Permaisuri Kaisar

Permaisuri Kaisar
Episode 72


Kini mereka semua kembali berkumpul didepan api unggun, namun dengan posisi yang berbeda. Xiao shi duduk disebelah Zhao. Sedangkan Jendral chi, huang li, dan Yuan duduk di sebrang Zhao.


Jendral chi dengan wajahnya yang terlihat sangat lemas dan tidak bersemangat, hanya bisa menunduk pasrah.


" Jadi, apa alasanmu melakukan ini, permaisuri?" zhao mengalihkan pandangannya pada xiao shi dan menatapnya lekat.


Xiao shi hanya diam bergeming. Alasan apa yang harus dia katakan?


" Permaisuri?"


" Tidak ada, yang mulia. Aku hanya ingin berjalan-jalan keluar karena merasa suntuk diistana. Tidak ada hal lain, lagi pula saat kita bertemu pertama kali itu adalah pertama kalinya juga aku keluar. Dan sialnya malah harus bertemu dengan kalian" gumam Xiao Shi diakhir, namun masih sapat didengar oleh Zhao.


" Kenapa kau masih seperti nona Ling?"


" Hah?" Xiao Shi mengernyit, apanya yang seperti nona Ling?


" Sikapmu. Yang aku tau permaisuri ku tidak seperti sikap nona ling yang agak,, ya begitulah"


" Hei, ini aku yang sebenarnya. Yang kau lihat di istana hanya pencitraan semata, aku tidak sebaik itu kau tau?!" Cibirnya.


" Jadi, sikapmu yang nakal terhadap pria juga bagian dari dirimu?"


" Nakal bagaimana?"


" Lihat sikapmu pada jendral chi, dia sampai menaruh perasaan nya padamu" zhao menunjuk jendral chi dengan dagunya.


" Itu bukan salahku, aku tidak pernah memberi harapan lebih padanya, lagipula--" belum selesai Xiao Shi berbicara, jendral chi sudah memotong nya.


" Yang mulia, maafkan hamba karna kelancangan hamba selama ini. Hamba mohon jangan menghukum keluarga hamba, jika anda ingin menghukum hamba, maka tolong hukumlah hamba, bahkan jika anda menginginkan nyawa saya, saya akan memberikannya. Tapi hamba mohon, jangan biarkan panglima mengetahuinya, ini akan menghancurkan harga dirinya" jendral chi bicara bertubi tubi sambil terus bersujud memohon ampunan. Xiao Shi pikir seperti nya kaisar ini orang yang cukup mengerikan.


" Tenanglah jendral, ini bukan salahmu. Kali ini justru seharusnya aku yang meminta padamu agar kejadian ini tidak menyebar, permaisuri sudah nakal dan sedikit melewati batasan. Jadi selama kau bisa menjaga rahasia mengenai kejadian ini maka hidupmu, reputasimu dan ayahmu akan aman. Aku jamin itu"


Jendral Chi tersentak, ini diluar pemikiran nya. Tapi untunglah kaisar nya mengambil keputusan itu, jika tidak maka ia akan sangat menyesal, bahkan dalam kematian sekalipun.


" Terimakasih Yang Mulia, terimakasih"


Zhao hanya mengangguk. Lalu tatapannya beralih pada Yuan, gadis itu masih belum berniat membuka topengnya. Karna memang Xiao Shi juga tidak memintanya.


" Dan kau, pelayan Yuan. Buka saja topeng mu itu"


Mendengar itu Yuan menatap Xiao shi meminta persetujuan, setelah Xiao Shi mengangguk barulah ia membuka topengnya.


" Yang mulia" hormatnya.


" Baguslah, semuanya sudah clear. Dan ku harap kedepannya, saat kau merasa suntuk diistana, kau bisa menemuiku permaisuri" lagi lagi zhao menatapnya dengan intens. Sial, Xiao Shi tidak bisa menahan degup jantungnya.


" Kenapa? Aku bisa pergi sendiri seperti sekarang yang mulia" tidak, dia sudah tidak bisa lagi menjadi Xiao shi yang menjaga image nya, bermartabat, dan bersopan santun. Degupan jantung nya membuatnya harus melakukan ini agar tidak terlihat terlalu kentara.


" Kau membantah, Permaisuri?"


" Tentu saja tidak, aku hanya tidak ingin merepotkanmu saja" alibinya.


Zhao tersenyum, bibirnya sedikit terangkat, hanya sedikit. " Kau tidak merepotkan ku sama sekali"


Lalu Zhao mengusap ngusap rambut xiao shi dan mencium keningnya.


Makkkkkk tolong!


Xiao shi sudah tidak bisa menahan dirinya, rambutnya yang disentuh tapi hatinya yang berantakan. Sial, kenapa dia jadi seperti budak cinta dengan kaisar ini. Padahal sebelumnya sangat kaku.


Zhao mengangguk tanda setuju .


" Bukankah rumor yang beredar kau memakai cadar karna wajahmu..." Dia menggantung ucapannya.


Xiao shi yang mengerti arah pembicaraannya hendak menjawab, namun sudah didahului oleh Yuan.


" Tidak kah kau melihat betapa cantiknya wajah permaisuri? Kecantikannya bisa menghancurkan Wang dalam sekejap jika orang-orang banyak mengetahuinya. Para raja akan berbondong-bondong datang ke Wang dan menikahinya, lalu raja itu akan berperang dengan raja lain demi mendapatkan Xiao Shi dan duarrrrr, nanti wang akan terkena imbasnya"


Xiao Shi merutuki mulut Yuan yang tidak bisa di rem itu, alangkah lebih baiknya mungkin nanti dia harus membuat Yuan bisu saat pergi keluar.


" Jika itu alasannya, kenapa permaisuri tidak menunjukkan wajahnya pada saat setelah pernikahan?" Tanya Huang Li lagi.


" Haishhh,,, itu karna permaisuri ingin melihat apakah kaisar akan mencintai nya tanpa tau wajahnya atau tidak. Jika kaisar mengetahui sejak awal lalu jatuh cinta, itu sudah pasti karna kecantikannya, dan permaisuri tida ingin itu, dia juga—" tiba-tiba saja Yuan kehilangan suaranya.


Jangan tanyakan mengapa, tapi tanyalah siapa yang membuatnya jadi seperti itu. Tentu saja xiao shi, memang nya siapa lagi.


" Kau terlalu banyak bicara, Yuan"


Semua orang diam, tak berkutik. Ternyata Permaisuri ini cukup berani juga, pikir mereka.


Lalu, karna malam semakin larut mereka memutuskan untuk kembali ke istana. Kali ini mereka kembali menggunakan sihirnya, tidak lagi berjalan.


" Besok ikut aku menemui ibu" ucap zhao saat ia melepaskan xiao shi dari rangkulannya.saat ini mereka sudah berada didalam kamar milik xiao shi. Ya, mereka berdua kembali menggunakan sihir dari zhao, jadi mau tidak mau, suka tidak suka xiao shi harus bersentuhan dengan zhao, dan tanpa aba-aba pria itu malah langsung merangkulnya.


Tanpa bertanya lebih lanjut xiao shi hanya menganggukan kepalanya, dan zhao pun langsung menghilang begitu saja.


Kini, wajahnya sudah diketahui oleh zhao. Penyamaran nya sebagai ling juga sudah terbongkar. Terlebih, bodohnya lagi entah kenapa tubuhnya selalu tidak bisa menolak ketika zhao menyentuhnya. Gila! Ini beanr-benar gila. Dimana kewarasanmu xiao shi, oh dewa.


Xiao shi langsung berjalan ke depan meja riasnya, dan berkaca.


" Apa aku jatuh cinta? Tidak, tidak, tidak mungkin. Ini aneh, cinta datang secepat itu adalah hal yang aneh. Lalu apa yang sebenarnya kau rasakan xiao shi? ada apa dengan perasaan anehmu saat ini? Apa jangan-jangan kaisar menyihirku? Ah tapi itu juga tidak mungkin. Ada apa denganku sekarang?!" xiao shi berbicara sendiri pada pantulan dirinya di cermin.


Dia merasa tidak bisa mengontrol dirinya sendiri jika berdekatan dengan zhao sekarang. Dia harus mencari tahu alasan nya, ya, harus.


Saat dia sedang melamun, tiba-tiba saja teng she muncul dibelakangnya dan memperhatikan keadaan tuan nya itu. Xiao shi yang memang sedang berkecamuk dengan pikirannya sendiri menjadi tidak fokus akan kehadiran teng she disana.


Dengan rasa iba dan tekad yang kuat, teng she merasa dia harus membantu tuannya menyelesaikan masalahnya.


" Aku akan membantumu, gadis bodoh. Aku akan membantumu mencari alasan nya" tekad teng she dalam dirinya. Lalu dia kembali menghilang meninggalkan xiao shi yang mulai terlelap dalam meja riasnya.


Terkadang teng she memang bukanlah hewan kontrak yang penurut ataupun tunduk, tapi dia juga punya hati dan perasaan. Dia tidak tega dan merasa iba dengan tuannya yang seperti ini, kebingungan tak tahu arah padahal apa susahnya tinggal menerima dan mengakui perasaan nya saja.


Namun, jika dilihat dari kejadian sebelumnya mengenai kunjungan mereka ke alam langit melewati dimensi lain, tentu saja ini menjadi aneh bagi teng she. Dia berpikir, mungkin semua ada kaitan nya.


|


|


|


|


|


bersambung.....