Permaisuri Kaisar

Permaisuri Kaisar
Episode 111


" Siapa kau?"


Pria yang tadi terlihat ramah, kini menghilang. Hanya ada pria dengan raut wajah yang licik didepannya.


" Aku? Kau tidak perlu tau"


pria itu lalu melemparkan sebuah tali ke tubuh Fu Tong, dan secara otomatis tali itu langsung melingkari tubuhnya.


Fu Tong berteriak kesakitan, dia tidak mengerti kenapa hanya sebuah tali tapi bisa membuat dirinya merasa lemah seperti ini, tenaganya serasa terhisap habis, sekujur tubuhnya terasa sangat panas, bahkan dia merasa perih disekitar tubuh yang bersentuhan langsung dengan tali nya.


Fu Tong akhirnya ambruk, dia sudah tidak mampu berdiri lagi. " si—siapa kau?" tanyanya dengan sisa tenaga terakhir yang ia miliki.


Tidak ada jawaban, pria itu hanya tersenyum dan akhirnya Fu Tong pun tidak sadarkan diri.


🧊🧊🧊


Yuan sedang membantu Xiao Shi untuk bersiap siap, namun sejak tadi pagi dilihatnya raut wajah Xiao Shi seperti tidak tenang.


" apa ada yg salah shi'er?"


" tidak ada"


" kau yakin?"


Xiao Shi menghela nafasnya, " entah kenapa tapi rasanya tubuh dan perasaan ku tidak enak saat aku bangun"


" kau sakit?" Yuan memastikan dengan tangan yang memegang kening Xiao Shi, dan tangan lainnya memegang keningnya sendiri.


"tapi kau tidak demam" gumam Yuan.


" aku baik baik saja, tapi entah kenapa rasanya sangat tidak menyenangkan"


" apa kau ingin membatalkan perjamuan dengan para raja dan selir?"


" tidak perlu, ini adalah perjamuan terakhir sebelum akhirnya mereka kembali ke kerajaan masing-masing. Terlebih ini juga tugas terakhir ku sebagai seorang permaisuri pada mereka"


" tapi, jika kau merasa tidak sehat mereka akan memakluminya "


Xiao Shi meraih tangan Yuan dan menggenggam nya. " Aku baik-baik saja, terimakasih "


Tok! Tok!


" siapa?" teriak Yuan


" ini Yanran, perjamuannya sudah akan dimulai. Kaisar dan para raja lainnya menanyakan anda yang mulia"


Yuan menatap Xiao Shi meyakinkan apakah tuannya itu tetap ingin berangkat atau tidak. " ayo, bawakan penutup wajahku"


" YANG MULIA PERMAISURI MEMASUKI RUANGAAANNN!"


Semua orang yang ada didalam, berdiri dan memberi penghormatan mereka saat Xiao Shi masuk. Saat Xiao Shi sudah duduk barulah mereka kembali duduk ke posisi mereka seperti sebelumnya.


" baiklah, karna semua telah berkumpul, aku mengucapkan terimakasih atas semua yang telah hadir disini. Perjamuan ini aku siapkan untuk mengantar para selir yang akan kembali ke kerajaan mereka, dan juga mempererat kedekatan pada tiap kerajaan. selamat menikmati " Zhao mengangkat gelasnya yang berisi arak ke atas dan tersenyum kepada semua orang.


Begitupun para raja lainnya, mereka juga mengangkat gelas mereka lalu meneguknya secara bersamaan. " Terimakasih Kaisar "


Para raja mulai bercengkrama, sebagian dari mereka membicarakan mengenai perjodohan antara dua kerajaan, dan sebagian nya lagi membicarakan mengenai politik yang terjadi pada kerajaan masing-masing dan saling memberi solusi.


Zhao tersenyum melihat itu, senang rasanya tidak ada pertumpahan darah seperti yang ia bayangkan. Ini semua adalah berkat permaisuri nya.


Senyum yang tadi merekah pada wajah Zhao perlahan hilang saat ia mulai menatap wajah permaisuri. Wajahnya terlihat sangat tidak tenang dan tidak bahagia.


" Xiao'er, apa ada yang salah?" tanya Zhao. Akan tetapi tidak ada respon apapun, permaisurinya itu terlihat seperti sedang melamun.


Zhao menyentuh tangan Xiao Shi dan menggenggamnya, membuat pemiliknya tangan itu akhirnya menoleh.


" Xiao'er, kau baik-baik saja? Apa ada sesuatu yang salah?"


" Tidak ada, yang mulia. Aku baik-baik saja" jawabnya sambil berusaha tersenyum agar Zhao percaya.


" Kau tidak pandai berbohong, katakan apa yang kau rasakan"


Ya, itu benar. Xiao Shi selalu gagal jika masalah berbohong suaminya itu. Akhirnya Xiao Shi menghela nafasnya pasrah. " Aku tidak tau"


" Tidak tau? apa maksudmu?" Tanya Zhao kebingungan.


namun tidak ada jawaban apapun dari Xiao Shi, dia sendiri juga merasa bingung dengan apa yang dia rasakan, semuanya tidak jelas. mengapa dirinya seperti ini?


" Xiao'er, apa kau menutupinya? kenapa aku tidak bisa merasakan apa yang kau rasakan?"


Xiao Shi menganggukkan kepalanya. " kau tidak perlu merasakan semuanya, yang mulia"


" tidak yang mulia. terimakasih telah memperhatikan ku, tapi lebih baik anda fokus pada perjamuan kali ini"


" Bagaimana bisa? melihatmu seperti ini membuatku tidak tenang" Zhao menggenggam tangan Xiao Shi semakin erat, tapi dia bahkan tidak digubris. Xiao Shi tetap menatap mejanya dengan tatapan yang kosong. Apa yang sebenarnya terjadi?.


Zhao hendak memanggil Yuan dan Yanran untuk menanyakan masalah ini, tapi suara seseorang menghentikannya.


" Yang mulia!" Menteri Yun berdiri dari tempat duduknya, dan berjalan ke tengah-tengah dimana tadi para penari berada.


" Menteri, ada apa?" Zhao melepaskan genggaman tangannya dari Xiao Shi dan memperbaiki posisi duduknya.


" Maafkan hamba karna menganggu kesenangan yang sedang terjadi disini, akan tetapi ada hal yang harus disampaikan"


" Katakan" Zhao mempersilahkan.


" Maafkan kelancangan hamba Kaisar, akan tetapi hari ini adalah perjamuan untuk mengantar para selir yang akan pulang sekaligus perpisahan dari anda. akan tetapi yang mulia, para selir ini dipulangkan hanya karna anda tidak pernah melihat mereka sekalipun, lalu bagaimana dengan seseorang yang selalu anda lihat tapi ia melakukan penghianatan?"


ucapan Menteri Yun ini membuat ruangan menjadi sangat riuh, mereka banyak menduga-duga, akan tetapi suara Zhao menghentikan mereka.


" penghianatan? orang yang selalu aku lihat?" tanyanya.


" benar, yang mulia"


Zhao melihat ke arah Xiao Shi yang masih melamun. " Maksudmu, permaisuri?"


" benar" ucapnya berani. Semua orang merasa tidak percaya jika permaisuri melakukan penghianatan.


" Penghianatan apa yang dilakukan oleh permaisuri?" tanya ibu suri memastikan. Dia merasa menantunya itu tidak mungkin melakukan penghianatan, baik itu pada putranya, maupun pada kerajaan.


" Hamba tidak berani mengatakannya, Yang Mulia"


" Katakan, Mentri! ini adalah perintah!" titah Zhao.


Mentri Yun langsung berlutut, " maafkan kelancangan hamba karna mengatakan ini yang mulia. akan tetapi, hamba mendengar bahwa permaisuri sering membawa pria masuk kedalam kediaman nya saat anda tidak ada, dan ini sudah banyak dan sering disaksikan oleh para dayang dan pengawal kerajaan "


tentu saja pernyataan yang dibuat oleh menteri Yun membuat suasana semakin heboh, bahkan ibu suri sampai berdiri dari kursinya.


" Menteri, hati-hati dalam berucap!" tegas ibu suri.


" Ampun yang mulia, tapi ini adalah kenyataannya. Bagaimana bisa seorang permaisuri melakukan hal tercela seperti ini?" ucap menteri Yun memprovokasi.


Ibu suri tertunduk sejenak, lalu melihat ke arah menantunya. namun ia semakin dibuat terkejut, karna Xiao Shi bahkan seperti tidak memperhatikan perdebatan yang ada di hadapannya, dia hanya tertunduk dengan tangan yang mengepal didadanya.


kenapa? kenapa rasanya semakin sakit? kenapa perasaanku semakin gelisah? kenapa?. — batin Xiao Shi


Zhao yang menyadari ibunya berdiri dan melihat lama ke arah istrinya juga akhirnya mengikuti pandangannya. Zhao berpikir sepertinya Xiao Shi benar-benar sedang sakit, dia tidak pernah melihat Xiao Shi sekacau ini saat berada ditengah-tengah banyak orang.


" Menteri, ku rasa cukup sampai—"


" Pria yang diam-diam selalu menyelinap kedalam kediaman permaisuri, sudah hamba tangkap, Yang Mulia"


" APAAA?!!!" Zhao menggebrak meja secara spontan dan berdiri kursinya. Hal itu tentu saja mengembalikan kesadaran Xiao Shi.


" Yang mulia, ada apa?" Xiao mencoba menenangkan Zhao namun raut wajahnya sangat aneh.


" Permaisuri, sepertinya anda sudah harus bertobat" Menteri Yun mengintrupsi.


Xiao Shi mengernyit, " bertobat? aku? atas dasar apa?"


Menteri Yun tersenyum picik, " Pria yang selalu ada dikediaman mu saat tidak ada kaisar, pria yang selalu anda sembunyikan, sudah hamba bawa kesini yang mulia permaisuri "


" Pria? pria mana?" gumam Xiao Shi.


pintu terbuka lebar, menampilkan beberapa orang prajurit yang berbaris dengan seorang pria yang diikat diantara barisan itu.


Semua orang terkejut, akan tetapi Xiao Shi, Zhao, dan para dayang serta pengawalnya lebih terkejut lagi.


" Dia....."


|


|


|


|


|


bersambung.....