
Hari ini, semua sudah kembali ke semula. Yanran sudah kembali bersama Yuan di istana, dan Fu Tong kembali berpura-pura memata-matai Xiao Shi.
" Mengenai Kaisar, bagaimana saat aku tidak ada?" Fu Tong dan Feng Yue sedang berjaga diluar, sedangkan Yuan dan Yanran pergi melayani Xiao Shi.
" Teng She menggantikanmu" jawab Feng Yue
" Kau serius?"
" Ya, kau perlu melihat keluhan nya setiap tuanmu telah memanggilnya hahaha" mengingat bagaimana Teng She selalu marah-marah jika Kaisar memanggilnya adalah hal yang menyenangkan.
" Aku bisa bayangkan itu dengan mudah" mereka akhirnya tertawa bersama.
Melihat kepribadian Teng She, sudah pasti semua akan mudah membayangkan bagaimana dia marah-marah.
Sementara itu, saat Yuan sedang menghias rambut Xiao Shi. Yanran hanya menatap keduanya denan tatapan yang kosong.
" Apa yang kau pikirkan Yanran?" Xiao Shi menyadari tatapan Yanran sejak tadi, tapi baru ia tanyakan sekarang.
" Bolehkah?" beo Yanran.
" Tentu, tanyakanlah" Xiao Shi masih fokus pada cermin di depan nya.
" Maafkan aku Yang Mulia. Ini adalah pertama kalinya aku membantu Yuan mengurusimu. Sebelumnya aku tidak pernah melakukan nya, karna memang anda tidak pernah mengizinkan nya" Yanran menggantungkan ucapan nya, dia tidak tahu apakah ini pantas atau tidak untuk ditanyakan.
Xiao Shi yang menyadari maksud dan tujuan Yanran hanya tersenyum. Xiao Shi mengangkat tangan nya, meminta Yuan untuk menghentikan kegiatan nya. Xiao Shi berbalik, dia menatap Yanran saat ini.
" Lanjutkan"ucapnya lembut agar Yanran tidak merasa terintimidasi.
" Aku pikir, apakah ini mungkin karna kebenaran mengenai wajah anda yang anda tutupi Yang Mulia?" tanyanya ragu-ragu.
" Benar, aku tidak mempercayaimu sepenuhnya sebelumnya. Aku selalu membiarkanmu diluar, sedangkan Yuan da Feng Yue selalu ku panggil kedalam. Maafkan aku jika aku menyakiti perasaanmu" ucap Xiao Shi tulus.
" Tidak tidak. Tidak perlu Yang Mulia. Yanran hanya bertanya, aku—" belum sempat Yanran menyelesaikan ucapan nya, ketukan pintu terdengar dari luar.
Tok! Tok! Tok!
" Yang Mulia, ini Feng Yue" ucapnya dari luar.
Xiao Shi dan Yuan saling menatap, ini tidak seperti biasanya, ini terlalu Formal untuk mereka, apakah mungkin ada orang lain?
Yuan langsung memberikan cadar dengan warna yang serasi dengan pakaian Xiao Shi saat ini, dan membantu memaasangkan nya. Setelah semua dirasa aman, barulah Xiao Shi menjawab nya.
" Masuklah" seru Xiao Shi.
Feng Yue masuk dan memberi hormat pada Xiao Shi.
Ternyata dibelakang Feng Yue ada seseorang yang mengikutinya, memakai pakaian merah tua dengan corak naga keemasan, pakaian nya sangat cocok sekali dengan apa yang Xiao Shi pakai saat ini, seperti sudah direncanakan.
Xiao Shi bangkit dari duduknya lalu memberikan hormat, begitu juga dengan Yanran dan Yuan.
" Yang Mulia" hormat Xiao Shi.
" Baju kita hari ini sama ternyata, tidak ku sangka. Apa kau mencari tahu pada dayangku soal ini?" tanya nya dengan percaya diri.
Pertanyaan kaisar in membuat semua orang merasa sepertinya lebih baik mereka meninggalkan tuan nya. Pintu ditutup rapat-rapat begitu mereka semua telah berhasil keluar. Bahkan Feng Yue meminta semua dayang dan prajurit agar berjaga sedikit lebih jauh untuk memberikan privasi bagi Kaisar dan Permaisuri.
" Kenapa anda sangat percaya diri Yang Mulia?"
" Karena aku mengetahui apa yang akan dilakukan para wanita"
" Jangan terlalu percaya diri Yang Mulia"
Sudah 3 bulan, selama tiga bulan ini Zao mencoba untuk mengakrabkan diri pada Xiao Shi tapi semua usahanya selalu nihil. Sial! Hal apa lagi yang harus dia lakukan agar bisa dekat dengan Xiao Shi?
" Apakah ada hal penting kenapa anda kemari sepagi ini Yang Mulia?" tanya Xiao Shi
Zao masih menatap ke sekeliling ruangan, ini terlalu sederhana untuk seorang Permaisuri. Apakah dia harus memperbarui kediaman nya? Menghiasnya dengan berbagai pernak-pernik wanita. Mungkin saja Xiao Shi tidak menghiasnya karna ingin dirinya yang melakukan nya sebagai seorang suami yang perhatian.
Tidak mendapat jawaban, Xiao Shi kembali bertanya. " Yang Mulia, apa ada yang anda butuhkan?"
" Ah, iya. Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan"
" Mengenai apa Yang Mulia?"
Zao mengambil gulungan kertas dari dalam bajunya, lalu memberikan nya pada Xiao Shi.
" Ku dengar saat ini para rakyat sedang memujiku, mereka berkata sejak aku menikahimu dan menjadikanmu permaisuri kehidupan mereka membaik. Apa kau yang melakukan nya? Aku tidak yakin para mentriku melakukan nya"
Xiao Shi membaca isi gulungan yang diberikan padanya, itu adalah puisi dari salah satu rakyatnya. Puisi itu ditujukan untuk dirinya sebagai rasa terimakasih karna mau menerima dan memilih untuk menjadi salah satu pemimpin di kekaisaran.
" Itu benar Yang Mulia. Apakah aku melakukan kesalahan?"
" Tidak. Tapi kau juga mengurus beberapa daerah yang terbengkalai sebelumnya"
" Benar Yang Mulia"
" Darimana semua pembiayaan mengenai kebutuhan itu? Saat ku lihat anggaran untuk rakyat tidak ada yang keluar atas namamu"
" Aku memakai uangku pribadi Yang Mulia" ucap Xiao Shi sambil menaruh gulungan puisi itu dimeja.
" Kenapa?"
" Kenapa kau melakukan nya? Kenapa kau memakai hartamu untuk rakyat? Kita memiliki anggaran sendiri untuk rakyat dan itu—"
" Apa anggaran itu terpakai Yang Mulia?" Xiao Shi memotong ucapan Zao.
" Banyak rakyat yang masih sangat miskin dalam masa pemerintahan anda Yang Mulia. Anda memang seorang Kaisar, anda berhasil menjadi seorang Kaisar. Tapi anda tidak berhasil menjadi seorang pemimpin. Anda tidak berhasil menjadi seorang ayah bagi para rakyat." Saat ini Xiao Shi mencoba mengeluarkan semua unek-uneknya.
" Permaisuri..." Zao mencoba mencerna apa yang dikatakan oleh Xiao Shi. Dadanya terasa sakit, kenapa? Kenapa perasaan nya seperti ini?
" Yang anda ketahui hanyalah bagaimana cara memperluas wilayah kekuasan anda tanpa anda tahu bagaimana mengelelolanya!" Xiao Shi emosi. Emosinya ini membuat amarah Zao juga ikut terpancing.
" AKU TAHU! JANGAN BERANI BERANINYA MENCOBA UNTUK MENGAJARIKU!" Zao mulai naik pitam. Suara nya yang keras dan tinggi itu bahkan terdengar oleh para dayang nya diluar.
Feng Yue, Yanran, Yuan, Kasim Han bahkan Huang Li saling melirik satu sama lain. Apa yang terjadi didalam sana. Apakah mereka perlu kedalam? Atau tidak?
Yuan dengan firasatnya yang takut jika terjadi sesuatu pada Xiao Shi hendak masuk ke dalam dan mengabaikan bahwa dia akan berhadapan dengan kaisar. Tapi sebelum Yuan melangkahkan kakinya, Feng Yue menghentikan nya.
" Jangan gegabah, ini urusan Rumah Tangga. Kita akan masuk jika mulai terjadi sesuatu yang menyakiti Permaisuri secara fisik" tatapan Feng Yue sangat sengit, dia menatap ke arah Kasim Han dan Huang Li.
Sedangkan yang ditatap merasa kebingungan. Ada apa sebenarnya dengan Kaisar? Dia berangkat dengan semangat karna ingin bertemu Permaisuri, tapi setibanya disini mereka malah bertengkar.
Didalam, Xiao Shi yang mendapat bentakan pertamanya dari Zao juga semakin emosi.
" SAYA TIDAK MENGAJARI ANDA YANG MULIA. DAN JIKA ANDA TIDAK MERASA APA YANG SAYA KATAKAN ADALAH BENAR, MAKA SEHARUSNYA ANDA TIDAK PERLU MERASA EMOSI" Xiao Shi bahkan memajukan langkahnya semakin dekat dengan Zao.
" KAU HANYA SEORANG PERMAISURI, DAN KAU TAK BERHAK MENGATURKU" ucap Zao dengan penuh penekanan pada setiap kata yang diucapkan nya.
Kraakkk!!!
Sesuatu terasa patah dalam dirinya.
Xiao Shi memundurkan langkahnya, mengambil jarak kembali antara dirinya dan Zao. Dia menghela nafasnya dengan berat.
" Baiklah, aku rasa itu lebih baik Yang Mulia. Hubungan kita hanya sebatas Kaisar dan Permaisuri. Hubungan kita hanya ada untuk tahta. Tidak ada hubungan suami dan istri antara kita, tak ada kewajiban bagi saya untuk memperlakukan anda layaknya seorang suami. Dan saya rasa, tidak ada kewajiban juga bagi kita berdua untuk berlaku baik satu sama lain" ucap Xiao Shi datar. Benar-benar tanpa emosi dan ekspresi.
Zao terdiam. Seakan tersadar akan sesuatu yang telah dilakukan nya. Kini justru dadanya terasa semakin sakit, nafasnya terasa sesak. Entah mengapa dia merasa sangat sulit untuk menghirup udara.
" Dan....." Xiao Shi menggantung ucapan nya.
" Kurasa, kita tidak perlu bertemu dan menghabiskan waktu seperti sebelumnya Yang Mulia. Saya rasa mulai saat ini, semua pertemuan kita hanya akan membahas mengenai istana. Kita hanya akan bertemu saat ada pertemuan penting. Saya tidak akan mengunjungi anda, begitu juga sebaliknya."
BLAAARRRR!!!
Zao merasa tidak memiliki lagi tenaga untuk berdiri sekarang. Para dayang yang mendengar diluar pun terkejut, bagaimana bisa? Jujur saja sebelum nya mereka senang karna akhirnya Kaisar mereka bisa sedikit hangat.
Sebelum kedatangan Xiao Shi, Zao tidak pernah tersenyum sama sekali. Auranya sangat dingin, dia sangat tertutup. Namun setelah sering menghabiskan waktu dengan Permaisuri, Zao sedikit lebih ramah, aura nya juga tidak lagi membuat orang-orang ketakutan.
Apakah sekarang hal itu akan terulang lagi?
" Permaisuri... aku..."
" Saya rasa tidak ada lagi yang perlu kita bahas Yang Mulia, ada yang harus saya urus sebagai PERMAISURI setelah ini. Saya harap anda mengerti maksud ucapan saya" Xiao Shi menundukan kepalanya.
Tidak tahu apa yang harus dikatakan. Kesal, marah, sakit, kecewa. Semua Zao rasakan. Akhirnya ia memilih untuk keluar. Namun saat dia berada diambang pintu, Xiao Shi kembali memanggilnya.
" Yang Mulia..... saya harap anda tidak lupa dengan apa yang sudah kita sepakati hari ini" ucapnya.
Zao mengepalkan tangan nya, " Kita tidak menyepakati apapun Permaisuri, tidak sama sekali"
Zao melangkahkan kakinya, namun lagi-lagi suara Xiao Shi menghentikan nya.
" Sebagai seorang Kaisar, mengingkari ucapan adalah perbuatan yang tercela Yang Mulia" ucapan Xiao Shi seperti ia mencoba memanas-manasi dirinya.
Tidak peduli apa yang dikatakan Xiao Shi, Zao melanjutkan langkahnya dengan kesal, dan penuh amarah.
Berita mengenai pertengkaran antara Zao dan Xiao Shi menyebar begitu cepat ke seluruh istana. Berita itu bahkan terdengar oleh Ibu Suri.
" Anak itu, tidak seharusnya dia mengatakan hal seperti itu. Dan Permaisuri juga tidak seharusnya memutuskan hal itu." Ibu Suri menghela nafasnya. Keduanya berada diposisi yang sama-sama salah. Tapi jika dirinya menghampiri mereka sekarang, maka tidak akan ada yang berubah. Biarkan saja mereka menyelesaikan masalahnya sendiri.
Namun disisi lain, ada orang yang merasa diuntungkan dengan pertengkaran ini.
" Bagus, akhirnya kalian renggang. Ini adalah waktuku untuk masuk dan mengambil semua milikku" ucap orang itu sambil memandang pantulan dirinya dalam cermin.
" Anda benar Yang Mulia Selir Agung, hamba rasa ini adalah waktu yang pas untuk anda mendekati Yang Mulia Kaisar"
Apa yang diucapkan dayang nya itu semakin membuat Mao semangat dan percaya diri. Dia yakin, ini adalah waktunya.
|
|
|
|
|
bersambung.....