
Belakangan ini Mentri Yun terus mengunjungi kediaman Xiao Shi. Namun Xiao Shi selalu enggan bertemu. Dia tahu apa yang akan dikatakan oleh mentri itu, dan menurutnya hal itu tidak perlu digubris. Xiao shi akan menemui mentri yun saat semuanya sudah selesai.
" Apakah para selir sudah berkumpul?" Tanya Xiao Shi.
" Sudah, Yang mulia. Semuanya sudah berkumpul termasuk selir agung" jawab yanran sambil menata rambut xiao shi. Banyak yang berubah setelah Yanran keluar dari padepokan. Banyak sekali tugas Yuan yang diberikan pada Yanran, keduanya jadi memegang hal-hal penting. Ini Xiao shi lakukan agar kedepannya dia memiliki alasan jika harus keluar agar bisa membawa keduanya.
Setelah semuanya siap, xiao shi segera menuju tempat yang sudah disediakan.
" YANG MULIA PERMAISURI MEMASUKI RUANGAAANNN!!!"
Semua orang bangkit dan memberi hormat begitu melihat Xiao Shi masuk dan duduk di kursinya.
" Duduklah" ucap Xiao shi.
Semua orang kembali ketempat nya semula. Suasana diruangan terasa sangat dingin dan tegang begitu Xiao shi masuk. Bagaimana tidak? Aura permusuhan antara Xiao Shi dan selir agung terasa sangat pekat.
" Sebelumnya terimakasih karna telah mematuhi permintaan ku dan berkumpul disini. Seperti yang kita ketahui mengenai beberapa kejadian belakangan ini antara selir agung dan selir selir lainnya. Langsung saja ke intinya, mengapa dari kalian tidak ada satupun yang berani melaporkannya padaku sejak awal kejadian?" Tanya Xiao shi sambil menatap para selir satu persatu.
Suasana hening, semua menunduk takut dan tidak berani menjawab.
" Aku menjamin keselamatan kalian" lanjut Xiao Shi.
Tapi masih tidak ada yang bersuara.
" Setelah beberapa kejadian, akhirnya ada 1 selir yang melapor. Aku tidak bisa memberikan kalian identitasnya sekarang, tapi ku akui keberaniannya." Xiao shi saling menatap dengan Selir Yi.
" Istana dalam berada dibawah kekuasaan ku, kaisar tidak bisa ikut campur jika aku memberi keputusan atas kejadian yang ada disini. Apa kalian masih tidak ingin berbicara?" Tanya Xiao shi sekali lagi.
Suasana masih hening, bahkan beberapa orang yang pernah disiksa dan dihasut oleh Xiao Shi juga masih tidak berbicara.
" Baiklah, karna ku rasa tidak ada yang merasa tersakiti. Ku rasa selir agung tidak bersalah disini, jadi ku putuskan untuk tidak menghukum sel—"
" Yang Mulia" ucapan xiao shi terpotong.
" Kau ingin mengatakan sesuatu selir min?" Kini bukan hanya dirinya yang memakai cadar, namun selir min juga. Ini karna perbuatan Mao saat itu.
" Maaf atas kelancangan hamba memotong ucapan anda. Akan tetapi, hamba tidak bisa menerima jika selir agung tidak dihukum sama sekali"
" Kenapa?"
Selir min membuka cadarnya. Disana terlihat luka sayatan yang sekarang sedang meradang dipipinya. Luka itu terlihat sangat menjijikan. " Ini adalah ulah selir agung"
Ucapannya membuat semua selir terkejut, mereka tidak menyangka selir agung berbuat senekat itu.
Mao melotot tidak percaya selir rendahan itu akan mengatakannya. Dia hendak memberontak dan memakinya tapi mulutnya tidak bisa dibuka. Dia bahkan hendak menyeranf selir min tapi tiba-tiba tubuhnya juga terasa kaku. Ini adalah ulah Yanran. Dia menggunakan sihirnya untuk menahan dan mengontrol Mao.
Setelah selir min akhirnya seluruh selir yang pernah disiksa juga ikut bersuara dan menunjukan bukti luka yanf mereka dapat. Setelah melalui proses perundingan dan diskusi dengan para korban akhirnya hukuman keputusan sudah didapatkan.
" Baiklah. Aku akan memberikan setiap orang 3 kali kesempatan untuk melampiaskan amarah kalian pada selir agung. Hanya 3 kali kesempatan, tanpa alat bantu dan senjata. Gunakan tangan kalian sendiri. Jangan juga melakukan sesuatu yang bisa mencabut nyawa. Jangan menyerang area perut, dan **** **********. Jika kalian melanggar peraturan nya, maka kalian akan aku hukum" ini adalah keputusan yang Xiao Shi pilih.
Mao melotot tidak percaya, dia lebih memilih diberi hukuman cambuk daripada harus dihukum langsung oleh para selir yang ia sakiti. Ini akan diluar dugaannya, entah sakit apa yang akan dia terima.
Mao dibuat berdiri didepan Xiao Shi, masih dalam keadaan tidak bisa bergerak karna sihir yanran. Satu persatu selir maju untuk menghukumnya, yang pertama maju adalah selir min. Hal pertama yang dilakukannya adalah menampar wajah Mao. Lalu meninju area hidungnya, walaupun tangannya sakit namun min senang saat melihat darah mengalir dari hidung Mao. Dan terakhir yang dia lakukan adalah mencakar wajah Mao dengan kukunya. Amarahnya terlampiaskan, dia merasa walaupun ini tidak sebanding dengan yang dirinya rasakan. Tapi ini sudah cukup. Lalu min kembali ke kursinya dan melihat pertunjukan selanjutnya.
Selir lainnya yang menjadi korban juga melakukan hal yang sama, ada yang menjambaknya, meninju matanya, mencoba untuk melilitkan tangannya, dan lain sebagainya. Semua itu ada di bawah pengawasan Xiao shi.
" Dengan ini, aku menurunkan gelar selir agung Yun menjadi selir istimewa tingkat 5." Ucap Xiao shi sambil menatap Mao yang juga menatapnya dengan tatapan meremehkan.
Semua orang terkejut, bagaimana bisa dia diturunkan serendah itu. Itu adalah posisi terendah diantara semua selir dari para putri raja dan anak Mentri. Tidak ada satupun para putri raja dan anak menteri yang menduduki tingkat itu. Tingkatan paling rendah mereka hanya di tingkat 4, sedangkan Mao diturunkan di tingkat 5? Ini hanya beda setingkat dengan para selir yang berasal dari pelayan dan orang biasa.
" Dan karena posisi selir agung tidak boleh kosong. Dengan ini aku juga mengumumkan untuk mengangkat Selir Yi menjadi selir agung karena keberaniannya melaporkan tindakan kejam yang terjadi di istana dalam" Xiao shi menganggukan kepalanya ke arah Selir Yi yang sedang terkejut. Tentu saja, bagaimana dia tidak terkejut. Dia melaporkannya hanya karna merasa apa yang terjadi tidaklah benar, sebagai selir tingkat 3 dia tidak pernah berpikir untuk bisa menjadi selir agung. Ini benar-benar diluar harapan nya.
Sedangkan semua selir saling berbisik dan terkejut juga, mereka berpikir seandainya mereka melaporkannya mungkin mereka lah yang akan menjadi selir agung. Tapi patut mereka akui, tingkah selir Yi selama ini memang patut diacungi jempol. Dia memang pantas menjadi selir agung. Bahkan para selir tingkat 1 juga mengakui kepantasannya.
Yuan memberikan gulungan yang berisi keputusan pengangkatan Selir agung untuk Yi. Selir Yi langsung bersimpu dan menerima gulungan itu dengan perasaan yang masih terkejut.
" Pengangkatan ini sudah disetujui oleh ibu suri dan kaisar. Rapihkan barang-barangmu hari ini, dan pindahlah ke kediaman selir agung besok pagi" ucap Xiao Shi.
" Terimakasih atas kemurahan hati anda yang mulia." Balas Yi sambil menerima gulungan keputusannya.
Tidak sampai disitu, tiba-tiba beberapa pelayan masuk sambil membawakan sebuah kotak. Mereka pikir mungkin ini adalah hadiah berikutnya untuk Selir Yi, tidak tidak, Selir Agung Yi. Ya, dia sudah resmi menjadi selir agung saat menerima gulungan itu.
Selir Yi bangun dan memberikan gulungan nya pada pelayan pribadinya. Dia tidak berharap mendapatkan hadiah lagi, baginya, ini semua sudah cukup.
Xiao shi tersenyum begitu melihat kotaknya sudah disimpan diatas meja. " Seperti yang aku katakan sebelumnya, jika ada yang melanggar perintahku dan mencoba menghampiri selir agung sebelumnya saat sedang berada dalam tahanan rumah. Maka dia akan...." Xiao shi sengaja menggantung ucapan nya dan meminta yanran menggunakan sihirnya untuk membuka kotak dihadapannya.
Setelah kotak terbuka suasana menjadi sangat bising karena teriakan para selir yang terkejut. Bagaimana bisa? Isi dari kotak itu bukanlah hadiah, tapi kepala dari pelayan pribadi Mao.
" Mulai saat ini, seharusnya kalian tau bahwa aku tidak pernah bermain-main dengan ucapanku."
Xiao Shi menatap wajah Mao yang sudah penuh dengan air mata. Antara menahan sakit karna pukulan dan cakaran dari para selir. Dan juga sakit hatinya karna melihat kepala pelayan pribadinya kini berada diatas meja.
" Dan satu hal lagi" ucap Xiao Shi ditengah keterkejutan semua orang. Lagi-lagi Xiao shi memberi kode pada Yanran. Dan yanran pun menggunakan sihirnya sehingga muncullah sebuah gulungan dihadapan para selir. Mereka mendapat satu gulungan masing-masing.
" Aku sudah mengatur jadwal kunjungan kaisar agar kalian semua bisa bersamanya secara adil. Silahkan dilihat dan persiapkan diri kalian sesuai dengan jadwal yang ada" setelah mengucapkan itu Xiao Shi langsung pergi meninggalkan ruangannya.
Tak ada satupun dari para selir yang memberi hormat atau bergerak sedikitpun. Mereka semua terlalu dibuat bingung dengan keadaan. Mereka dibuat senang, takut, lalu dibuat senang lagi. Oh dewa, permaisuri benar-benar memainkan perasaan dan mood mereka semua.
Setelah tersadar barulah mereka semua sibuk membuka gulungan dan melihat kapan giliran mereka dengan Kaisar. Bahkan mereka semua mengabaikan kepala yang masih tersimpan diatas meja, juga Mao yang tersimpuh dan menangis.
Sedangkan Xiao Shi sedang dalam perjalanannya menuju kediaman.
" Kau semakin sulit ditebak. Kenapa tidak kejadian sedih dulu baru senang? Kau membuat perasaan orang-orang turun dan naik" bisik Yuan pada Xiao Shi.
" Bukankah itu penutupan yang bagus?" Jawab Xiao shi. Sedangkan Yuan dan yanran hanya menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan respon dari Xiao shi.
|
|
|
|
|
bersambung.....