Permaisuri Kaisar

Permaisuri Kaisar
Episode 84


Kabar mengenai penurunan selir Yun dan pengangkatan selir Yi sudah sangat menyebar. Bahkan kepala dari pelayan pribadi Mao juga sudah digantung di gerbang istana.


Ini membuat rakyat melihat sisi lain dari permaisuri nya, walaupun permaisuri dikenal dengan kebaikan nya tapi ternyata dia orang yang tidak pernah bermain-main dengan ucapannya. Hal ini membuat rakyat semakin menghormati permaisurinya.


Sedangkan disisi lain Zhao sedang sibuk dengan tumpukan kertas yang sangat banyak. Belakangan ini dia memang disibukan dengan kertas kertas ini.


" Yang Mulia, beristirahat lah. Anda tidak makan sejak kemarin" tegur Kasim Han.


" Sebentar lagi" jawab Zhao namun masih berkutat dengan kertas kertasnya.


Sebenarnya, kejadian ini berawal dari Huang Li yang melaporkan bahwa Xiao shi sudah memberikan jadwal kunjungannya pada para selir. Sejak itu dia langsung diminta untuk mencari berkas-berkas terkait para selir.


" Kasim han, kembalikan sebagian kertas ini. Dan bersihkan sampahnya. Huang li, berikan gulungan gulungan ini sesuai dengan nama yang tertulis disana. Lakukan ini secara diam-diam, dan jangan berikan pada siapapun. Langsung berikan saja pada penerima nya "


" Baik, yang mulia " ucap keduanya serempak.


Zhao menyandarkan tubuhnya pada kursi. Akhirnya dia bisa menyelesaikan semuanya. Dengan gulungan itu, dia bisa mengacaukan jadwal kunjungan yang dibuat oleh permaisurinya.


*Flashback on


Saat ibu suri mengunjungi kediaman kaisar, dia menyadari ada hal yang mengganggu putranya. Saat itulah Zhao mengatakan rencana gila Xiao shi yang membuat jadwal kunjungan para selir.


" Apa yang dilakukan permaisuri mu tidaklah salah nak" ucap ibu suri menenangkan.


" Apanya yang tidak salah? Dia tidak menghargai perasaan ku bu!"


" Apa kau pikir mudah baginya mengatur jadwal itu? Hatinya pasti juga sakit"


" Tidak bu. Dia melakukannya dengan senang hati agar aku menjauh darinya. Dia membuat jadwal itu padahal ibu juga tidak pernah membuatnya "


Ibu suri tidak habis pikir dengan keras kepala yang dimiliki putranya itu. " Kemari, dengarkan ibu baik baik"


Zhao mendekat pasrah dan membiarkan ibunya menggenggam tangan nya seperti saat menenangkan nya dulu ketika ia masih kecil.


" Ayahmy hanya memiliki 2 selir, itu tidak memerlukan jadwal kunjungan apapun. Ayahmu bahkan mengunjungi kami semua dengan adil. Ini semua berbeda denganmu, kau memiliki puluhan selir, dan kau tidak pernah mengunjungi mereka sama sekali sejak awal. Berdasarkan peraturan yang ada, jika sudah seperti ini memang harus dibuatkan jadwal kunjungan yang diatur oleh Permaisuri sebagai pemimpin istana dalam. "


Zhao terdiam mencoba mencerna apa yang dikatakan oleh ibunya. " Lalu, apa yang harus aku lakukan?"


" Kembalikan para wanita yang tidak kau inginkan ke tempat asalnya "


Zhao terkejut, dirinya baru mendengar hal seperti ini " Apakah itu bisa, ibu?"


" Bisa, dengan satu syarat"


Ibu suri memberi tahu zhao apa saja yang harus dia lakukan agar dia bisa mengikis satu persatu para selir yang ada.


*Flashback off


Setelah beristirahat dan dipaksa makan oleh kasim han, zhao lebih memilih berjalan-jalan untuk menghilangkan penat nya. Namun, bukannya menghilangkan penat justru keputusannya kali ini membuat kepalanya ingin meledak.


Didepan sana, tepat dihadapannya, ya benar, tepat sekali dihadapannya jendral chi sedang mengobrol dengan permaisurinya. Mereka bahkan tertawa bersama. Apakah kisah mereka belum berakhir? Zhao mengepalkan tangannya dan segera kembali ke kediamannya.


" Yang mulia —"


" Pergilah Kasim, aku ingin sendiri"


Kasim Han mengerti perasaan kaisar nya, dia pun memilih keluar dan tidak mengganggu Zhao.


Disisi lain Huang Li telah selesai memberikan seluruh kertas yang diberikan oleh kaisar, alangkah terkejutnya ia bahwa isi kertas itu adalah untuk mengembalikan para selir ke rumahnya. Dengan sihirnya yang cukup tinggi, menaruh barang tanpa diketahui orang sekitar adalah hal yang mudah.


Hari sudah malam dan sudah waktunya dia kembali ke kamarnya setelah seharian menyebar surat kesana dan kemari.


" Hoaaammmm. Hari ini sangat melelahkan sekali" Huang Li merebahkan dirinya dan tertidur dengan pulas.


...🧊 🧊 🧊...


Keesokan harinya, kabar mengenai para selir yang akan dikembalikan ke istana dan rumahnya masing-masing sudah menyebar begitu saja. Hal ini bahkan sudah sampai ditelinga Xiao Shi.


" Apa sebenarnya rencananya?" Gumam Xiao Shi.


" Maaf jika aku menyela Yang Mulia, akan tetapi ini sepertinya adalah cara pembuktiannya terhadap perasaan nya padamu" ucap Fu tong.


"Maksudmu?" Tanya Xiao Shi tidak mengerti. Pembuktian apa? Untuk apa?


" Terakhir kali kalian bersama bukankah kalian bertengkar karna jadwal kunjungan kaisar dengan para selir?" tanya fi tong berhati-hati, takut menyinggung Xiao Shi.


Xiao Shi mengangguk.


" Dia sepertinya berusaha menyingkirkan para selir agar jadwal kunjungan itu tidak terjadi"


Xiao Shi mulai mengerti. Jika apa yang dikatakan Fu Tong benar maka artinya kaisar sudah sangat gila. " Ayo kita kesana" ucapnya sambil berlalu pergi.


Sesampainya Xiao Shi di istana kaisar dilihatnya ternyata banyak sekali pelayan pribadi dari para selir yang mengantri memberikan surat persetujuan untuk dikembalikan ke kerajaan dan tempat asalnya.


Semua orang menoleh kearahnya. " Yang Mulia permaisuri " hormat mereka.


" Apa yang kalian lakukan? Sebagai seorang pelayan pribadi dari seorang selir kalian harusnya mengingatkan mereka akan tugas dan pengabdiannya pada kaisar. Kenapa kalian menyetujui nya dan datang kesini?" Tanya Xiao Shi dengan penuh amarah.


Kedatangan dan kemarahan Xiao Shi ini terdengar sampai kedalam ruangan. Zhao memerintahkan Kasim Han untuk keluar dan menghampiri Xiao Shi. " Jika dia meminta masuk, katakan aku sedang sibuk dan akan menemuinya dilain hari"


Saat Kasim Han hendak membuka pintu, dia mendengar suara seorang pelayan yang sepertinya mencoba menjawab pertanyaan Xiao Shi namun dia ketakutan. Suaranya terdengar sangat bergetar.


" Mohon ampun permaisuri. Akan tetapi selir yang hamba layani tidak merasa bahagia berada diistana walaupun dengan fasilitas dan kehormatan yang di berikan. Kehidupan yang berjalan tanpa cinta akan terasa sangat berat setiap harinya " jawab salah seorang pelayan.


" Aku sudah membuat jadwal—"


" Permaisuri " kedatangan Kasim Han mengehentikan aksi marah-marah yang akan dilakukan Xiao Shi berikutnya.


" Kasim Han, dimana Yang Mulia?"


" Yang mulia berada didalam. Dia berpesan jika Yang Mulia Permaisuri ingin menemuinya maka kembalilah, Yang Mulia akan menemui anda dilain hari" ucapan yang diberikan oleh kasim han sedikit membuat hati Xiao Shi sakit. Kaisar menolak bertemu dengannya?


" Katakan padanya aku akan menunggu disini sampai Yang Mulia selesai" ucap Xiao Shi dengan keras kepalanya.


" Tapi —" kasim han tak bisa melanjutkan kata-katanya begitu mendapat tatapan yang membuat dadanya sedikit sesak dari permaisuri.


" Baiklah, akan saya sampaikan " lalu kasim han masuk dan menyampaikan apa yang dikatakan oleh Permaisuri.


" Baiklah, biarkan dia menunggu " ucap Zhao. Hal itu membuat Huang Li dan Kasim Han terkejut. Bagaimana bisa kaisarnya membiarkan seorang wanita, yang tidak lain adalah seorang permaisuri berdiri sangat lama didepan pintu? Oh dewa kenapa kau menciptakan dia makhluk keras kepala ini untuk bersamaa.


" Kasim Han, bantu aku lagi" titahnya. Kasim han tidak bisa menolak perintah Kaisar nya walaupun dia merasa kasihan pada permaisuri.


Waktu berjalan begitu cepat, bahkan para pelayan yang tadi mengantri kini sudah hilang. Ini sudah hampir malam, dan tinggal satu pelayan lagi yang berada didalam menunggu persetujuan dan surat keputusan dari Zhao.


" Terimakasih Yang Mulia. Terimakasih, akhirnya putri bisa kembali ke kerajaannya. Terimakasih" ucap pelayan itu. Zhao hanya mengangguk tanpa emosi apapun.


Saat pelayan itu hendak keluar, Huang Li menahannya. " Saat kau masuk, apa permaisuri masih ada diluar?"


Pelayan itu mengangguk. " Permaisuri bahkan menolak untuk makan walaupun para pelayan menawarkan nya, dia juga menolak untuk duduk dan memilih tetap berdiri sedari tadi. Juga menolak untuk bergeser ketika cahaya matahari mengarah ke arahnya tadi. Sepertinya Permaisuri benar-benar tidak suka dengan keputusan para selir" ucap pelayan itu sedikit bersedih. Bagaimanapun Permaisuri bukanlah orang jahat atau semena-mena seperti selir Yun. Karena itu para pelayan sangat peduli padanya walaupun tidak melayaninya secara langsung.


"Baiklah, terimakasih. Kau boleh pergi"


Setelahnya, Huang Li mendapatkan tatapan tajam dari Zhao. " Kau sepertinya sangat perhatian pada Permaisuri"


GLEEKK!


Huang li menelan ludahnya sendiri. Oh dewa akankah dia mati hari ini? sungguh sebenarnya pertanyaan nya adalah untuk menyadarkan sang kaisar. Tapi sepertinya ini membuatnya salah paham.


" Yang Mulia ini tidak—"


BRAAAKKKKK!!


Zhao langsung bangkit dari kursinya dan menghampiri Huang Li dengan tatapan yang terasa seperti mampu memenggal kepalanya saat ini juga. Huang li sudah mempersiapkan dirinya untuk pasrah dan menerima kematiannya dengan lapang dada.


Namun ternyata tidak terjadi apa-apa padanya. Zhao melewatinya begitu saja dan pergi keluar diikuti oleh kasim Han.


" Apa yang kau lakukan bodoh! Ayo pergi!" Ucap Kasim han menyadarkan Huang li dari lamunannya.


Begitu keluar zhao langsung bertatapan dengan mata Xiao Shi yang tak kalah dinginnya. Hatinya terasa semakin sakit, tatapan ini adalah tatapan saat mereka pertama kali bertemu di wang. Sebelumnya Xiao shi selalu menatapnya dengan tatapan yang terasa hangat dan membuat cinta dalam dirinya semakin besar. Namun kali ini berbeda, tatapan ini seperti tatapan yang penuh benci.


Zhao melangkahkan kakinya menuju Xiao shi. Tidak, tunggu ini bukan menghampiri Xiao Shi. Langkahnya memang menuju ke arah Xiao shi, namun kini zhao tidak berdiri dihadapan nya melainkan disamping jajaran Xiao Shi.


Zhao menatap lurus ke arah pintu didepan nya tanpa berniat menoleh kesamping. " Pulanglah, ini sudah malam. Kita akan membicarakannya dilain hari"


" Kita perlu bicara sekarang, Yang Mulia" jawab Xiao Shi dengan kekeras kepalaannya.


" Aku lelah, kembalilah" Zhao melangkahkan kakinya begitu saja. Namun ucapan Xiao shi mampu membuat langkahnya terhenti.


" Jika kau pergi, dan menolak berbicara sekarang. Maka aku akan mengajukan surat persetujuanku untuk dikembalikan ke kerajaan ku juga"


Tubuh Zhao menegang. Namun tidak lama setelahnya Zhao hanya tersenyum. " Maka lakukanlah, permaisuri " Zhao pun meneruskan langkahnya tanpa ragu.


Sedangkan Xiao Shi tersenyum kecut. " Baiklah, akan aku lakukan"


|


|


|


|


|


bersambung.....