
Setelah mendengar penjelasan dari Permaisuri, Tuan Hao tidak bisa tidak merasa takjub. Bagiamana bisa seorang Permaisuri melakukan itu? Saat itu, dia diberitahu bagaimana Permaisuri mengetahui informasi mengenai hilangnya Dekrit Kekaisaran. Bagaimana Feng Yue bisa mendapatkan nya, dan bagaimana ia mengetahui saat yang pas untuk menyerang Mentri Yun.
Tuan Hao meyakinkan dirinya sendiri, sepertinya Permaisuri memang tidak bisa diremehkan. Rencana dan segala persiapan sudah dimiliki olehnya, apapun yang terjadi itu akan terjadi atas kendali Permaisuri. Dia benar-benar harus berhati-hati, selain itu putrinya juga ada dalam jangkauan Permaisuri. Jika dia macam-macam, bisa saja Yan Ran dijadikan sasaran nya. Terlebih, perkataan Permaisuri saat itu sangat berputar-putar dikepalanya. Entah kenapa, tapi dia merasa seperti mendapatkan beban yang lebih berat dari sebelumnya.
" Aku memutuskan untuk mempercayaimu Inspektur. Karna itu akan memberitahumu semua yang ingin kau ketahui. Tapi, kau harus berada di pihakku, kau akan mendukungku bagaimanapun keadaan nya. Aku tau, kau pasti membutuhkan pendukung untuk karirmu. Dan aku membutuhkan orang jujur yang siap menegakan kebenaran seperti dirimu. Selama kau setia padaku dan kebenaran, maka hidupmu terjamin ditanganku!"
Jika dilihat-lihat, Permaisuri bukanlah orang jahat yang haus akan kekuasaan. Namun ada sesuatu yang aneh dalam diri Permaisuri menurut sudut pandang nya. Tapi apa? Ah lupakan itu. Saat ini, Tuan Hao sudah memutuskan bahwa dia akan mempercayai Permaisuri dan mengabdikan dirinya padanya.
Bukankah itu adalah suatu anugrah? Saat seorang Permaisuri biasanya akan meminta dukungan dari Mentri-mentri dengan kekuasaan terkuat, Permaisuri justru malah memilihnya yang sudah tua dan tidak memiliki faktor pendukung terhadap sebuah kekuasaan.
Setelah semua yang terjadi, Tuan Hao justru semakin penasaran mengenai Permaisuri. Dengan pemikiran yang cemerlang seperti itu, tidak mungkin tingkat sihirnya rendah bukan? Apakah dia setara dengan tingkat Kaisar? Ah tidak mungkin. Kaisar berada di tingkat tertinggi, tingkat 10, semua orang mengetahui itu. Tidak mungkin Permaisuri berada dalam tingkatan itu, apalagi Permaisuri adalah seorang wanita. Paling tinggi mungkin Permaisuri akan berada di tingkat ke-7.
Tuan Hao menggelengkan kepalanya, apa yang dia pikirkan? Seharusnya dia menyiapkan bahan penyelidikan sekarang lalu menyerahkan nya pada Kaisar.
Ashhh, dasar bodoh.
*^*
Saat ini Kaisar Zhao sedang berjalan dengan iring-iringan nya. Membahas masalah Kekaisaran di ruangan nya terkadang sangatlah membosankan.
" Jadi, bagaimana kemajuan dari kasus Mentri Yun?"
" Mohon maaf Yang Mulia tapi Dekrit itu benar-benar tidak ditemukan dimanapun, kecurigaan mengenai Dekrit itu dicuri untuk mengancam keamanan Kekaisaran semakin besar" jelas Kasim Han sembari mengiringi langkah Kaisar.
" Lalu? Apa yang dilakukan oleh pihak Pengadilan? Aku tentu saja tidak memperkerjakan mereka disini hanya untuk menduga-duga"
Kasim Han dan Huang Li saling memandang satu sama lain.
" Ampun Yang Mulia, tetapi Pengadilan memang belum melakukan pergerakan apapun lagi" dengan berat hati Kasim Han harus mengatakan ini.
Kaisar hanya menghela nafas, ia tahu Pengadilan berada dibawah arahan Mentri Yun. Jika Pengadilan tidak melakukan tindakan apapun kedepan nya, berarti ini benar kesalahan Mentri Yun.
" Bagaimana dengan Tuan Hao, apa dia juga tidak menemukan apapun?"
" Sejauh ini dia tidak melaporkan apapun Yang Mulia, sepertinya memang tidak ditemukan bukti apapun" Jawab Huang Li.
Kaisar kembali menghela nafasnya lagi. " Baiklah"
Ditengah-tengah perjalanan tak tentu arahnya itu, dari kejauhan Kaisar melihat siluet dari seorang perempuan dengan corak emas dibajunya. Dia hanya berdiri mematung di pinggir sungai tanpa melakukan apapun, tak jauh dari tempatnya berada ada rombongan Pelayan dan beberapa prajurit.
Itu adalah Permaisuri, sedang apa dia dipinggir kolam seperti itu?
Tak butuh waktu lama Kaisar melebarkan langkahnya dan menghampiri Permaisurinya.
Saat Yuan dan Feng Yue ingin memberi salam Kaisar menghentikan nya, dia tidak ingin Permaisuri mengetahui bahwa dia datang.
Kini, Kaisar sudah berdiri tepat disamping Xiao Shi, tapi tak ada pergerakan apapun dari gadis itu. Dia melamun.
" Apakah kau tidak bahagia berada disini?" ucapan Kaisar mampu merenggut kembali kesadaran Xiao Shi.
Melihat Kaisar yang sudah disampingnya, Xiao Shi segera memberikan penghormatan nya. " Yang Mulia, sejak kapan anda disini? Maafkan saya karna tidak menyadari kedatangan anda"
Melihat Xiao Shi membungkukan badan nya membuat tangan Kaisar terulur dengan sendirinya dan memegang kedua bahu Xiao Shi. " Bangunlah"
Xiao Shi yang terkejut dengan sentuhan di bahunya juga membuat Kaisar terkejut dan segera menarik tangan nya kembali.
" Ekhemm,,, maaf " ucap Kaisar, kupingnya sedikit memerah sekarang.
" Terimakasih Yang Mulia"
Hening...
Tak ada pembicaraan apapun dari keduanya.
" Yang Mulia"
" Permaisuri"
ucap Kaisar dan Xiao Shi bersamaan. Tentu saja itu membuat suasana semakin terasa canggung, Kaisar bahkan menggaruk pipinya yang tak gatal.
" Kau lebih dulu"
" Begitu?"
Xiao Shi menganggukan kepalanya.
" Baiklah, kau belum menjawab pertanyaanku yang tadi Permaiasuri? Apa kau tidak bahagia berada disini?"
" Kenapa anda bertanya seperti itu Yang Mulia?"
" Kau melamun dipinggir sungai. Untuk seorang Permaisuri hal itu jarang sekali terjadi, kecuali dia tidak bahagia"
" Jika saya bahagia ataupun tidak, apakah itu akan mempengaruhi anda Yang Mulia?"
Zhao mengalihkan pandangan nya menatap Xiao Shi, mata indah nan teduh itu selalu menjadi bagian favoritnya sejak awal. Tapi sepertinya sekarang mata itu menyimpan sebuah kesedihan.
" Apa kau tidak bahagia?"
Xiao Shi tersenyum dibalik cadarnya. " Bahagia Yang Mulia? Apakah pernikahan ini didasari sebuah kebahagiaan?"
" Tentu saja"
DEG!!!
Apa maksudnya? Apakah Kaisar sedang berusaha merayunya atau sejenisnya? Kebahagiaan apa yang dia maksudkan?
" Anda bahagia Yang Mulia?"
" Tentu saja, menikahimu adalah keputusan terbaik yang ku ambil selama ini. Membuatmu menjadi Permaisuri yang akan selalu mendampingi ku, bukankah itu seharusnya menjadi sebuah kebahagiaan?"
DEG!!!
Bluussshhhh~~~~
'Apa-apaan ini? Sepertinya Kaisar sedang mabuk. Dia tidak akan mungkin mengatakan itu'. batin Xiao Shi
Jantung Xiao Shi kini berdegub sangat kencang, itu berdebar sangat kencang dari biasanya. Pipinya bahkan sekarang sudah sangat merah seperti kepiting rebus. Xiao Shi memalingkan wajahnya, dia tidak ingin pria dihadapan nya ini merasa menang karna dirinya seperti ini.
Bagaimana bisa dirinya seperti ini? Terbius hanya oleh kata-kata dari seorang pria?! Oh Dewa, sepertinya semenjak pindah kedunia ini memang banyak perubahan soal emosional nya. Tapi ini? Ini memalukan.
" Permaisuri, kenapa kau memalingkan wajahmu seperti itu? Apakah perkataan ku menyakitimu?"
Xiao Shi langsung membalikan wajahnya dan menatap Kaisar, mereka saling menatap satu sama lain. Rasanya tatapan itu saling mengunci, mereka tak bisa mengalihkan pandangan nya. Sampai pada akhirnya Xiao Shi yang lebih dulu membuka penguncinya.
" Maafkan saya Yang Mulia, tapi saya harus kembali ke istana saya. Ada beberapa hal yang harus saya urus. Saya permisi Yang Mulia"
Xiao Shi langsung memberikan penghormatan nya dan pergi begitu saja diikuti oleh para dayangnya. Berdiam terlalu lama disana tidak baik untuk kesehatan jantungnya.
Kaisar hanya melihat kepergian Xiao Shi dengan wajah tanpa ekspresinya. Tiba-tiba, dia tersadar akan sesuatu dan membelalakan matanya lalu menepuk jidatnya pelan.
' Ya Dewa, apa yang telah aku katakan padanya. Kenapa aku harus mengatakan hal seperti itu? Ditaruh dimana wajahku jika betemu dengan nya lagi setelah ini? Bagaimana mungkin dia percaya jika bukan aku yang mengatakan semuanya, itu terucap begitu saja dari mulutku, dan itu tidak aku sadari. Argghhhhh!!!!! Sudahlah lupakan'
Perubahan raut wajah Kaisar terlihat oleh para dayang dan pengawalnya, sepertinya kaisar marah karna permaisuri meninggalkan nya begitu saja.
" Yang Mulia, apakah anda kesal karna Permaisuri meninggalkan anda begitu saja? Haruskah saya memanggilnya kembali?" tanya Kasim Han. Dia juga melihat bagaimana perubahan ekspresi yang terjadi pada Kaisar, karna itu dia pikir mungkin itu ada hubungan nya dengan Permaisuri.
Kaisar menoleh dengan raut wajah yang sulit diartikan. " Diamlah! Ayo kembali ke ruanganku!"
Mendengar itu Kasim Han dan Huang Li semakin bertanya-tanya, apakah Kaisar dan Permaisuri bertengkar tadi? Kenapa keduanya sangat membingungkan.
|
|
|
|
bersambung.......