
Suasana cukup terasa kikuk bagi Tuan Hao, jujur saja dia masih terkejut karna surat keputusan yang diberikan padanya, dan kini Permaisuri mengatakan ada hal penting?
" Ada apa Tuan Hao, kau masih terkejut?" tentu saja Xiao Shi dengan mudah menebaknya, raut wajah pria didepan nya ini menyiratkan dengan jelas bahwa ia kebingungan.
" Maafkan saya Yang Mulia, tapi, apakah anda adalah alasan dibalik keputusan tadi?" tanyanya ragu-ragu.
" Tentu saja, bagaimana menurutmu?"
" Maafkan saya Yang Mulia, tapi saya masih merasa kurang pantas untuk itu"
Xiao Shi hanya tersenyum, sebenarnya dia tau pria ini akan berpendapat begitu, karna itulah dia memutuskan untuk datang kesini.
" Bukankah sudah kubilang Tuan Hao, aku akan menjadi tangga yang bisa kau gunakan untuk jabatan mu, dan kau akan menjadi pendukung setia ku. Bukankah itu adil? Selama kita sepakat kau dan aku bisa mencapai tujuan masing-masing"
Kata-kata yang diucapkan Xiao Shi ini benar-benar membuat nya bingung, sebelumnya dia berpikir bahwa Permaisuri adalah orang yang suci, jujur dan membela kebenaran, tapi ternyata tujuan nya tetaplah sama, politik dan haus kekuasaan. Haruskah ia menghentikan rencana nya untuk mulai mengabdikan diri pada Permaisuri?
Melihat Tuan Hao yang mengerutkan keningnya, ia tahu sepertinya pria didepan nya ini mulai berpikir bahwa dia licik. Baiklah, mari kita lihat akan sampai mana keputusan akhirnya nanti.
" Maafkan saya Yang Mulia, tapi saya benar-benar tidak mengharapkan jabatan sama sekali"
Xiao Shi tersenyum penuh arti, " Jika memang benar begitu, maka, akan kubuat surat keputusan untuk mengeluarkanmu dari pemerintahan"
Tuan Hao membulatkan matanya, apa ini? Dirinya diancam? dipecat?
" Yang Mulia, bagaimana bisa anda—"
" Tentu saja aku bisa, sangat bisa, kau tahu itu"
' Ya Dewa, apakah keputusanku untuk bergabung dengan nya saat itu adalah keputusan yang salah? Kenapa kau menjebakku dalam posisi seperti ini' batin Hao.
Xiao Shi yang bisa mendengar pikiran dan isi hati seseorang hanya tersenyum, sepertinya dugaan nya benar, Hao ini akan mengiranya sama busuk dengan pejabat lain nya.
" Jadi apa keputusanmu Tuan Hao? Melakukan rencana kita atau kehilangan posisimu saat ini dalam pemerintahan?" tanya Xiao Shi mendesak.
Tuan Hao memejamkan matanya dan menghembuskan nafasnya perlahan, jika dia tidak mengikuti rencananya dia akan kehilangan pekerjaan nya, juga para pelayan rumahnya akan kehilangan pekerjaan mereka karna dirinya tidak akan lagi mampu untuk membayarnya.
" Baik Yang Mulia, kita lanjutkan seperti yang anda inginkan"
Jawaban itu tentu saja membuat senyum Xiao Shi terbit dibalik cadarnya. " Baiklah dengarkan rencanaku."
Xiao Shi mulai menjelaskan rencana dan keinginan serta alasan ia menjadikan Tuan Hao sebagai pemimpin untuk penyelidikan ini. Xiao Shi menjelaskan nya secara detail dan sangat rinci, dia tidak ingin pria tua itu salah mengerti rencananya, tentu saja dia juga memberikan langkah demi langkah yang harus dirinya lakukan. Kapan Tuan Hao bisa melaporkan perkembangan penyelidikan nya, dan kapan ia harus berpura-pura menemukan Dekrit itu ditempat yang sebelumnya belum pernah ada orang yang terpikir akan mencarinya kesana.
Awalnya Tuan Hao sempat kebingungan dan merasa penasaran bagaimana Xiao Shi bisa mendapatkan Dekrit itu, lalu Xiao Shi menjelaskan semuanya. Apa yang ia lakukan sejak dirinya mengetahui kedatangan Kaisar ke kerajaan nya saat itu.
" Jadi, anda langsung mengirimkan orang-orang anda kemari Yang Mulia?" tanya Tuan Hao masih tidak percaya.
" Iya, kau benar, aku mengirimkan puluhan bahkan ratusan orang-orangku untuk mengetahui kerajaan macam apa yang dipimpin oleh pria pemaksa itu. Dan entah keberuntungan apa yang aku miliki, saat itu orang-orangku menemukan bahwa Mentri Yun hendak menghilangkan beberapa gulungan dengan cara membakarnya. Merasa bahwa gulungan itu sesuatu yang penting orang-orangku membuat tipuan ilusi seolah gulungan itu terbakar hangus, padahal tidak sama sekali. Itu juga alasan kenapa Mentri Yun dan para antek-antek nya merasa tenang dengan penyelidikan ini, karna mereka merasa tidak ada bukti, mereka hanya akan dihukum atas kelalaian mereka, bukan atas prilaku pemberontakan"
Mendengar penjelasan yang sangat tak terduga itu membuat Tuan Hao kembali berpikir, sebenarnya siapa Permaisuri ini? memiliki orang dengan kemampuan ilusi dibawah kendalinya sungguh bukanlah orang sembarangan.
" Kenapa, kau tidak percaya penjelasanku Tuan Hao?" tanya Xiao Shi, dan Tuan Hao hanya diam bergeming tak tahu harus merespon apa.
" Baiklah, lihat ini" Xiao Shi menggerakan tangan nya keatas seolah mengusap sesuatu, lalu muncul asap-asap berwarna putih dan sesuatu yang bergerak-gerak didalam asap itu. Tuan Hao memicingkan matanya memastikan dia tidak salah melihat, sesuatu yang bergerak dalam asap itu seperti suatu kejadian yang terjadi di istana.
" Ini adalah kenyataan yang terjadi pada malam itu"
Terkejut, sepertinya hal yang akan sering terjadi padanya ketika sedang bersama Permaisuri. Ilmu apa ini? Tingkatan berapa? Bagaimana bisa kejadian seperti ini bisa ditampilkan, apakah ini sihir terlarang? Tapi tunggu, apa yang dikatakan Permaisuri dan yang terjadi dalam asap itu sama, semua sesuai dengan penjelasan nya.
" Bagaimana menurutmu?" tanya Xiao Shi.
Masih tidak ada jawaban apapun dari pria didepan nya ini.
" aku tau kau pasti berpikir ini hanya sihir yang membuat kejadian sesuai dengan yang aku katakan, mari kita lihat hal lain"
Xiao Shi lagi-lagi mengusapkan tangan nya, dalam asap itu kini terlihat seorang wanita muda yang sangat cantik, rambutnya tergerai panjang dan sangat indah. Disana juga terdapat seorang pria yang muda, tampan dan gagah. Pria itu adalah Tuan Hao saat muda.
Tuan Hao yang terkejut, serta ada sedikit rasa rindu yang tidak bisa menutupi raut wajahnya. " Yang Mulia, bagaimana anda bisa—"
Asap asap putih itu menghilang, beserta kejadian yang ada didalam nya.
" Ini adalah kemampuan khusus yang ada dalam keluargaku, hanya orang-orang tertentu yang bisa menggunakan nya. Kejadian-kejadian itu diambil dari ingatan seseorang, kau masih mengingat gadis itu bukan? Kau masih mencintainya sampai saat ini, dan dia adalah alasan kenapa kau tidak menikah ataupun mencari gadis lain setelah kepergian nya."
Tuan Hao hanya tertunduk, semua yang dikatakan oleh Permaisuri memang benar adanya. Kini dia mulai mempercayai kejadian pembakaran dekrit tadi. Sepertinya, kejadian itu juga diambil dari ingatan orang suruhan nya.
" Sepertinya, mereka semua memang terlalu licik. Kita harus menyelesaikan nya, membakar Dekrit adalah salah satu tindakan pemberontak" ucap Tuan Hao dengan penuh semangat.
" Kau benar, karna itu, lakukan tugasmu sesuai dengan rencana dan langkah yang sudah aku berikan tadi. Jangan kecewakan aku"
" Tentu saja Yang Mulia, saya akan melaksanakan nya dengan baik"
" Terimakasih"
" Yang Mulia, sebelum itu saya ingin memohon pengampunan anda terlebih dahulu" ucapnya ragu ragu.
Xiao Shi mengernyit, apa yang Tuan Hao maksud. " Pengampunan? Atas apa?"
" Mohon ampun Yang Mulia, saya sempat berpikir bahwa anda tidak jauh dengan para pejabat ataupun para selir yang selalu licik. Tapi setelah semuanya, saya mengerti anda melakukan ini untuk menyingkirkan mereka satu persatu dan membawa kembali kebenaran pada kekaisaran ini"
" tidak apa-apa, aku mengerti. Kau tau Tuan, terkadang kita perlu sedikit mengotori lengan kita untuk membersihkan sesuatu yang kotor. Sama halnya dengan para manusia ini, kita harus lebih cerdas dan licik dari mereka demi menegakan kebenaran ini, jika tidak seperti itu maka mereka akan selalu menang"
" Anda benar Yang Mulia"
Xiao Shi dan Tuan Hao kini keluar dari ruangan tadi, dia hendak pulang ke istana nya, namun saat sudah berada di gerbang kediaman Chang, Xiao Shi teringat sesuatu.
" Tuan Hao, katakan pada putrimu jika ingin bertanya aku akan menunggunya di istana"
" Baiklah, saya akan menyampaikan nya nanti Yang Mulia, terimakasih"
Kereta tandu itu kini berjalan jauh meninggalkan kediaman Chang yang diselimuti tanda tanya, seluruh rakyat bersujud dan memberi hormat saat kereta itu lewat. Tentu saja mereka mengetahui bahwa itu adalah tandu Permaisuri. Tandu dengan lambang naga dan dihias dengan pernak pernik wanita sudahlah pasti milik Permaisuri, karna hanya dua orang yang bisa mengenakan lambang naga, Kaisar dan Permaisuri.
|
|
|
|
|
bersambung......