
Orang-orang kepercayaan Xiao Shi yang sebelumnya ditarik, kini mereka kembali diberikan tugas yang sama seperti sebelumnya. Yaitu mengikuti dan mengamati orang-orang yang sekiranya mencurigakan, terutama Mentri Yun dan anaknya.
Saat itu Zhao berencana datang secara diam-diam untuk memberikan kejutan pada permaisurinya, tapi begitu sampai di kediaman Xiao Shi justru dialah yang mendapatkan kejutan.
Xiao Shi sedang bersama dengan seseorang, dilihat dari postur badan nya seperti seorang pria. Pria itu berlutut menghadap Xiao Shi dan hanya menunggu perkataan darinya.
Zhao juga melihat sisi lain Xiao Shi, dihadapan pria ini auranya sangat menusuk. Permaisuri nya itu bahkan lebih berwibawa daripada saat berada di aula kerajaan.
"siapa kau sebenernya, xiao'er?" batin zhao.
"Kau yakin, laporannya sudah benar?" tanya Xiao Shi pada pria dihadapannya.
" Tentu Yang Mulia, saya bahkan memastikannya secara langsung " jawab pria itu.
" aku tidak ingin ada kesalahan sedikitpun, kalian harus benar-benar teliti dan jangan sampai lengah. jika kau butuh personil tambahan, ambil saja berapa banyak yang kau butuhkan"
" Tentu, terimakasih Yang Mulia "
"hmm, pergilah sekarang "
pria itu menghilang begitu saja. namun setelahnya justru yang muncul ada para pelayan pribadinya.
" ini benar-benar keterlaluan, mereka bahkan mengincar orang-orang yang tidak bersalah" kesal Yuan.
sebenarnya mereka semua ada disana sejak tadi, sama halnya seperti Zhao. mereka menggunakan sihir untuk menyamarkan keberadaan mereka sehingga tidak dapat terdeteksi.
" Kau ingin kami bertindak sekarang?" tanya Feng Yue
Xiao Shi duduk di kursinya, " Tidak perlu, mereka belum bertindak dan ini masih rencana. tunggu saat mereka mulai melakukannya dan kita mengepung nya. saat itu bukti yang terkumpul pasti kuat, dan mereka tidak akan bisa membantahnya" jelasnya.
" apa yang sebenarnya terjadi? siapa yang ada dalam rencana itu?" batin Zhao.
" Jangan membohongi kami Xiao Shi, kau benar-benar tidak terlihat baik sekarang" ucap Fu Tong.
" Bagaimana aku bisa baik, jija rencana mereka yang selanjutnya adalah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kerajaan ku? mereka ingin menggertak ku dengan cara menyerang Wang. kau pikir aku akan baik-baik saja?"
apa yang dikatakan Xiao Shi membuat Zhao terkejut, ternyata rencana selanjutnya adalah penyerangan terhadap kerajaan wang. Sepertinya dia harus menyelidiki ini secara pribadi, dilihat dari sifatnya xiao'er nya itu tidak akan memberitahukannya dengan mudah.
Zhao akhirnya pergi dan memilih kembali ke ruang kerjanya dan memanggil Kasim Han serta Huang Li untuk membahas mengenai rencana Mentri Yun dari apa yang telah didengar olehnya. Zhao juga memerintahkan untuk mencari tahu mengenai permaisurinya itu, siapa saja orang diluar kerajaan yang bekerja padanya dan apa status mereka.
" Tugas ini harus dilakukan secara berhati-hati, jangan sampai permaisuri mengetahuinya. Dan jangan sampai ada yang mencurigai kalian"
" baik, Yang Mulia" keduanya mengangguk paham. lalu mereka pergi menjalankan tugas nya masing-masing.
Sedangkan Zhao terus merenung dalam ruangannya, dia pikir apa yang dia ketahui selama ini itu adalah sudah semuanya. ternyata permaisurinya itu masih menyimpan banyak misteri.
" kau membuatku merasa tertantang Permaisuri, siapa kau sebenarnya? apa lagi yang kau sembunyikan dariku?"
π§π§π§
Disisi lain, Zi Hu dan juga Teng She sedang mengobrol dibelakang kediaman Zhao. Hal ini karna Zi Hu lah yang membawa nya kesana.
" Lihat, bukankah sudah kubilang dia akan berkorban untukmu"
Teng She hanya diam. Dia sebenarnya masih tidak percaya dengan yang terjadi beberapa hari lalu.
" Dia bahkan tidak memedulikan dirinya sendiri, dia peduli padamu. lalu kenapankau sekeras ini " lanjut Zi hu.
" kau hanya tidak ingin mengakui bahwa kau memang mengakuinya. kau tidak mau menurunkan harga dirimu, benar bukan? kau terlalu angkuh" cibirnya.
" benarkah?"
" eh?"
ada yang berbeda dari teng she saat ini. sebelumnya, jika Zi Hu mencibirnya seperti itu dia akan berdebat dengan nya dan terus beradu argument. tapi sekarang Teng She tidak melakukannya.
" seperti nya kau benar, aku terlalu angkuh dan tidak mau mengakui dirinya."
" ....." Zi hu benar benar tidak bisa berkata apa apa. dia merasa kali ini dirinya tidak melihat Teng She yang dia kenal.
" kau benar Zi Hu, aku terlalu angkuh. sejujurnya aku sudah mengakuinya sejak lama, aku bahkan ingin dekat dengannya, benar-benar ingin diperhatikan oleh nya sebagai hewan kontraknya. Dia melakukan semuanya dengan versi dirinya, hanya saja aku malu untuk mengakuinya. Seorang naga seperti ku harusnya terlihat gagah, kuat, dan dapat berdiri sendiri. tapi aku malah terikat kontrak. itu yang membuat ku angkuh."
" Teng She, kau..."
" Kau benar Zi Hu, saat dulu kau bertanya apa dia akan menyerahkan nyawanya padaku. walaupun bibirku mengatakan tidak, tapi dalam hatiku aku sangat berharap dia melakukannya. aku juga ingin tahu apa aku dimatanya? apakah benar-benar dianggap temannya atau hanya sekedar hewan kontrak. Bahkan saat aku diikat oleh cambuk iblis saat itu, aku berharap tuanku ada bersamaku dan kami pasti akan mengalahkan mereka bersama-sama. Tapi, pada saat dia benar-benar berusaha menyelamatkan ku. Aku merasa tidak ingin, diriku menolak itu"
" kenapa? bukankah itu yang kau inginkan sebelum nya?"
Teng She menggelengkan kepalanya, " aku tidak tahu, tapi hatiku rasanya sakit melihat dia terluka karna melindungiku. Sakitnya terasa berkali-kali lipat dibandingkan luka karna cambuk iblis itu. Aku merasa tidak berguna sebagai hewan kontrak. seharusnya akulah yang menyelamatkannya, tapi justru malah dia yang menyelamatkan ku."
Zi hu cukup bingung harus menjawab apa, dia tidak menyangka ternyata Teng She memiliki sifat seperti ini. " Lalu, apa selanjutnya kau masih akan bertengkar dengannya?"
" Tidak, kali ini aku akan mengikuti kata hatiku. baik itu dalam bersikap padanya, atau apapun " ucap Teng She.
'Dasar naga bodoh, kau masih saja seperti anak kecil. aku suka kau sudah mulai terbuka, terimakasih sudah kembali seperti dulu naga kecilku'
Teng She menegang, suara itu. suara yg ada di pikirannya adalah suara Xiao Shi. Sial, dia lupa memutuskan pikirannya yang sempat terhubung dengab Xiao Shi sebelum datang menemui Zi Hu.
Oh dewa, dimana dia harus meletakkan wajahnya saat menemui Xiao Shi nanti.
Zi hu yang melihat Teng She diam dan bengong mencoba memanggil manggilnya dan menepuk bahunya. " Apa ada yang salah?"
" Eh, tidak ada. ah Zi Hu, aku ingin berkeliling disini, bisa kau menemani ku?"
" Baiklah, aku akan menjadi pemandu mu"
Seseorang dari kejauhan juga melihat interaksi keduanya.
"Ternyata kau masih memiliki naga itu dalam kehidupan mu Xiao Shi? Dia benar-benar setia melayani mu, kalian tidak terpisahkan sejak awal. Tapi, aku penasaran apakah naga itu kini akan berakhir seperti sebelumnya? yaitu mati ditanganku"
|
|
|
|
|
bersambung.....