
*Flashback on
Beberapa hari sebelumnya.....
Xiao Shi sedang duduk di kursinya sambil membaca buku. Dia benar-benar tidak pernah dibiarkan fokus ketika membaca. Sejak tadi, yuan dan fu tong tidak berhenti bertengkar. Mereka selalu meributkan hal-hal yang bahkan tidak penting sama sekali. Itu membuat fokusnya terpecah dan sangat menjengkelkan.
" Yang mulia" seorang pelayan menghampiri mereka.
" Ada apa?" Tanya Yuan.
" Diluar ada selir Yi, dan meminta untuk bertemu dengan anda"
" Selir yi?" Gumam Xiao Shi.
" Izinkan dia masuk"
Lalu xiao shi memberikan isyarat agar dirinya ditinggalkan berdua dengan selir yi.
Ini pertama kalinya selir yi menemui Permaisuri secara pribadi, dia bahkan kesini tanpa pelayan nya. Dia melakukannya secara sembunyi-sembunyi.
" Selamat datang selir, bagaimana kabarmu?" Sapa xiao shi begitu selir yi memasuki ruangannya dan pintu tertutup sangat rapat.
Selir yi memberikan penghormatan sebagaimana seharusnya. " Terimakasih telah menanyakan kabarku. Saya baik, yang mulia. Saya harap anda juga dalam keadaan yang baik"
" Tentu saja. Duduklah"
Xiao Shi menuangkan teh yang sudah disiapkan untuk selir yi, walaupun selir yi sudah menolak tapi xiao shi tetap melakukannya.
" Ini pertama kalinya kau datang kesini. Jadi aku harus membuatmu merasa nyaman sebagai tamuku, jangan sungkan." Xiao Shi memberikan cangkir yang sudah terisi teh pada Selir Yi.
" Terimakasih, yang mulia"
" Apa yang pelayan mu sukai? aku akan meminta yuan untuk β"
" Anda tidak perlu melakukannya yang mulia"
Xiao Shi mengernyit " kenapa?"
" Sa- saya pergi kesini sendirian"
Xiao shi mengehela nafasnya. Sebenarnya dari awal dia sudah mengetahuinya, jadi dia tidak terkejut.
" Apa ada yang mengganggu mu belakangan ini, selir? Jika iya, kau bisa mengatakannya kepadaku. Apapun itu"
" Apapun yang mulia?" Xiao shi mengangguk.
" Jika saya ingin melaporkan dan mengeluh soal keadaan istana dalam. Apakah itu juga boleh?"
" Tentu, ini adalah kewajibanku untuk memastikan semuanya aman"
Selir Yi menarik nafasnya dalam sebelum akhirnya memutuskan untuk menceritakan semuanya. " Ini tentang selir agung"
" Katakan"
Selir Yi menceritakan seluruh kronologi yang terjadi, dan semua yang dia ketahui mengenai selir agung. Bahkan dia memberikan semua catatan dan informasi mengenai semua yang dilakukan oleh selir agung.
' dia sedetail ini ternyata ' batin Xiao Shi.
Tanggal, waktu, kejadian, dan bahkan alasan semua prilaku melenceng Mao yang diketahui olehnya dituliskan di sana. Termasuk beberapa korban penyiksaan hang terjadi akhir-akhir ini juga ada disana.
" Ini tidak bisa dibiarkan, yang mulia. Ini sudah sangat keterlaluan"
Xiao Shi hanya tersenyum. " Aku tau, aku mengetahui kejadiannya dari awal selir"
Selir Yi terkejut tidak percaya. Jika permaisuri mengetahuinya kenapa dia tidak bertindak sama sekali?
" Anda mengetahuinya yang mulia? Dan membiarkannya begitu saja?"
" Aku tahu ini terdengar jahat. Tapi aku tidak bisa langsung bertindak tanpa bukti yang cukup kuat"
" Maafkan saya yang mulia. Tapi bukti apa yang anda cari? Para selir yang terluka tidakkah itu cukup menjadi bukti?" Selir Yi mulai merasa kesal.
" Itu tidak cukup jika hanya satu orang, kita butuh beberapa orang. Dan apa kau pikir aku membiarkan oara selir yang terluka? tidak. Aku mengurusnya, aku bahkan membujuknya untuk mengatakan kebenaran dihadapan semua orang nanti. Aku tidak menelantarkan mereka selir, aku tidak seburuk itu "
Selir Yi menghela nafasnya lega. Dia pikir tadinya permaisuri akan sama jahatnya dengan selir agung. Tapi ternyata tidak, dia bahkan bertindak diam-diam tanpa disangka-sangka.
" Melihat kau orang yang sangat rinci. Apa kau kesini karna kau tau bahwa kau adalah target berikutnya?"
" Saya?" Beo selir Yi.
Xiao shi mengangguk.
" kau adalah target berikutnya, dia akan mulai mencari kesalahanmu dan menghukum mu"
" A-apa?"
" Maukah kau bekerjasama?" Tawar xiao shi.
" Jadilah targetnya dan bersikap seolah kau tau tahu apa apa. Setelah itu serahkan padaku"
" Yang Mulia!" Selir Yi tidak habis pikir dengan pemikiran permaisuri. Bagaimana bisa dia harus menjadi target berikutnya.
Xiao shi mencoba memberitahukan rencananya dan membujuk selir yi agar dia bersedia melakukan pengorbanan.
1 jam mencoba membujuk dan menjelaskan, akhirnya selir Yi setuju. Kini tak ada keraguan dalam dirinya, dia sudah sangat yakin dengan rencana permaisuri.
" Bagaimana?" Tanya Xiao shi.
" Baiklah, yang mulia. Aku setuju"
" Bagus. Persiapkan dirimu untuk penyiksaan"
*Flashback off
...π§ π§ π§...
Yuan baru saja kembali dari kediaman selir Yi. Dia sudah merawat dan mengobati luka-luka sang selir sesuai dengan arahan yang diberikan oleh Xiao Shi.
" Dimana Permaisuri? Apa dia belum kembali?" Tanya nya pelan agar tidak terdengar oleh pelayan lainnya.
" Dia masih dipadepokan. Sepertinya ada masalah disana karna ini tidak sesuai dengan rencananya" jawab yanran tak kalah pelannya.
Bruuk!!
Terdengar suara seperti terjatuh dari dalam. Sepertinya xiao shi sudah kembali. Yuan dan kawan-kawan pun segera masuk dan melihat keadaannya.
" Yang mulia" hormat mereka ber empat serempak.
" Apakah ada kendala disana, shi'er? Ini diluar perjanjian waktu awal" tanya Yuan.
" Hmmm. Tao menemukan hewan spirit baru didekat padepokan beberapa hari yang lalu. Dia terluka parah dan Tao memutuskan membawanya. Tapi siapa yang tau begitu sadar hewan itu akan sangat memberontak. Jadi aku harus menjinakan nya terlebih dahulu " jawab nya sambil membuka cadarnya dan merapihkan dirinya sendiri.
" Apakah ada yang terluka?" Tanya Feng Yue.
" Tidak. Semuanya aman. Ah iya, bagaimana sengan selir Yi?"
" Keadaannya semakin membaik, dia terus menerus menanyakan mu"
" Baiklah, siapkan kunjunganku"
" Baik" feng Yue dan yuan langsung keluar untuk mempersiapkan kunjungan Permaisuri. Sedangkan fu tong dan yanran masih didalam.
" Bagaimana dengan kalian? Apa semuanya berjalan lancar?"
" Tentu saja Permaisuri. Setelah mengantar selir yi ke kediamannya saat itu aku langsung menyebarkan gosip sesuai rencana.
" Bagus"
" Bahkan gosipnya tidak pernah kita sangka, yang mulia" timpal fu tong.
" Maksudmu?"
" Mereka semua menganggap bahwa yang anda lakukan benar-benar sebuah penghinaan bagi selir agung. Menghukum seorang selir agung namun memberikan keputusannya hanya lewat seorang pelayan? Itu benar-benar rendahan"
Xiao Shi hanya tersenyum. " Ini sesuai dengan rencana. Biarkan itu menyebar dan jangan halangi hal apapun. "
" Baik, Yang mulia "
" Lalu bagaimana dengan kediamannya? Apa ada yang melanggar perintahku?"
" Ada yang mulia"
Xiao Shi terkejut dan melihat fu tong dengan tatapan yang sulit diartikan. " Aku tidak percaya akan ada yang melanggarnya. Lalu, sudah kau urus?"
" Dia berada di tempat kita, yang mulia "
" Baiklah, biarkan dia hidup sampai masa pertemuan nanti. Sebarkan juga rumor bahwa pelayan itu langsung diculik ketika dia mencoba melanggar perintahku"
" Baik yang mulia " ucap keduanya.
' Sepertinya ini akan menjadi awal dari sebuah insiden yang sangat besar. Entah kenapa ini membuat hatiku tidak tenang. Tapi, walaupun begitu aku harus tetap melakukan ini' batin xiao shi.
|
|
|
|
|
bersambung.....