
Hari sudah mulai pagi, kedua sejoli yang kemarin bertempur habis-habisan itu bahkan tidak keluar kamar untuk sekedar makan malam sedikitpun.
Zhao mulai membuka matanya, dia sedikit menyesuaikan cahaya yang masuk kematanya dan berusaha mengumpulkan nyawanya juga setelah tidur seperti orang pingsan itu.
Saat Zhao mulai menggerakan badannya dia merasakan perih di sekitar punggung. Tiba-tiba saja Zhao tersenyum. Dia teringat kejadian kemarin dimana Xiao Shi menahan rasa sakit nya dengan mencakar cakar punggungnya.
Ternyata itu semua bukan mimpi, Xiao Shi benar-benar menjadi miliknya.
Dengan perasaan tak sabar Zhao segera berbalik untuk melihat wanitanya yang mungkin saja masih tertidur itu.
Namun saat dia berbalik, ada sesuatu yang membuat matanya terbelalak bahkan mungkin hampir keluar.
" Permaisuri!!!" Zhao menepuk-nepuk pipi Xiao Shi namun tidak ada respon. Zhao juga mencoba menggenggam dan mengangkat tangan Xiao Shi, namun begitu dilepas tangan itu terkulai lemas begitu saja.
Begitu zhao berbalik rambut Xiao Shi sudah berwarna perak, rambutnya terus berubah perak perlahan tanpa bisa dihentikan. Saat ini warna peraknya hanya sampai sebatas kuping, namun warna perak itu terus melaju sampai sebatas pundaknya. Di dahinya juga tiba-tiba saja ada lambang bunga.
Kenapa ini? Apakah semalam dia bermain terlalu lama? Terlalu memaksa dan terlalu keras? Apa yang sebenarnya terjadi kenapa bisa seperti ini, Pikir Zhao.
Zhao membuka kelambu yang menutup sekeliling ranjang. Lalu menghilangkan sihir yang ia gunakan pada kamarnya dan pergi keluar dengan pintu yang dibuka secara keras.
"Yang mu—"
" PANGIL TABIB! SEKARANG!" belum sempat kasim han mengatakan sesuatu zhao sudah membentaknya begitu saja. Kenapa dia terlihat sangat marah bukankah semalam sudah dapat jatah? batin nya.
" Ap-apa? Baiklah yang mulia" Kasim Han segera pergi diikuti dengan Huang Li. Setelahnya Zhao malah menatap Yuan dan Feng Yue bergantian.
" Kalian berdua, cepat cek Permaisuri!"
Yuan segera bergegas masuk kedalam tanpa menghiraukan zhao yang berada di ambang pintu. Prioritas nya saat ini adalah Xiao shi, dan selalu Xiao shi.
Yuan menyinkap kelambu nya dan terkejut saat melihat rambut Xiao Shi yang sudah berubah perak sebatas bahu.
" APA YANG SEBENARNYA ANDA LAKUKAN?!" teriak Yuan tepat di wajah Zhao. Yang diteriaki juga diam saja, dia tidak mengatakan apapun walaupun seorang pelayan memarahinya. Pikirannya terlalu kosong memikirkan berbagai kemungkinan.
Feng Yue yang menyadari keadaan segera menarik Yuan untuk mundur dan mentap matanya " prioritas kita saat ini adalah shi'er, mengenai pria itu kita akan mengurusnya nanti"
Yuan langsung memundurkan langkahnya dari Zhao dan menghampiri Xiao Shi.
Yuan dan Feng Yue hendak menggabungkan energi mereka bersama lalu menyalurkan nya pada Xiao Shi. Tapi nihil, energi mereka bahkan tidak bisa menyentuh Xiao Shi sama sekali.
" Kenapa? Kenapa seperti ini?" Gumam Feng Yue.
PLAAAKKKKKK!
Tiba-tiba saja ada suara tamparan yang membuat fokus keduanya buyar. Mereka melihat ke asal suara dan sangat terkejut saat melihat ibu suri yang menampar kaisar.
*FLASHBACK
Ibu suri pagi ini hendak mengunjungi kamar putranya dengan maksud untuk memberikan ramuan tertentu pada Xiao Shi agar tubuhnya kembali segar. Namun dijalan dia berpapasan dengan Kasim Han dan Huang Li yang terlihat sangat terburu-buru.
" Kalian? Akan kemana?" Tanya ibu suri.
" Yang Mulia" hormat keduanya.
" Kaisar meminta kami untuk memanggil tabib segera" ucap Kasim Han.
" APA?! Apa putraku sakit?"
" Sepertinya tidak Yang Mulia. Melihat kekhawatiran kaisar tadi sepertinya permaisuri lah yang sakit"
" APAAA?! ANAK ITU BENAR-BENAR! Tidak perlu memanggil tabib, aku membawa tabib pribadiku kemana mana. Biarkan dia memeriksa nya, ayo kesana"
Ibu suri sudah sangat kesal dengan putranya, bagaimana bisa dia langsung membuat menantunya sakit setelah malam pertama mereka?
Namun ketika dirinya sampai dikamar sang putra hal yang mengejutkan adalah dia melihat sendiri menantunya yang terbaring lemah dan rambutnya yang mulai berubah menjadi perak.
Kesalnya berubah menjadi emosi yang sangat memuncak. Menantunya dalam keadaan yang sangat tidak baik-baik saja setelah melayani putranya.
*FLASHBACK OFF
" APA YANG KAU LAKUKAN PADA MENANTUKU?! KAU MENYETUBUHINYA ATAU MENGUTUK NYA?!!" teriaknya penuh emosi.
" Jangan katakan apapun lagi! Tabib, segera periksa permaisuri" titah ibu suri pada seorang tabib wanita pribadinya.
Tabib itu segera mendekati Xiao shi dan hendak menyentuh tangannya untuk diperiksa denyut nadi. Tapi jangankan menyentuh, saat mendekati nya saja tabib itu tidak bisa.
" Yang Mulia, hamba mohon maaf tapi sepertinya ada perisai yang melindungi tubuh Permaisuri" ucap tabib itu.
" Apa? Bagaimana bisa?" Gumam ibu Suri yang langsung melotot ke arah Zhao. Sepertinya dia hendak melayangkan tamparannya lagi tapi Feng Yue segera menghentikannya.
" Yang mulia! Apa yang dikatakan tabib benar. Kami bahkan tidak bisa menyalurkan energi kami untuk Permaisuri. Ini tidak seperti sihir yang biasa, kita tidak bisa gegabah" jelasnya.
" Tapi aku bisa menyentuh nya" ucap Zhao. Suaranya sangat kecil, tidak seperti Zhao yang tegas seperti biasanya. Jujur saja, nyalinya xiut sekarang.
Bagaimana bisa malam pertamanya dengan sang istri berakhir seperti ini.
" Jangan mengatakan hal yang mustahil Zhao" ibu suri memperingati. Ini pertama kalinya ibunya memanggil namanya lagi setelah kenaikannya menjadi kaisar.
" Aku serius ibu"
" LALU KENAPA KAU DIAM SAJA DAN BEDIRI DISINI SEJAK TADI!!!"
" Itu karna setiap aku menyentuhnya perubahan rambut nya akan sangat cepat, perak nya bisa langsung menjalar dengan sangat cepat. Aku tidak ingin mengambil resiko" jelas Zhao. Dia juga bingung dengan keadaannya. Ingin mendekat dan mendekap istri nya tapi itu akan mempercepat perubahannya. Hal ini dia sadari saat menggenggam tangan Xiao Shi tadi. Perak yang hanya sebatas kuping dan menjalar dengan sangat pelan itu menjadi sangat pesat dan tiba-tiba menjadi sebatas bahu begitu dia menyentuh istrinya.
Ibu suri terlihat mondar-mandir dan wajahnya juga sangat terlihat kacau. Kabar ini bahkan sudah menyebar ke seluruh istana dalam. Yanran dengan sigap menghentikan gosip dan desas desus itu agar tidak menyebar lebih luas lagi.
Para selir berbondong-bondong datang ke kediaman kaisar dan berdiri di luar, menunjukan rasa kekhawatiran mereka pada Permaisuri. Namun itu hanya sebagian, sebagian nya lagi datang dengan hati senang dan berharap Xiao Shi akan wafat sehingga mereka bisa merebut hati kaisar. Sebagian dari mereka yakin bukan kaisar yang terlalu kasar saat di ranjang, namun tubuh sang Permaisuri lah yang sangat lemah. Karna sesuai kabar yang beredar bahwa Xiao Shi tidak memiliki sihir dan kemampuan apapun.
" JIKA SEPERTI INI APA YANG AKAN KITA KATAKAN PADA KERAJAAN WANG JIKA TERJADI SESUATU PADA MENANTUKU NANTI?!" bentak ibu suri pada Zhao.
" Kalian tidak perlu menjelaskan apa-apa" jawab Raja Wang.
Tunggu? Raja Wang?
Ya, benar.
Keluarga Wang tiba-tiba saja ada didepan kediaman kaisar, tepatnya dibelakang para selir.
" Raja Wang" ucap ibu suri dan Zhao bersamaan.
Feng Yue dan yanran juva terkejut dengan kedatangan keluarga kerajaan Wang. Bagaimana bisa mereka tiba-tiba sudah ada disini bahkan dengan anggota keluarga yang lengkap. Mereka juga bahkan membawa Long tidak seperti biasanya.
"Bunga surgawi" gumam feng Yue.
" Apa?" Tanya Yuan dengan suara yang keras sehingga mencuri perhatian ibu suri dan Zhao.
" Bukankah kau bilang bunga surgawi memberi tanda? Sepertinya mereka kesini karna terjadi sesuatu pada bunga surgawi" jelasnya.
Apa yang dikatakan oleh Feng Yue menjawab pertanyaan yang ada di benak ibu suri dan kaisar Zhao.
Para selir yang menyadari itu segera menyingkir dan memberi keluarga Wang jalan.
Raja Wang dan para rombongan nya segera berjalan dan mulai memasuki kamar yang ditempati oleh putri dan menantunya itu. Dilihatnya sang putri yang sangat dia sayangi terbaring sangat lemah dan rambutnya yang mulai berubah perak, bahkan tanda didahinya juga muncul.
" Apa yang kau lakukan pada putriku?"
" Ayah aku—"
BRUUUUKKKKKKKK!
|
|
|
|
|
bersambung.....