
Hari perayaan telah tiba, sejak pagi-pagi buta sudah banyak sekali kerajaan yang mulai berdatangan. Pesta memang mulai nanti malam, namun biasanya para raja akan datang dipagi hari untuk beristirahat ataupun berkumpul bersama dengan raja lainnya sebelum acara nya dimulai malam nanti.
Taman utama istana permaisuri sudah disiapkan sebegitu indahnya untuk menyambut para ratu ataupun selir dari setiap kerajaan. Meja dam cemilan sudah diatur sedemikian rupa hanya untuk tempat mengobrol.
Kini xiao shi sedang berbincang bersama sang ibunda di kamarnya, mereka saling melepas rindu karna sudah lama tidak bertemu. Karna ini pertemuan seluruh kerajaan dibawah naungan zao, jadi tentu saja kerajaan wang juga termasuk didalamnya.
" Sepertinya kau hidup dengan baik disini" ucap ratu wang sambil menata rambut xiao shi, itu bukan atas permintaan xiao shi, tapi kemauan ibunya sendiri.
" Aku merindukan kalian ibu, disini terasa sangat melelahkan" keluhnya.
" Tentu saja kau merasa lelah, tugas seorang permaisuri tidaklah mudah, tapi ibu yakin anak ibu ini tangguh dan bisa melewati semuanya" ratu wang mencium pipi putrinya setelah selesai menata rambut xiao shi, dan memakainkan cadarnya.
" Terimakasih, ibu"
" Ayo, kau harus menyambut para ratu lain diluar"
Xiao shi mengangguk. Lalu keduanya berjalan menuju ke taman utama, disana sudah banyak sekali ratu yang berkumpul. Mereka terlihat sangat anggun dan cantik, benar-benar mencerminkan seorang ratu.
Semua orang segera berdiri dan menghentikan aktifitasnya begitu menyadari kedatangan xiao shi. sedangkan ratu wang kini sudah bergabung dengan jajaran ratu lainnya.
" Salam yang mulia permaisuri, semoga anda mendapatkan beribu keberkahan" sapa mereka semua serempak.
" Selamat datang semuanya, maaf karna tidak bisa menyambut kalian secara langsung ketika kalian sampai. Nikmatilah sambutannya, dan aku harap kalian semua menyukainya" ucap xiao shi lantang dan tegas.
" Terimakasih, permaisuri"
Xiao shi segera bergabung dan mengobrol dengan beberapa ratu lainnya, ternyata hampir kebanyakan para ratu disini sudah mengenal satu sama lain, mereka mengobrol sangat akrab dan tertawa bersama. Ternyata semuanya tidak semenakutkan yang ada dalam bayangan xiao shi, ini cukup menyenangkan.
Saking menyenangkan nya, tidak terasa hari sudah menjelang sore dan mereka semua harus bersiap-siap untuk nanti malam.
Xiao shi segera membersihkan badan nya, kali ini dia sengaja memakai ramuan berendam yang berbeda dari biasanya, karna ini acara yang akan dihadiri banyak orang jadi dia harus memakai ramuan terbaiknya. Ramuan itu memiliki aroma yang sangat tajam namun menenangkan, itu adalah campuran wangi cutton candy dan lavender yang dipadukan. Xiao shi membuat ramuannya sendiri dan menciptakan wangi yang tak pernah ada dijual di kedai manapun didunia ini.
Setelah selesai dengan ritual berendam nya, xiao shi segera bersiap untuk mempercantik dirinya. Yanran membawakan pakaian yang diberikan zao malam itu.
" Aku harus memakai itu?"
" Tentu saja, permaisuri. Kaisar sudah menyiapkan nya untuk anda, dan anda harus memakainya"
" Tapi....."
"setidaknya pakailah untuk menghargai pemberiannya, permaisuri" bujuk Yuan.
" baiklah, pakaikan itu"
~*~
" Yang mulia, lalu apa yang akan anda kenakan?" kasim han sudah kesal dengan tingkah zao yang selalu salah saat diberikan pilihan baju oleh para dayang. Jika saja dihadapan nya ini bukan seorang kaisar, mungkin kasim han sudah pergi meninggalkannya.
" Carikan lagi yang lain!"
Tiba-tiba huang li masuk dan memberi tahu kasim han sesuatu.
" Yang mulia, anda pakai saja pakaian yang sudah disiapkan untuk hari ini bersama permaisuri" ujar kasim han.
" Jangan mengatakan baju itu lagi kasim. Apakah aku tidak mempunyai pakaian yang lebih pantas dari itu? Lagipula dia tidak akan memakainya" gumam zao diakhir. Mengingat baju itu dirinya jadi teringat pula kata-kata dan kesepakatan yang dibicarakan oleh xiao shi.
" Tapi permaisuri akan memakainya yang mulia"
Zao langsung melirik kearah kasim han. " Apa kau yakin?"
" Tentu saja yang mulia, huang li sendiri sudah memastikan nya" ujar kasim han sambil melihat kearah huang li yang berada disampingnya.
" Apaaa?! Jadi kau melihat diam-diam ketika permaisuri berpakaian?"
Huang li berlutut, " Ampun yang mulia, hamba tidak berani. Hamba memastikan nya dengan cara bertanya langsung pada Yanran"
" kau yakin sudah memastikannya dengan benar?"
" Tentu, Yang Mulia"
" Baiklah, aku akan memakainya. Hanya untuk FORMALITAS" ucapnya dengan sedikit menekan kata bagian akhir.
...π§ π§ π§...
Acara akan segera dimulai, zao sedang menunggu xiao shi didepan pintu masuk. Tak lama terlihatlah seorang wanita dengan pakaian yang sama dengan nya, dia terlihat sangat cantik, zao bahkan sempat tidak berkedip beberapa saat.
" Yang Mulia" sapa xiao shi ketika mereka sudah saling berhadapan.
" Baguslah kau memakainya, ayo masuk"
Penjaga pintu mengumumkan kedatangan mereka dan semua perhatian langsung beralih kearahnya, mereka semua membungkuk memberikan penghormatan nya. tak sedikit juga orang yang malah tak bergerak ataupun membungkuk karna terpukau dengan kedatangan sepasang kekasih ini.
...Mereka terlihat seperti pasangan yang serasi. walaupun rumor mengatakan permaisuri buruk rupa, akan tetapi auranya tetap lah kuat. sehingga dia terlihat pantas bersanding dengan kaisar. terlebih pakaian mereka yang sama juga menambahkan kesan romantis dan cinta bagi yang melihatnya.
...
...(pakaian Zhao dan Xiao Shi)...
Xiao shi dan zao segera duduk di kursi yang telah disediakan. Setelahnya, zao menyambut kedatangan para raja dan membuka perayaan nya. tepuk tangan bergemuruh dengan sangat riuh, suara musik dan tarian mulai terdengar di telinga. Lenggak-lenggok para penari juga mulai menarik perhatian mata para raja berhidung belang.
Semua orang mulai mencicipi makanan dan cemilan yang dihidangkan, bahkan ada yang langsung menuangkan arak tanpa mencicipi appaun terlebih dahulu.
Ada yang berdiam dikursinya menikmati cemilan dan hiburan didepan nya, ada juga yang sibuk mondar-mandir kesana kemari dan mengobrol bersama yang lainnya, termasuk kaisar. Dia terlihat sedang berkumpul bersama para raja dekat dengan pintu masuk.
'Semuanya aman' itu adalah suara feng yue yang ada dalam pikirannya.
' Bagus, dimana posisi raja qin?' tanya xiao shi kembali dalam pikirannya.
' Dia berdiri tepat didekat camilan sambil memegang arak'
Tanpa berpikir panjang, xiao shi langsung bangkit dari kursinya dan berjalan ke arah meja camilan, terlihat raja qin sedang meminum araknya dengan wajah yang sangat kacau da frustasi. Setiap pergerakan xiao shi tentu saja diamati oleh Zhao.
" Apakah pestanya tidak menyenangkan untukmu?" sapa xiao shi ketika berada didepan raja Qin.
Raja qin yang tersentak dengan kedatangan xiao shi langsung membungkukan badan nya, memberi hormat. " Permaisuri, tentu saja saya menikmati pestanya. Banyak wanita cantik dan arak dsini, bagaimana mungkin saya tidak menikmatinya"
Xiao shi tersenyum kecut, dasar pria hidung belang, pikirnya.
" Tapi wajahmu menunjukan sebaliknya"
" Benarkah? Sepertinya aku hanya sedang banyak pikiran" ucap raja qin sambil berusaha tersenyum.
" Ah, ternyata begitu" xiao shi mencoba mengambil cemilan agar lebih dekat dengan raja qin namun tidak terlihat mencurigakan.
" Banyak pikiran atau karna rencanamu dengan bantuan iblismu itu gagal?" xiao shi membuka bungkus cemilan nya dengan sangat elegant, sedangkan raja qin langsung menoleh karna terkejut dengan apa yang dikatakan wanita disampingnya ini.
" Jangan bertingkah mencurigakan, biasa saja." Tegur xiao shi.
Raja qin yang mulai sadar bahwa beberapa pasang mata mulai melirik kearahnya kini hanya diam dan meneguk araknya. Setelah dirasa kondisi aman, barulah ia kembali membuka mulutnya.
" Bagaimana kau mengetahuinya?"
" Tenanglah, hanya aku yang mengetahuinya. Kali ini aku akan diam, tapi jika kedepannya kau mencoba mengusik kehidupan orang-orang disekitarku lagi, maka ku pastikan begitu kau memikirkan rencananya saja kepalamu akan terlepas dari tempatnya" ancamnya, lalu xiao shi pergi begitu saja meninggalkan raja qin yang sudah kesal setengah mati.
Bagaimana mungkin rencananya diketahui oleh orang lain? Dan mengapa para iblisnya tiba-tiba tidak dapat dia panggil. Sial.
Saat xiao shi hendak kembali ke kursinya, dia mendengar beberapa raja yang berkumpul membicarakan mengenai pajak dan hukuman. Tertarik dengan pembicaraan nya, xiao shi pun menghampiri mereka.
Melihat xiao shi mendekat mereka langsung diam dan menghentikan pembicaraan nya.
" Permaisuri" sapa mereka sambil membungkukan badanya.
Xiao shi hanya mengangguk. " Hukuman karna apa yang kalian bicarakan tadi?" tanyanya. Namun tak ada satupun raja dari kelima raja yang diskusi tadi. Mereka hanya menatap satu sama lain tanpa berniat menjawab pertanyaan xiao shi.
" Kalian tidak ingn menjawabku? Apakah ini sikap kalian terhadapku?"
" Mohon ampun permaisuri, tapi itu adalah kesalahan kami karna membicarakan nya ditempat seperti ini"jawab salah satu raja yang masih sangat muda. Ada 3 raja muda dihadapan xiao shi saat ini, dan yang dua terlhat sudah berumur.
" Itu bukan kesalahan, katakanlah, sebagai istri kaisar aku akan membantuku semampuku"
Lagi-lagi mereka milhat satu sama lain untuk meminta persetujuan dari yang bersangkutan. Raja kun menganggukan kepalanya, dan memberi isyarat seolah dialah yang akan menjelaskan, raja kun adalah salah satu dari raja yang sudah terlihat berumur.
" Permaisuri, kerajaan saya mengalami penurunan ekonomi yang sangat drastis. Hal ini terjadi karna adanya beberapa petinggi yang melakukan korupsi dengan jumlah yang fantastis. Hal itu membuat saya merasa tidak bisa membayar untuk pajak bulan depan kepada kaisar. Jangankan pajak, untuk keberlangsungan kehidupan di kerajaan saja saya tidak bisa menjamin nya" ungkapnya. Xiao shi tidak melihat kebohongan sedikitpun, dia belum mendengar kabar ini dari feng yue, sepertinya memang belum dilaporkan atau mungkin terlalu fokus dengan rencana raja qin.
'maaf permaisuri, saya lupa mengatakan mengenai itu' suara feng yue dalam pikirannya lagi.
" Apa kalian sudah mengatakan ini dengan yang mulia?"
Raja kun menggelengkan kepalanya.
" Bagaimana dengan pejabatmu yang korupsi?" tanya xiao shi pada kun.
" Saya sudah menghukum nya mati, permaisuri"
" Bagus. Lalu hukuman apa yang kalian katakan tadi?"
Semua sempat diam sejenak sebelum salah satu raja muda bersuara. " Hukuman yang akan diterima raja kun jika tidak membayar pajak"
Kerajaan yang tidak membayar pajak dalam satu bulan maka dia harus membayarnya dengan rasa malu, karna hal itu akan disebarkan sebagai berita oleh kekaisaran zhao. Jika bulan berikutnya masih tidak membayar, maka satu wilayah dibawah kekuasaan kerajaan itu akan diambil secara paksa oleh kekaisaran. Dan jika selama 6 bulan tidak membayar pajak, maka raja itu akan diarak massa dan harus turun dari tahta nya dan menjalani pengasingan seumur hidupnya.
Xiao shi mencoba berpikir, dia mengumpulkan semua informasi dan memori yang dia dapatkan mengenai kerajaan kun dari orang suruhan nya. kerajaan kun adalah kerajaan yang indah, disana banyak sekali kekayaan alam yang bisa dikelola dan menghasilkan uang.
" Akankah kau mendengarkan saranku?"
" Tentu permaisuri, dengan senang hati saya akan mendengarkan nya"
" Kerajaan kun memiliki alam yang sangat indah dibanding yang lainnya, kenapa kau tidak menjadikannya usaha kerajaan sehingga uangnya akan masuk ke kas kerajaan dan menjadi cara lain menaikkan ekonomi kerajaanmu selain dari berdagang"
" Usaha kerajaan?" beo raja kun.
" Benar, jadikan itu tempat wisata, buat tempatnya sebagus dan semenarik mungkin sehingga orang-orang diseluruh kerajaan ingin berkunjugn kesana. Lalu setiap orang yang memasuki wisata itu harus membayar dan barulah kau perbolehkan mereka masuk. Dengan begitu ekonomi kalian akan sedikit membaik"
Semua raja tercengang dengan apa yang dikatakan oleh xiao shi. itu adalah ide yang bagus, bagaimana bisa raja kun tidak memikirkannya.
" Itu adalah ide yang bagus yang mulia. Namun, saya tidak mengerti bagaimana caranya, juga jika harus membangun sesuatu karna krisis ekonomi yang kami alami" keluh raja kun.
" Aku akn membantumu, aku akan membantu tata letak, dekorasi, penentuan harga, pencarian orang-orang dan lain sebagainya sampai tempat itu selesai. Aku juga akan membantu modalnya, aku jarang mengenakan uangku jadi aku memiliki simpanan yang kurasa itu cukup untuk memodali usaha kerajaanmu"
Lagi dan lagi ucapan xiao shi membuat kelima raja tadi diam tak berkutik.
" jika begitu maka, be-be-berapa bunga yang harus kami bayar?" tanya raja kun ragu.
" Bunga? Kau tidak perlu membayar bunganya, cukup kembalikan berapa yang kau kenakan tanpa bunga"
CTARRRRRR!!!
Oke, kali ini mereka semakin tidak berkutik. Permaisuri ini sebenarnya jelmaan apa? Dia tidak terlihat seperti manusia, dia terlalu baik.
" permaisuri anda...."
" Hanya saja mungkin pajakmu akan naik jika wisata itu sudah terbangun, apa kau keberatan? Tapi pajakmu yang naik tidak akan membawa banyak harta yang akan kau terima nantinya"
" Itu sudah resiko permaisuri, saya mengerti."
" Baguslah,"
" Lalu, bagaimana pajak Kun bulan depan, permaisuri?"
" Aku akan membicarakan nya dengan kaisar, menjaga keamanan rakyatmu lebih penting daripada pajak, lagipula rakyatmu juga rakyatku, dan tidak boleh ada rakyat di era kekaisaran zhao yang mati karna kelaparan. Saat wisata nya sudah berjalan kau harus membayar semua hutang pajakmu, juga padaku. Berita mengenai kerajaan mu juga tidak akan tersebar selama kau berjanji akan membayarnya"
Mata raja kun mulai berkunang, matanya sudah penuh dengan air, dia tidak menyangka akan mendapatkan jalan keluar secepat dan semudah ini.
" Terimakasih permaisuri, terimakasih banyak" ucap raja kun sambil membungkuk berkali-kali.
" Hentikanlah, jangan menarik banyak perhatian"
" Maafkan hamba permaisuri"
" Tidak apa-apa. Kelola itu dengan baik nantinya, kita akan membahasnya lagi nanti, saya permisi" ucap xiao shi mengundurkan diri. Ada hal lain yang lebih menarik perhatiannya.
" Semoga permaisuri mendapatkan seribu keberkahan"
Pembicaraan nya dengan kelima raja tadi juga diperhatikan secara instens oleh zhao. Dia juga mendengar apa yang mereka katakan, satu hal yang ada dalam otaknya adalah bahwa permaisurinya ini ternyata sangat jenius dan bijak. Tidak disangka bahwa xiao shi juga pandai berpolitik. Zhao pikir kabar yang dulu terjadi pada kerajaan wang hanyalah rumor belaka, ternyata bukan. Dan ya, lihatlah tadi? Dia menyebutkan seolah dirinya adalah kaisar yang sangat perhatian dan sangat menyayangi rakyat.
Sekarang dia mengerti kenapa kritik-kritik mengenai dirinya berkurang, itu semua adalah karna tindakan istrinya. Xiao shi tidak berusaha dominan ketika melakukan sesuatu atas nama kerajaan, dia selalu membawa-bawa nama kaisar seolah dirinya diperintahkan oleh sang kaisar.
Sungguh permaisuri idaman.
|
|
|
|
|
bersambung.....