
Xiao Shi berjalan dengan sangat terburu-buru. Ada emosi dalam setiap langkahnya, itu adalah apa yang dirasakan oleh para dayang nya.
" Yang Mulia, pelankanlah langkahmu saya takut anda terjatuh" ucap Yuan sambil mengejar langkah Xiao Shi yang sangat cepat.
Yuan, Yanran, dan Feng Yue saja masih sedikit tertinggal. Sedangkan dayang yang lainnya? Tentu saja mereka jauh tertinggal. Bahkan mereka sudah tidak lagi berjalan, tetapi berlari.
Permaisuri ini sungguh sesuatu.
Begitu sampai di kamarnya, Fu Tong sudah berada disana bersama Teng She. Keadaan Fu Tong sangat kacau.
Yuan, Yanran dan Feng Yue yang tadinya ingin meninggalkan Xiao Shi sendiri pun mengurungkan niatnya. Kenapa mereka ada disini? Bahkan dengan keadaan seperti itu?
Xiao Shi mendekati Fu Tong.
1 detik....
2 detik....
3 detik....
Tidak terjadi apapun. Yanran hendak menanyakan sesuatu tapi ucapan nya terhenti karna sesuatu.
PLAAAAKKKKK!!!!!
Xiao Shi menampar Fu Tong. Yanran yang hendak bertanya tadi akhirnya hanya menganga saja karna terlalu shock.
Feng Yue yang mengetahui keadaan nya langsung memberikan kode pada Yanran agar dia menyuruh para dayang yang baru datang beristirahat lalu menutup pintunya rapat-rapat.
Suasana hening, atmosfer disana terasa sangat menegangkan. Feng Yue menyentuh dagu Yuan agar mulutnya kembali tertutup.
Fu Tong terlihat pasrah. Dia sudah tidak melawan. Teng She juga sudah pindah ke sisi lain bersama Yanran, Yuan dan Feng Yue.
" Ada apa?" Tanya Feng Yue begitu Teng She berada disisinya.
" Kau lihat saja nanti"
Xiao Shi membuka cadarnya, membuka jubah Permaisurinya. Dia menatap Fu Tong dengan sangat tajam.
Tangan yang tadinya mengepal kini terbuka. Sebuah cahaya muncul bersamaan dengan sebuah pedang yang kini ada di genggaman Xiao Shi. Suasana semakin mencekam. Pasalnya, pedang itu tidak bisa dikembalikan tanpa mengambil sebuah nyawa.
" Katakan yang sebenarnya" ucap Xiao Shi. Terdengar sangat menakutkan. Ini bukan nada yang biasa ia gunakan.
" Tidak ada yang ingin aku katakan Yang Mulia. Nyawaku milikmu. Lakukanlah sebagaimana seharusnya" Fu Tong pasrah. Ia tahu dirinya salah. Tidak ada pembelaan kali ini, dia tidak ingin membela apapun. Ini benar-benar murni karna kesalahannya.
" Untuk apa kau mendatangi kerajaan asalku dan mendekati Bunga Surgawi? Kau ingin menghabisiku? Kau tau nyawaku tergantung bunga itu dan kau ingin menghancurkannya?" Cecar Xiao Shi.
Semua orang terkejut. Bagaimana bisa Fu Tong seberani itu.
Selama pelatihan, mereka memang diberi tahu tiga kewajiban mereka. Menjaga Permaisuri, menjaga Keluarga nya, dan juga Membantu menjaga keamanan Bunga Surgawi.
" Jika seperti itu bisakah aku katakan bahwa ini adalah penghianatan?" Xiao Shi mengarahkan pedang nya tepat pada leher Fu Tong.
Yanran hendak menghentikan keadaan itu dan memohon pada Xiao Shi untuk memberi Fu Tong kesempatan. Tapi Feng Yue menarik tangannya dan menghentikannya.
" Diam disini, apapun keputusan nya nanti itu adalah yang terbaik, pedang itu bukan sembarang pedang, jika kau mengacaukannya kau yang akan terkena imbasnya. Pikirkan ayahmu" bisik Feng Yue.
Mendengar itu Yanran pun mengurungkan niatnya. Feng Yue benar, selain hatinya, dia harus memikirkan ayahnya .
" Tidak Yang Mulia, aku tidak berniat menghianati anda sama sekali" bela Fu Tong.
" Bukankah tidak ada yang ingin kau katakan? Kenapa sekarang kau membela dirimu sendiri?" Sinis Xiao Shi.
" Kesalahanku karna menerobos keamanan dan berusaha mendekati Bunga Surgawi memang salah. Tapi jika ini dianggap sebagai penghianatan terhadap anda, aku tidak bisa menerimanya Yang Mulia" tegas Fu Tong.
" Kenapa?"
Xiao Shi mencoba menyelidik semua yang Fu Tong katakan. Xiao Shi menurunkan pedang nya dari leher Fu Tong.
" Apa yang sedang kau cari tahu?"
Fu Tong menceritakan semuanya, mimpinya pada saat dia diperlihatkan kejadian di alam yang tidak diketahui. Fu Tong merasa mimpi itu bukan sekedar mimpi, dia merasa mimpi itu nyata. Dan seperti ada hal yang tersembunyi disana.
Saat pelatihan di perguruan Tao, Fu Tong tidak mengingat nya sama sekali. Tapi begitu keluar, dan kembali ke istana. Hati dan pikirannya selalu teringat mengenai Bunga Surgawi. Karna itulah ia nekad pergi kesana.
" Apa maksudmu? Aku dirantai dan disiksa? Lalu kau membawakan pedang ini? Dan ini adalah pedangku?" Ucap Xiao Shi sambil melihat ke arah pedang di tangannya.
" Itu benar" jawab Fu Tong.
" Apakah kau sering mengalaminya?" Tanya Teng She.
" Tidak. Itu pertama kalinya. Dan kurasa pasti ada alasan kenapa pedang itu sekarang ada ditangan anda Yang Mulia" tebak Fu Tong.
" Apakah aku boleh menyentuh nya Yang Mulia?" Lanjutnya.
" Silahkan"
Fu Tong menyentuh pedang yang dipegang Xiao Shi dengan ragu. Jantungnya berdebar sangat kencang. Tangan nya sedikit gemetar, entah apa yang membuatnya seperti ini. Walaupun seperti itu, tekadnya kuat. Dia ingin menyentuh pedang itu.
Begitu dia menyentuh nya, waktu terasa terhenti. Jantungnya sudah tidak seberdebar tadi, tangan nya juga tida gemetar. Tapi, ada yang aneh beberapa saat setelah itu.
Sebuah cahaya muncul dari pedang nya. Menyilaukan mata semua orang. Mereka menggunakan kedua tangan nya untuk menutupi cahaya itu dari matanya.
Ketika cahaya itu redup. Mereka semua membuka matanya. Namun ada yang aneh... Kemana Permaisuri? Kemana Fu Tong? Mereka berdua tidak ada.
Tunggu,,,, bukan kah Teng She juga ada disampingnya tadi? Kemana dia sekarang? Kenapa mereka bertiga menghilang begitu saja.
" Yang Mulia?.... Fu Tong?.... Teng She? Dimana kalian?!" Feng Yue menyerukan ke seluruh ruangan. Tidak ada yang menjawab.
Yanran dan Yuan juga mencari keseluruhan ruangan, tak ada satupun yang dapat ditemukan.
Mereka bahkan sudah mencoba untuk mencari menggunakan tanda mereka. Tapi tidak ada yang dapat di deteksi. Semuanya menghilang begitu saja.
" Bagaimana sekarang?" Panik Yuan.
" Aku akan memberi tahu ayah agar dia bisa membantu kita" tawar Yanran.
" Tidak" Feng Yue menghentikan.
" Kita tunggu sampai besok malam. Jika tidak ada yang kembali, kita temui Tao terlebih dahulu. Kita akan mencari mereka dari sana"
Yanran dan Yuan menganggukan kepalanya, mereka setuju dengan apa yang dikatakan oleh Feng Yue.
Mereka bertiga bukanlah orang sembarang, tidak mudah menculik atau melakukan sesuatu terhadap mereka. Terlebih dengan Xiao Shi. Jika seperti ini, itu artinya memang ada sesuatu yang sedang terjadi.
Feng Yue yakin, mungkin hilangnya Xiao Shi dan yang lainnya pasti ada sangkut pautnya dengan pedang itu.
" Apa yang sebenarnya terjadi?"
|
|
|
|
|
bersambung......