
Dia bukan lah orang lemah yang gampang tumbang ataupun sakit. Dia sangat kuat sejak bayi, tapi kenapa semua nya tiba-tiba seperti ini.
Apa jangan-jangan.......?
Raja Yi tiba-tiba teringat sesuatu mengenai putri nya. Tanpa sadar kakinya mundur beberapa langkah sampai menabrak meja.
" Raja Yi!"
" Ayah! Kau baik-baik saja?"
Semua orang khawatir perihal Tuan Putri, dan kini kekhawatiran mereka bertambah karna Raja Yi.
" Ayah, ayah baik-baik saja?" Panglima Wu menghampiri.
" Mungkin, ini sudah saatnya" gumam raja yi.
" Saatnya untuk apa ayah?" Tanya Wu kebingungan.
" Ayahmu benar, ini sudah saatnya" ucap seorang wanita yang tiba-tiba muncul diantara mereka.
" Ibu? Ada apa ini? Apa maksudnya?"
" Biar ayah ceritakan."
" Dulu, ayah dan ibumu sedang turun ke bumi dan menyamar menjadi manusia. Pada hari itu tepat di hari perayaan kekasih. Suasana disana sangan romantis dan membuat kami terbuai, sampai-sampai ayah meniduri ibumu dalam keadaan penyamaran itu"
" Ayah, bukankah itu dilarang?" Tanya Panglima Wu.
" Benar. Itu dilarang. "
" Lalu, maksud ayah.... Adik adalah..."
" Kau benar. Adikmu adalah hasil dari hubungan kami pada saat itu. Setelah itu ibumu tidak bisa kembali ke langit, dia ditahan dibumi sampai melahirkan. Yang ayah takutkan saat itu adalah bagaimana jika adikmu terlahir sebagai manusia seutuhnya? Dia tidak akan bisa ikut dengan ayah ataupun ibunya. Dia akan menjadi sebatang kara. Tapi, setelah lahir takdir berkehendak lain."
" Adik terlahir dengan dua elemen yang seimbang dalam dirinya " tebak wu.
" Benar. Pada saat adikmu lahir, pada saat itu pula langit diguncang dengan dua hal" sambung sang ibu.
" Apa itu ibu?"
" Munculnya bunga surgawi dan terbelah nya pedang Shou Li"
Semua orang terkejut mendengar pernyataan dari ratu mereka. " Maafkan aku ratu, tapi bukankah sejak dulu itu sudah terbelah?"
" Tidak Feng Yue, itu belum terbelah. Pedang nya hanya retak saat kelahiran pangeran langit"
" Jika ingatanku tidak salah, dulunya pedang Shou Li adalah pedang terkuat diantara yang terkuat. Tidak ada yang pernah menggunakan pedang itu sejak awal penciptaan " ucap Fu Tong.
" Kau benar Fu Tong. Tapi ada bagian yang hilang yang kau baca"
" Apa itu Raja?"
" Pedang Shou Li memiliki semua elemen yang ada didunia ini. Kebajikan, kebijaksanaan, keadilan, cinta, amarah, benci, dendam. Semua elemen yang ada dalam dunia ini terdapat didalamnya." Jelas raja yi
" Lalu, apa yang terjadi saat pedang itu terbelah?" Tanya Yuan
" Pedang itu terbelah menjadi dua bagian. Satu bagian menyimpan semua unsur kebaikan, dan satunya menyimpan semua unsur keburukan. Akan tetapi, dalam sisi kebaikan. Disana terdapat unsur amarah, yang artinya pedang itu akan sangat berbahaya jika dipegang oleh orang yang memiliki niat jahat. Amarah dalam pedang itu akan semakin menguasainya dan orang itu akan tenggelam dalam amarahnya sendiri dan mati oleh pedang nya sendiri. Tapi, jika dia memiliki niat dan hati yang baik maka orang itu akan menjadi sangat kuat dan tak terkalahkan. Karna itu pedang itu diberi nama Pedang Amuur. Yang artinya kuat, namun mematikan."
" Lalu, bagaimana dengan sisi satunya ayah?"
" Sisi satunya menanggung semua unsur keburukan. Tapi dia memiliki unsur cinta, seburuk apapun itu jika ada cinta didalamnya maka semuanya akan baik-baik saja dan terkendali. Walaupun sisi ini memiliki unsur cinta, dia tetaplah pedang yang menanggung semua unsur keburukan didunia. Karna itu pedang ini haus akan darah. Jika seseorang dengan hati buruk memegangnya maka akan banyak sekali darah yang mengalir, akan tetapi jika seseorang dengan hati baik memegangnya maka cinta yang ada pada pedang ini akan membantu mengendalikan segala keburukan yang ada. Karna itulah pedang ini diberi nama Pedang Moksha"
" Pedang ini, apakah sekarang dipegang oleh orang yang berhati buruk?"
" Tidak Wu. Pedang ini tidak bisa dipilih oleh sembarang orang. Sejak awal Shou Li adalah pedang yang memilih tuannya sendiri. Dan walaupun terbelah menjadi dua, dia tetap memilih tuannya sendiri"
" Dan apakah kedua pedang ini sudah menemukan tuan nya?"
" Satu diantaranya sudah"
" Benarkah? Siapa dia ayah?"
" Lalu bagaimana dengan moksha?"
" Saat pedang Amuur sudah menemukan tuan nya. Pedang moksha menutup dirinya, melindungi dirinya sendiri dengan bongkahan es yang sangat tebal dan kuat. Sampai saat ini tidak ada yang memiliki pedang moksha"
"Lalu, apa hubungan semua ini dengan adik ayah?"
" Wu, saat adikmu lahir di bumi. Kaisar langit menemui kami "
*Flashback on
" Anak ini, bagaimana bisa anak ini memiliki dua elemen yang berbeda ditubuhnya? Aku akan mencoba memisahkan nya " Raja Yi hendak menggunakan sihirnya pada Yi Hua bayi, tapi sebuah cahaya menghentikan aksinya.
" Raja iblis Yi. Dewi Xing Xu. Dengarkan titahku"
Keduanya langsung berlutut saat suara yang menggema itu muncul dari sinar didepannya.
"Anak ini adalah anak pilihan ku. Dia harus kau didik ilmu peperangan."
"Ampun yang Mulia, tapi dia adalah seorang putri. Bagaimana bisa kami mendidiknya ilmu peperangan" ucap Dewi Xing.
" Kalian harus mendidik nya seperti itu. Dia adalah takdir dan pemilik dari pedang moksha. Dimasa depan nanti, saat waktunya tiba. Dia akan menjadi dewi perangku yang membela alam langit, alam bawah, dan juga alam manusia dari semua kejahatan yang ada. Jika kau tidak bisa mendidiknya, maka dia akan ku ambil kembali"
Dewi Xing dan Raja Yi tertohok tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Tapi saat suara itu mengatakan akan mengambil kembali bayinya mereka tersadar. Mereka tidak ingin bayi mereka diambil, terutama dewi xing. Dia menjalani kehamilan ini sebagai manusia biasa dan mengandung selama 9 bulan, proses melahirkan nya juga terasa sangat menyakitkan. Bagaimana bisa dia kehilangan bayinya begtu saja.
Akhirnya raja Yi dan Dewi Xing setuju untuk membesarkan putri mereka dengan ilmu peperangan dan melatihnya agar bisa menjadi petarung yang handal.
Setelahnya, cahaya menyilaukan itupun hilang.
Dewi Xing menatap putrinya dengan tersenyum penuh arti. " Aku tidak tau apakah kau beruntung atau justru sebaliknya. Takdirmu akan mengajarkan mu banyak hal, aku mengandungmu sebagai manusia tapi tidak ada sedikitpun energi manusia dalam dirimu. Aku hanya berharap kau baik-baik saja" dewi Xing terus saja mencium putri nya sayang.
" Istriku, kita belum memikirkan nama untuknya"
" Kau benar, nama apa yang bagus?"
Saat mereka sedang berpikir tiba-tiba sebuah bunga teratai jatuh dikaki mereka. Dalam kelopak bunga itu tertulis sebuah kata " Hua" yang berarti kecantikan.
" Yi Hua, bagaimana?" Usul Raja Yi
Dewi Xing mengangguk setuju. " Itu nama yang indah"
Beberapa saat kemudian, bunga teratai yang berada pada tangan raja Yi tiba-tiba perlahan mulai menghilang menjadi serpihan cahaya cahaya. Lalu cahaya itu menghampiri bayi nya dan mendekati kening. Lalu munculah sebuah tanda berbentuk bunga pada dai Yi Hua yang masih bayi. Tanda itu seolah menambah kecantikannya.
" Yi hua ku"
*Flashback off
Panglima Wu menganga mendengar cerita dari ayahnya. "Jadi maksud ayah, adik adalah pemilik dari pedang moksha? Lalu apakah pingsan nya kali ini berhubungan dengan itu?"
" Kau benar putraku. Es yang melindungi pedang moksha sudah mulai mencair. Karna itu aku buru-buru kesini dan melihat keadaan adikmu, ternyata benar dugaanku. Sepertinya ini adalah waktu nya" jelas Sang Ratu, Dewi Xing.
KRAAAAKKKKKKKK!
Terdengar suara seperti kayu yang patah, darimana asalnya?
" Yi Hua?!"
|
|
|
|
|
bersambung.....