
Selir Agung Yi saat ini berada di kediaman Xiao Shi, disiang hari yang terik ini bukannya memilih untuk berdiam di kediamannya, selir yi justru memilih mengunjungi Xiao Shi.
" Sudah lama sekali kita tidak bertemu selir agung"
" Benar Yang Mulia Permaisuri, bagaimana kabar anda?"
" Aku baik, bagaimana denganmu?"
" Terimakasih telah menghawatirkan hamba, hamba dalam keadaan baik juga Permaisuri"
" Baguslah, apa yang kau bawa dalam kunjunganmu kali ini?"
Selir Yi menghela nafasnya, "maaf atas kelancanganku, tapi para selir meminta kepastian dari kepulangan mereka ke kerajaan asalnya"
" Kepulangan nya?"
" Benar, Permaisuri. Tawaran yang diberikan oleh kaisar pada saat itu jika para selir bisa memilih untuk tinggal di sini atau dipulangkan kembali kerumah mereka"
" Katakan saja bahwa keputusan itu sudah dibatalkan, tidak ada selir yang akan kembali. Mereka akan tetap disini, aku sudah mengatur jadwal kunjungan kaisar untu kalian, jadi—"
" Maafkan hamba karna lancang, tapi mereka sudah tidak menginginkan kaisar Permaisuri "
" Bagaimana bisa?"
Selir Yi Memilih diam dan tidak menjawab pertanyaan Xiao Shi.
" Selir Agung, kenapa kau diam? Apa alasan mereka sebenarnya?"
Selir Yi langsung membungkukan badannya, " Maafkan kelancanganku Permaisuri, akan tetapi harapan mereka sudah hilang untuk bersama dengan kaisar sejak kabar bahwa anda dan kaisar sudah bersama malam itu"
Xiao Shi tertegun, jadi ini semua karna dirinya? Tapi kenapa?
" Apa maksudmu?kenapa semuanya bisa karena aku?"
Selir Yi meremas pakaian nya, dia tidak tau apakah keputusannya mengatakan hal ini benar atau salah tapi demi para selir yang selalu mengadu kepadanya dia harus melakukan ini.
" Hal itu karna, sebelum kedatangan anda kaisar tidak pernah menyentuh kami Yang Mulia. Tidak ada yang pernah menghabiskan malamnya dengan kaisar, bahkan kami tidak pernah bertegus sapa saat bertemu dijalan. Walaupun status kami selir, tapi tidak pernah ada yang bersama dengan kaisar "
Kali ini posisinya terbalik, Xiao Shi yang diam dan tak tahu harus merespon apa.
" Hamba memohon ampun Yang Mulia" seru selir Yi yang mampu membuat Xiao Shi tersadar.
" Dimana para selir yang menginginkan kembali?"
" Mereka berkumpul dikediamanku untuk menunggu hasil keputusan anda"
Xiao Shi berpikir sejenak dan menghela nafasnya. " Baiklah ayo kita kesana"
Selir Yi yang sempat terkejut dengan keputusan Xiao Shi langsung menyusul pimpinan istana dalam yang kini sudah berjalan menuju keluar kediamannya.
Sepanjang jalan menuju kediaman nya, selir Yi sangat penuh keraguan dan ketakutan. Kira-kira apa yang akan diputuskan oleh Permaisuri nantinya.
Sesampainya di tempat yang dikatakan oleh selir Yi, Xiao Shi bisa melihat banyak sekali selir yang menunggu dan ingin dikembalikan pada kerajaan nya kembali. Hampir 80% selir yang ingin kembali.
Xiao Shi duduk ditempatnya, tepat didepannya para selir duduk dengan wajah yang sedikit ketakutan. Bagaimana tidak? Aura intimidasi dari Xiao Shi sangat kuat ketika memasuki ruangan bersama selir Yi.
" Apa aku tidak salah melihat? Apa ini? Sebanyak ini?" mata Xiao Shi menelusuri ke arah setiap selir yang berada didepannya. Para selir tidak bisa menjawab, rasanya benar-benar membuat gugup ketika berhadapan dengan mode Permaisuri yang seperti ini.
" Permaisuri, para selir ingin—" Belum selesai Selir Yi berbicara, Xiao Shi sudah mengangkat satu tangannya untuk memberi isyarat agar dirinya diam.
" Hentikan selir agung. Aku tidak bertanya kepadamu"
" Aku ingin satu persatu dari kalian berbicara alasan kalian ingin dikembalikan. Hal utama yang harus kalian sadari adalah bahwa kalian datang kemari sebagai selir Kaisar dan sebagai bentuk kerjasama antar kerajaan" ujar Xiao Shi
" Saya akan mengatakannya, permaisuri " ujar salah seorang selir.
Mulai dari sana, pada akhirnya semua selir juga mengutarakan alasan mereka memilih menyetujui tawaran dari kaisar. Satu hal yang Xiao Shi sadari, ternyata memang selama ini Zhao tidak pernah menyentuh siapapun. Sebagai wanita, ada rasa senang dihatinya mengetahui bahwa dia adalah satu-satunya wanita yang berhasil mendapatkan hati kaisar dan satu-satunya yang bahkan ditiduri olehnya. Tapi sebagai permaisuri, ini seperti sebuah kegagalan baginya.
Matahari sudah mulai bergulir ke arah barat, dan selir terakhir yang mengatakan alasannya ingin kembali sudah selesai sejak setengah jam yang lalu dan semua selir juga sudah kembali ke kediamannya masing-masing, termasuk Xiao Shi. Xiao Shi memikirkan cara apa yang harus dia ambil agar semuanya bisa berjalan lancar, dan tanpa ada niat buruk setelahnya. Xiao Shi sudah mencoba membujuk dan memberi penawaran lain agar para selir tidak kembali, tapi semuanya nihil. Keputusan mereka sudah sangat bulat dan tidak bisa diganggu.
Sejak kembalinya ia dari kediaman Selir Yi, Xiao Shi hanya berdiam diri di dalam kamarnya dan berdiri tepat didepan jendela. Berbagai kemungkinan yang terjadi sudah ia pikirkan dan sudah ditemukan juga cara penyelesaian nya, tapi entah kenapa hatinya merasa ini bukan keputusan yang tepat.
Sebuah tangan melingkar pada pinggang Xiao Shi, dan lehernya juga merasakan ada benda kenyal dan lembut yang menempel disana. " Apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Zhao.
Xiao Shi menyandarkan kepalanya kebelakang, tepat di dada Zhao dan membiarkan kepalanya mendapatkan kecupan dari suaminya. Rasanya nyaman sekali saat seperti ini, pikirnya.
" Apa kau tidak ingin membagi masalahmu denganku, Permaisuri?" Zhao bertanya sekali lagi.
Xiao Shi menghela nafasnya, " Bolehkah aku meminta sesuatu yang mulia?"
" Tentu saja, apa yang kau inginkan?"
Xiao Shi melepaskan tangan yang melingkar erat di perutnya, dan membalikan tubuhnya tepat menghadap Zhao. " Adakan pertemuan untuk semua kerajaan dari para selirmu"
Zhao mengernyit bingung, kenapa tiba-tiba sekali. " Ada apa?"
" Kau bertanya padaku ada apa? Harusnya kau tau itu karna ulahmu sendiri" cibirnya
" Apa ini mengenai para seling yang akan dikembalikan?" Xiao Shi mengangguk. Ada semburat senyum yang terlihat di wajah suaminya itu.
" Jadi kau setuju?"
" Tidak ada jalan lain Yang Mulia, kau benar-benar menyakiti perasaan mereka dan mereka benar benar tidak menginginkan menjalankan seluruh sisa hidupnya disini. Seumur hidup itu terlalu lama"
" Baiklah, kau memiliki rencana bukan? Katakan padaku"
Xiao shi menjelaskan semua rencananya pada Zhao. Awalnya Zhao tidak mengerti kenapa harus melakukan hal itu, akan tetapi setelah Xiao Shi menjelaskan sebab dan akibat nya akhirnya Zhao menyetujui rencana istrinya.
" Baiklah, aku setuju" ucap Zhao.
" Kalau begitu adakan pertemuan nya dalam satu minggu mendatang "
" Baik, tapi dengan satu syarat "
Xiao Shi mengernyit. " Syarat? Syarat apa?"
" Aku menginginkanmu "
Xiao Shi menelan ludahnya, walaupun ini bukan pertama kalinya tapi tetap saja dirinya gugup. Jika di kehidupan sebelumnya ingin sekali Xiao Shi memutar sound ' Dan terjadi lagi~'
|
|
|
|
|
bersambung.....