
" jadi, itu benar-benar tidak bisa?" Tanya Yuan.
Saat ini mereka semua sedang berkumpul di taman belakang kediaman Xiao Shi. Sebelumnya Teng She mencoba saran Xiao Shi agar zhao bisa naik ke langit dan membawa nya ke tempat penyimpanan arsip.
Tapi semuanya gagal, jangankan masuk keruangan arsip, membawanya kelangit pun gagal total.
" Ini tidak seperti biasanya" guman Zhao. Sebelumnya jika dia ingin pergi ke langit dengan atau tanpa alasan, penghalang menuju langit dengan mudahnya ditembus.
" Sepertinya memang ada yang disembunyikan " ucap Zi Hu. langit memang selalu penuh dengan misteri, pikirnya.
Mereka semua mengangguk, ini adalah hal yang aneh bagi mereka. Sepertinya memang langit ingin menyimpan rahasia ini, atau mungkin memang belum waktunya bagi mereka untuk tahu.
" Lalu apa yang akan dilakukan sekarang? " Yanran bertanya pada Xiao Shi.
" Mari kita ikuti alur dan takdir dari langit. Jika memang ini harus dirahasiakan, maka biarkan itu terjadi"
" Kau tidak ingin tahu kelanjutannya?" Zhao memandang Xiao Shi dengan tatapan yang penuh selidik. Dia merasa seperti permaisurinya ini menyembunyikan sesuatu, sebelumnya Xiao Shi sangat menggebu-gebu mengenai ini dan sekarang dia terlihat sangat tidak berminat, bagaimana mungkin pikirannya berubah secepat ini pikirnya.
" Tidak, Yang Mulia. Rasanya cukup saja keingintahuan kita sampai sini, bagaimanapun masa lalu kita. posisi kita saat ini adalah seorang manusia, dan manusia tidak boleh menentang takdir yang dituliskan oleh langit." ucapannya terdengar sangat tegar dan benar-benar pasrah. Zhao merasa ia tidak mengenali Permaisuri nya, seseorang yang sangat berhasrat tinggi akan suatu hal tiba-tiba melepaskan nya begitu saja? itu mustahil, terlebih untuk seorang Xiao Shi.
Xiao Shi tidak mengatakan tujuan sebenarnya, sebenarnya dia dan teng she sudah merencanakan sesuatu dan hanya mereka berdua yang akan melakukannya.
* Flashback on
" Penghalang nya benar-benar kuat, kita tidak akan bisa menembusnya" Teng She sudah mencoba untuk kesekian kalinya untuk membawa Zhao ke langit. Tapi penghalang itu benar-benar tidak bisa ditembus, dan sekarang dia sudah sangat lelah.
bahkan Teng She sampai meminum stok darah dari Xiao Shi agar energinya tidak hilang sepenuhnya.
Xiao Shi berpikir dengan keras, bagaimana cara agar penghalang itu bisa ditembus?
AHA!!
Tiba-tiba Xiao Shi teringat sesuatu.
" Teng She, dulu kau tidak melanjutkan ucapanmu"
" Ucapanku? Yang mana?" Herannya.
" Siapa lagi yang bisa memasuki ruangan arsip selain pangeran langit"
" Ah, tentang itu. Itu karna kau memotong ucapanku"
" Baiklah sekarang katakan, siapa lagi?"
" kau pikir aku akan semudah itu memberikannya?"
" ck, sebenarnya apa maumu?
" aku ingin bebas seperti dulu"
Xiao Shi sempat terdiam sejenak, ternyata Teng She masih menginginkan hal itu. Terbebas dari ikatan antara tuan dan hewan kontraknya walaupun setelah semua hal yang sudah mereka lalui, bahkan ketika mereka sudah sama-sama melihat kehidupan masa lalunya dia masih tetap menginginkan perpisahan itu.
Xiao Shi mencoba menepis rasa sedih dihatinya. " Baiklah baiklah, saat semua teka-teki ini selesai, saat ingatanku sudah kembali sempurna terhadap apa yang terjadi pada kehidupan lampau, aku akan membebaskanmu" ujar Xiao Shi dengan suara yang sama sekali tidak terlihat sedih.
Teng She sempat mematung sejenak, sampai akhirnya dia menggelengkan kepalanya sendiri. " baiklah, akan kuberitahu"
" Bagus, jadi. siapa?" tanya Xiao Shi tidak sabaran.
" Kau" jawabnya.
" Aku?"
" Ya, kau dan pangeran langit adalah orang yang bisa keluar masuk ke ruangan manapun di langit"
" kenapa seperti itu?"
Teng She berdecak kesal. " Tentu saja karna kau adalah Dewi Perang di langit"
" Apa hubungannya arsip langit dengan posisi itu?"
" Tentu saja kau harus mempelajari strategi di masa lalu agar bisa memperbaikinya dimasa yang akan datang. Jadi kau memang bebas keluar masuk disana, bahkan di seluruh wilayah langit kebebasanmy setara dengan pangeran langit. Selain karna kau adalah Dewi perang, kau juga anak dari raja neraka, terlebih kau juga kekasih pangeran langit. siapa yang ingin membantah mu? Sekali ucap saja sepertinya orang itu akan habis" sindir Teng She.
Xiao Shi mendelik sebal pada siluman naganya itu. " Tapi, saat ini posisiku sama dengan Zhao. Kita sama sama sedang menjadi manusia dan Aku juga tidak bisa menembus penghalang itu"
" Tapi kau bisa menggunakan cara lain"
" Apa ini berkaitan dengan keluarga asalku?" Tanya Xiao Shi.
" Benar, langit sialan itu selalu menyembunyikan semua hal mengenai mereka dari orang luar. Tapi ayahmu adalah raja neraka, dan kau adalah keturunannya. Dan aku yakin dunia bawah itu tidak seperti para dewa yang sengaja menyimpan dan menyembunyikan banyak misteri" jelasnya.
" Aku mengerti, itu artinya kita harus mencari cara agar aku bisa terkoneksi atau menemui keluargaku."
" Itu benar"
" Tapi, akankah mereka memiliki arsipnya?"
" Tidak"
" Lalu? Kenapa kita harus bertanya pada mereka?"
" Tapi mereka tau kisahnya "
" Baiklah, mari jalankan ini berdua. Jangan biarkan siapapun tau"
" Kau memang suka memerintah "
* FLASHBACK OFF
...π§ π§ π§...
Selir Yun Mao sekarang sudah jarang terlihat berkeliaran disekitar istana. Bahkan para selir lainnya pun jarang sekali melihatnya. Sejak saat kejadian terakhir dirinya keluar dan bertemu para selir ditaman, sejak saat itulah dia tidak pernah keluar dari kediaman nya lagi.
Yang dilakukan nya sejak saat itu adalah mengurus dirinya, mempercantik dirinya, dan belajar mengenai banyak hal mengenai tatakrama dan aturan-aturan yang ada di kerajaan.
Apakah ini artinya selir yun sudah sadar? Tentu saja jawabannya tidak. Semua ini dia lakukan agar dia bisa memantaskan dirinya bagi kaisar dan agar dirinya bisa ikut dalam pemilihan permaisuri baru nanti.
Sedikit perubahan mulai terjadi pada dirinya untuk mencapai tujuannya.
" Yang Mulia selir, Mentri Yun datang untuk menemui anda" terdengar suara salah seorang dayang nya dari luar kamar.
" Biarkan ayahku masuk"
" Wah wah wah, lihatlah betapa cantiknya putri ayah" puji sang Mentri begitu ia memasuki kamar putri semata wayangnya. Setelah perdebatan hebat mereka saat itu, akhirnya mereka kembali berbaikan satu sama lain untuk saling membantu mencapai tujuan mereka masing-masing.
" Kau terlalu memujiku ayah, ini belum seberapa?"
" Benarkah? Ayah benar-benar tidak sabar akan seperti apa perubahan sempurna mu nanti"
" Kita lihat saja nanti ayah,,,,, ah iya, ada apa ayah kemari?"
Mentri Yun menghela nafasnya kasar. " Apa rencana kita belum berjalan? Wanita sialan itu rasanya semakin berkuasa"
" Apa ini masalah mengenai setiap laporan yang akan di cek terlebih dahulu?" Mentri Yun mengangguk.
" Kita harus sedikit bersabar ayah"
" Sampai kapan putriku, sampai kapan?" Geram Mentri Yun. Rasanya saat ini kepalanya benar-benar ingin pecah gara-gara Permaisuri sialan itu.
" Rencana ini harus sempurna ayah, harus sempurna. Dan agar semuanya berjalan sempurna kita harus merencanakannya matang-matang. Aku ingin membuat dia merasakan rasa sakit sedikit demi sedikit, aku ingin menghancurkan nya mulai dari lapisan terluar sampai lapisan terdalamnya hingga ia akan menyadari bahwa bermain-main dengan keluarga Yun bukanlah keputusan yang bijak" sinis Mao.
Mata Mentri Yun berbinar, dia merasa bangga dengan putri nya saat ini. " Ini baru putriku"
Apa yang ayah dan anak dari keluarga Yun bicarakan dan rencanakan sebenarnya terdengar hingga keluar, tapi para pelayan memilih untuk diam dan tetap setia pada tuannya daripada harus menghianati tuannya dan memilih Permaisuri.
Bagaimana buruk pun kelakuan tuan mereka, bertahan adalah salah satunya jalan bagi para pelayan disana. Karna ini adalah satu-satunya cara untuk melindungi keluarga mereka sendiri.
' aku harap, apa yang mereka rencanakan terhadap Permaisuri tidak berjalan dengan lancar ' batin salah seorang pelayan di kediaman selir Yun.
|
|
|
|
|
bersambung.....