
Mao asik berdandan dan memandangi pantulan dirinya yang menurutnya semakin cantik dari hari ke hari.
" Bukankah dengan penampilanku sekarang kaisar akan jatuh cinta padaku?" Ucapnya sambil memain-mainkan rambutnya.
" Tentu saja, yang mulia selir, kaisar akan melirik anda mulai sekarang"
" Ya,,, kau benar. Karna itu hadiah ku jangan sampai gagal, hadiah ini sangat spesial terutama bagi permaisuri" ucap Mao pada pelayan nya, wajahnya benar-benar terlihat sangat licik.
Seperti biasa, malam ini adalah waktu nya para istri kaisar makan malam bersama, saat saat seperti ini adalah waktu yang bisa dibilang pas untuk mereka mencari perhatian kaisar dan ibu suri. Walaupun acaranya ditujukan untuk istri kaisar, namun sejak awal kaisar memilih mengundang ibunya juga. Karna itulah, ibu suri akan selalu berada disana.
Para selir sudah siap dan berada ditempat mereka masing-masing, bahkan ibu suri juga sudah ada. Kini, mereka tinggal menunggu kehadiran kaisar dan permaisuri.
" Dimana mereka berdua, kenapa lama sekali?" Gerutu ibu suri.
Lalu pintu utama terbuka, dan suara penjaga menggema keseluruh ruangan.
" YANG MULIA KAISAR DAN PERMAISURI MEMASUKI RUANGAAANNN!"
Semua orang berdiri dari duduknya dan memberikan hormat pada keduanya. " Semoga kaisar dan permaisuri diberkahi" ucap semua serempak.
Zhao san Xiao shi pun duduk ditempatnya, namun sebelum itu Xiao shi menyapa dan memberikan hormat terlebih dahulu pada ibu suri.
" Ibu ..."
" Permaisuri" balas ibu suri sambil tersenyum. Hati yang tadinya kesal sekarang rasanya menghangat ketika melihat putra dan menantunya datang secara bersamaan, sepertinya butir-butir cinta memang sudah ada diantara mereka.
Begitu duduk Zhao langsung saja memberikan kalimat pembuka nya " maaf atas keterlambatannya, ada beberapa hal yang harus diurus karena......."
Selama zhao memaparkan alasan keterlambatan nya, xiao shi justru menggerutu dalam dirinya. ' dasar pria, memang pandai dalam hal beralasan.'
*Flashback*
" Yang mulia jangan seperti ini, lakukan seperti biasa. Aku akan pergi lebih dulu dan kau akan datang terakhir" Xiao Shi mulai jengah dengan sikap zhao yang menghalangi jalan nya seperti anak-anak.
" Bukankah sudah ku katakan kita akan datang bersama!" Keukeuh zhao.
" Iya iya, aku tau. Tapi jangan sekarang, lain kali saja, aku belum siap"
" Apa yang membuatmu belum siap? Kenapa kau selalu mengatakan tidak siap jika denganku?"
Kedua orang itu terus saja berargumen didepan kediaman sang permaisuri, sampai-sampai para pelayan ikut geregetan juga.
Feng Yue yang sudah jengah tiba-tiba menimpali argumen mereka. " Permaisuri, apakah anda akan terus memegang gengsimu? Sudah cukup dengan gengsinya, yang mulia. Kaisar terlihat sangat mencintai anda, dan anda harus percaya itu. Hancurkan perasaan yang menghalangi hubungan anda dan kaisar " ucapnya dengan wajah yang tak berekspresi.
" Berani sekali kau, sepertinya kau sudah mulai bosan hidup, feng Yue" tegur Xiao Shi.
" Aku mendukungmu, Feng Yue. Jika permaisuri ingin menghabisimu, kau bisa berlindung padaku"
" Terimakasih, Yang Mulia"
Zhao mengacungkan jempolnya ke arah Feng Yue, sedangkan Xiao Shi yang melihat kaisar malah mendukung Feng Yue memanyunkan bibirnya kesal.
*Flashback off*
Saat ini mereka sudah mulai makan bersama, banyak sekali hidangan yang dihidangkan, setiap menu nya sangat membuat liur menetes. Ini sangat terlihat lezat.
" Kaisar, jika anda mengizinkan, aku telah membuat sesuatu yang spesial untuk kita semua malam ini" interupsi Mao ditengah-tengah acara makan mereka.
" Apa itu?" Tanya Zhao penasaran.
Mao menepuk tangan nya untuk memanggil para dayang yang sudah disiapkan. Mendengar kode dari tuannya, para dayang itu segera masuk sambil membawa mangkuk ditangan mereka.
" Ini adalah soup khas buatan keluarga Yun secara turun temurun, dan ini adalah buatanku sendiri. Aku harap kalian menyukainya" ujar Mao.
Mendengar itu kaisar menganggukan kepalanya, memberi izin. Barulah para dayang itu menaruh masing masing mangkuk pada setiap orang.
Bahkan kaisar juga terlihat menyukainya. " Soup keluarga Yun, sangat lezat" puji zhao.
" Terimakasih, Yang Mulia" ucap Mao tersipu.
Dibalik raut wajah semua orang yang terlihat menikmati hidangan nya, xiao shi justru terlihat sangat memaksakan untuk menikmatinya, seperti sedang menahan sesuatu.
Mao yang melihat raut wajah dari dahi xiao shi langsung menanyakan keadaan nya. " Apa soupku tidak sesuai dengan lidahmu, permaisuri?"
Xiao shi sedikit tersentak ketika Mao menanyai dirinya. " Tidak, selir agung. Ini cocok dilidahku"
" Senang mendengar nya, Permaisuri" balas Mao dengan senyum palsunya juga.
Xiao Shi mengepalkan tangannya kuat-kuat, menahan sesuatu yang bergejolak pada dirinya. Tubuhnya terasa panas, ada sesuatu yang sangat ingin dikeluarkan dari dirinya. Tapi Xiao Shi berusaha untuk tidak menunjukkan reaksi apapun.
Waktu berjalan begitu cepat, tidak terasa waktu makan bersama mereka telah selesai.
Zhao baru saja mengantar kan permaisuri nya ke kamarnya, akan tetapi baru beberapa langkah saja kenapa perasaan nya sangat tidak enak. Hatinya sangat tidak tenang, dan seperti ada sesuatu yang mengganjal.
Zhao menghentikan langkahnya tiba-tiba.
" Ada apa, Yang Mulia?" Tanya Kasim Han.
" Ayo kembali" zhao langsung melangkahkan kakinya menuju kediaman Xiao Shi lagi tanpa menjelaskan lebih jauh pada sang Kasim.
Begitu sampai di depan kamarnya, benar saja, ada yang aneh. Kemana perginya para pelayan permaisuri nya? Biasanya mereka akan ada menjaga didepan pintu, namun kini semuanya tidak ada. Hanya ada para pelayan dari istananya saja.
" Dimana Feng Yue dan yang lainnya?" Tanya Zhao pada salah satu dayang yang berjaga didepan.
" Mereka ada didalam Yang Mulia"
" Didalam?" Beo zhao. Kenapa mereka semua harus kedalam? Daripada menerka-nerka zhao lebih memilih untuk mencari tahu sendiri.
Namun ternyata ada hal lain yang membuatnya terkejut, pintu kamar nya tidak bisa dibuka. Itu dilapisi sihir yang cukup kuat.
" Ada apa Yang Mulia?" tanya Huang Li yang melihat raut aneh dari wajah tuannya.
" Pintunya dilindungi sihir" ucap Zhao sepelan mungkin agar para pelayan tidak mendengarnya dan menimbulkan kehebohan.
" Apakah harus dihancurkan saja pintunya, Yang Mulia?" tawar Huang Li.
" Tidak perlu, aku akan mencobanya terlebih dahulu"
setelahnya Huang Li mengangguk dan membiarkan kaisar nya memecahkan masalah saat ini.
Zhao mencoba mengamati sihir apa yang digunakan untuk melindungi pintu. Setelah mencoba mengamati akhirnya zhao menemukan jawabannya. Dia segera membaca mantra untuk mematahkan sihir nya. Terdengar bunyi kedua kayu yg terbentur saat sihirnya berhasil lepas.
Zhao membuka pintunya dan melangkahkan kakinya kedalam. Namun apa yang dia lihat membuatnya terkejut.
" Permaisuri?! APA YANG KALIAN LAKUKAN?!"
|
|
|
|
|
bersambung.....