Permaisuri Kaisar

Permaisuri Kaisar
Episode 58 - ???


BRUGHHH!!


Suara seperti ada yang terjatuh terdengar dari dalam kamar Xiao Shi. Yuan dan Feng Yue saling melihat satu sama lain. Dengan segera mereka membuka pintu dan melihat bahwa tiga orang yang sempat hilang itu kini berada dilantai.


" Yang Mulia!!" Seru Yuan dan Feng Yue. Mereka segera membantu Xiao Shi untuk berdiri.


" Bisa-bisanya kita dikembalikan dengan cara dilempar seperti ini" keluh Fu Tong.


Yanran yang baru masuk segera menghampiri Fu Tong dan memeluknya.


" Kakak! Syukurlah kau baik-baik saja" acara berpelukan mereka juga tidak luput dari penglihatan yang lain nya.


" Ekhem!" Dehem Yuan.


Kedua insan itu saling melepaskan pelukannya, mereka hanya tersenyum dengan deretan gigi yang terlihat.


Xiao Shi menggelengkan kepalanya.


" Selama aku tidak ada, apa terjadi sesuatu?" Tanya nya.


" Tidak Yang Mulia, semuanya aman" jawab Yuan.


" Apakah kalian memberitahu orang lain tentang ini?"


" Tidak sama sekali. Kami baru akan memberitahunya jika besok kalian belum kembali" jawab Feng Yue.


" Baguslah"


Badannya terasa sangat remuk, dia benar-benar lelah. Xiao Shi merebahkan dirinya dan meminta semua orang meninggal kan nya. Sungguh, dia benar-benar butuh waktu untuk sendiri.


Semua yang terjadi sebelumnya sungguh diluar pemikirannya.


Langit-langit kamarnya mulai terlihat buram dalam pandangannya. Xiao Shi akhirnya tertidur.


Fu Tong juga kembali ke kediaman nya terlebih dahulu untuk membersihkan dirinya.


Sedangkan Teng She? Dia memutuskan pergi ke Hutan Liar untuk memastikan sesuatu.


" Kakak!" Seru Ling. Dia berlari ke arah Teng She dan memeluknya.


" Heii kelinci kecilku " Teng She memeluk Ling dengan erat. Dia merindukan adiknya, sungguh.


" Kakak, apa kakak kesini untuk pulang?"


" Tidak Ling. Kakak kesini untuk mencari sesuatu, apa kau ingin membantuku?"


Ling menganggukan kepalanya antusias.


"Baguslah. Carikan aku semua buku yang berhubungan dengan Pedang Moksha. Aku membutuhkannya"


" Baiklah Kak!"


Kedua nya mencari dalam rak yang berbeda. Buku-buku itu terlalu banyak, mereka harus mencarinya dengan teliti.


" Kakak! Aku menemukannya!" Seru Ling dari rak sebelah.


" Baguslah, cari lagi yang lainnya"


Butuh waktu 5 jam bagi mereka untuk menemukan 3 buah buku.


Teng She dan Ling menghela nafasnya, ternyata cukup melelahkan juga.


" Baiklah, kita buka buku yang pertama kau temukan" Ling memberikan buku yang ditemukan nya pertama kali. Sampul buku itu tertulis, Sejarah para Pedang.


Teng She mencoba membuka lembar demi lembar nya, dia mencari halaman yang menceritakan mengenai Pedang Moksha.


" Nahh!" Serunya saat halaman itu ditemukan.


Dalam lembar bab nya, gambar pedang itu sama percis dengan Pedang Moksha. Disana diceritakan bahwa Pedang Moksha adalah pedang langit. Pedang itu tidak bisa diambil ataupun dimiliki oleh sembarang orang. Pedang itu memilih tuan nya sendiri.


Disana juga tertulis bahwa Pedang ini memiliki pasangannya. Jika pedang ini bersatu dengan pasangannya, maka tidak ada satupun manusia, dewa, bahkan iblis yang bisa selamat. Semua akan binasa dibuatnya.


Teng She membuka lembar selanjutnya, tapi ternyata part pedang Moksha telah habis.


" Berikan aku buku yang lain , Ling." Pintanya.


Ling memberikan buku yang sudah siap berada pada halaman mengenai Pedang Moksha.


" Disana sepertinya ada nama pemiliknya kak"


" Bernarkah?!" Teng She langsung mengambil bukunya dan membacanya.


Pedang Moksha sudah ditakdirkan untuk dimiliki oleh seseorang. Seseorang yang terlahir dari dua elemen yang berbeda. Baik, dan jahat. Orang itu memiliki kebaikan yang seimbang dengan kejahatan dalam dirinya.


Langit sudah memprediksi akan kehadiran pemilik pedang tersebut, dia adalah seorang Dewi, namun juga seorang Iblis. Dia adalah....


Sial!! Halaman berikutnya terkait pedang ini tidak ada. Bukan, bukan robek, tapi tulisannya hilang.


" Bagaimana mungkin...." Heran nya.


" Sepertinya ada yang berusaha menyembunyikan nya kak"


" Kau benar Ling. Langit selalu penuh dengan rahasia"


" Kenapa kau tidak menemui temanmu saja kak?"


" Teman?"


" Iya, pangeran Langit. Bukankah dia temanmu?"


Teng She tidak ingat dia memiliki seorang teman di alam dewa. Dan apa itu? Pangeran Langit?


" Aku memiliki teman di alam langit?" Beo Teng She.


" Kau....tidak tahu kak?"


Teng She menggelengkan kepalanya.


" Kau sendiri waktu itu yang berbicara" ucap Ling kebingungan. Apakah kakaknya ini mengalami benturan hingga lupa ingatan atau bagaimana.


" Apa maksudmu?! Aku tidak pernah memiliki teman di alam langit" sanggah nya


" Atau mungkin......."


Teng She segera bangun dan menghilang begitu saja, meninggalkan semua tumpukan buku dan Ling.


" KAKAKKKKK!!!!! AWAS SAJA KALAU KAU KEMBALI KESINI!!!" teriak Ling kesal karena dia harus memindahkan dan merapihkan semua buku berat ini lagi.


Disisi lain Fu Tong yang sedang melamun tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan Teng She.


" HEYYY! Kau mengejutkan ku!!!" Fu Tong mengelus-elus dadanya.


" Ada yang ingin aku tanyakan" ucap Teng She.


" Soal apa?"


" Mimpimu"


" Apakah ada masalah?"


" Bukankah dalam mimpimu kau mengatakan kembaranmu itu memangil orang bersalah dengan panggilan Pangeran dan Putri?"


Fu Tong mengangguk. " Hmm,,, itu benar. Kenapa?"


' Apakah pangeran itu temanku?'


" Apakah dia seorang pangeran Langit?" gumamnya. Namun, gumaman itu masih terdengar oleh Fu Tong.


" Pangeran Langit? Apakah dilangit juga ada pangeran?"


" Bagaimana menurutmu?" tanya Teng She.


" Jika memang ada, itu artinya disana juga akan ada putra mahkota, dan dia akan menggantikan tahta ayahnya" ucapnya asal.


Teng She memukul " Bodoh. Bukan itu yang kumaksud"


' Sepertinya aku harus mencari tahunya sendiri. Mengandalkan pria bodoh ini sama saja dengan menggagalkan rencana ku yang sudah tersusun rapih' ucap Teng She dalam benaknya.


" Yasudah, aku pergi dulu" Teng She mengibaskan tangannya dan diapun menghilang.


" HEI!!!!!! ck, dia datang dan pergi seenaknya saja"


Fu Tong pun kembali melanjutkan ritual melamun nya. Pangeran Langit?? Kenapa itu terdengar akrab ditelinga nya. Apa sebenarnya semua ini, kenapa semuanya datang sangat tiba-tiba.


'Apa mungkin semua ini adalah apa yang dimaksud dengan kehidupan sebelumnya? Apakah aku bereinkarnasi? Jika benar, siapa aku di kehidupan sebelumnya? Mengapa aku ikut campur masalah Langit?' pikir Fu Tong.


Fu Tong yang larut dengan pemikiran nya, dan Teng She yang sedang dalam perjalanan menuju Langit. Ya, setelah sekian lama akhirnya dia kembali mengunjungi langit.


Dia hanya berjalan-jalan tanpa tujuan, berharap dia bisa bertemu seseorang dan menanyainya.


" Teng She...?" ucap seseorang dari kejauhan.


Teng She memutar badannya, mencari arah suara itu.


" Hallo kawankuuuu, apa kabar mu" Teng She menghampiri dan memeluknya ala pelukan pria. Itu adalah teman lamanya, dia juga seekor Naga Legendaris, dia peliharaan salah satu dewa disini.


" Kau, apa ini sungguh kau? bukankah dirimu sudah tidak ingin ke langit lagi?"


" Ayolah Ahn, apa kau tidak senang aku kesini?"


" Bukan seperti itu, aku hanya merasa terkejut saja"


" Ahh sudahlah sudahlah... sudah lama tidak bertemu ya kita. Bagaimana kabarmu?" Teng She mencoba berbasa-basi.


" Aku baik, bagaimana dengan mu? Hidup di bumi pasti berat bukan?"


" Tentu saja tidak. Aku senang disana"


" Baguslah kalau seperti itu "


" Ah iyaa,,,,," Teng She menggantung ucapan nya dan melirik keadaan sekitar terlebih dahulu.


" Bagaimana keadaan di sini? Apakah para dewa baik-baik saja? Dan bagaimana dengan pangeran Langit? Apakah dia juga baik?"


Seluruh tubuh Ahn meremang.


'Pangeran Langit? bagaimana bisa Teng She mengetahuinya apakah dia....'


"Ahn" Teng She melambai-lambaikan tangan nya didepan wajah Ahn.


" Ah iya, semuanya baik, semua baik-baik saja" jawabnya gugup.


' Itu artinya benar, keberadaan Pangeran Langit memang lah ada' batin nya


" Ah baguslah, apa kau tau dimana Pangeran? aku ingin-----"


"Ah Teng She, aku harus pergi. Dewa memanggil ku, sampai bertemu lagi ya" pamit Ahn. Dia pun menghilang begitu saja.


" Sepertinya, memang ada sesuatu yang disembunyikan langit"


|


|


|


|


|


bersambung.........