
Matahari sudah mulai menyinari kamar seorang pria yang sedang merendamkan dirinya dalam pemandiannya. Zhao sudah terbangun sejak tadi, dia langsung membersihkan dirinya dan memilih untuk berendam sambil melanjutkan meditasinya untuk mengembalikan energi.
Setelah semuanya selesai dia kembali ke istana permaisuri untuk melihat keadaannya.
" Apa Permaisuri sudah bangun?" Tanya Zhao pada salah seorang dayang yang berjaga. Lagi-lagi dia tidak melihat seorang pun orang terdekat istrinya itu.
" Sudah, Yang Mulia"
" Baiklah" tanpa berbasa-basi lagi zhao langsung masuk kedalam kamar permaisuri nya.Ruangan nya sudah tidak seperti semalam yang bau darahnya sangat menyengat. Kini ia melihat pemandangan yang cukup indah di pagi hari, Xiao shi dengan rambut basahnya dan wajahnya yang sudah terlihat sangat segar, dia juga sedang tertawa bersama kedua dayang nya .
Tanpa Zhao sadari, dia ikut tersenyum melihat tingkah Permaisuri nya.
Merasa seperti ada yang memperhatikannya Xiao Shi pun menoleh. " Yang Mulia"
Xiao shi dan kedua dayang nya langsung bangun dan memberikan hormat.
" Maaf, karna tidak menyadari kedatangan anda, yang mulia"
" Tidak apa-apa, Permaisuri. Apa kau baru bangun?"
" Benar. Emm ,,, maafkan aku karna bangun terlambat, seharusnya sebagai seorang permaisuri aku—"
" Apa kau sudah makan?"
Bukannya menjawab Xiao Shi justru malah bengong ditempat nya. Kerasukan apa kaisar nya? Bukankah seharusnya dan sepantasnya seorang kaisar marah saat permaisuri nya bangun kesiangan?
' Dasar bodoh. Kau kan hampir saja mati semalam, tentu saja dia tidak marah' maki teng she dalam pikirannya.
' diam kau naga bau'
Karna Xiao Shi belum sarapan, begitu juga Zhao. Akhirnya mereka memutuskan untuk sarapan bersama, dengan keadaan Xiao Shi yang belum selesai dengan riasannya.
Setelah sarapan mereka selesai, zhao memanggil semua keempat pelayan Xiao Shi kedalam, begitu juga dengan kasimnya dan huang Li.
"Jadi, jelaskan padaku aoa yang terjadi semalam!" Zhao menyilangkan tangan nya sambil menatak penuh selidik pada keempat pelayan Xiao Shi.
Mereka hanya saling memandang satu sama lain, tidak tau harus jawab apa.
" Itu hanya terjadi atas kelalaianku, yang mulia. Jangan salahkan mereka" bela Xiao Shi.
" Mustahil" ujar Zhao tidak percaya.
" Kalian memiliki tingkatan sihir yang tinggi, kenapa bisa kalian kecolongan sebuah racun? Bukankah seharusnya kalian bisa mendeteksinya?" Zhao terus saja menyudutkan pihak Xiao Shi.
Dengan emosi yang masih kurang stabil, Xiao Shi sedikit tersinggung. " Lalu bagaimana dengan mu, Yang Mulia? Kenapa kau tidak mendeteksinya?"
" Kenapa aku harus——— apa maksudmu? Apakah racun itu ada ketika kau bersama dengan ku?"
Xiao shi mengangguk. Begitu juga keempat dayang nya.
" Kapan? Dan dimana?"
" Semalam, itu berasal dari sebuah sup" fu tong menimpali.
" Maksudmu Mao pelakunya?" Tebak zhao.
Keempat pelayan Xiao Shi kembali mengangguk.
" Jelaskan!"
Fu tong meminta persetujuan Xiao shi, dan dia hanya menghela nafas pasrah sambil menganggukkan kepalanya. Menolak pun akan percuma, pria didepan nya ini sangat gila. Dia akan terus memaksa dan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan apa yang dia mau.
" Sup itu mengandung racun, tapi racun nya tidak bisa dideteksi karna itu bukan racun yang sesungguhnya. Dalam setiap sup yang ada terdapat hal yang dapat membuat para wanita mandul, racun itu jika diminum akan membuat rahim mati dan tidak bekerja. Setiap wanita yang berhasil mengkonsumsi nya tidak akan pernah memiliki keturunan sampai kapanpun. Karna itu racun seperti ini tidak akan terdeteksi karna bahayanya tidak terlihat secara fisik, orang yang mengkonsumsinya pun tidak akan memiliki gejala apapun setelahnya." Jelas Fu tong.
" Pada setiap mangkuk?" Zhao memastikan.
" Benar, Yang Mulia"
" Termasuk mangkuk ku? Dan ibu?"
" Benar. Semua itu dimasak dalam satu kuali."
" Tapi apa efeknya jika aku meminum nya?" Zhao menyentuh perutnya polos.
Fu tong dan yang lainnya sampai menjatuhkan rahang nya melihat tingkah kaisar yang menurut mereka sangatlah.... bodoh.
Zhao langsung salah tingkah dan berusaha melihat ke arah lain untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah. Semua orang menahan tawanya karna baru kali ini mereka melihat kaisar seperti itu.
" Ekhem.... Jika seperti itu, lalu bagaimana bisa Permaisuri memiliki racun yang banyak dalam tubuh nya?"
" Itu karna permaisuri menyerap semua racun nya kedalam tubuh"
" Apa yang kau maksud semua racun? permaisuri jelaskan!"
" Yang Mulia, itu.... itu..." jawab Xiao Shi terbata bata.
" dengar, setinggi apapun sihirmu kita tetap manusia yang memiliki batasan. jangan melanggar batasanmu sendiri hanya karna kau seorang anak iblis, Permaisuri"
Xiao shi melotot. kenapa istilah anak iblis itu harus dibahas lagi?
" Yang mulia?!" rajuk xiao shi.
" Fu tong, jelaskan apa maksudnya padaku. sepertinya anak iblis ini sudah mulai menjadi iblis, dia banyak membangkang Sekarang" sindirnya.
" Yang mulia!" Xiao shi semakin merajuk, namun zhao memutuskan untuk tidak mempedulikannya dan meminta fu tong menjelaskan.
" Permaisuri melakukannya agar tidak ada satupun selir selir anda yang mengalami kemandulan. Jadi dia menyerap semua racun dalam sup nya kepada dirinya"
" Lalu, apakah itu artinya..." Zhao mengantung ucapannya.
" Aku tidak mandul yang mulia. Aku tidak sebodoh itu, lagipula bukankah kau yang mengeluarkan sisa racun nya semalam" timpal Xiao Shi kesal.
" Syukurlah" Zhao langsung bangkit dari duduknya dan hendak keluar. Tetapi panggilan xiao shi menghentikannya.
" Yang mulia, akan kemana anda pergi?"
" Selir Mao. aku harus membuatnya bertanggung jawab"
", Berhenti!"
", Kenapa?"
" Kita tidak punya bukti, lagipula jika kejahatan nya ini diungkap para mentri yang mendukung nya akan melakukan pemberontakan"
" Bagus. Maka akan ku berantas semua"
Xiao shi menghela nafasnya jengah. Dipikir-pikir sejak datang kesini dia lebih sering menghela nafas seperti ini.
" Tidak seperti itu caranya Yang Mulia"
Xiao shi memberi tahu rencananya untuk mengungkap segala kelicikan selir Mao dan ayahnya. Zhao sangat terkejut ketika mendengar ternyata selirnya selicik itu.
...🧊 🧊 🧊...
PRAAANGGGGGGG!!!!
Semua kaca, vas bunga, meja dan segala hal yang ada didekatnya hancur berantakan. Mao tersulut emosi saat mendengar kabar bahwa semalam kaisar menghabiskan malamnya dengan Permaisuri dan sarapan bersama di istana permaisuri.
" Yang mulia selir, hentikan hamba mohon, anda akan menyakiti diri anda jika seperti ini" dayang pribadi Mao terus saja menangis dan memohon di luar pintu agar tuannya itu mau menghentikan kegiatan nya yang mungkin saat ini tubuhnya sudah terluka.
Mao tidak mengindahkan ucapan dayang nya, dia berjalan dengan lunglai dan terduduk lemas diatas lantai dengan keadaan yang sangat kacau.
" Bagaimana bisa Yang Mulia melakukan nya?" Gumamnya.
Tiba-tiba saja dia tertawa seperti orang gila. " Hahahahahhaha nikmati waktu mu ******, kau tidak akan bisa mengandung anak dari kaisar. Hanya aku! Hanya aku yang akan melahirkan anak untuknya! Hahahahahahahahah"
|
|
|
|
|
bersambung.....