiao Shi sudah lelah membuat semua ini dan mereka menolaknya.


" Feng Yue..." tegur Xiao Shi


" Baiklah, biarkan saja jika mereka tidak ingin ikut makan bersama kita disini, kau duduklah kesini kita harus memakan makanan nya sebelum dingin." Ucap Xiao Shi. walaupun itu membuat Feng Yue kesal namun apa yang harus dia lakukan lagi? Akhirnya Feng Yue menurunkan kembali pedangnya dan duduk dikursinya. Namun, masih tidak ada satupun yang bergerak.


" Feng Yue, jangan lupa para pelayan yang tidak duduk bersama kita disini pulangkanlah mereka kerumahnya masing-masing, katakan aku sudah tidak membutuhkan nya dan akan mengganti nya dengan yang baru"


" Baik Yang Mulia"


Hal itu tentu saja membuat para pelayan kebingungan, mereka mulai saling berbisik satu sama lain, meminta solusi satu sama lain. Sampai datanglah seorang laki-laki, salah satu pengawal kediaman nya, dia duduk dikursi dan tersenyum ke arah Xiao Shi. Hal itu membuat ricuh para pelayan, mereka semua memanggil-manggil pria ini agar kembali ke barisan.


Xiao Shi tersenyum " Tentu saja orang yang duduk dikursi ini akan terus bekerja padaku dan tidak akan aku pulangkan"


Setelah mendengar itu segeralah semuanya duduk, bahkan ada yang berebut kursi karna takut tidak memiliki kursi. Padahal semua sudah dihitung dengan orang yang ada.


" Wah, ayah lihatlah semua orang sudah berkumpul" ucap Yanran dari arah pintu, dia datang bersama Tuan Hao.


" Yang Mulia... apakah saya terlambat?" sapa tuan Hao.


" Tentu saja tidak Tuan Hao, duduklah. Ah ya apa kau tidak keberatan jika para pelayanku bergabung dengan kita disini?"


" Tentu tidak Yang Mulia, Yanran juga seorang pelayan. Bahkan saya sendiri adalah seorang pelayan, kenapa saya harus membedakan mereka?"


" Tapi kau seorang Kepala Pengadilan sekarang"


" Tidak ada yang berubah Permaisuri, dimanapun dan apapun posisinya tidak ada yang berubah, tujuan dan tugasnya tetaplah melayani kekaisaran dan Yang Mulia Kaisar dan keluarganya. Lagi pula saya yakin posisi ini adalah bagian dari rencana anda Yang Mulia. Entah bagaimana tapi apakah anda bekerja sama dengan Mentri Yun untuk ini? "


" Ya begitulah " Xiao Shi mengangguk-anggukan kepalanya.


Tuan Hao menggelengkan kepalanya tidak habis pikir. Dia melihat kekiri dan kekanan namun tidak ada tanda tanda akan kedatangan Kaisar, bahakan semua kursi sudah terisi


" Mohon maaf Yang Mulia, tapi dimana Kaisar?" tanya Hao.


" Aku tidak mengundangnya, ini hanya acara kita saja" jawaban Xiao Shi ini berhasil membuat semua orang panik. Bagaimana bisa?


" eh, tapi tenang, sebelumnya aku sudah memberitahu Kaisar dan Ibu Suri mengenai ini, aku hanya mengatakan ini acara untuk lebih dekat dengan para pelayanku. Aku juga sudah mengirimkan semua jenis makanan untuk mereka cicipi. Jadi kalian tidak perlu khawatir lagipula bukankah perwakilan kaisar ada disini? "


Semua orang melirik Fu Tong, termasuk Tuan hao yang baru menyadari keberadaannya.


" Fu Tong, kau disini?"


" Tuan"


" Ceritanya panjang Tuan Hao, aku akan menjelaskan nya lain kali. Sekarang ayo nikmati perayaan nya" ucap Xiao Shi.


Setelah semua orang dirasa lengkap, akhirnya Xiao Shi berdiri dan membuka perayaan ini.


" sebelumnya aku ucapkan terimakasih karna kalian semua sudah hadir disini, walaupun beberapa hadir karna ancaman, tapi tidak masalah. Perayaan ini dibuat untuk merayakan Pengangkatan Tuan Hao yang sekarang sudah menjadi Kepala pengadilan kekaisaran..." ucap Xiao Shi.


Tuan Hao yang disambut berdiri dari duduknya, dan memberikan penghormatan pada semua orang lalu duduk kembali.


" Dan alasan lain nya adalah untuk menghapuskan jarak diantara kita, aku ingin kalian tau walaupun kalian adalah pelayanku kalian tetaplah keluargaku dan tanggung jawabku. Aku berharap kalian semua nyaman bekerja denganku dan melayaniku. Sekarang, nikmati perayaan nya dan jangan sungkan"lanjut Xiao Shi.


" Terimakasih Permaisuri, semoga permaisuri memiliki kesehatan dan umur yang panjang" ucap serempak seluruh Pelayan.


" Terimakasih, nikmati makanan nya"


" Dan ini juga perayaan untuk kemenangan kita" ucap Xiao Shi pelan yang hanya bisa didengar oleh beberapa orng.


Akhirnya, mereka semua menikmati hidangan nya. Ini adalah makanan yang baru namun rasanya sangat enak. Makanan disana seperti bukan makanan daratan Qun Ji. Tentu saja, itu karna Xiao Shi memasak nya dengan resep yang ada pada zaman modern.


" Ini enak sekali Permaisuri, terimakasih banyak" ucap seorang pelayan sedikit berteriak agar suaranya terdengar oleh Xiao Shi.


" Ya, makanlah sepuasmu. Aku juga sudah mengirimkan seluruh makanan ini untuk keluarga kalian diluar istana" sontak saja semua pelayan menghentikan kegiatan mereka, dan menatap Xiao Shi dengan tatapan yang..... tidak bisa diartikan, mungkin terlihat seperti... aneh(?).


" Ada apa?" tanya Xiao Shi bingung.


" Permaisuri..... Terimakasih banyak, seribu berkah untuk anda Yang Mulia, terimakasih" seru salah satu pelayan yang diikuti seluruh pelayan lain setelahnya.


" Sudahlah, nikmati saja makanan nya, kita akan bersenang senang hari ini"


Semua orang menikmari hidangan, mereka makan dan minum arak dengan ceria, seolah mereka tidak memiliki beban apapun, bahkan seperti tidak ada perbedaan status antara mereka. Semuanya menikmatinya dengan gembira dan bahagia, bahkan Fu Tong pun terlihat sudah berbaur dengan Feng Yue dan Teng She karna efek arak yang ditimbulkan dari arak yang mereka minum.


Rasanya Xiao Shi sangat bahagia kali ini, semua orang berkumpul dan terlihat sangat bahagia. Dia merindukan keluarganya, rindu kebersamaan seperti ini bersama keluarganya di Wang. Dan juga rindu keluarga di zaman modern nya. Situasi sudah berbeda kali ini, dia tidak bisa selalu di Wang dan tidak bisa kembali ke zaman modern. Tapi bisakah jika orang-orang yang ada disini sekarang selalu bersamanya selamanya? Dia tidak rela jika harus kehilangan salah satu dari mereka.


|


|


|


|


bersambung......