Permaisuri Kaisar

Permaisuri Kaisar
Episode 51 - Pelatihan Pertama Fu Tong


Sesuai dengan perintah dari Xiao Shi, saat ini Fu Tong sedang berada di padepokan atau yang biasa orang sebut dengan Perguruan Tao. Fu Tong yang diantar oleh Yuan dan Feng Yue kesini merasa heran, sebenarnya dimana dia berada, tempat seperti ini pertama kali dia lihat. Sepengetahuan nya, tidak ada tempat se asri dan se indah ini di wilayah kekaisaran Zhao.


" Feng Yue, Yuan, kalian kemari lagi?" Ketua Tao yang melihat kedatangan keduanya langsung menghampiri, tetapi dia melihat sepertinya ada orang lain lagi bersama mereka.


" Diaaa...." lanjutnya menggantung ucapan sambil melihat Fu Tong dari atas kebawah.


" Hi,, Ah dia anak baru, kau harus melatihnya" Feng Yue mencoba mengenalkan Fu Tong pada Tao.


" Sihirnya sudah cukup tinggi, kau yakin ingin aku melatihnya? Sepertinya dia berada di tingkat 8" energi yang dirasakan oleh Tao memang benar, ilmu deteksinya tidak meleset.


" Kau benar, bukankah seharusnya aku tidak memerlukan latihan lagi?" ucap Fu Tong dengan gaya sombongnya.


Tao menyunggingkan senyumnya " Mari kita lihat saja, jika Feng Yue dan Yuan yang mengantarmu kesini, itu artinya ini berdasarkan perintah Permaisuri dan sudah pasti kau akan menjadi salah satu orang kepercayaan nya. Bukankah seharusnya kau dilatih dengan sungguh-sungguh?"


" Bagaimana kau akan melatihku dengan orang sebanyak ini?" Fu Tong menunjuk ke arah ribuan orang yang sedang berlatih.


" Itu urusanku, kau hanya perlu mengikuti arahanku anak muda" ketus Tao.


" Baiklah, dia milikmu Tao. Kami pergi dulu" mereka berdua berpamitan meninggalkan Fu Tong dengan Tao disana, Tao yang melihat kepergian Yuan dan Feng Yue hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal. Apa yang harus dia lakukan tanpa ada orang yang dikenalnya disini.


Tao menggelengkan kepalanya melihat tingkah Fu Tong yang seperti orang bodoh. Bagaimana bisa dia menjadi kepercayaan Kaisar?


" Ikuti aku" Tao membawa Fu Tong berkeliling, mengenalkan dan menjelaskan apa-apa saja yang ada di perguruan.


Ini adalah kali pertama Fu Tong melihat para siluman ada disini, mereka bahkan bertarung bersama. Yang lebih membuatnya terkejut bahwa itu adalah bagian dari pelatihan, bukankah artinya para siluman itu berada dibawah kendali Permaisuri juga? Sial. Siapa sebenarnya Permaisuri?


Tao membawanya ke tempat untuknya beristirahat, disana dia diminta untuk meminum apa yang ada dari dalam kendi yang sudah disiapkan. Begitu kendi itu dibuka, bau anyir adalah yang pertama kali dia cium. Awalnya dia hendak bertanya, tapi karna tatapan Tao padanya sangat tak bersahabat, jadi tanpa bertanya dia meminum habis semua yang ada didalam kendi. Tak ada rasa apapun, hanya baunya saja yang menyengat.


" Ganti bajumu, kita akan mulai latihan nya sekarang juga" Tao hendak meninggalkan Fu Tong, namun langkahnya terhenti ketika ia teringat sesuatu.


" Mengenai sinyal panggilan dari Kaisar, kau tidak akan merasakan nya lagi. Semua nya sudah diurus oleh Permaisuri, jadi kau tak perlu memikirkan apapun, fokuslah berlatih. Aku tunggu kau dibawah dalam 5 menit" akhirnya Tao meninggalkan Fu Tong yang mengumpati dirinya, tentu saja Tao tahu itu, tapi dia tidak mau ambil pusing.


Beberapa saat kemudian, Fu Tong sudah berada dilapangan bersama Tao, dilihatnya ada seorang wanita yang sedang berlatih sendirian disana, pergerakan nya sangat lincah dan berani, ayunan pedangnya terlihat seperti sebuah tarian yang indah, namun tarian itu lebih tepat diberi nama dengan tarian kematian. Walaupun ayunan nya indah, namun pedang itu siap menghabisi siapapun yang berada didekatnya.


Setelah semakin dekat dengan sang penari pedang kematian itu, Fu Tong merasa seperti dia mengenali gadis itu. Bentuk tubuhnya serasa tidak asing baginya, tunggu. Itu adalah.......Yanran?!.


" Bagus! Bagus!" Tao memberikan sorakan dan tepuk tangan nya pada gadis yang telah mengakhiri tarian kematian nya itu.


" Kerja bagus Yanran" Tao menepuk pundak Yanran dengan bangga.


" Terimakasih Guru!" ucapnya memberikan hormat dengan membungkukan badan nya.


Yanran yang serasa melihat seseorang yang terasa akrab langsung memiringkan kepalanya untuk melihat orang itu.


" Kak Fu Tong!" tanpa berpikir panjang Yanran langsung berlari ke arah Fu Tong dan memeluknya.


" Kau kemana saja? Aku sudah lama tidak melihatmu, apa kau tidak merindukanku?" Yanran melepas pelukan nya lalu melipat kedua lengan nya didepan dada sambil mengembungkan pipinya.


Fu Tong yang wajahnya sudah memerah seperti sebuah tomat itu berusaha menetralkan dirinya kembali.


" Oh ayolah adik. Kita baru bertemu saat perayaan di kediaman Permaisuri kemarin. Kenapa kau baru menyapaku sekarang? Bukankah saat itu lebih tepat?"


Memang benar, saat perayaan itu adalah kali pertama mereka bertemu setelah beberapa tahun. Namun Yanran terlihat biasa saja, tidak seperti sekarang.


" Ishhh, itu karna aku malu dengan Permaisuri" rajuk Yanran.


" Lalu apa kau tidak malu pada gurumu sekarang?" Tao yang daritadi hanya melihat dua insan ini saling berpelukan akhirnya ikut bicara.


" Ehehee,,, maaf Guru" ucap Yanran.


" Sudahlah, Fu Tong kemari untuk berlatih atas perintah Permaisuri"


" APAAA??!!!!!" Yanran yang terkejut mendengar penuturan Tao hanya melongo sambil melihat ke arah Tao dan sesekali ke arah Fu Tong.


" Karna sihir kalian berada ditingkat yang sama, aku rasa akan lebih baik jiga aku melatih kalian bersamaan"


" YESSSSSS!" ucap Yanran dan Fu Tong kegirangan, mereka bahkan melakukan tos hi-five.


" Sekarang, persiapkan diri kalian untu bertarung dengan satu sama lain" Tao berjalan ke arah sisi lapangan meninggalkan Yanran yang kegirangan dan Fu Tong yang hanya melongo.


Bagi Yanran, ini adalah kesempatan nya untuk berduel dengan Fu Tong dan menunjukan bahwa dia lebih baik. Sedangkan bagi Fu Tong, dia tidak mungkin bisa menyakiti Yanran, dan apa ini? Mereka akan berduel? Yang benar saja.


Mau tidak mau, akhirnya Fu Tong setuju untuk berduel. Saat ini mereka akan melupakan hubungan mereka sebagai kaka dan adik. Hari ini, mereka adalah musuh, ini adalah apa yang dikatakan oleh Tao.


Masing-masing dari mereka memegang pedang kayu, dengan aba-aba dari Tao maka duel antara Yanran dan Fu Tong berlangsung.


Tanpa ragu-ragu Yanran menyerang Fu Tong lebih dulu, tak ada perlawanan apapun dari Fu Tong, dia hanya menahan serangan dari Yanran. Kejadian seperti itu terjadi selama beberapa menit, sampai akhirnya Fu Tong terlihat lengah dan Yanran menyerangnya dengan sekuat tenaga.


Fu Tong yang merasa sia-sia karna telah mengalah justru emosinya tersulut dan akhirnya mereka berduel secara sungguhan. Fu Tong dengan emosinya menyerang Yanran yang terlihat sangat santai menangani segala gerak-gerik Fu Tong.


Pukulan, tendangan, sudah diberikan Yanran beberapa kali pada Fu Tong. Jika mereka berduel menggunakan pedang sungguhan, mungkin sekarang seluruh tubuh Fu Tong sudah penuh dengan luka sayatan.


Di akhir latihan, Fu Tong tumbang dengan berbagai memar yang terdapat di tubuhnya karna ulah Yanran. Secara otomatis, Yanran adalah pemenang dari duel pertamanya ini. Lagi-lagi Yanran memberikan hormatnya pada Tao sebelum Tao pergi. Setelahnya barulah Yanran membopong Fu Tong ke kamarnya dan mengobatinya.


Yanran merebahkan Fu Tong secara hati-hati, bahkan sudah sepelan ini Fu Tong masih meringis kesakitan.


" Ashhh kenapa kaka sangat lemah? Begini saja sudah meringis seperti itu" gerutu Yanran sambil meniapkan obat untuk mengolesi luka Fu Tong.


" Begini saja katamu? Lihat yang kau perbuat? Ohhh Dewa! Aku bahkan sudah tidak merasakan kakiku lagi" Fu Tong sengaja melebih-lebihkan rasa sakitnya agar Yanran merasa bersalah. Tapi bukannya merasa bersalah, Yanran justru semakin merendahkan nya.


" Bagaimana bisa Kaisar memperkerjakan orang lemah sepertimu"


" Hei! Jaga bicaramu! Kau tidak merasakan yang aku rasakan sekarang, lagipula ini adalah ulahmu" kesal Fu Tong.


" Aku? Aku sudah jauh lebih dulu merasakan nya. Apa kau pikir karna aku wanita aku tidak pernah terluka? Aku bahkan pernah terluka lebih parah darimu kak. Aku bahkan pernah bertarung dengan para siluman itu saat berlatih, kau pikir mereka memiliki belas kasihan? Tentu saja tidak "


Fu Tong terkejut mendengarnya, dia pikir karna Yanran seorang wanita maka pelatihan nya berbeda, tapi dugaan nya sepertinya memang tidak ada perbedaan antara latihan perempuan dan laki-laki.


" Maaf"


Hati nya sesak kini, rasa bersalah menggerayangi dirinya. Dia tidak tahu bahwa Yanran pernah mengalami hal yang lebih dari ini, seorang putri kesayangan dari seorang sahabat Kaisar terdahulu sekarang harus mengalami rasa sakit yang tidak bisa ia bayangkan.


Dirinya saja yang penuh dengan lebam karna terkena pukulan Yanran, sudah merasa tidak bisa menggerakan badan nya. Bagaimana nasib Yanran dengan yang dimaksud lebih dari ini? Sepertinya sangat amat menyakitkan.


Saat ini, Fu Tong bertekad, jika di har pertamanya dia sudah babak belur seperti ini, dan Yanran pernah mengalami hal yang lebih parah, maka dia harus mulai bersama Yanran, agar bisa melindungi...


Dirinya sendiri.


" Sudahlah, sini, aku obati lukamu" Yanran mengompres lebm lebam yang ada pada tubuh Fu Tong dengan sangat telaten, daripada seorang adik dan kaka, mereka terlihat lebih cocok seperti sepasang suami istri.


' Andai kau tahu Yanran, dan andai aku bisa mengatakan nya, aku tidak bisa membohongi perasaanku terus menerus'


|


|


|


|


|


bersambung.....