Permaisuri Kaisar

Permaisuri Kaisar
Episode 94


Hari sudah malam, semua orang seharusnya sudah tertidur saat ini. Tapi Fu Tong justru lebih memilih menemui seseorang secara diam-diam di hutan.


" Kenapa kau lama sekali, aku menunggumu sejak tadi!" Ucap seorang wanita yang mengenakan tudung dikepalanya.


" Maafkan aku, Selir Agung Yi"


Yi langsung membuka tudung nya dan menatap Fu tong. " Apa sebenarnya yang ingin kau sampaikan sampai meminta untuk bertemu disini?"


" Apa yang sedang kau rencanakan?"


" Rencana? Apa maksudnya?"


" Permaisuri, rencana apa yang ingin kau lakukan padanya? Apa yang ingin kau tukar?"


" Apa yang kau katakan?"


" Jangan mencoba bermain-main dengan Permaisuri, Selir "


Selir Agung Yi terkejut, bagaimana bisa Fu Tong mengatakan hal seperti ini? Apa mungkin rencananya sudah diketahui oleh Permaisuri?


" Kau, apa kau...."


" Hentikan apapun rencanamu. Permaisuri sudah mengetahui rencana dan niatmu, dia bukan orang sembarangan. "


" Kau berbohong, jika Permaisuri mengetahuinya dia pasti sudah mengatakannya saat aku menemuinya tadi"


" Kau pikir dia orang bodoh? Dia sudah mengetahui segala rencanamu, jangan berpikir bernegosiasi hal yang buruk dengannya jika ingin selamat "


" Aku tidak percaya!"


" Ck, apa kau tau? Dia berencana untuk—"


Bruukkkk!!


Fu tong tiba-tiba ambruk dan tidak bisa melanjutkan perkataannya. Dadanya terasa sangat sesak, dia sangat sulit untuk bernafas. Selir Yi yang melihat itu sangat shock dan merasa gelagapan. Dia bingung harus berbuat apa.


Tiba-tiba sebuah cahaya muncul didekat mereka. Dari cahaya itu keluar lah Xiao Shi, Feng Yue, Yuan, juga Yanran. Setelah semuanya keluar cahaya itu hilang dengan sendirinya.


Yanran melihat fu tong seperti sedang sekarat hendak berlari namun Yuan menghentikannya. "Jangan memperkeruh keadaan, Permaisuri tidak akan membunuhnya, percaya padaku"


Xiao Shi mendekati Fu Tong dan selir agung yi. " Mencoba menghianatiku, Fu Tong?"


"Ak—kkkuu— kkkkk" Fu Tong memegang lehernya sendiri, rasanya sangat sakit disana. Dia merasa sangat tercekik. Jangankan berbicara, menggerakan badannya saja dia sudah tidak bisa.


Keringat dingin mengucur deras di tubuhnya, wajahnya sudah terlihat sangat pucat. Selir Yi gelagapan dan langsung berlutut. " Yang Mulia, aku mohon ampuni Fu Tong. Ini bukan salahnya"


" Kau membelanya selir?" Sinis Xiao Shi.


" Yang Mulia " Selir Yi hanya diam menunduk. Sedangkan Fu Tong benar-benar sudah sangat pucat, bahkan dia seperti sudah terlihat lemas. Tangisan Yanran semakin menjadi-jadi.


" Feng Yue"


" Baik, Yang Mulia"


Feng Yue langsung mengerti makna dari panggilan Xiao Shi. Dia segera mendekati Fu Tong dan mengeluarkan guci kecil dari sakunya. Lalu menuangkan sedikit dari isi guci itu pada Fu Tong.


Beberapa saat setelahnya nafas Fu Tong sudah kembali teratur, wajah pucat nya juga kini sudah terlihat segar kembali. Bahkan Fu Tong sudah bisa menggerakan kembali badan nya.


Feng Yue memberi isyarat agar Fu Tong menghampiri Xiao Shi. Fu Tong akhirnya bersujud dihadapan Xiao Shi dan memohon ampunan juga ucapan terimakasih karna masih menyelamatkannya.


" Selir Agung Yi, mulai saat ini Fu Tong tidak memiliki balas budi apapun padamu. Dia orangku, terikat padaku, dan tidak bisa menghianatiku. Dan bukankah kau tau jika orang-orang ku tidak ada yang bisa mengusiknya, bahkan kaisar sendiri. Jadi, jika kedepannya kau memerlukan bantuannya kau harus memintanya padaku" keputusannya mutlak. Xiao Shi hendak berbalik dan pergi tapi ucapan selir Yi menghentikannya.


" Mohon ampun Yang Mulia, tapi Fu Tong berhutang nyawa padaku. Dan hutang nyawa akan terus berlangsung seumur hidup dan—"


KRRAAAAKKKK!


Sebuah ranting pohon yang sangat besar hampir saja jatuh tepat di atas Selir Yi. Dan Xiao Shi menghentikannya, membuat ranting itu mengambang tepat diatas tubuh Selir Yi. " Buka kah, ini artinya kau juga berhutang nyawa padaku?"


" Yang Mulia, ini tidak dapat dihitung karna —"


Xiao Shi menurunkan ranting nya lebih dekat ke tubuh Selir Yi. " Baiklah, jika ini tidak dapat dihitung maka aku akan membiarkan ranting ini menimpamu dan membuatmu mati disini"


Selir Yi menggigit bibirnya, tidak ada cara lain pikirnya. " Baiklah Yang Mulia"


Xiao Shi menghilangkan ranting itu dan memasukan sesuatu kedalam tubuh Selir Yi.


" Pergerakan itu akan membentuk sebuah daun. Sebagai tanda kau adalah orangku juga, dan kau harus mematuhiku dan jangan pernah berencana untuk meghianatiku. Jika tidak, nasibmu akan seperti Fu Tong tadi."


" Yang Mulia, tapi—"


" Lupakan kejadian malam ini, anggap kuta tidak pernah bertemu disini, dan jangan ceritakan pada siapapun semua yang terjadi disini. Feng Yue! Antarkan Selir Agung Yi kembali ke kediamannya!"


Lalu Xiao Shi membuka portal untuk kembali ke istananya dan memasukinya bersama Yuan. Sedangkan Yanran menghampiri Fu Tong dan membantunya untuk berdiri. " Pergilah, Permaisuri tidak menyuruhku mengikutinya " Fu Tong menghempas tangan Yanran dari tubuhnya.


" Jangan kekanak kanakan Fu Tong, ikuti Permaisuri jika kau tidak ingin merasakan sakit seperti tadi" ucap Feng Yue.


" Tapi Permaisuri —"


" Ikuti dia sebelum portal nya tertutup "


" Baiklah"


Akhirnya Fu Tong dan Yanran memasuki portal itu dan portalnya pun menghilang. Hanya tersisa Feng Yue dan selir Yi disana.


" Mari Selir Agung, saya antarkan sampai kediaman anda"


" Tidak perlu, aku bisa sendiri"


" Kalau begitu saya akan tetap berjaga dari kejauhan. Ini perintah Permaisuri, saya tidak bisa pergi begitu saja"


" Apakah itu karna tanda ini?" Selir Yi menyodorkan telapak tangannya yang sudah tercetak tanda sebuah daun disana.


Feng Yue mengangguk " iya"


Selir Yi menghela nafasnya. Dia mengerti sekarang, sepertinya kedepannya dia juga akan benar-benar menurut pada Permaisuri jika tidak ingin merasakan hal yang seperti Fu Tong tadi. Itu terasa sangat mengerikan dan menyakitkan.


🧊 🧊 🧊


" Tuan, kali ini saya yakin itu adalah siluman"


" Seperti apa ciri-ciri nya?"


" Dia memiliki rambut berwarna merah menyala, sisanya dia terlihat normal. Hanya saja terkadang ada sebuah permata di dahinya, dan terkadang tidak."


Zhao mengernyit " kau yakin, Zi Hu?"


" Tentu Tuan. Siluman itu bahkan sangat sering terlihat disekitaran kediaman Permaisuri, bahkan saat terakhir saya melihatnya dia sedang berbaring diatas kamar Permaisuri"


BRAAKKKKKK!


Zhao memukul mejanya keras. Dia tidak ingin terjadi sesuatu pada istrinya. " Ayo kita kesana"


Zhao menggunakan sihirnya untuk cepat sampai disana, sebelumnya dia juga sudah memberitahu Kasim Han dan huang Li lewat telepati nya bahwa dia akan pergi ke kediaman Permaisuri.


Sesampainya Zhao dengan Zi Hu di dalam kamar Xiao Shi mereka tidak melihat siapapun.


Zihu langsung mengintip ke luar lewat celah kecil di jendela " Tuan, pelayan pribadi Permaisuri juga tidak ada "


Zhao menutup matanya, mencoba merasakan dimana keberadaan Xiao Shi. Dia bisa merasakannya sejak tanda sayap mereka menyatu, apapun yang terjadi, dimanapun Xiao Shi berada dan dengan siapa, Zhao dapat mendeteksinya.


" Mereka berada di hutan dekat sini" gumam Zhao.


Zi Hu menghampiri Zhao" Yang Mulia, siluman itu sudah tidak ada. Bahkan energinya tidak dapat saya deteksi"


Tiba-tiba sebuah cahaya muncul, itu sebuah portal. Zi Hu langsung masuk ke dalam ruang dimensi Zhao. Sedangkan Zhao langsung menggunakan sihirnya dan menyamarkan diri agar tidak terlihat oleh orang lain.


" Permaisuri...."


|


|


|


|


|


bersambung.....