Permaisuri Kaisar

Permaisuri Kaisar
Episode 90


Hari sudah sore namun Zhao dan Long belum selesai juga, rambut Xiao shi masih belum kembali menghitam secara keseluruhan.


" Sepertinya mereka akan sampai malam" ucap Feng Yue.


" Ya, kau benar" jawab Huang Li.


" Aku harus kedalam, Long pasti akan kehabisan energi" Feng Yue hendak masuk namun langkahnya terhenti karna seseorang memegang bahunya.


" Akβ€”Pangeran Yan"


" Kau tidak perlu masuk, Long sudah tau dan dia sudah menyiapkan semuanya. Bahkan jika harus dua hari dia sudah siap"


" Bagaimana mungkin?"


" Tetua memberinya sedikit intisari dari bunga surgawi. Walaupun shi'er butuh energi kaisar, tapi tanpa bantuan energi bunga surgawi itu tidak akan berhasil. Karna itu ayah mengatakan tadi akan membawa shi'er "


" Baik, pangeran"


" Hm, sepertinya kaisar sangat mencintai shi'er. Malangnya dia karna baru diberi jatah sekarang setelah sekian lama menikah"


Tidak ada yang tidak tertawa karna ucapan pangeran Yan. Ingin sekali mereka tertawa terbahak-bahak tapi itu tidak mungkin, mereka harus melindungi kepala mereka sendiri bukan?


...🧊 🧊 🧊...


" Selir agung, anda terlihat sangat cantik sekarang"


" Aku bukan lagi selir agung"


" Tapi bagi hamba, kau tetaplah selir agung. Seharusnya Permaisuri tidak melakukan itu pada anda "


" Kenapa kau mau menjadi pelayanku disaat semua orang menolak? Aku adalah selir agung yang dihina dan sangat dicampakkan disini. Bagaimana mungkin ada yang menginginkan ku lagi. Bahkan tingkatan selirku juga sangat rendah"


" Anda tidak boleh seperti itu, selir agung. Anda tidak boleh menyerah"


" Siapa yang mengatakan aku menyerah? Ngomong-ngomong apa kau bersumpah akan setia kepadaku?"


Pelayan itu mengangguk dengan yakin. " Baiklah, aku memiliki banyak hal yang harus kita lakukan"


Selir Yun tersenyum licik sambil menatap pantulan dirinya di cermin. Dia sudah bertekad, bahwa dia akan membalaskan semua perbuatan Xiao Shi lebih kejam.


...🧊 🧊 🧊...


" Hahahaha,,, aku meminta maaf yang mulia. Ini semua ide para putraku, mereka ingin melihat keseriusan kaisar juga anda. Mereka terlalu takut adiknya tidak bahagia disini"


Raja wang, ratu wang, ibu suri, juga putra mahkota dan pangeran Xun sedang berkumpul disini. Sedangkan sejak awal pangeran Yan lebih memilih berkeliling daripada mengobrol.


" Hooo, jantungku hampir saja keluar saat kau mengatakan akan membawa menantuku. Aku benar-benar takut" ucap ibu suri sambil mengelus-elus dadanya.


" Takut? Mengapa seperti itu Yang Mulia?" Tanya putra mahkota.


" Apakah kau tau? Putrimu membawa banyak perubahan bagi putraku. Aku takut jika putrimu pergi, putraku akan semakin gila dan tak tersentuh. Sebelumnya tak ada yang bisa membuatnya tersenyum, tapi adikmu, dia bahkan membuatnya tertawa. Adikmu juga membawa banyak perubahan bagi istana, para rakyat sangat menyayanginya, dia juga membantu perekonomian kita. Segala sesuatu nya meningkat drastis setelah kedatangannya."


" Maafkan aku yang mulia, tapi jika seperti itu anda berarti takut kehilangan nya karna adikku sangat menguntungkan anda?"


"Cheng! Ingat batasanmu!" Tegur sang ayah.


" Tidak apa apa raja. Dia juga putraku, bukankah kita sudah sepakat akan benar-benar menjadi besan daripada pernikahan politik?" Ucap ibu suri.


" Maafkan putraku Yang Mulia " Ibu suri hanya membalasnya dengan menganggukan kepala, lalu beralih menatap putra mahkota lagi.


" Kau benar, aku takut kehilangan nya karna dia sangat menguntungkan ku. Dia menguntungkan ku karna aku sudah lama menginginkan seorang putri. Dia menguntungkan ku karna pada akhirnya aku bisa tenang jika suatu saat aku harus meninggalkan kekaisaran ini dan putraku. Pada akhirnya kekaisaran mendapatkan Permaisuri yang sempurna. Dan putraku juga mendapat kan istri yang sempurna. Dia benar-benar menguntungkan ku, putra mahkota "


Semua orang tertegun mendengar penjelasan ibu suri.


" Yang Mulia " putra mahkota merasa bersalah telah bertanya hal seperti itu.


Akhirnya, mereka kembali larut dengan obrolan mereka. Mereka bahkan tidak khawatir sama sekali pada Zhao ataupun Xiao Shi. Mereka justru asik tertawa dan bercengkrama banyak hal lainnya.


...🧊 🧊 🧊...


Hari sudah malam, Zhao dan Long sudah berhenti dengan aktivitas nya. Tubuh Xiao shi yang mengambang kini sudah kembali menyentuh ranjang. Rambutnya juga sudah sepenuhnya menghitam.


" Terimakasih, Long"


" Tugasku Yang Mulia"


" Bolehkah aku bertanya?"


" Tentu"


" Sedekat apa kau dengan istriku?"


" Maksudnya yang mulia?"


" Terakhir saat kerajaan Wang kemari, dia menitipkan salamnya untukmu. Jadi pasti kau sangat spesial untuknya bukan?"


Long tertawa. " Anda cemburu yang mulia? Tenang saja saya tidak ada hubungan apa-apa. Kedekatan saya sama seperti Feng Yue dan Yuan. Kami berempat sering menghabiskan waktu bersama jadi mungkin kami merasa kehilangan satu sama lain saat berpisah."


" Kau merasa kehilangan istriku?"


" Iya. Tidak hanya Permaisuri, aku juga merasa kehilangan Yuan dan Feng Yue. Jujur saja, aku sedikit kesepian di Wang"


" Ah, ku pikir"


Zhao mengantar Long keluar. " Selamat beristirahat Yang Mulia "


" Terimakasih, kau juga"


Lalu Long mengedipkan sebelah matanya pada Yuan. Dan menerima pelototan dari Feng Yue. Dia selalu merindukan saat saat dimana ia menggoda Yuan dan Feng Yue di Wang itu adalah saat-saat yang menyenangkan.


" Yang Mulia, makanan sudah siap" ucap kasim Han.


" Aku tidak akan makan, simpanlah"


" Tapi Yang Mulia anda sudah tidak makan sejak kemarin"


" Aku baik-baik saja, terimakasih " Zhao langsung masuk lagi kedalam dan merebahkan dirinya disamping Xiao shi.


Istri, sekaligus permaisurinya itu kini terlihat sangat baik-baik saja. Bahkan terlihat semakin cantik. Tanda di dahinya juga sudah menghilang seiring rambutnya yang sudah menghitam.


Zhao mengecup pipi Xiao Shi lembut, lalu mengendus nya seperti bayi. " Kapan kau akan sadar. Aku takut sayang. Aku takut kau pergi meninggalkan ku. Aku takut kau menghilang. Aku takut"


Pelukannya semakin erat. Melihat rambut Xiao Shi berubah menjadi perak dia merasa melihat Xiao shi versi lain. Dan dia tidak menyukai itu. Dia menyukai Xiao Shi nya. Xiao Shi yang sangat keras kepala, dan sangat amat gengsian.


Dia menyukai Xiao Shi yang akan sangat bawel saat bertengkar dengan nya. Xiao Shi yang akan tertawa walaupun dirinya membuat lelucon yang sangat tidak lucu. Dia menyukai Xiao Shi nya yang mengatakan mencintai dirinya, tapi malah membuat jadwal tidurnya dengan para selir. Haha, ya dia jatuh cinta pada Xiao Shi nya yang sangat menggemaskan dan menyebalkan.


" Cepatlah bangun sayang" zhao mengecup kening Xiao Shi lama, dan mengecup sekilas bibirnya yang terasa lembut. Lalu dia tidur dengan keadaan memeluk Xiao Shi.


|


|


|


|


|


bersambung.....